
Masih di ruang tamu. Arjuna duduk berhadapan dengan seorang bapak - bapak,memakai sarung dan baju muslim.
" Gurumu tinggal di mana?" ucap bapak itu.
" Di desa Ngadiluwih pak..." ucap Arjuna.
" Apakah gurumu seorang wanita?" ucap bapak itu.
" Iya...Kok bapak tahu...?" ucap Arjuna.
" Hanya menebak saja. Sebab dari cerita mas Arjuna bisa di simpulkan bahwa guru mas itu seorang wanita. "
" Wanita jika sedang marah ya memang begitu. Dia akan diam tak mau bicara..."
Bapak itu menghela nafas.
" Oh iya di minum tehnya mas.." ucap bapak itu.
Arjuna mengambil gelas di meja lalu menyeruout teh tersebut.
Arjuna meletakkan gelas dan berkata." Maaf..Nama bapak siapa?" ucap Arjuna.
" Oh iya...Maaf lupa memberi tahu..Namaku Maulana Ibrahim . Panggil saja pak Ibrahim.." ucap bapak itu.
" Pak haji aja deh.." ucap Arjuna.
" Sembarang mas saja.."
" Oh iya..Bagaimana mas bisa berada di atas atap rumah ? " ucap Ibrahim
" Loncat pak haji..." ucap Arjuna.
" Loncat?" ucap Ibrahim tak percaya.
" Iya..Pak haji gak percaya...?" ucap Arjuna.
" Bukannya tidak percaya.. Jika ada tumouan yang sejajar dengan tinggi atap rumah,bapak sangat percaya,tapi ini tidak ada batu tumpuan..." ucap Ibrahim.
" Kalau gak percaya.. Saya bisa buktikan pak haji. " ucap Arjuna.
" Boleh..." ucap Ibrahim.
Arjuna keluar di ikuti Ibrahim. Terdengar suara Tarhim.
Arjuna menggunakan ilmu Harimaunya,ia sedikit jongkok lalu melompat ke atap.
Ibrahim melihat Arjuna melompat ke atap rumah yang tingginya hampir 4 meter.
Arjuna kembali turun .
" Gimana pak haji?" ucap Arjuna
"Iya...Bapak percaya apa yang kamu ucapkan.."
" Ayo ikut bapak.." ucap Ibrahim.
" Kemana pak?" ucap Arjuna.
" Ke mesjid ..." ucap Ibrahim.
" Maaf pak haji,saya tidak shalat..." ucap Arjuna.
" Ooo..Kalau boleh tahu,apa agama mas Arjuna?" ucap Ibrahim.
" Kejawen pak haji..." ucap Arjuna.
" Gakpapa...Ayo ikut bapak..." ucap Ibrahim.
" Ya udah deh..." ucap Arjuna lalu berjalan masuk hendak mengambil tas.
" Tasnya di tinggal saja mas..." ucap Ibrahim.
Arjuna meletakkan kembali tas tersebut.
Ibrahim mengajak Arjuna ke mesjid naik sepeda motor.
Sesampai di mesjid,Arjuna hanya duduk di dalam saja. Ia melihat orang - orang berdatangan, ada yang langsung shalat,ada pula yang duduk saja.
Perlahan mata Arjuna tertutup dan tertidur dengan posisi duduk
Ibrahim berjalan menghampiri Arjuna setelah selesai berzikir.
" Mas...."
Ibrahim menyentuh pundak Arjuna.
Arjuna membuka matanya lalu melihat Ibrahim.
" Ayo pulang..." ucap Ibrahim.
" Sudah selesai to pak haji?" ucap Arjuna.
" Sudah...." ucap Ibrahim.
Arjuna merenggangkan tubuhnya,lalu berdiri.
Sesampai di rumah Ibrahim.
" Orang tua mas Arjuna tinggal di mana?" ucap Ibrahim.
" Saya sudah tidak memiliki orang tua pak haji.." ucap Arjuna.
" Ooo...Jadi mas tinggal bersama guru mas Arjuna..?"
