
Rumah Sakit.
Arjuna sampai di rumah sakit bersama Nurmala memakai mobil. Lalu mereka segera masuk untuk mengetahui kondisi Dini.
Arjuna melihat Bayu berada di rumah sakit dan Bayu juga melihat Arjuna datang.
Bayu segera menghampiri Arjuna.
" Di mana mbakku?" ucap Arjuna.
" Tabahkan hatimu Juna..." ucap Bayu.
" Cepat katakan BANGSAT......" ucap Arjuna emosi karena Bayu adalah ayah dari pria yang merebut kekasihnya.
" Ikut aku..." ucap Bayu lalu berjalan.
Arjuna berjalan mengikuti Bayu.
Saat berada di lorong,Arjuna melihat enam wanita bercadar,salah satunya menghampiri Arjuna.
" Juna..."
Arjuna yang mendengar suara itu menjadi tahu,bahwa yang menghampirinya adalah Ayu.
" Maafkan ibu...." ucap Ayu.
" Dimana mbakku..." ucap Arjuna.
" Ada di dalam ruangan ini..." ucap Bayu.
Arjuna membuka pintu lalu masuk. Ayu dan Bayu mengikuti Arjuna.
" Di mana mbakku?" ucap Arjuna,karena ia tak melihat Dini hanya sosok tubuh yang di tutupi kain di ranjang.
Bayu membuka kain yang menutupi tubuh Dini.
Arjuna yang melihat Bayu membuka kain nampak terkejut,lalu Arjuna segera berlari.
Saat sudah sampai,Ia melihat mata mbaknya terpejam.
" Mbak...."
Arjuna memegang tubuh Dini.
" Mbak....Banguun..." ucap Arjuna.
" Dini meninggal saat di bawa ke rumah sakit..." ucap Bayu.
Keluar air mata Arjuna saat mengetahui kakaknya meninggal.
" Mbak....Jangan tinggalin aku...." ucap Arjuna.
Ayu yang hendak mendekati Arjuna di tahan oleh Bayu.
" Biarkan saja dulu yomesan..." ucap Bayu.
Beberapa menit kemudian. Arjuna melihat ke arah Bayu dan Ayu.
" Siapa yang menabrak mbak Diniku?" ucap Arjuna
" Yang menabrak seorang bapak - bapak mengendarai truk ..Dia sudah di tahan di kantor polisi Juna..." ucap Bayu.
" Di tabrak truck?" ucap Arjuna.
" Iya...Saat menyebrang,Dini tidak melihat kanan kiri. Dia langsung berlari menyebrang..Ada truck melaju sangat kencang. Truck itu menabrak Dini,lalu kabur..Kemudian ada yang mengejar truck itu..." ucap Bayu.
" Kurang ajar ..Dia harus mati ..." ucap Arjuna
" Jangan Juna....Nanti kamu masuk penjara nak.." ucap Ayu.
Mata Arjuna memerah,ia sangat marah terhadap orang yang menabrak kakaknya.
" Aku tak peduli masuk penjara karena aku sudah tidak memiliki sodara lagi,orang yang telah mencelakai mbakku harus mati..Di mana orang itu,cepat katakan padaku.." ucap Arjuna.
Bayu berbicara memakai bahasa Jepang ke Ayu,memberitahukan jangan beritahu dahulu sebab kecelakaan tersebut. Sebab Arjuna kondisinya tidak stabil.
" Haiik...."
Ayu berjalan mendekati Arjuna.
" Juna...Ibu tahu kemarahan dan kesedihanmu. Tapi jangan sampai bertindak gegabah ya nak..." ucap Ayu.
" Jika kalian tidak memberitahu...Aku sendiri yang akan mencari tahu..." ucap Arjuna lalu keluar dari ruangan.
Ayu hendak mengejar Arjuna,namun di tahan oleh Bayu.
" Jangan dulu yomesan...Jika yomesan memberitahu bahwa kita adalah orang tua kandungnya,dia akan sangat marah kepada kita .." ucap Bayu.
" Tapi shujin..." ucap Ayu.
" Tolong turuti ucapanku sayang..Jika sayang tetap ngotot memberitahu..Aku tidak bisa berbuat apa - apa jika Arjuna marah besar terhadap kita. Yang penting kita sudah tahu bahwa Arjuna adalah putra kita..." ucap Bayu.
" Baiklah..." ucap Ayu.
__ADS_1
Bayu mengambil ponselnya,lalu mengirim pesan ke komandan pengawal untuk memindahkan tersangka penabrak Dini ke tempat yang jauh. Setelah itu mengantongi ponselnya.
