ARJUNA

ARJUNA
BAYU MENDATANGI ARJUNA


__ADS_3

Arjuna memakan nasi yang di piring,dan melihat ke arah Hana. Hana belum menyentuh makanan di piring.


" Makan dong ..."


Hana diam tak menjawab.


Arjuna beralih tempat duduknya ke samping Hana.


" Mau aku suapi?" ucap Arjuna.


Hana menganggukkan kepalanya.


Arjuna menyuapi Hana.


" Apa dia suka padaku? "


" Kalau dia menyukaiku,Nurmala bagaimana?" ucap Arjuna dalam hati.


" Kamu gak makan?" ucap Hana.


" Ya makanlah .." ucap Arjuna lalu menyendok makanan di piringnya .


" Aku manggilnya berubah - ubah..Kan dia nenek - nenek...Hemm...Mending ku panggil mbah saja lah...Daripada aku kualat,dah gitu aku genjot dia lagi..." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna hanya sekali saja menggenjot Hana,setelah itu tidak lagi.


" Entah kenapa memoriku yang lama muncul kembali saat bersama dengan mantan suamiku..." ucap Hana.


" Tapi aku bukan mantan suamimu mbah..." ucap Arjuna.


" Iya aku tahu itu,tapi kenapa aku tak mengingat bahwa aku punya anak?" ucap Hana.


" Karena aku memintamu untuk melupakan keluargamu mbah .." ucap Arjuna.


" Apakah aku sudah punya anak?" ucap Hana.


" Sudah...Tapi dia pembohong dan Munafik..." ucap Arjuna.


" Maksudnya...?" ucap Hana.


Arjuna menyuapi Hana.


" Dia tidak bilang padaku bahwa kekasihku menikah dengan anaknya..Aku dan mbakku selalu menunggu di rumah. Setiap malam kami selalu berdo'a agar dia cepat pulang dan berjualan bersama. Sudahlah...Aku malas menceritakan lagi...Bikin sakit hatiku..." ucap Arjuna.


" Bukannya Nurmala itu kekasihmu?" ucap Hana.


" Sebelumnya bukan....Terus menjadi kekasihku .."


" Mau nambah?"ucap Arjuna.


" Tidak...Perutku sudah kenyang..." ucap Hana.


Arjuna menghabiskan makanan di piringnya,lalu hendak membawa piring tersebut.


" Biar aku saja..." ucap Hana.


Arjuna membiarkan Hana membereskan meja makan.Ia pun berjalan ke arah ruang tamu,lalu duduk di lantai dan bersandar tembok.


Karena bingung mau ngapain,Arjuna mengambil ponselnya lalu membuka aplikasi FB.


Arjuna melihat puluhan notif di FBnya,lalu mengecek. Rupanya teman - temannya menanyakan tentang dirinya,kenapa tidak ada kembali saat membeli gula merah. Arjuna membalas pesan tersebut. Kemudian melihat permintaan pertemanan. Kebanyakan yang meminta pertemanan adalah para gadis.


" Gak kenal...Malas aku konfrim .." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna mengetik status. " Orang kaya itu serba bebas ya... MUNAFIK"


Hana muncul lalu duduk di samping Arjuna.


" Kalau mbah ngantuk...Tidur aja...." ucap Arjuna sambil menatap layar ponselnya.


" Kenapa kamu memanggilku mbah?" ucap Hana.


Arjuna menoleh ke Hana.


" Terus...Aku harus memanggil jenengan itu apa?" ucap Arjuna.


" Nama saja..."


Arjuna memegang kening Hana.


" Aku gak sakit..." ucap Hana.


" Kirain sakit....Kalau aku memanggil nama itu gak sopan...Piye too..." ucap Arjuna.


" Gakpapa..."


Hana menyenderkan kepalanya di bahu Arjuna.


" Aku merasa nyaman bersamamu..." ucap Hana.