Arjuna menganggukkan kepalanya.
"Apakah mas pergi tidak bilang ke guru mas?" ucap Ibrahim.
" Enggak pak haji...Saya langsung pergi.." ucap Arjuna.
" Kelas berapa?" ucap Ibrahim.
" Kelas tiga SMP pak haji.." ucap Arjuna.
" Apakah mas punya nomor hapenya guru mas?" ucap Ibrahim.
" Ada di hape pak haji tapi,hapenya ku tinggal di sana.Malas bawa.." ucap Arjuna.
" Nanti bapak akan mengantar mas ke sana.." ucap Ibrahim.
" Gak usah pak haji...Aku gak mau kembali ke sana lagi.." ucap Arjuna.
" Kenapa gak mau? " ucap Ibrahim.
" Percuma saja aku pulang jika guruku gak mau bicara lagi dengaku.." ucap Arjuna.
" Biar bapak nanti yang bicara..." ucap Ibrahim.
" Gak usah pak haji.."
Arjuna melihat seorang wanita memakai seragam putih abu - abu berjilbab putih.Wajahnya di tutupi kain bersiap - siap pergi ke sekolah.
" Loh...Ibu masih sekolah..? " ucap Arjuna.
" Iya...Dan aku bukan ibu - ibu..." ucap gadis itu.
" Ya maaf...Aku gak tahu jika mbak bukan ibu - ibu.." ucap Arjuna.
" Aku bukan mbakmu.." ucap gadis itu.
__ADS_1
" Yo wes...Mbah aja..."
Gadis itu tak menjawab ucapan Arjuna.
" Mbah sekolah di mana?" ucap Arjuna.
Gadia itu tak menjawab,ia menghampiri ayahnya,lalu bersalaman tak lupa cium tangan.
" Nisa berangkat berangkat sekolah dulu bi....Assalam mu' alaikum.." ucap gadis itu.
Arjuna melihat ada seekor kucing bewarna oren berjalan masuk dari pintu depan.
" Wa' alaikum salam...Hati - hati di jalan.." ucap Ibrahim.
Nisa berjalan ke pintu.
" Nis....Nis...."
Arjuna memanggil kucing oren tersebut.
Nisa berhenti melangkah dan melihat ke arah Arjuna.
" Sini..Nis..."
Nisa melanjutkan lagi jalannya.
Kucing oren tidak mau menghampiri Arjuna.
" Sombong banget kamu Nis..." ucap Arjuna.
Nisa muncul lagi dari pintu masuk.
" Apa kamu bilang tadi?" ucap Nisa.
Arjuna menoleh ke gadis itu.
" Aku gak ngajakin mbah ngomong,tadi aku ngomong sama kucing mbah..." ucap Arjuna.
" Mbah mbah...Emangnya aku mbahmu..." ucap Nisa kesal.
" Nisaa...." ucap Ibrahim
Gadis itu berjalan lagi ke pintu.
" Cantik seh...tapi sayang..." ucap Arjuna.
Nisa menoleh ke Arjuna yang belum melewati pintu.
" Sayang apa?" ucap gadis itu.
" Gakpapa sayang...Dah sana pergi,nanti terlambat,aku lagi yang di salahin jika terlambat...." ucap Arjuna.
" Bi...Laporin aja dia ke polisi biar dia di penjara." ucap Nisa.
" Maaf...Tadi aku hanya bercanda.." ucap Arjuna.
Nisa berjalan lagi keluar.
" Maaf mas Arjuna..Bapak tinggal dulu ke dalam.." ucap Ibrahim.
" Maaf pak haji,boleh pinjam kamar mandinya.." ucap Arjuna.
" Boleh.." ucap Ibrahim.
Ibrahim membawa Arjuna ke belakang.
40 menit kemudian.
Arjuna duduk di teras rumah,ia melihat halaman rumah Ibrahim. Tak menemukan tanaman bunga yang seperti ia tanam.
" Rumah apa ini...Kok gak ada kembangnya...Asem.." ucap Arjuna.