Di sisi Arjuna .
Nampak Arjuna duduk di emperan rumah sakit. Ia tak tahu harus pergi kemana mencari pelaku yang telah menabrak Dini hingga Dini meninggal.
Nurmala berjalan lalu duduk di samping Arjuna.
" Yang sabar ya sayang...."
Nurmala merangkul Arjuna.
" Do'akan saja agar Dini di terima oleh Allah ya sayang..." ucap Nurmala.
" Aku gak bisa tenang sayang...Tadi siang aku terluka,dan kali ini aku tak bisa memaafkan orang itu..Aku harus membunuhnya." ucap Arjuna.
" Sayang...Jika kamu membunuh,terus masuk penjara bagaimana?" ucap Nurmala.
" Aku tidak peduli,yang penting aku puas membunuh orang yang telah mencelakai orang yang ku sayang..." ucap Arjuna.
" Apakah sayang tidak peduli denganku?" ucap Nurmala.
" Ya aku peduli....Tapi ini dia telah membunuh Dini...." ucap Arjuna.
" Jika sayang masuk penjara,terus hukumannya lama,sayang gak bisa melanjutkan sekolah dan kuliah..Aku semakin lama menikah denganmu sayang...."
Arjuna terdiam.
" Pikirkan dulu sebelum bertindak....Jangan sampai orang yang menyayangimu ikut menderita..." ucap Nurmala.
" Tapi ..." ucap Arjuna.
" Jangan kamu turuti hawa amarahmu sayang...Itu sangat merugikanmu..." ucap Nurmala.
" Iya ..." ucap Arjuna.
" Sebentar,aku nelpon atasanku dulu ya sayang,mau minta izin tidak masuk kerja untuk besok..." ucap Nurmala.
" Iya..." ucap Arjuna.
Nurmala berdiri lalu menelpon.
Arjuna tak menyangka,bahwa kakaknya pergi meninggalkan dirinya untuk selama - lamanya. Padahal siang tadi ia sempat berbicara dengan Dini. Kini Arjuna tidak lagi bisa mengobrol dengan Dini.
Selesai menelpon,Nurmala duduk di samping Arjuna.
" Masuk ke dalam yuk yank..." ucap Nurmala.
Arjuna berdiri,Nurmala juga berdiri. Lalu mereka berjalan masuk ke dalam.
Bayu datang menghampiri Arjuna bersama istri - istrinya.
" Ju..." ucap Ayu belum sempat menyelesaikan ucapannya di potong oleh Arjuna.
" Ngapain kalian ke sini? Pergi dari sini. Aku muak melihat kalian..Berpura - pura baik,tapi ternyata ada maunya...BANGSAT...." ucap Arjuna.
Bayu menarik Ayu.
" Ayo kita pergi yomesan .." ucap Bayu.
" Pergi sana....Aku akan mengembalikan apa yang kalian berikan padaku ..Aku tak butuh bantuan dari orang BANGSAT seperti kalian..." ucap Arjuna karena ia masih marah dan benci terhadap keluarga Bayu.
Akhirnya Ayu pun pergi. Ayu yang ingin mengatakan bahwa dirinya adalah ibu kandungnya tak jadi mengatakannya.
Beberapa menit kemudian,Nurmala melihat kakaknya berjalan bersama Imam.
Hoooaaammm....Nurmala menguap.
" Kalau sayang ngantuk tidur aja ..." ucap Arjuna yang tak melihat Kartika berjalan bersama Imam.
" Iya ..." ucap Nurmala lalu berebah. Kepalanya di letakkan di paha Arjuna kemudian memejamkan matanya.
Sementara Arjuna masih terjaga hingga menjelang pagi hari .
Nurmala membuka matanya dan melihat Arjuna masih membuka mata.
" Sayang gak tidur?" ucap Nurmala.
" Bagaimana aku bisa tidur,bila mbakku meninggal?" ucap Arjuna.
Pukul 8.30.
Jenasah Dini di bawa ke pemakaman.
Arjuna dan Nurmala mengikuti mobil jenasah tersebut hingga di kuburan.
Arjuna turun dari liang kubur,lalu dengan perlahan orang - orang yang memegang jenasah Dini menurunkan ke liang kubur.
Arjuna menatap wajah Dini untuk terakhir kalinya. Setelah itu menutup liang kubur dengan papan kemudian keluar dari liang lahat.
20 menit kemudian.
Arjuna menancapkan papan nisan Dini.