" Asemmm....Apa karena aku genjot sehingga dia menjadi begini ya" ucap Arjuna dalam hati bingung. Sebab ini pertama kalinya ia memakai mantra perjanjian darah. Hanya dirinya yang bisa memutuskan perjanjian tersebut. Arjuna juga tidak tahu tentang efek yang di hasilkan. Sebab Ki Suro saat mau menjelaskan tiba - tiba dapat panggilan,pertemuan berikutnya tak membahas soal ajian tersebut hingga Ki Suro wafat.


" Istirahatlah..Aku gak ingin dirimu sakit.." ucap Arjuna.


" Iya....Tapi aku ingin di sini menemanimu" ucap Hana.


Arjuna mengusap rambut Hana.


" Tidur saja di pangkuanku..." ucap Arjuna.


Hana berebah lalu kepalanya di taruh di paha Arjuna .


" Sore nanti jualan lagi?" ucap Hana.


" Iya...Jika dalam dua minggu gak ada kemajuan,aku mau cari tempat..." ucap Arjuna sambil mengusap rambut Hana.


" Arjuna..." ucap Hana.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Gakapa...." ucap Hana lalu memejamkan matanya.


Arjuna mengetes bu Hana,apakah dia marah saat gunungnya ia pegang. Arjuna memasukkan tangan,lalu memainkan jarinya.


Nampak Hana diam saja,tidak ada ekspresi marah.


" Ampuh juga ajian itu .." ucap Arjuna dalam hati lalu menarik tangannya.


Hana membuka matanya.


" Kenapa di tarik .?" ucap Hana.


" Haaah ...!!! Berati dia belum tidur,dan menikmati apa yang aku lakukan..." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna tersenyum.


" Aku gak ingin mengganggu tidurmu bu...Tidurlah .." ucap Arjuna


Hana memejamkan matanya lagi.


" Pegang...Enggak ..Pegang ..Enggak..."


" Gak usah deh... Nanti kebablasan ..." ucap Arjuna dalam hati. Akhirnya membiarkan Hana tidur di pahanya.


#.0.0.0.#


Di sisi Bayu.


Bayu menatap layar monitor,layar itu menampilkan rekaman ruangan yang berada di rumah Nurmala. Baik yang sedang live maupun yang rekaman.


Nurmala memberitahu kode CCTVnya kepada Bayu karena Bayu meminta kepada Nurmala untuk melihat keadaan rumah Nurmala.


" Hemm....Normal...Tapi kenapa ibu berubah kepadaku ya..."


Bayu melihat Hana bersama Arjuna bersikap biasa saja.


Saat Hana muncul dengan warna rambut terbarunya kemudian Arjuna memeluk Hana,dan Hana memeluk Arjuna. Bayu terkejut.


" Apakah Arjuna menghipnotis ibuku?"


" Gawat ini...Ini tak bisa aku biarkan..."


Di layar Arjuna menyuapi Hana di ruang makan keluarga.


" Eh...Kalau di hipnotis...Kenapa ibuku terlihat senang dan bahagia? Apakah ibuku suka dengan Arjuna?"


" Ini tidak bisa aku biarkan..."


Bayu berdiri dari kursi kemudian duduk lagi.


" Tapi....Aku sudah tidak memakai cincin,jika aku kesana dengan Kumala Sari,ratu laut kidul langsung muncul"


Arjuna tahu sosok wanita yang memakai mahkota itu adalah Nyi Loro Kidul dari Kumala Sari.


" Bila berperang pasti kalah...Jika aku kerahkan pasukanku,yang ada mati semua di tangan Keris Arjuna..Hemmm...."


" Apa aku minta bantuan kang Bejo ya..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengambil ponselnya lalu menelpon Bejo.


Tuuuut.....Tuuuut ....Tuuuut ....Tuuut ...


" Haloo adekku yang guanteng...Piye kabare....Suwi ora ono ngebel" suara Bejo.


" Apik....Aku jaluk tulung kang .." ucap Bayu.


" Jaluk tulung opo?" suara Bejo.


" Begini...."


