
Pramono menatap wanita yang masih tertidur pulas disampingnya,bergegas dia keluar balkon secara perlahan dan menutup nya.
"Mas... halo... mas...!"
"Emhsss euh e... eu.. i.. i... iya kenapa sayang?"
"Mas kenapa ga jawab pertanyaan aku mas?"
"Emh... itu mas barusan lagi di kamar mandi"
"Ga biasanya kamu ke kamar mandi bawa-bawa Hp"
"Emmm itu tadi itu mas maksudnya mau dengerin musik di kamar mandi sambil mandi kan sebentar lagi mas harus bersiap ke kantor"
"Ke kantor?"
"Iya ke kantor"
"Ga biasanya kamu ke kantor hari libur begini mas?"
"Aaa ohhh iya mas lupa kalau ini hari libur"
"Ada apa sih mas sama kamu, kenapa kamu seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari aku"
"Enggak ko enggak apa sih yang bisa mas sembunyikan dari kamu?"
"Lantas kamu sekarang sedang dimana mas?"
"Mas... mas.. sedang di rumah ko sayang"
"Lantas kenapa mas tidak pernah menghubungi aku selama aku di rumah ibu?"
"Mas kan sibuk sayang"
"Kamu bohong mas"
"Bohong apa?"
"Apa kamu memiliki wanita lain dalam hidupmu mas?"
"Apa maksud kamu?"
"Selama ini sikap kamu berubah cenderung acuh dan cuek terhadap aku mas,padahal kamu tidak pernah sedingin ini terhadapku"
"Akhsss sudah lah, ini yang aku gak suka dari kamu, kamu selalu saja berpikiran negatif terhadap aku suamimu sendiri, atau jangan-jangan kamu ingin berpisah dengan aku karena dulu kamu terpaksa menikah dengan aku demi membayar semua hutang-hutang keluarga kamu?"
"Enggak mas, selama 4 tahun ini aku berusaha mencintai kamu dan memperlakukan kamu sebagai mana mestinya"
"Hah sudah cukup aku muak mendengar semua ucapan kamu,sebaiknya kamu tidak pulang jika masih merasa curiga terhadapku!"
"Mas...mas...!"
Anaya berteriak sebisanya namun percuma Pramono sudah menutup telponnya, Anaya terduduk di sisi tempat tidur dan menangis sejadi-jadinya.
"Apa benar kamu memiliki perempuan lain mas,kenapa kamu begitu tega memperlakukanku seperti ini,tidak,,,ini tidak bisa aku biarkan aku harus pulang dan memastikan semua kebenaranya"
Anaya kembali membuka Hp dan mencari no Pak Nuh.
"Selamat pagi nona, ada yang bisa saya bantu?"
"Pak saya ingin pulang hari ini juga, bisa bapak jemput saya?"
"Ba,,,ba,,baik nona saya akan meminta ijin terlebih dahulu pada Tuan"
"Tidak jangan beri tahu Tuan kalau saya akan pulang"
"Tapi nona saya..."
__ADS_1
"Saya bilang tidak perlu Pak jemput saja saya segera!"
Anaya langsung menutup telponnya dan bergegas bersiap untuk pulang sementara Pak Nuh tengah kebingungan harus memihak pada siapa langkahnya berat Hp ditangannya hanya bisa dia pandangi.
"Apa yang harus aku lakukan, jika aku tidak meminta ijin Tuan maka aku akan di marahi olehnya, tapi jika aku meminta ijin pada Tuan Nyonya akan memarahiku,lantas apa yang harus aku lakukan sekarang? tuan kenapa anda menempatkan saya diposisi sulit ini"
Ditengah lamunan Pak Nuh Hp nya berdering nampak nama Tuan Muda tertera dilayar Hp nya tangan Pak Nuh semakin bergetar perlahan dengan penuh keraguan Pak Nuh mengangkat telponnya...
"Pak Nuh sedang dimana?"
"Saya di rumah Tuan."
"Apa Nyonya meminta di jemput hari ini?"
"Bagaimana tuan tahu?"
"Nyonya barusan menelpon"
"Lantas saya harus bagaimana tuan?"
"Jemput saja!"
"Baik tuan"
"Katakan pada Ibu dan Nyonya sesampainya di rumah saya ada pertemuan proyek luar kota dalam waktu yang belum bisa ditentukan"
"Tuan tidak pulang?"
"Tidak!"
"Ba...ba... baik tuan!"
Pramono menutup telpon, Pak Nuh langsung masuk kedalam mobil dan melaju menjemput Anaya...
