Bahagia Yang Salah

Bahagia Yang Salah
Bulan Madu


__ADS_3

Selesai mandi Anaya mengeringkan rambut nya kemudian memakai hand and body,di saat yang bersamaan, Wijaya menghampiri Anaya yang tengah duduk di meja rias.


"Wangi banget istri mas ini,emmmuuuaacchhh!"


Anaya tersenyum menerima perlakuan manis dari suaminya.


"Sayang, mas ada sesuatu buat kamu.!"


"Apa mas?"


"Tutup mata dulu dong!"


"Ok!"


Anaya menutup mata.


"Lama banget mas."


"Sebentar sabar dulu dong, pokonya jangan buka mata dulu!"


Wijaya mencium bibir Anaya, sontak Anaya membuka mata.


"Hihihih!"


Wijaya tersenyum melihat Anaya melotot ke arahnya.


"Modus banget sih kamu mas!"


"Gak papa lah modus juga sama istri sendiri heheh!"


Tiba-tiba Wijaya memakaikan Kalung di leher Anaya Kalung berlian berliontin Huruf AW.


Anaya menatap melalui cermin dengan perasaan setengah terkejut.


"Mas ini cantik banget!"


"Kamu suka sayang?"

__ADS_1


"Suka banget mas!"


"Syukurlah kalau istriku ini suka!"


"Terimakasih banyak mas!"


Anaya bangkit dari duduknya kemudian berbalik ke arah Wijaya dan memeluk erat suaminya.


"I Love U My Wife!"


Wijaya mencium kening Anaya.


"I love u to my husband"


Anaya dan Wijaya berciuman, mengawali aktifitas pagi mereka,Wijaya membopong Anaya keatas tempat tidur, mereka melanjutkan ciuman dengan hembusan napas yang mulai sulit di atur, semakin lama napas mereka semakin memburu, Wijaya menciumi bagian demi bagian sensitif tubuh Anaya, menerima setiap kecupan di beberapa bagian tubuh nya Anaya mengigit bibirnya, memejamkan mata dengan jemari berkali-kali meremas seprai di tempat tidurnya. Perlahan Wijaya memulaiproses berlayarnya,Anaya mulai meringis kembali,menahan rasa sakit yang perlahan tersamarkan oleh kenikmatan,desahan demi desahan yang keluar dari bibir Anaya membuat Wijaya semakin bertenaga memuaskan istrinya, Anaya melingkarkan tangannya memeluk tubuh Wijaya dengan erat membuat tubuh Wijaya berdempetan dengan tubuh Anaya,napas mereka semakin m


Tok...


Tok...


Tok...


Seseorang berbicara dari balik pintu, mereka langsung menghentikan ciuman yang berhasrat menuju ke arah surga dunia.


Anaya dan Wijaya saling bertatapan satu sama lain kemudian tertawa cekikikan merasa lucu dengan kelakuan mereka sendiri.


Wijaya bangkit dari tempat tidurnya kemudian merapihkan diri begitu juga dengan Anaya.


Setelah memastikan dirinya bersama Anaya selesai merapihkan diri Wijaya membuka pintu.


Anaya duduk di depan meja rias kamar hotel nya sesekali menatap ke arah suaminya melalui kaca rias nya, Wijaya memberikan isyarat meskipun Anaya bingung dengan gerakan mulut yang di ucapkan oleh Wijaya.


Anaya melanjutkan merias diri dan membawa baju ke arah kamar mandi untuk berganti pakaian.


Wijaya menatap ke arah Anaya yang mulai memasuki kamar mandi.


Wijaya melangkah duduk di meja rias Anaya menyisir rambut dan merapihkan diri.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Anaya keluar dari kamar mandi dengan gaun berwarna merah muda yang digunakannya saat pergi kmaren.


Wijaya merengut melihat Anaya memakai pakaian yang sama.


Anaya mengambil tas kemudian mengedipkan mata kepada Wijaya seolah-olah memberikan kode mengajak Wijaya keluar.


Wijaya mengikuti Anaya sampai ke pintu kamar.


"Ayo keluar sayang!"


"Boleh!"


Anaya dan Wijaya keluar dari kamar menuju ke lobi hotel untuk pergi kesuatu tempat


"Kita akan kemana hari ini mas?"


"Sepertinya ada yang butuh beberapa pakaian untuk di jadikan baju ganti!"


Anaya melirik ke arah baju nya dan tersenyum.


Mobil melaju ke arah mall di sekitaran hotel.


sesampainya di mall Wijaya membawa Anaya ke beberapa toko pakaian, mereka juga membeli beberapa barang yang mereka butuhkan di hotel.


Usai belanja Wijaya membawa Anaya ke pantai.


"Waww pantai!"


"Kamu suka pantai sayang?"


"Suka banget mas!"


Wijaya merangkul dan mengelus" kepala Anaya.


Menatap ke arah pantai, Anaya dan Wijaya beberapa kali berpoto bersama.


Mereka nampak berbahagia berlarian kesana kemari dan bermain air di pantai.

__ADS_1


__ADS_2