Bayu menceritakan Arjuna lalu ibunya yang bersama Arjuna. Serta ratu pantai selatan.


" Gimana kang...?" ucap Bayu.


" Susah Bay.....Aku gak sanggup melawan kanjeng ratu Nyi Loro Kidul..." suara Bejo.


" Terus aku harus apa kang....Pusing kepalaku mengatasi masalah ini...." ucap Bayu.


" Kenapa gak minta bantuan sama pak Kyai?" suara Bejo.


" Jika aku bawa 100 Kyai,mungkin bisa aku ngatasinya kang...Tapi...Gak semua kyai bisa datang...Bila yang datang hanya 10 orang saja pasti kalah aku..." ucap Bayu.


" Kenapa gak kamu hipnotis aja..." suara Bejo.


" Aku sudah mencobanya...Namun dia tahu jika aku mau menghipnotis..." ucap Bayu.


" Heemm....Aku gak tahu loh Bay..Kamu ingat kejadian di China kan..." suara Bejo.


" Iya aku ingat kang" ucap Bayu.


" Jika kamu melawan dia,maka kamu akan menghadapi karmamu karena telah membantai ratusan orang...Saranku seh biarkan saja bulek Hana bersama Arjuna..." suara Bejo.


" Tapi...Kalau di biarkan saja,aku takut ibuku di apa - apain sama Arjuna kang..." ucap Bayu.


" Iya juga seh.... Aku jadi mumet Bay . Hemmm....."


" Apakah kamu sudah bilang kalau kamu adalah bapak kandungnya?" suara Bejo.


" Belum...Tapi... Aku sudah memberi tahu ke Nurmala untuk memberitahukan ke Arjuna..." ucap Bayu.


" Apa jawabannya Arjuna?" suara Bejo.


" Dia belum ada menghubungiku..." ucap Bayu.


" Biasanya neh...Jika anak yang hilang terus kita mengaku bahwa kita orang tua asli,pasti gak percaya.Namun lama - kelamaan dia pasti sadar. Atau gak dia pasti senang . Tapi mengapa Arjuna begitu marah denganmu?' suara Bejo .


" Arjuna memiliki kakak yang bernama Dini...Ayu mendatangi rumah Kartika setelah tahu Arjuna memiliki mata merah. Setelah itu dia gak menemukan Arjuna,hanya Dini saja. Ayu membawa Dini untuk menemui Kartika..." ucap Bayu namun terpotong oleh Bejo


" Sek...Sek...Sek Bay...Apa hubungannya Kartika dengan Arjuna dan Dini? Terus kenapa kamu bilang Arjuna itu anakmu?" suara Bejo.


" Kartika guru Arjuna saat SMP,dia tinggal di sana. Namun berjalannya waktu,Kartika jatuh cinta kepada Arjuna. Arjuna juga begitu. Nah...Imam menyukai Kartika."


" Imam mencari tahu tentang Kartika,begitu tahu permasalahan Kartika. Imam menawarkan solusi itu.." ucap Bayu.


" Masalah Kartika itu apa?" suara Bejo.


" Kartika gak bisa hamil..Lalu Kartika menerima tawaran itu..Imam menikahi Kartika. Dan Kartika meminta kepada Imam dan kami untuk tidak memberitahu Arjuna." ucap Bayu.


" Coba ceritakan secara detail,jangan ada yang di lewatkan..Soalnya aku gak mudeng tadi.." suara Bejo.


Bayu menceritakan secara detail ke Bejo.

__ADS_1


Bejo diam mendengarkan. Sesekali bersuara.


" Yusuf di hipnotis?" suara Bejo.


" Iya..Aku gak tahu waktu itu siapa yang menghipnotis,aku pikir Arjuna ." ucap Bayu.


" Terus .." suara Bejo.


Bayu lanjut bercerita lagi.


" Ooo ..Jadi Kartika yang memintanya.." suara Bejo.


" Iya kang...Terus..." ucap Bayu lanjut bercerita .


