Bahagia Yang Salah

Bahagia Yang Salah
Awal yang Baru


__ADS_3

Pagi hari di akhir pekan...


"Sayang kamu sudah bangun belum?"


Tanya Wijaya dari balik telpon


"Sudah"


"Bohong aja masa suaranya masih kaya didalam selimut"


Anaya tertawa cekikikan.


"Mandi cepat ini kan hari spesial kita kamu kok masih tiduran jam segini"


"Iya mas bawell"


"Biarin bawel juga yang penting sayang"


"Ya sudah aku siap-siap dulu"


"Cepat ya 30 menit lagi mas sama keluarga mas berangkat ke gedung"


"Iya mas!"


"Ingat jangan nyetir sendiri, mas udah kirim sopir panggilan buat jemput kamu sama keluarga dari sana"


"Iya mas iya"


"Sampai jumpa di gedung!"


"Dah..."


"Dah!"


"Akhirnya hari yang tidak pernah disangka-sangka akan terjadi ini datang juga"


"Ciyeee yang mau tunangan wajahnya cerah amat ngalahin sinar matahari tuh bikin silauuuuu"


Ledek Akila yang sudah siap untuk pergi ke acara pertunangan Anaya dan Wijaya.


"Halah anak kecil kamu tahu apa"


"Ihhhh mandi sana, kalau ga siap-siap juga aku gantiin aja posisinya di gedung mau?"


"Hahhah kurang asem banget sih kamu ini bocah"

__ADS_1


"Hahahahh ya udah mandi sana!"


Anaya mandi dan bergegas untuk berangkat ke gedung.


Sesampainya di gedung Anaya dirias dan diganti pakaian menggunakan gaun berwarna putih.


Didalam gedung nampak sudah banyak orang yang hadir terlihat Ibu dan Ayah Pramono juga ikut hadir.


Dari luar terdengar pintu ruang rias dibuka.


"Hayyyy selamat ya...!"


Rania juga ternyata datang bersama Pramono.


"Kalian, terimakasih sudah datang"


"Sama-sama, semoga segera ke jenjang berikutnya Ya"


Anaya mengangguk tersenyum


"Kalo begitu kami duluan kedepan ya!"


"Emhsss iya"


Pramono dan Rania keluar dari ruang Rias dan menuju Ruang pertunangan...


"Ok"


Anaya sudah siap keruang pertunangan.


"Ibu Naya kenapa deg-degan ya"


Ibu Anaya tersenyum melihat wajah bahagia dan pertanyaan polos dari anaknya.


" Kamu tenang saja itu hal yang wajar pasti deg-degan, kamu tarik napas terus keluarkan pelan-pelan!"


Anaya mengikuti saran ibunya kemudian mengambil segelas air dan meminumnya dalam satu tegukan,orang-orang yang berada didalam ruangan rias tertawa cekikikan melihat kelakuan Anaya.


"Acaranya sudah mulai ayo kita kesana!"


"Iya bu"


Anaya di dampingi ibunya keluar dari ruangan rias dan memasuki ruangan pertunangan.


"Baiklah para tamu undangan yang terhormat, kita bisa lihat Nona Anaya sudah mulai memasuki ruangan"

__ADS_1


Suara riuh tepuk tangan menyambut kedatangan Anaya semua mata terpesona melihat kecantikan Anaya berbalut gaun putih.


Wijaya terpaku menatap kedatangan Anaya yang begitu cantik dan anggun.


"Karena Nona Anaya sudah siap sebaiknya kita mulai saja acaranya!"


Wijaya masih terpaku menatap kecantikan Anaya sampai akhirnya Anaya harus mencubit tangan Wijaya.


"Aww sakit!"


"Habis dari tadi mas cuman bengong doang kan malu dilihatin tamu "


"Heheheh "


"Malah cekikikan acaranya sudah mau mulai"


"Oh ok maafkan heheh"


Acara pertunangan berjalan lancar sampai selesai.


Semua yang hadir mengucapkan selamat dan memberi hadiah, Anaya dan Wijaya nampak sangat bahagia karena kini mereka hanya tinggal menunggu selangkah lagi menuju kebahagiaan yang sempura...


"Thanks for everything honey"


Ucap Wijaya sambil mencium tangan Anaya.


"Selamat Ibu doakan yang terbaik buat kalian berdua jangan lupa jangan lama-lama cepat nikah dan kasih ibu cucu ya"


"Siap ibu!"


Wijaya merespon ucapan Ibu Anaya sambil memberi hormat.


"Baru juga tunangan bu"


"Ih liat wajah kakak merah kaya tomat"


Seru Alika sambil menunjuk ke arah kakaknya


"Apa,enggak ko"


Anaya celingukan mencari cermin sambil menyentuh wajahnya.


Semua orang tertawa bahagia, suara tawa mereka mengisi gedung yang mulai kosong ditinggalkan para tamu undangan....


Selamat Anaya dan Wijaya...

__ADS_1


Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi, percayalah setelah Badai berlalu pasti akan digantikan oleh Pelangi...


Bersambung...


__ADS_2