Bahagia Yang Salah

Bahagia Yang Salah
Pembalasan Yang Manis


__ADS_3

Malam yang Panjang bagi mereka yang terluka hatinya


Malam yang singkat bagi mereka para penghianat


Telah berlalu...


Anaya telah rapi dan duduk dimeja makan bersama ibu dan Ayah mertuanya,Anaya nampak menggunakan Kacamata hitam menutupi matanya yang sembab,sementara Ayah dan Ibu Mertuanya tidak ingin merusak suasana sarapan meski mereka dipenuhi rasa penasaran namun tetap merasa ini bukan saat yang tepat untuk bertanya.


Tiba-tiba dari arah tangga Pramono turun untuk bergabung sarapan, Pramono baru saja akan duduk namun Anaya lebih dulu berdiri dari duduknya.


"Ayah,Ibu Naya berangkat duluan ada yang perlu Naya selesaikan dulu di kantor"


"Baiklah hati-hati Nay nanti Ibu dan Ayah akan menyusul seusai sarapan"


"Baik bu, Naya permisi"


Ibu dan Ayah mertua mengangguk sambil tersenyum,sementara Pramono melanjutkan duduk dan makan seperti biasa seolah-olah tidak ada yang terjadi.


"Apa yang sebenarnya terjadi Pram?"


Tanya Ayah Pramono


"Tidak ada apa-apa Ko memangnya kenapa?"


"Lalu kamu dari mana saja selama ini?,dan kenapa Anaya bisa menangis seperti itu?"


Suara Ayah Pramono terdengar lantang dan penuh kemarahan


"Sabar Jangan terbawa emosi Yah bicarakan baik-baik saja"


"Aku sudah bukan anak kecil lagi yah Aku berhak menentukan kebahagiaan ku sendiri"


''Apa maksud kamu Pram?"


"Ayah,Ibu Aku mencintai Wanita lain,dan aku akan segera menikah dengannya ya kalau Anaya tidak mau aku madu berarti dia ..."


"Diam kamu ********, siapa yang mengajari kamu seperti ini?"


"Ayah sabar yah!"


Ayah Pramono berdiri dari tempat makan dan menunjuk Pramono


"Tidak cukup tahu malu anak ini hidup masih numpang nyusahin orang tua berlaga ingin memiliki istri dua,Ayah tidak akan pernah setuju!"


"Ayah lupa? kalau untuk menikah aku tidak perlu persetujuan Ayah!"


Pramono bangkit dari duduknya kemudian pergi keluar rumah.


Sementara Ibu Pramono tersendu menyaksikan kelakuan anak laki-laki satu-satunya itu.

__ADS_1


"Cukup bu tidak perlu menangis lagi, sebaiknya kita percepat pengalihan posisi di kantor sekalian saja kita Alihkan semua saham kita atas nama Anaya"


"Tapi Yah bagaimanapun Pramono tetap anak kita"


Ayah Pramono tidak menimpali ucapan istrinya hanya langsung keluar rumah diikuti oleh istrinya kemudian masuk kedalam mobil menuju ke kantor.


Beberapa saat kemudian...


Sesampainya di kantor Rapat sudah akan dimulai bergegas semua orang hadir terakhir Ayah Pramono yang Masuk kedalam ruangan rapat semua orang didalam ruangan berdiri dan membungkukkan badan kemudian berdiri tegak. Ayah Pramono mempersilahkan semua stafnya duduk.


Setelah berbasa-basi Ayah Pramono langsung memberikan informasi utama yang akan disampaikan pada saat rapat ini.


"Intinya saya akan mengganti posisi direktur di perusahaan ini Oleh nyonya Anaya dan Tuan Pramono akan menjadi bawahan nyonya Anaya"


Semua orang di dalam ruangan bertepuk tangan dengan riuh sementara Pramono dan Rania tercengang saling tatap dengan Pramono tiba-tiba Pramono berdiri dan memukul meja.