" Apa kamu yakin dia anakmu? Nanti anaknya Sandi PK. Kan kamu tahu sendiri,si Sandi itu suka bermain dengan wanita " suara Bejo.


" Awalnya seh aku berpikiran seperti itu,tapi itu gak mungkin.. Soalnya Arjuna hampir mirip dengan Imam.." ucap Bayu.


" Terus .." suara Bejo.


Bayu melanjutkan lagi ceritanya.


" Begitu kang..." ucap Bayu mengakhiri cerita.


" Gimana ya Bay....Seharusnya kamu sebagai orang tua harus mengingatkan atau menyuruh Kartika..Atau gak kamu datangi mereka... Kasian loh Arjuna mengharapkan Kartika datang.." suara Bejo.


" Iya..Aku yang salah kang...Tapi cara mengatasinya bagaimana kang" ucap Bayu.


" Pusing aku...Jika aku sebagai Arjuna. Aku juga marah Bay....Di tambah Dini meninggal,pasti aku juga menyalahkan Ayu.." suara Bejo.


" Itu aku gak tahu...Ayu yang membawa Dini tanpa sepengetahuanku. Jika aku tahu,pasti aku larang" ucap Bayu.


" Begini saja dulu Bay...Biarkan dulu ibumu bersama Arjuna...Siapa tahu Arjuna bisa sadar kembali,mungkin ibumu hanya berakting agar Arjuna tidak marah kepadamu.." suara Bejo.


" Iya juga ya ...." ucap Bayu.


" Mungkin itu taktik ibumu...Agar Arjuna dapat ia kuasai...Jika sudah di kuasai. Maka kehidupanmu kembali normal..." suara Bejo.


" Iya kang ...Terima kasih atas masukannya..." ucap Bayu.


" Sami - sami .." suara Bejo.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu


" Wa'alaikum salam..." suara Bejo.


Panggilan berakhir.


Bayu menjadi lega setelah mendapat saran dari Bejo.


" Baiklah...Aku akan mencobanya..." ucap Bayu. Ia akan mencoba untuk pergi kerumahnya yang ada di Jogja. Apakah Arjuna mengirim kerisnya kembali atau tidak.


#0.0.0#


Di rumah Nurmala malam harinya.


Nampak Arjuna duduk bersama dengan Nurmala di ranjang.


" Yank...Aku mau ngomong neh..Tapi jangan marah ya..." ucap Nurmala.Ia ingin menyampaikan ucapan Bayu,sebab saat pulang kerja tadi,dirinya tak mungkin bicara karena Arjuna sedang jualan.


" Tergantung...Sayang mau ngomong apa ." ucap Arjuna.


" Janji dulu...Jangan marah..." ucap Nurmala.


" Kalau soal si BANGSAT itu..Aku gak mau mendengarnya.." ucap Arjuna.


" Sudah ku duga...." ucap Nurmala dalam hati.


" Hem.... Bila benar sayang adalah anaknya pak Bayu gimana yank?" ucap Nurmala.


" Aku gak mau menganggap dia orang tuaku..." ucap Arjuna.


" Kenapa bisa begitu yank...?" ucap Nurmala.


" Pertama dia munafik ke dua,dia membunuh mbakku dan ketiga aku benci dia .."ucap Arjuna.


" Yank...Dini itu mengiyakan ajakan bu Ayu karena dia ingin bertemu dengan kak Tika,lalu dia marah dan keluar rumah. " ucap Nurmala.


" Itulah kesalahannya...Membawa mbak Dini . Coba mereka yang datang...Sudah tahu mereka salah,masa yang gak salah harus datang ..Mikir... " ucap Arjuna .


Nurmala menghela nafasnya. Ia tak bisa bicara lagi. Karena memang yang di ucapkan Arjuna memang benar. Seharusnya kakaknya menepati janji untuk menemui Arjuna. Bukan Arjuna atau Dini yang menemuinya.


" Setiap setahun sekali,sayang merasa lemas kan..."