" Dulu ada tanaman bunga di depan rumah,cuman,yang merawatnya gak ada..Jadi matian semua bunganya.." ucap Ibrahim.
" Ooo...Begitu ya pak haji..." ucap Arjuna.
" Ayo sarapan dulu mas..." ucap Ibrahim.
" Aku dah makan pak haji.." ucap Arjuna.
" Makan apa ?" ucap Ibrahim
Arjuna mengeluarkan plastik bungkus roti yang di makan tadi.
" Makan roti,ini bungkusnya.." ucap Arjuna.
" Roti gak bisa membuat perut kenyang. "
" Ayoo mas..." ucap Ibrahim.
" Ya udah deh,jika pak haji maksa..." ucap Arjuna.
Arjuna masuk ke dalam rumah,ia melihat makanan di atas meja ruang tamu.
Ibrahim mengambil piring lalu menyendok nasi.
" Ayoo...Gak usah malu - malu " ucap Ibrahim.
Arjuna mengambil piring dan sendok.
Setelah selesai makan.
" Ayo bapak antar mas ke rumah guru mas.." ucap Ibrahim.
" Gak usah pak...Percuma saja jika aku pulang,guruku diam saja kepadaku...Mending aku begini...Bebas.." ucap Arjuna.
" Bapak akan bicara baik - baik pada gurumu..Jika gurumu masih diam...Bapak punya rumah kontrakan,satu belum terisi.."
" Mas bisa menempati rumah itu.." ucap Ibrahim.
" Nganu pak haji..." ucap Arjuna.
" Kamu gak usah bayar uang sewaan..."
Ibrahim berdiri.
" Ayooo mas..." ucap Ibrahim.
" Kemana pak?" ucap Arjuna.
" Ke rumah guru mas.." ucap Ibrahim.
Arjuna diam tak menjawab.
" Jika dia masih marah,lebih baik aku tinggal di Klaten saja..." ucap Arjuna dalam hati lalu berdiri,ia mengambil tasnya.
Ibrahim mengantar Arjuna menggunakan mobil. Saat mereka pergi,seorang wanita dewasa memakai jilbab keluar dari pintu,lalu menutup pintu pagar dan menguncinya. Kemudian masuk ke dalam rumah.
" Pak haji...Nanti di sana belok kanan.." ucap Arjuna.
Ibrahim menuruti ucapan Arjuna.
Hingga mereka sampai di rumah Kartika.
" Jauh juga rumahnya..." ucap Ibrahim dalam hati saat melihat rumah yang di tuju.
Arjuna keluar dari mobil,kemudian di susul Ibrahim.
Arjuna menekan bel di tembok hingga dua kali .
__ADS_1
Pintu pagar terbuka.
Arjuna melihat Nurmala yang membukakan pintu pagar.
" Arjunaaaaa....." ucap Nurmala lalu memeluk Arjuna.
" Kak Nur.." ucap Arjuna.
Emmmuaaachh...
Emmmuaaachh... Nurmala mencium pipi Arjuna lalu memeluk lagi.
" Kamu kemana saja seh dek..."
Nurmala melepaskan pelukannya.
" Kamu membuat kita khawatir..." ucap Nurmala.
" Maaf kak..." ucap Arjuna.
Nurmala menekan ponselnya lalu menghubungi Kartika.
" Halo kak...Arjuna sudah pulang.." ucap Nurmala.
" Di mana dia sekarang..?" suara Kartika.
" Di depan rumah sama..."
Nurmala melihat Ibrahim.
" Sama pak haji,tapi aku gak kenal kak" ucap Nurmala.
" Ya sudah...Kakak akan segera pulang..." suara Kartika.
Panggilan berakhir.
" Mari masuk pak haji..." ucap Nurmala.
" Maaf..Apakah mbak kakaknya Arjuna?" ucap Ibrahim.
" Saya Nurmala pak haji,Arjuna telah saya anggap sebagai adik saya,tapi saya jarang di rumah ini." ucap Nurmala.
