
Hampir tiga puluh menit Anaya berada di dalam tenda, sementara Wijaya sudah bersama para tamu di depan pelaminan.
"Nak Wijaya nampak sangat tampan dan gagah dengan balutan jas warna putihnya!"
"Saya sendiri tidak menyangka kalau Wijaya Anak kami akhirnya akan menikah juga, ternyata sekarang dia sudah tumbuh menjadi laki-laki yang dewasa dan kuat, rasanya baru kemarin saya melahirkannya jeng, sekarang dia sudah akan menikah lagi."
Ibu Anaya dan Ibu Wijaya berbincang sembari menatap ke arah Wijaya.
Terlihat seorang perempuan keluar dari tenda dan berjalan kearah Mc di Panggung dekat panggung, mereka terlihat berbincang dan Mc pun menganggukan kepala.
Setelah perempuan yang berbisik tadi menuruni Panggung, Mc pun mulai berbicara.
"Mohon maaf mengganggu kenyamanan anda semua para hadirin yang berbahagia, karena nampaknya mempelai perempuan sudah siap, mari kita mulai saja acaranya."
Suara riuh tepuk tangan terdengar sesekali saling bersautan dengan deburan ombak, yang tidak jauh dari lokasi pernikahan.
"Mari kita panggil mempelai perempuan untuk segera bergabung bersama kita,Inilah dia Nyonya Anaya!"
Perlahan Anaya melangkah keluar, semua orang terpana melihat kecantikan Anaya, begitupun Wijaya, begitu terpanah seolah-olah enggan berkedip.
Anaya berjalan di dampingi oleh Ibu dan Ayahnya menuju kearah Wijaya,sementara Wijaya pun demikian, di dampingi oleh kedua orang tuanya.
"Ngedip aja dulu, tenang saja kalau cuman satu kali ngedippin mata Anaya gak akan hilang ko, hahahah!"
Ayah Wijaya menggoda Anaknya yang sedari tadi terpanah oleh pesona Anaya.
Wijaya tersenyum dan setengah menundukan kepala.
"Ayah tahu aja hahah!"
"Mulai nanti malam juga kan sudah bisa kamu pelototin itu Anaya hahahha!"
"Ayah ih masa sama anaknya ngomongnya gitu?"
"Bercanda bu hahah!"
Anaya sekarang tepat berada di hadapan Wijaya, Ibunya mengantarkan Anaya kesamping Wijaya, kemudian Anaya menggandeng tangan Wijaya menuju Altar Pernikahan.
Proses pernikahan Anaya dan Wijaya berjalan lancar, meski Anaya masih merasa ini hanya mimpi namun Anaya tetap mencoba bersikap wajar.
"Sekarang waktunya lempar bunga, silahkan yang masih belum menikah berjejer ya di belakang kedua mempelai!"
Banyak orang berdesak-desakan berdiri di belakang Anaya dan Wijaya demi mendapatkan buket bunga yang dilempar Anaya dengan harapan siapapun yang mendapatkan bunga tersebut akan segera menyusul menikah.
"Ok semua siap, satu...dua...tiga...!"
Anaya melempar Buket bunga kebelakang, kemudian berbalik melihat siapa yang bisa mendapatkan buket bunga, salah satu karyawan dari kantornya berhasil menangkap buket bunga dari Anaya, dengan wajah bahagia karyawan tersebut mengacungkan bunga mencoba menunjukan kepada Anaya dan Wijaya bahwa dialah yang berhasil menangkapnya.
"Waktunya berpesta!"
__ADS_1
Mc memutar musik membuat semua orang yang hadir berjingkrak-jingkrak bahagia. Satu persatu orang yang hadir mulai bersalaman bergantian mengucapkan selamat kepada Anaya dan Wijaya.
Anaya tersenyum menerima ucapan demi ucapan selamat yang datang kepadanya.
Pesta berjalan dengan menyenangkan meninggalkan kesan yang begitu menakjubkan terutama bagi Anaya.
"Karena pesta sudah selesai sekarang kalian boleh pergi ke hotel yang sudah kami siapkan!"
Ucap Ibu mertua Anaya sembari memberikan kunci mobil pada Wijaya.
"Anggap saja ini hadiah pernikahan dari kami ber empat sebagai orang tua kalian,Nak Anaya selamat datang di keluarga kami!"
Ibu Wijaya memeluk Anaya, dengan hangat Anaya menyambut dan membalas pelukan ibu mertuanya.
"Ibu tahu banyak sekali pertanyaan di benak kamu sayang, ibu janji akan menceritakan semuanya sepulang kalian berbulan madu, cepat berikan kami cucu.!"
