
Hari ini proses persidangan Pramono di Pengadilan... Meski masih ada rasa tidak nyaman dalam diri Anaya karena harus bertemu kembali dengan Pramono, Anaya mencoba membuang jauh-jauh perasaan ya itu demi lancarnya persidangan.
Pengacara Anaya membacakan kejahatan demi kejahatan yang telah Pramono lakukan terhadap Anaya.
Tidak bisa di pungkiri saling adu mulut beberapa kali terjadi didalam persidangan, namun hasil akhir dari persidangan tetap saja pihak Anaya yang menang, Akhirnya Pramono di penjara dengan kurungan maksimal 15 tahun penjara.
Anaya merasa lega karena dengan di penjara nya Pramono, kehidupannya akan menjadi lebih baik lagi.
"Sekarang kamu tidak perlu khawatir akan di ganggu Pramono lagi Sayang!"
"Iya mas, semoga saja benar demikian!"
"Kalian bisa fokus kepada persiapan pernikahan kalian yang sempat tertunda!"
Usul Ayah Anaya.
Anaya tersenyum menatap kearah Wijaya, .mereka saling melempar senyum bahagia.
"Ayo kita pulang!"
"Emhsss Bu Naya boleh ga jalan bareng mas Wijaya keluar?"
"Emh tentu saja boleh sayang, kalau begitu Ibu sama Ayah pulang naik taxi aja!"
"Ga usah Bu, biar pak Wahyu yang Antar Ibu dab Ayah Pulang!"
"Loh lalu kalian?"
"Wijaya bawa mobil sendiri bu!"
"Tapi nanti...!"
"Bu, ibu tenang aja, Ibu udah ga perlu merasa khawatir lagi, kan sekarang Mas Pramono sudah di dalam Penjara jadi gak akan ada lagi yang bisa jahatin Naya."
"Wijaya akan antar Anaya sampai kedalam rumah bu Kali Ini!"
"Ya sudah tolong ya nak Wijaya titip Anaya, pulangnya juga jangan terlalu malam tidak baik!"
"Baik bu!"
Anaya dan Wijaya menjawab bersamaan.
"Kalau begitu Anaya pamit duluan ya Bu.!"
Ibu dan Ayah Anaya menatap kepergian Wijaya dan Anaknya.
Sementara di dalam mobil...
"Mas aku ingin mengenang masa-masa kita dulu, aku ingin pergi ke tepian danau dan menghabiskan waktu dengan kamu!"
"Tentu sayang, kita kesana sekarang!"
Anaya mengangguk penuh dengan semangat.
Anaya memutar musik didalam mobil dan tersenyum bahagia menatap Wijaya...
Sesampainya di Danau mereka memilih meja yang biasa mereka tempati dulu.
"Kamu mau makan apa sayang?"
"Daging panggang!"
Anaya menjawab dengan tegas.
Pelayan menuliskan pesanan mereka kemudian pergi untuk menyiapkan pesanan.
"Mas terimakasih ya..."
"Untuk ?..."
__ADS_1
Tanya Wijaya
"Untuk semuanya!"
Wijaya mengerutkan kening berpikir keras berusaha mencerna kata-kata Perempuan yang duduk di hadapannya.
Anaya tersenyum melihat reaksi laki-laki dihadapnya.
"Iya mas Anaya benar-benar ber terimaksih karena sejauh ini mas tidak pernah merasa lelah melindungi Anaya,setiap kali Anaya Dalam bahaya mas selalu datang menyelamatkan Anaya,terkadang Anaya meyakini sesuatu mas.."
"Apa itu sayang?"
"Meskipun berkali-kali Anaya berada dalam bahaya Anaya tidak merasa takut karena ketika Anaya menyebut nama Mas, maka mas akan hadir menyelamatkan Anaya mas."
Anaya tersenyum menatap wajah laki-laki yang mulai berkaca-kaca sembari meremas tangan nya.
"Sayang, semua yang mas lakukan semata-mata benar-benar ingin membahagiakan kamu,mas benar-benar tidak menyangka semua yang mas lakukan bisa membuat kamu merasakan perasaan sedalam itu, padahal mas sendiri merasa tidak benar-benar bisa melindungi kamu."
Anaya menempelkan jari nya di bibir Wijaya,sembari menggelengkan kepala.
"Anaya berharap mas tidak akan pernah mencoba pergi satu langkah pun dari Naya."
Wijaya bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Anaya dan memeluknya erat.
Semua mata terpanah melihat kearah mereka berdua merasa tersanjung melihat Wijaya terisak sendu di dalam pelukan Anaya.
