ARJUNA

ARJUNA
AKU TIDAK TAKUT KEPADAMU.


__ADS_3

Arjuna mengikuti Bayu berjalan.


" Mancing di mana pak?" ucap Arjuna.


" Di kolam,Ayo Mam..." ucap Bayu.


Imam berdiri,lalu berjalan mengikuti Bayu.


Setelah sampai di kolam ikan. Bayu memberikan alat pancing ke Arjuna lalu duduk di pinggiran kolam.


Arjuna melihat merk pancing. Nampak di nama Shimano tertera di gulungan senar lalu memperhatikan Bayu memasang umpan,ia pun mengikutinya.


" Bapak hobi mancingkah?" ucap Arjuna.


" Iya..."


" Jika banyak pikiran ya mancing... " ucap Bayu lalu melempar umpan ke kolam.


Arjuna ikut juga melempar umpan.


Umpan Arjuna langsung di sambar ikan.


" Eee.....!!!! Arjuna terkejut saat jorannya ada menarik.


" Gulung senarnya.." ucap Bayu.Ia tak lagi bisa seperti dulu lagi apa bila memancing selalu dapat terus. Karena Bayu meminta ke Kumala Sari untuk menghilangkan ajian tersebut. Baginya jika ada ilmu itu kurang menantang.


Arjuna meletakkan joran pancing lalu mau menarik benang PE.


" Jangan di tarik pakai tangan " ucap Bayu lalu membantu Arjuna.


" Maaf pak..Saya baru kali ini mancing.." ucap Arjuna melihat Bayu menggulung senar.


" Jika kamu tarik pakai tangan,nanti tanganmu terluka,soalnya ini benang PE,bukan nilon atau benang jahit.." ucap Bayu.


Nampak seekor ikan nila yang besarnya 6 jari.


Bayu mengambil serok lalu mengangkat ikan tersebut.


" Gede ikannya pak.." ucap Arjuna.


" Iya..Soalnya ikannya di sini setiap hari di kasih makan,berhubung hari minggu dan saya mau mancing,ikannya gak di kasih makan.." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu.." ucap Arjuna.


" Jika umpannya di makan ikan,langsung gulung reel ini ke depan,seperti mengayuh sepeda...Paham" ucap Bayu sambil menggulung senar..


" Ooo..Begitu...Paham pak.."


Arjuna memasang umpan,lalu melempar ke kolam.


" Kamu gak pernah mancing kah ?" ucap Imam.


" Enggak pernah kang...Kalau saya pengen makan ikan ya harus buat perangkap ...Jadi gak perlu repot - repot mancing.." ucap Arjuna.


" Kalau pakai perangkap,gak ada seninya..Straiik..." ucap Bayu lalu menggulung senar pancing.


Arjuna melihat pohon yang belum pernah ia lihat.


" Itu pohon apa pak?" ucap Arjuna sambil menunjuk.


Bayu menoleh.


" Itu pohon Sakura.." ucap Bayu lalu melepas kail di mulut ikan.


" Pohon Sakura? Bukannya pohon Sakura itu adanya di Jepang pak?" ucap Arjuna.


" Iya...Itu pohon dari Jepang,lalu di tanam di sini. Begitu juga dengan pohon Bonsai yang kamu lihat itu dari Jepang.." ucap Bayu.


" Oooo....Begitu..." ucap Arjuna.


Arjuna merasakan umpannya di makan ikan, lalu ia menarik jorannya.


" Gulung senarnya" ucap Bayu.


Arjuna memegang handel lalu memutar handel tersebut.


" Oalah....Begini to rasanya mancing itu " ucap Arjuna dalam hati.


" Kalau mau seru lagi,mancing di laut.." ucap Bayu.


" Di laut? " ucap Arjuna sambil melepaskan kail di mulut ikan.


" Iya,tarikan ikannya berbeda dengan yang di kolam ini. Ikan di kolam perlawananya sangat lemah,jika di laut. Beeeehhhh.... Pegel itu tangan jika ikannya besar..."


" Oh iya...Bagaimana kita lomba" ucap Bayu.

__ADS_1


" Lomba apa pak?" ucap Arjuna.


" Lomba mancing,kalau kamu mendapat banyak ikan,saya akan memberimu uang sepuluh juta.." ucap Bayu.


" Kalau kalah?" ucap Arjuna.


" Dapat ikannya aja..Gimana? Mau gak?" ucap Bayu.


" Oke...Siapa takut..." ucap Arjuna.


Arjuna memasang umpannya kembali lalu melempar ke kolam.


" Waktunya satu jam saja,di mulai dari sekarang.." ucap Bayu.


" Ikan....Makan umpanku. Jangan makan umpannya pak Bayu.." ucap Arjuna.


Arjuna merasakan umpannya di makan ikan,lalu Arjuna segera menarik sambil menggulung senar.


Setelah melepas kail,lalu memasang umpan dan melempar ke kolam.


Baru saja di lempar,Arjuna merasakan umpannya di makan ikan.


" Juna...Agamamu apa? " ucap Imam


" Kejawen kang.." ucap Arjuna.


" Ooo..Kirain Islam..."


" Terus kalau kamu tidur di rumah bu Kartika,kamu tidur di mana?"ucap Imam


" Awalnya seh di kursi sofa terus kak Nur nyuruh saya nempati kamarnya.." ucap Arjuna sambil menggulung senar.


" Apakah bu Kartika sudah punya suami?" ucap Imam


" Belum pak....Bu Kartika cerai dengan suaminya sebelum saya tinggal di rumah itu.." ucap Arjuna.