__ADS_1
Lalu menaburkan bunga di pusara.
" Mbak....Aku akan merindukanmu selalu...Dan akan membunuh orang yang mencelakaimu..." ucap Arjuna.
Setelah itu Arjuna meninggalkan kuburannya Dini.
Saat dalam perjalanan ke rumah,mereka di ikuti pengawal keluarga Han untuk mengetahui di mana Arjuna tinggal.
" Yank...Aku mau mampir ke rumah bu Tika..." ucap Arjuna.
" Sayang mau ngapain?" ucap Nurmala
" Mau ngambil motornya mbak Dini...Aku mau mengembalikan motor itu pada mereka.Aku tak sudi memakai barang pemberian mereka ." ucap Arjuna
" Baiklah..." ucap Nurmala.
" Seandainya waktu bisa di putar..Aku pasti tidak akan meninggalkan mbakku sendirian..." ucap Arjuna menyalahkan dirinya.
" Itu sudah takdir yank...." ucap Nurmala.
" Tapi itu salahku yank .." ucap Arjuna.
" Jangan menyalahkan diri sendiri..." ucap Nurmala.
" Apakah kak Nur akan meninggalkanku sama seperti yang di lakukan oleh bu Tika padaku?" ucap Arjuna .
" Tergantung...Jika sayang selingkuh..Aku akan meninggalkan sayang ..Dan tak mau menemui sayang lagi..." ucap Nurmala.
" Aku gak akan selingkuh...." ucap Arjuna.
" Iya ..Aku percaya jika sayang tidak selingkuh.." ucap Nurmala.
Hoooaaaammm .....
" Jika sayang ngantuk,tidur saja..." ucap Nurmala .
" Nanti saja aku tidur yank....Pas sampe di rumah sayang..." ucap Arjuna.
Arjuna berencana akan mengajak mbaknya ke rumah Nurmala. Karena dirinya juga khawatir meninggalkan mbaknya sendirian di rumah.
Setibanya di rumah Kartika. Arjuna turun untuk membuka pintu pagar. Namun saat melihat pintu pagar tidak di gembok dari luar.
" Aneh..." gumam Arjuna melihat keanehan.
Lantas Arjuna mencoba membuka pintu pagar. Namun tak bisa.
Arjuna melompati pagar,dan melihat seorang pria berjalan ke arahnya.
" Kamu siapa? kenapa ada di rumah ini?" ucap Arjuna.
" Aku di suruh untuk menjaga rumah ini oleh bu Ayu...." ucap pria itu.
" Buka pagarnya...." ucap Arjuna.
Pria itu membuka pintu pagar,lalu Nurmala masuk.
" Kok ada orang lain di rumah ini yank? Siapa dia?" ucap Nurmala.
" Orang suruhan bu Ayu .." ucap Arjuna.
" Oooo...Begitu..." ucap Nurmala.
Arjuna berjalan ke arah pintu,saat berjalan ia melihat motor milik mbaknya. Lalu berhenti.
" Kemarin posisinya di situ..Jika mbakku keluar,pasti berubah posisinya..." gumam Arjuna.
" Ada apa sayang...? " ucap Nurmala.
Arjuna tak menjawab pertanyaan Nurmala,ia menoleh ke pria yang menjaga rumah Kartika.
" Katakan padaku...Apakah mbakku keluar memakai motor atau jalan kaki?" ucap Arjuna.
"Tadi malam ikut bersama bu Ayu..' ucap pria itu.
" Jadi...Jika mbakku gak ikut,dia masih hidup" ucap Arjuna dalam hati.
" Kurang ajar ....." ucap Arjuna marah.
" Ada apa sayang.. " ucap Nurmala.
" Sayang tunggulah di sini...Jangan ikuti aku..."
Arjuna masuk ke dalam rumah untuk mengambil kunci sepeda motor Dini. Ia tahu letak di mana biasa Dini menaruh kunci sepeda motor. Setelah dapat,Arjuna segera ke teras lalu naik sepeda motor.
" Sayang mau kemana?" ucap Nurmala melihat Arjuna naik sepeda motor.
" Mau mengembalikan motor ini ke yang punya..." ucap Arjuna
Arjuna menyalakan mesin motor,kemudian pergi menuju rumah Bayu .
" Bajingan....Ternyata dia datang lalu membawa mbakku .."
" Awas ya kalian...." ucap Arjuna marah mengetahui penyebab kematian kakaknya.
__ADS_1
Arjuna memacu sepeda motor itu ke rumah Bayu.