Arjuna terdiam


" Waktu itu sayang masuk rumah sakit karena tak bisa bergerak. Kami kira sayang keracunan..." ucap Nurmala.


" Dah...Gak usah bahas itu ..Kalau sayang masih bahas itu,aku akan pergi dari sini..." ucap Arjuna.


" Iya iya ..Aku gak akan bahas..." ucap Nurmala.


Arjuna berebah dan membelakangi Nurmala.


Nurmala kemudian berebah,lalu menarik Arjuna agar berhadapan. Namun Arjuna tidak mau.


" Sayang marah ..." ucap Nurmala.


" Sayang harus janji...Jangan bahas dia..." ucap Arjuna .


" Baiklah...Aku janji gak akan bahas itu lagi..." ucap Nurmala.


Arjuna membalikkan badannya,kini ia berhadapan dengan Nurmala.


" Kalau beneran,berati sayang anak orang kaya donk .."


Arjuna bangkit,lalu kakinya di taruh ke lantai. Nurmala segera menahan tangan Arjuna.


" Maaf yank...Jangan marah..." ucap Nurmala.


" Baiklah...Ini kesempatan terakhir ..Jika sayang masih ngungkit masalah itu,aku langsung pergi..." ucap Arjuna.


" Baiklah...Aku gak akan mengungkitnya lagi.." ucap Nurmala.


Arjuna kembali berebah lalu memejamkan matanya.


" Sayang gak pengen main kuda - kudaan?' ucap Nurmala.


" Ya sudah..." ucap Nurmala. Lalu membalikkan badannya.


Arjuna membalikkan badannya ke arah Nurmala,lalu memeluknya.


" Sayang pengen ya...? Ayo kalau gitu" ucap Arjuna.


" Katanya tadi gak pengen..." ucap Nurmala.


Arjuna menyerang Nurmala.Ia melepaskan pakaian Nurmala,lalu menikmati tubuh Nurmala.


Nurmala yang mendapatkan serangan dari Arjuna mengeluarkan suara khasnya.


Setelah selesai bercinta. Mereka pun tidur berpelukan.


#0.0.0#


Di rumah Bayu Jogja.


Malam hari.


Bayu duduk di teras rumah di temani teh Kotak sambil berzikir. Ia menantikan apakah keris itu akan datang ke rumahnya atau tidak.


Hingga pukul 1.20 Bayu menunggu. Namun keris itu tak kunjung datang.


" Sepertinya Arjuna menepati janjinya...." ucap Bayu. Lalu ia pun menghilang dari teras rumah.


#0.0.0#


Rumah Nurmala


Pagi harinya.


Nurmala mengirim pesan ke Bayu,bahwa dirinya gagal memberitahu ke Arjuna,sebab Arjuna masih marah terhadap Bayu.


Pukul 7.40.


Arjuna melihat Hana mencuci pakaian. Lalu ia datang menghampiri.


" Sini aku bantu " ucap Arjuna.


" Gak usah..." ucap Hana.


" Gakpapa...Lagian aku sudah menyirami kembang..." ucap Arjuna.


Hana memperhatikan Arjuna sedang memeras cucian yang telah di giling.


" Apakah nanti kamu akan kepasar lagi?" ucap Hana sambil memindahkan pakaian.


" Enggak ...Ibu mau ke pasar?" ucap Arjuna.


" Enggak...Bila kamu ke pasar aku ikut..." ucap Hana.


Arjuna tersenyum.


Setelah menjemur pakaian,Hana membersihkan rumah di bantu Arjuna.


Tiba - tiba kaki Hana menabrak kaki kursi.


" Aduuh....Ssshh..." ucap Hana.


Arjuna mendengar suara Hana mengaduh segera datang menghampiri.


Nampak Hana memegang kakinya yang tersandung kursi.


" Ibu kenapa?" ucap Arjuna.


" Kesandung..." ucap Hana manja


" Sebenatar..." ucap Arjuna lalu pergi,tak lama kemudian muncul membawa minyak tawon.


" Mana yang sakit..." ucap Arjuna.