"Jangan pernah berubah mas... tetaplah seperti ini hingga kita menua nanti!"
"Tentu sayang, mas tidak akan pernah berubah sampai kapanpun!"
"Terimakasih karena seberat apapun ujian di antara kita mas masih tetap setia menemani!"
Wijaya mengangguk, kemudian melepaskan pelukannya, sesaat menatap wajah Anaya, dan Anaya membalasnya dengan tersenyum.
Wijaya kembali memendamkan Anaya kedalam pelukannya.
Semua orang yang berada di sana bertepuk tangan riuh.
"Tuan Nyonya silahkan Pesanan nya!"
"Terimakasih mas!"
Pelayan mengangguk kemudian pergi meninggalkan meja Anaya dan wijaya.
Wijaya dan Anaya saling melempar senyum, kemesraan mereka membuat orang-orang disekitarnya tersenyum.
Beberapa saat kemudian seusai mereka makan...
"Mas sudah larut,!"
"Iya sayang kamu mau langsung pulang atau mau pergi nonton dulu?"
"Enggak mas, Naya ingin pulang saja."
"Ya udah besok pagi mas jemput ya!"
"Emhsss, ada rencana kemana besok kita mas?"
"Rahasia dong... pokonya tunggu besok!"
"Ih ko gitu kasih tahu dong mas!"
"Pokonya kejutan sayang,kamu sabar aja tunggu besok, malam ini bobo yang nyenyak ya!"
"Ga bakal bisa tidur nyenyak mas kalau di kasih rahasia!"
"Pokonya malam ini tidur yang nyenak besok pagi dandan yang cantik ya!"
Canda Wijaya sambil memegang Dagu Anaya.
__ADS_1
"Ya udah deh iya, Naya tunggu sampai besok!"
"Nah gitu dong calon istri mas harus sabar!"
"Dasar gombal aja,ya udah ayo kita pulang mas keburu larut banget!"
Wijaya tersenyum dan mengangguk.
"Silahkan masuk tuan putri!"
Wijaya mempersilahkan Anaya untuk masuk kedalam mobil.
di dalam mobil mereka saling melempar senyum,Wijaya memutar musik bernuansa romantis, sepanjang jalan pulang mereka nyanyi-nyanyi bersama di dalam mobil.
Wijaya tersenyum menatap raut wajah Anaya yang bisa bernyanyi dan tersenyum.
"Syukurlah kamu bisa bahagia sayang!"...
Sesampainya di halaman rumah Wijaya memarkirkan mobil kemudian mengantarkan Anaya sampai kedalam rumah.
"Kalian sudah pulang?"
"Ibu kenapa belum tidur?"
Tanya Anaya pda ibunya
"Iya ibu belum ngantuk!"
Wijaya tersenyum menghargai jawaban Calon mertuanya, meskipun didalam hatinya Wijaya paham betul akan kecemasan yang masih melekat dalam hati dan pikiran keluarga Anaya, bagaimanapun kejadian penculikan Anaya kemarin masih menyisakan trauma yang amat dalam bagi keluarga Anaya.
"Ya sudah bu kalau begitu Wijaya pamit dulu mau pulang lagian sudah larut."
"Tidak menginap saja nak Wijaya?"
"Tidak bu terimakasih, tidak enak juga sama tetangga kalau menginap kan belum halal heheh!"
"Iya sudah hati-hati di jalan ya nak!"
Wijaya mengangguk sambil tersenyum.
"Sayang mas pulang dulu ya, jangan lupa besok ya...!"
"Iya sayang hati-hati di jalannya!"
Wijaya mencium kening Anaya. Kemudian berpamitan kepada calon ibu mertuanya.
"Naya antar ya mas.!"
"Tidak usah sayang terimakasih sebaiknya Kamu secepatnya istirahat!"
"Ya udah Naya antar sampai pintu saja ya.!"
"Ya sudah ayo!"
"Ibu saya pamit pulang selamat malam!"
Ibu Anaya mengangguk dan mengikuti Anaya dari belakang sampai depan Pintu.
"Sudah sampai disini aja nganter mas nya ya, sudah malam juga mas pulang ya dahhh...!"
Anaya melambaikan tangan pada Wijaya, menatap kepergian Wijaya sampai keluar dari halaman rumahnya.
"Ayo masuk sayang!"
"Iya bu.!"
Ibu Anaya mengunci pintu.
"Naya sebaiknya cepat ke kamar bersihkan diri lalu istirahatlah!"
__ADS_1
"Baik bu, good night!"
Anaya mencium dan memeluk ibunya,Ibunya hanya tersenyum melihat kelakuan Anaknya lalu bergegas masuk ke kamarnya...