" Keseharianmu apa saat tidak sekolah.." ucap Imam.


" Nganu kembang ..." ucap Arjuna.


" Kalau boleh tahu...Bu Tika itu cerai karena apa?" ucap Imam.


" Hemm... Tanya aja langsung ke orangnya.." ucap Arjuna.


Bayu memandang ke arah Arjuna sembari menunggu umpannya di makan.


" Kamu kan dekat sama bu Tika. Jika kamu memberi tahu,aku akan memberi uang .." ucap Imam.


" Maaf... Tanya saja langsung ke kak Tika..." ucap Arjuna.


" Asem...Sepertinya dia naksir pacarku...Awas aja kalau dia macam - macam..." ucap Arjuna dalam hati.


" Baiklah...." ucap Imam.


" Sepertinya aku harus mencari tahu sendiri..." ucap Imam dalam hati. Sebab dirinya tertarik pada Kartika saat pertama kali bertemu. Sudah puluhan wanita cantik yang ia temui,namun tak satupun membuat dirinya tertarik.


Arjuna kembali mendapatkan ikan.


" Apakah kamu punya usaha sampingan?" ucap Imam.


" Gak punya.." ucap Arjuna.


Tak terasa sudah satu jam.


" Sudah satu jam,ayo kita hitung ikannya.." ucap Bayu.


Arjuna menghitung ikan yang ia dapat.


" Dua belas pak.." ucap Arjuna.


" Punya saya empat belas..." ucap Bayu.


" Yaaaa...Kalah.." ucap Arjuna.


" Kamu menang.." ucap Bayu.


" Menang dari mana pak? Lha wong ikanku cuman dua belas gini.." ucap Arjuna.


" Punyamu besar - besar...Lihat punya saya.." ucap Bayu.


Arjuna melihat ikan yang di dapat Bayu. Ukuran ikan yang di dapat agak kecil di banding miliknya.


Bayu mengeluarkan amplop yang telah ia persiapkan sebelumnya,lalu memberikan ke Arjuna.


" Ini uangnya..." ucap Bayu.

__ADS_1


" Matur suwun pak..." ucap Arjuna.


Arjuna merasa senang mendapatkan uang yang banyak,ia akan menggunakan uang itu untuk berkebun.


" Ayo kita bawa ikannya untuk di masak.." ucap Bayu.


Arjuna membawa ikan sambil mengikuti Bayu.


Setelah meletakkan ikan dan cuci tangan,Arjuna berjalan mengelilingi taman. Ia melihat rumah berjejer rapi dan ada sebuah Gazebo berukuran besar.


" Jangkreek...Ini kan bunga Tulip,terus itu lavender lalu itu bunga Lily..." ucap Arjuna dalam hati melihat tanaman bunga yang mahal. Sebab sebelumnya ia mencari bunga apa saja yang mahal di dunia. Saat melihat taman rumah itu,ia dapat melihatnya secara langsung.


Arjuna mengambil ponsel lalu memotretnya. Setelah memeotret,muncul keinginan untuk memakan bunga tersebut.


Arjuna mengarahkan tangan ke bunga Lily untu ia makan,tiba - tiba ia merasakan ada yang berdiri di belakangnya.


Kumala Sari muncul di belakang Arjuna.


" Kamu ambil bunga itu,maka kamu akan aku bunuh.." ucap Kumala Sari.


Arjuna membalikkan badan ke arah Kumala Sari.


" Kamu berani sama aku?" ucap Arjuna.


" Kamu dapat melihatku?" ucap Kumala Sari.


" Tentu saja aku dapat melihatmu...Kalau berani ayo..." ucap Arjuna.


" Baiklah...Jika kamu mati,jangan salahkan aku..." ucap Kumala Sari.


" Aku tidak takut mati ..." ucap Arjuna sambil mengeluarkan sedikit ilmu Harimaunya,jika ia menggunakan secara penuh,maka dirinya berubah menjadi Harimau.


Kumala Sari menyerang Arjuna.


Arjuna mengelak sambil membalas serangan.


Serangan Arjuna meleset.


Buuuughhh..... Arjuna terkena pukulan di dadanya,ia pun mundur.


" Bajingan...Ternyata dia kuat juga..." ucap Arjuna dalam hati,lalu ia pun menambah kekuatannya lagi lalu melesat ke arah Arjuna.


Seorang wanita muncul memakai pakaian kebaya warna hijau dan selendang warna kuning tak jauh dari Arjuna berada melawan Kumala Sari.


Buuuggh......


Buuugghhh....


Arjuna mendapat serangan lagi,ia termundur lalu mengeluarkan seteguk darah.


" Bangsaaaat......" ucap Arjuna.


Kumala Sari melesat menyerang Arjuna, tiba tiba wanita berkebaya hijau muncul di depan Arjuna dan menyerang Kumala Sari.


Kumala Sari terkejut,ia tak sempat menghindar.


Buuuugghhh... Kumala Sari termundur.


" Siapa kamu?mengapa kamu ikut campur?" ucap Kumala Sari.


" Kamu tak perlu tahu siapa aku...Jika kamu menyerang Arjuna lagi.."


" Kamu akan mati..."


" Mundurlah Arjuna,dia bukan lawanmu.."ucap wanita berkebaya hijau.


Arjuna mundur lalu duduk bersila untuk mengobati luka dalamnya.


" Ciiiih..."


"Aku tidak takut kepadamu.." ucap Kumala Sari lalu melesat menyerang wanita berkebaya hijau selendang kuning.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG.


__ADS_2