" Ini...." ucap Hana sambil menunjuk.


Arjuna segera mengolesi bagian kaki Hana yang sakit.


" Kalau jalan hati - hati..." ucap Arjuna sambil mengolesi minyak tawon.


" Aku sudah hati - hati...Cuman kursinya itu...Dia sepertinya benci sama aku..." ucap Hana.


Arjuna menggelengkan kepalanya.


" Bisa jalan?" ucap Arjuna.


" Bisa...Tapi sakit..." ucap Hana.


Arjuna memapah Hana ke kursi.


Saat Hana duduk dan Arjuna duduk di sampingnya.


Cuuup.... Hana mencium pipi Arjuna.


Arjuna menoleh ke Hana.


" Kenapa menciumku?" ucap Arjuna.


" Gakpapa... Pengen aja..." ucap Hana.


" Masih sakit apa enggak?" ucap Arjuna.


" Masih,tapi sedikit..."


" Kenapa kamu perhatian kepadaku?"ucap Hana.


" Kalau aku gak perhatian,terus ibu kenapa - kenapa...Aku merasa bersalah..." ucap Arjuna.


" Aku pikir kamu menyukaiku..." ucap Hana.


" Ya sebenarnya seh,aku memang menyukai ibu..." ucap Bayu.


" Serius kamu menyukaiku?" ucap Hana.


" Aku orangnya jujur...Gak seperti dirimu..." ucap Arjuna.

__ADS_1


" Jadi...Kamu menganggapku berbohong?" ucap Hana.


" Gimana ya...Aku belum sepenuhnya percaya denganmu bu..." ucap Arjuna.


" Apakah kamu marah denganku...?" ucap Hana.


" Sedikit..." ucap Arjuna.


" Ya sudah kalau kamu tak mempercayaiku..."


" Aku menyukaimu karena aku teringat akan masa laluku...Perhatianmu padaku membuat hatiku ingin selalu di perhatikan..." ucap Hana.


" Aku bukanlah mantanmu bu..Namaku Arjuna.." ucap Arjuna.


" Iya aku tahu itu... Kamu pria baik,Jujur, pengertian dan perhatian..." ucap Hana.


" Aku selalu begitu terhadap orang di dekatku... Terlebih lagi pada pacarku. Namun sayang...Apa yang aku lakukan selama ini di balas dengan sakit hati..." ucap Arjuna.


" Jika aku menjadi dia,aku gak akan mengecewakanmu dan membuatmu sakit hati..." ucap Hana.


" Apakah ini efek dari ajianku ya..Sehingga bu Hana bersikap seperti ini? Heeemmmm...." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna berdiri lalu berjalan meninggalkan Hana.


#0.0.0#


4 Hari kemudian.


Setiap Hari,Bayu menunggu apakah Arjuna mengirim kerisnya untuk menyerang,namun tak kunjung datang,sehingga ia pun menjadi lega. Di tambah tambah Arjuna bersikap biasa saja terhadap ibunya,tidak ada adegan pelukan atau ciuman lagi,meskipun sering duduk menempel atau tidur di pangkuan.


Malam harinya.


Nampak Arjuna duduk sembari menunggu pembeli datang di temani Hana.


Bayu mencoba mendatangi Arjuna,ia memakai jaket bertudung dan masker,agar Arjuna tak mengenali dirinya tak lupa ia mengubah suaranya.


" Mas...Pesan Kebabnya 40..." ucap Bayu.


" Haah...!!!!40...! Serius mbak..?" ucap Arjuna.Karena mendengar suara wanita pada sosok pembeli itu.


" Iya....Aku serius...." ucap Bayu.


" Baik mbak...Di tunggu ya..." ucap Arjuna.


Arjuna segera membuat pesanan Bayu. Hana berdiri lalu membantu Bayu,ia melihat ibunya tak memakai cadar,juga pakaian agak ketat tak seperti yang dulu.


" Sudah lama ya jualan di sini kang..." ucap Bayu mencoba mengobrol dengan Arjuna.