Sementara di Hotel Pramono langsung memesan tiket Online untuk pergi keluar kota menghindari Anaya.
"Mas... sudah bangun?"
"Lantas?" Rania terperanjat dan duduk di atas ranjang.
"Dia akan pulang, sepertinya dia mulai mencium perselingkuhan kita"
"Apa dia tahu wanita itu aku?"
"Mas tidak tahu pasti,sebaiknya kamu bersiap mas akan mengantarmu pulang kerumah, bekerjalah seperti biasa jangan membuat Anaya curiga jika dia datang menemui dan menanyainya di kantor"
"Lantas mas akan kemana?"
"Katakan pada Anaya aku ada perjalanan dinas luar kota untuk proyek perkebunan baru"
"Baiklah" Jawab Rania lemas sembari pergi ke kamar mandi.
Sementara itu...
Anaya tengah menunggu Pak Nuh di depan rumah orang tua nya, dari belakang Ibunya menghampiri dan menyentuh pundak Anaya.
"Kamu yakin akan pulang hari ini?"
"Iya bu "
"Kenapa mendadak?"
"Tidak apa-apa Bu Anaya hanya rindu sama Mas Pramono" Tersenyum sembari menyentuh tangan Ibunya
"Baiklah, tapi sebaiknya tunggu didalam saja diluar cuaca sedang dingin"
Anaya mengangguk danengikuti langkah ibunya masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Kakak mau pulang hari ini?"
"Iya"
"Yah aku ga ada temen pergi-pergi lagi kalau gitu"
"Emhsss anak ini yang dipikirnya cuman main-main saja" Anaya memencet hidung adiknya.
"Akhsss sakit kakak"
"Biarin weeee"
" Jahat banget kan bu kakak aku yang satu ini"
Ibu hanya tersenyum simple menimpali candaan anak bungsunya,Perasaan seorang ibu memang tidak bisa dibohongi sebagaimana baik anaknya menutupi kebohongan dan kepedihan seorang ibu bisa membaca dan merasakanya meski hanya lewat tatappan mata.
Diluar Pak Nuh sudah memarkirkan mobil dan keluar menghampiri rumah Orang tua Anaya.
Tok...
Tok..
Tok...
Suara ketukan pintu dari luar terdengar membuat semua orang didalam rumah melirik kearah pintu.
"Itu pasti Pak Nuh" Seru Anaya
"Biar Ibu yang bukakan Pintu"
Ibu Anaya Melangkah menghampiri pintu dan membukanya terlihat lelaki bertubuh kekar dihadapnya tengah membungkukan badan, Ibu Anaya balas menganggukan kepalanya.
"Masuk dulu Pak Nuh" Pinta ibu Anaya
"Terimakasih Nyonya"
"Pak Nuh sudah sarapan?"
"Sudah Nona, bagaimana kabar Nona Muda?"
"Baik Pak"
Pak Nuh tersenyum dan menganggukan kepala
"Barang-barang Nona Yang akan dibawa pulang dimana Nona?"
"Tidak ada pak"
Pak Nuh mengrnyitkan dahi seolah-olah bertanya bagaimana bisa tidak ada barang satupun yang dibawa pulang oleh Nona Muda.
"Saya akan meninggalkan semua brang-barang saya disini untuk dibagikan kepada Tetangga dan semua yang membutuhkan"
"Ba,,,ba,,, baiklah Nona Muda"!
"Mari kita bergegas Pak"
"Baik Nona"
Pak Nuh membungkukan badan dan pergi lebih dulu keluar rumah untuk membukakan pintu mobil sementra Anaya tengah berpamitan di dalam rumah berpelukan dengan ibu dan adiknya...
"Ibu jaga kesehatan salam sama Ayah, sampaikan maaf Anaya karena mendadak pulang dan tidak sempat berpamitan kepada Ayah Bu"
"Iya,,, nanti ibu sampaikan kepada Ayah mu, pergilah hati-hati dijalan dan kabari ibu segera jika kamu sudah sampai dirumah"
"Baik bu, Anak nakal jangan lupa Kakak titip Ibu sama Ayah"
"Siap kakak"
__ADS_1
Anaya tersenyum dan melangkah keluar rumah diikuti oleh Adik dan Ibunya,Anya masuk kedalam mobil, Pak Han menutup Pintu dan masuk kedalam mobil untuk memulai perjalanan yang penuh kebohongan ini... Anaya melambaikan tangan kepada adik dan Ibunya, Ibu dan Adiknya membalas lambaian tangan Anaya sampai mobil yang ditumpangi Anaya hilang dari pandangan mereka...
BERSAMBUNG...