"Tidak bisa!"


"Yang tidak setuju boleh keluar dari perusahaan ini sekarang juga!"


Ucap ayah Pramono


Pramono langsung terduduk dengan kesal


"Terimakasih untuk hari ini!"


Ayah Pramono keluar beserta istri diikuti oleh Anaya, sementara dalam ruangan tersisa Pramono dan Rania.


"Kamu tenang saja sayang mas akan berusaha merebut semuanya kembali"


"Kalau begini kita tidak akan menikah mas"


"Kita akan tetap menikah sayang semuanya hanya masalah waktu"


"Sebaiknya kita ikuti saja permainan mereka saat ini"


Rania tersenyum dan mengangguk


"Sebaiknya kamu keluar terlebih dahulu!"


"Baik mas"


Di Ruangan Anaya


"Ibu dan Ayah akan pulang lebih dulu, Ibu sungguh minta maaf karena anak ibu sudah memperlakukan kamu dengan tidak baik,sungguh ibu tidak pernah menyangka Pram bisa berbuat seperti ini terhadapmu"


"Ibu tahu apa yang terjadi di antara kami?"


Ibu Pramono mengangguk, Anaya berlinang kemudian memeluk Ibu mertuanya.

__ADS_1


"Seharusnya Naya ceritakan semuanya kepada ibu,kenapa Naya genggam sendiri?"


"Maaf bu Naya tidak sanggup membuat Ayah dan Ibu Terluka"


"Maafkan Ayah Nay Ayah tidak bisa menjadi Ayah yang baik bagi Pramono"


"Tidak Ayah ini bukan salah Ayah, Ayah tidak boleh menyalahkan diri Ayah"


"Ini surat pemindahan saham Ayah dan Ibu sudah dialihkan atas nama Kamu Nay, sepertinya Sore ini Ibu dan Ayah akan Pergi keluar Kota mengurus bisnis yang disana Ibu dan Ayah percaya kamu bisa menangani semua ini"


"Jika ibu dan Ayah pergi siapa yang akan menemani Naya?"


"Ayah tidak akan memaksa kamu untuk tetap bertahan dengan Pramono tapi ibu dan Ayah tidak akan memintamu berpisah dengan Pram, Ayah dan Ibu serahkan semuanya kepada kamu,jangan lupa jaga kesehatan"


Ayah Pramono mencium kepala Anaya dan mengelusnya,Anaya membalasnya dengan Pelukan.


"Terimakasih Ayah,Ibu"


"Ya sudah kami permisi jaga diri baik-baik disini"


Anaya mengangguk kemudian mengantar Ibu dan Ayah mertuanya sampai keluar Lobi.Setelah mereka didalam mobil perlahan mobilpun meninggalkan Perusahaan terlihat lambaian tangan dari dalam mobil Anaya Pun tersenyum sambil melambaikan tangannya...


Saat Anaya akan masuk kedalam Lobi tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat didepan Anaya,Saat Kaca Mobil dibuka terlihat Wijaya tersenyum dari dalam mobil.


"Mas!"


"Mau Makan siang bersama?"


"Makan siang?"


"Iya,masuklah!"


"Tapi mas..."


"Udah deh ga perlu banyak tapi,,,tapi an!"


"Wijaya keluar dari mobil dan menarik lembut tangan Anaya dan membukakan pintu mobil.


"Silahkan masuk tuan putri!"


Anaya hanya tersenyum melihat Tingkah Wijaya. Wijaya berlari ke arah pintu mobil supir kemudian masuk dan menyalakan mesin mobil.


"Kamu mau makan apa Nay?"


"Apa aja mas!"


"Baiklah aku akan membawa mu ke restoran terbaik dikota ini!"


Anaya hanya tersenyum, melihat kelucuan Wijaya,didalam mobil Wijaya menyalakan musik agar suasana sedikit bisa lebih mencair...

__ADS_1


Es kali ah ya mencair... 😅


Bersambung....


__ADS_2