" Ooo..Begitu..."
" Maaf...Apakah ada ayahnya mbak Nur?" ucap Ibrahim.
" Ayah saya di London pak haji..." ucap Nurmala.
Ibrahim menganggukkan kepalanya.
" Baiklah...Mas Arjuna.."
" Sepertinya bapak tidak perlu lagi bicara kepada gurumu itu...Bapak langsung pulang saja ya mas Arjuna.." ucap Ibrahim.
" Pak haji gak masuk dulu?" ucap Arjuna.
" Tidak..Terima ķasih. Assalam mu'alaikum..." ucap Ibrahim.
" Wa'alaikum salam..." ucap Arjuna dan Nurmala.
" Matur suwun pak haji..." ucap Arjuna.
Ibrahim hanya mengangkat tangan kanannya tanpa menoleh ke arjuna sambil berjalan.
Setelah itu Arjuna dan Nurmala masuk ke dalam rumah.
" Kamu kemana aja seh dek...? " ucap Nurmala.
" Berkelana kak..." ucap Arjuna.
" Berkelana...? Kenapa kamu pergi dari rumah?" ucap Nurmala.
Mereka duduk di kursi.
" Heemmm..." suara Arjuna.
" Tolong jujur sama kakak.." ucap Nurmala.
" Kak tika nanya,kita ngapain aja..Ya aku jawab pas kita di kamar itu. Terus dia kaget. Setelah itu pergi. Dan gak ada bicara sepatah kata pun. Kalau gak salah 3 hari lah kak Tika diemin aku terus. Aku dah minta maaf,kak Tika gak ada ngomong,ku telpon gak bisa. Ya udah,aku pergi saja dari rumah. Aku dah gak di anggap lagi kok" ucap Arjuna.
" Apakah kamu ada pergi ke hutan?" ucap Nurmala.
" Iya,malam itu aku pergi ke sana kak..."
Hooaaaamm.....
" Terus aku pergi dari sana...Bosen gak ada yang di lakukan..." ucap Arjuna.
" Kok bisa sama pak haji?" ucap Nurmala.
" Gimana ya....Aku tuh mau istirahat di atas pohon kak.." ucap Arjuna.
" Di atas pohon?" ucap Nurmala.
" Iya..Terus telingaku mendengar suara orang ngaji..Suaranya merduuuuu...Sekali.."
" Setelah aku tahu asal suara itu,aku memutuskan mendekat,ku naikin genteng atap rumahnya."
' Eehhh....Dia tahu kalau aku datang menghampiri. Terus aku di suruh turun.." ucap Arjuna.
" Yang ngaji itu pak haji?" ucap Nurmala.
" Bukan kak...Namanya Nisa.." ucap Arjuna.
" Oooo...Nisa.."
" Berapa hari kamu di rumah pak haji?" ucap Nurmala.
" Berapa jam tadi ya? Hemm...Sebelum adzan subuh pokoknya kak..Terus aku di antar paginya.." ucap Arjuna.
" Tadi malam?" ucap Nurmala.
Hoooooaaammm.... Arjuna menguap.
" Iya kak..." ucap Arjuna.
" Berapa hari kamu gak tidur dek?" ucap Nurmala.
" Dua hari kak..." ucap Arjuna.
" Ya sudah...Kamu tidur aja dulu..." ucap Nurmala.
" Iya kak..." ucap Arjuna lalu berjalan menuju ruang keluarga. Kemudian tidur di lantai.
" Tidur di kamar Dini saja dek.." ucap Nurmala.
" Gak usah kak.." ucap Arjuna matanya terpejam lalu tidur.
30 menit kemudian Kartika dan Dini datang.
" Mana Arjunanya Nur..?" ucap Kartika.
" Lagi tidur..." ucap Nurmala.
Kartika dan Dini masuk kedalam rumah,ia melihat Arjuna tertidur di lantai.
" Apakah dia datang sendirian?" ucap Kartika.
" Di antar pak haji..." ucap Nurmala.
__ADS_1