" Belum ada sebulan mbak..." ucap Arjuna.


" Sekolah atau kuliah kang?" ucap Bayu.


" Sekolah..Ini pedas semua kah mbak?." ucap Arjuna.


" Hemmm...sepuluh tidak pedas..." ucap Bayu.


" Oke..." ucap Arjuna.


" Aku salut padamu....Di usia muda sepertimu mencari uang sendiri..." ucap Bayu


" Namanya juga orang hidup mbak...Di tambah orang tua sudah tidak ada...Jadi ya buka usahalah..." ucap Arjuna.


"Tiap hari selalu habis?" ucap Bayu.


" Untuk sementara ini masih sisa...."ucap Arjuna.


" Kenapa tidak mencari lapak yang rame..." ucap Bayu.


" Kalau 3 hari ini masih sepi,aku pindah mbak..." ucap Arjuna.


" Terus wanita yang di sampingmu itu siapa?" ucap Bayu.


" Aku calon istrinya..." ucap Hana.


" Heeeh ...Diampuut...."


" Bu....Dia itu cucumu bu...Apakah ibu benar - benar akan menikahi cucumu? Sadar bu .." ucap Bayu dalam hati.


" Oooo...Calon istrinya..." ucap Bayu.


Bayu mengeluarkan kunci mobil,lalu memainkannya dan sengaja menjatuhkan kunci tersebut,lantas Bayu mengambil kunci itu sebelum mengambil,Bayu menempelkan alat di rombong Arjuna. Dan mengambil kunci setelah itu berdiri.


" Mbak tinggal di mana?" ucap Arjuna.


" Di gang sebelah..." ucap Bayu.


" Oooo .. Di situ..." ucap Arjuna.


Arjuna iseng menggunakan mata bathinnya untuk melihat wajah wanita itu di balik masker .


Saat Arjuna melihat wajah itu wajahnya mirip Bayu .


" Rupanya dia menyamar .." ucap Arjuna dalam hati lalu melanjutkan membuat Kebab.


" Apakah orang kaya itu selalu berbohong mbak?" ucap Arjuna .


" Tergantung sikon,situasi dan kondisi .Bila di perlukan ya berbohong..."ucap Bayu.


Hingga akhirnya pesanan Bayu telah selesai,Arjuna memberikan pesanan tersebut,dan Bayu memberikan beberapa lembar uang pecahan Rp. 50.000.


" Kembaliannya ambil saja..." ucap Bayu


" Terima kasih...Dan kamu jangan kembali ke sini lagi .." ucap Arjuna.


Deeg ....


" Apakah dia tahu aku menyamar..." ucap Bayu


" Jika makananmu enak...Tentu aku kembali ke sini untuk memesan lagi .." ucap Bayu.


" Aku akan mengikuti kamu,lalu membunuh semua keluargamu...." ucap Arjuna.


" Ternyata dia tahu ..." ucap Bayu dalam hati lalu membuka maskernya dan tudung jaketnya. Bayu berharap ibunya melihatnya dan menegur.


" Maafkan aku Arjuna..." ucap Bayu lalu melihat ke arah Hana.


" Sampai kiamatpun...Aku tak akan memaafkan mu..." ucap Arjuna.


" Bu...." ucap Bayu saat Arjuna berkata.


" Iya.." ucap Hana.


" Apakah ibu tak mengenaliku lagi?" ucap Bayu.


" Kamu siapa?" ucap Hana.


" Bajingan.....Ibuku benar - benar berakting atau apa ya....Diampuuut...." ucap Bayu dalam hati kesal


" Dia siapa Juna...?" ucap Hana.


" Orang yang aku benci...."


" Segera pergi dari sini..Aku hitung sampai tiga. Bila tidak...Aku akan membunuhmu juga semua keluargamu..." ucap Arjuna.


" Iya...Iya..Aku pergi...Jangan sakiti ibuku..." ucap Bayu.


" Satu.....Dua....."