"Ibu ihhh apaan sih?"
Anaya nampak tersipu mendengar candaan Ibunya.
"Bener loh yah, kalau nanti pulang gak bawa kabar bahagia, kami tambah lagi masa bulan madu kalian sampai dapat jackpout! Hahahah!"
Ayah Wijaya ikut nimbrung menggoda pengantin baru.
"Kalau Wijaya sih senang-senang saja Yah, Bahagia sekali malah kalau masa bulan madunya di tambah jadi kan bisa pacaran terus hahahah!"
Anaya mencubit tangan Wijaya yang masih di gandengnya.
Wijaya malah menambah merah wajah Anaya dengan becandaanya.
"Ya sudah pergi sana sepertinya ada yang sudah tidak sabar tuh sampe nyubit-nyubit segala, maen kode-kode an ya Jeng hahahah!"
Ibu Anaya mencoba mempersingkat waktu agar Kedua mempelai baru ini segera bergegas menghabiskan waktu bersama.
"Ayo sayang...!"
"Ibu, Ayah kami pamit dulu!"
Anaya berpamitan kemudian masuk kedalam mobil pengantin yang sudah terparkir sejak tadi pagi.
Sore pun berganti malam, Anaya dan Wijaya baru saja tiba di hotel, setibanya mereka di lobi hotel mereka langsung di sambut oleh beberapa karyawan hotel bersama managernya.
"Tuan dan Nyonya, selamat datang di hotel kami, silahkan dicicipi minuman kami.!"
Manager hotel mempersilahkan dua gelas minuman anggur terbaik di hotel, yang di bawa oleh salah satu karyawan, dengan senang hati Anaya dan Wijaya meminumnya kemudian mengembalikan gelas tersebut keatas nampan yang di pegang karyawan hotel tersebut.
"Mari saya Antar nyonya dan tuan ke kamar!"
Anaya dan Wijaya mengikuti manager tersebut menaiki lip sampai lantai 8,kemudian mereka berjalan d lorong hotel.
__ADS_1
"Nyonya dan Tuan ini adalah kamar yang sengaja di pesan oleh orang tua Nyonya dan Tuan, mari masuk!"
Seusai seorang pelayan membuka pintu kamar Anaya dan Wijaya begitu terkejut melihat mawar dan lili sudah berserakan di lantai mulai dari balik pintu hingga ke bawah tempat tidur, aroma kamar yang khas dengan lampu berwarna merah menyala membuat suasana kamar semakin romantis.
"Ini adalah kamar mandi Tuan dan Nyonya.!"
Anaya melongok ke kamar mandi dan disana pun sudah terpasang beberapa batang bunga lili dan Mawar merah di vas bunga.
"Tuan dan Nyonya jika perlu apa-apa, silahkan di tekan tombol di sebelah tempat tidur di dekat lampu tidur yang disana maka pegawai kami akan segera datang ke kamar ini, setiap pagi saat tuan dan nyonya sarapan kami akan mengganti sprey tuan dan Nyonya, selamat bersenang-senang tuan dan nyonya saya permisi."
Wijaya mengantar Manager hotel sampai depan pintu.
"Terimakasih banyak pak!"
Ucap Wijaya.
"Tuan jangan lupa anggurnya diminum biar kuat!"
Manager hotel berbisik ditelinga Wijaya membuat Wijaya dan manager hotel tersebut tertawa cekikikan.
Wijaya mengacungkan jempol kepada manager hotel kemudian menutup pintu kamar.
"Ko pada ketawa-ketawa sih mas ada apa?"
"Enggak apa-apa sayang, istriku yang cantik.!"
"Bohong ah, ih baru juga menikah sudah bohong!"
"Enggak sayang suer deh beneran tadi managernya bilang jangan lupa bahagia heheh"
"Beneran ya gak boong?"
Wijaya menggelengkan kepala.
"Ya sudah Naya mau mandi dulu ya mas."
"Sayang...!"
"Kenapa mas?"
"Bareng aja yu mandinya?"
"Ihhhh enggak akhsss mas malu!"
"Gak usah malu kan sudah sah!"
"Pokonya tetep gak mau, tunggu sebnetar lagi saja ok!"
Anaya lari ke kamar mandi dan langsung mengunci pintunya dari dalam.
__ADS_1
"Emhsss cantik banget punya istri lucu lagi,eh iya aku harus minum anggur nya biar kuat hahahah"
Wijaya membuka botol anggur yang di simpan di antara ea batu di meja kamar, kemudian meminumnya beberapa kali...