Bayu segera meninggalkan Arjuna,sebab ia tahu bahwa Arjuna serius dan tidak main - main,serta Arjuna masih marah dengan dirinya.


" Jangan pernah kembali ke sini baik itu kamu atau keluargamu,bila melanggar. Perjanjian kita batal...Ingat kata - kataku BANGSAT...." ucap Arjuna melihat Bayu berjalan menjauh.


" Sial.....Mengapa dia bisa tahu penyamaranku...Padahal aku pakai masker dan mengubah nada bicaraku..." ucap Bayu dalam hati heran dan penasaran. Sebab ia tak melihat sosok anak buah Nyi Loro Kidul di sekitar Arjuna.


" Tenang Juna....Tenang..." ucap Hana.


" Aku tak bisa tenang bila bertemu dengan dia...Amarahku langsung muncul..." ucap Arjuna .


Bayu berhenti 100 meter dari Arjuna berada,ia dapat mendengar percakapan Arjuna dengan ibunya dari alat yang ia pasang.


" Mengapa kamu bisa semarah itu Juna..." ucap Hana.


"Dia yang menyebabkan mbakku meninggal..." ucap Arjuna.


" Juna...Apakah aku pernah bertemu dengan dia?" ucap Hana


" Jangan bahas dia,lupakan saja kejadian yang tadi . Emosiku naik lagi bila membahas dia" ucap Arjuna.


" Baiklah..Aku tak akan membahas dia lagi.." ucap Hana.


Lalu mereka pun diam beberapa menit.


" Besok antarin aku ke pasar ya..." ucap Hana.


" Iya....Mau beli apa?" ucap Arjuna.


" Mau beli ayam sama sayuran..."


Arjuna memberikan uang ke Hana


" Uang kemarin masih ada .." ucap Hana.


" Gakpapa....Jika ibu mau beli yang lainnya,beli saja.." ucap Arjuna.


Hana mengambil uang di tangan Arjuna.


" Jujur..... "


"Aku lebih suka kamu memanggil namaku..Jangan panggil aku ibu ." ucap Hana .


" Iya...." ucap Arjuna.


" Iya apa?" ucap Hana.


" Iya mbah...." ucap Arjuna.


Hana menggelitiki Arjuna.


"Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...Ha....


" Geli....Ampun bu....Ha....Ha...." ucap Arjuna.


" Kalau manggil ibu,aku gak akan berhenti..." ucap Hana sambil menggelitiki.


" Ha....Ha ...Ha ..Ha....Ha...Iya...Hanaaa..... Ampuuun....Ha...Ha...Ha..." ucap Arjuna.


Hana menghentikan aksinya.


" Nah gitu dong..." ucap Hana.


" Jiangkreek....." ucap Arjuna.


" Apaaaaa....?" ucap Hana sambil melotot.


" Itu ada Jangkrik lewat..." ucap Arjuna.


Nurmala datang menghampiri.


Hana bersikap biasa di saat ada Nurmala.


" Aneh.....Setiap kali aku datang bu Hana bersikap biasa saja..." ucap Nurmala dalam hati.


Arjuna membuka aplikasi FB lalu mencari lahan yang di sewakan untuk berjualan.


" Nyari apa yank?" ucap Nurmala


" Lahan untuk jualan..." ucap Arjuna.


" Coba sayang nanti datangin Indomaret di samping gang Mentari ...Siapa tahu bisa jualan di situ.." ucap Nurmala.


" Oke...Mahal apa gak harga sewanya?" ucap Arjuna .


" Gak tahu .." ucap Nurmala.


" Hemmm...Kalau aku jualan di sana berarti aku beli tas motor..." ucap Arjuna.


" Iya...Beli yang bahannya tebal yank...Jadi awet.." ucap Nurmala.


" Terus apakah aman peralatanku yank? Soalnya aku takut rombongku di jebol orang.." ucap Arjuna.


" Bawa pulang aja yang sekiranya mahal yank.." ucap Nurmala .

__ADS_1


" Iya..." ucap Arjuna.


__ADS_2