Bahagia Yang Salah

Bahagia Yang Salah
Pelarian Anaya


__ADS_3

Seorang Cleaning Service perempuan masuk kedalam toilet dengan membawa peralatannya.


Anaya menghampiri CS tersebut dan meminta bantuan.


"Nona bisakah kamu membantu saya?"


"Membantu? maksudnya membantu apa Nyonya?"


"Maukah kamu bertukar pakaian denganku?"


"Bertukar pakaian, kenapa nyonya?"


"Diluar ada seorang laki-laki yang memaksa saya untuk menikah dengan dia, saya ingin melepaskan diri dari dia, tapi saya tidk bisa lari dari dirinya, saya ingin kembali ke orang tua saya nona, saya mohon!"


Anaya memelas memohon bantuan.


"Begini saya nanti kalau saya tidak berhasil kabur tolong hubungi... saya boleh minjem handphone nya."


CS memberikan handphone nya pada Anaya, kemudian Anaya menuliskan nomor Wijaya.


"Nanti tolong telponkan no ini yach nona katakan padanya saya ada di bandara dan akan dibawa keluar kota!"


"Tapi nyonya saya sedang bekerja kalau saya bertukar pakaian dengan anda bisa-bisa saya dipecat.!"


"Kamu tenang saja, nanti kamu bisa bekerja di perusahaan saya, saya janji akan mempekerjakan kamu asal kamu mau menolong saya!"


"Sungguh nona?"


"Iya saya serius sekarang cepat kita bertukar pakaian!"


"Baik nyonya!"


Anaya dan CS bertukar pakaian didalam toilet, setelah merasa rapi mereka keluar bersamaan dari dalam toilet.


"Sebaiknya aku keluar terlebih dahulu nanti kamu keluar setelah aku!"


Usul Anaya.


"Baik nyonya tapi coba pakai masker ini supaya anda tidak terlihat oleh laki-laki didepan sana!"


Anaya mengikuti anjuran CS dan menggunakan masker kemudian keluar dari toilet.


Pramono tepat berada di pintu masuk toilet perempuan, dengan hati was-was Anaya perlahan mencoba keluar dan melewati Pramono, sesaat Pramono menatap tajam ke Arah Anaya yang tengah menyamar.


"Permisi apa didalam masih ada orang?"


Pramono bertanya kepada Anaya yang tengah menyamar seolah-olah merasa curiga.


Anaya muli merasa deg-degan hatinya.


"Gawat kalau aku jawab dia bisa tahu bahwa ini aku, tapi jika tidak aku jawab dia akan semakin curiga!"


"Nona permisi saya bertanya kepada anda!"


Anaya mengangguk kemudian bergegas melewati Pramono, setelah dirasa agak jauh jarak dengan Pramono Anaya berlari se kencang-kencangnya.


Sementara Pramono masih di depan pintu toilet.


"Dasar wanita aneh,Naya lama banget sih didalam ngapain aja dia di dalam."

__ADS_1


"Pramono mengambil handphone ny berniat menelpon Anaya, namun perempuan yang memakai baju Anaya sudah keluar terlebih dahulu.


Pramono masih belum menyadari pelarian diri Anaya.


"Kmu lama banget sih didalam, cepat kita cek in keburu ketinggalan pesawat nanti!"


Perempuan yang menggantikan Anaya di genggam tangan ya oleh Pramono sesampainya di depan pintu cek in perempuan itu melihat ke sekitarnya memastikan Anaya sudah jauh tidak terlihat lagi,setelah yakin barulah perempuan itu membuka maskernya.


"Permisi mas, anda salah orang sepertinya!"


Pramono menatap perempuan yang sejak tadi di genggamnya, dengan kesal Pramono menampar wajah perempuan itu.


"Kemana Anaya?! cepat bicara!"


"Pramono menjambak rambut gadis itu semua orang menatap kebingungan sampai akhirnya seorang satpam datang melerai kelakuan Pramono.


"Pak sudah pak, ada apa ini?"


"Perempuan ini membuat istri saya pergi kabur dari saya, saya tidak mau tahu perempuan ini harus dihukum kalau tidak saya yang akan membuat bandara ini terkena malu karena membantu seorang istri lari dari suaminya!"


Dengan kesal Pramono berlari ke arah taxi dan meminta taxi mencari Anaya, sementara Anaya masih berlari sejauh mungkin dari bandara.


"Akhirnya aku bisa pergi dan melepaskan diri dari laki-laki pisiko itu, aku tidak boleh. berhenti disini aku harus lari lebih jauh lagi, semoga perempuan yang membantuku tadi baik-baik saja."


Pramono mencari Anaya kesana kemari, bahkan sampai keluar bandara.


"Berani bermain-main rupanya kamu Anaya, kalau dapat aku tidak akan pernah membiarkan kamu lolos lagi, benar-benar tidak bisa dikasihani kamu perempuan ******!"


Pramono mengumpat sepanjang perjalanan sembari mencari-cari Anaya kesana kemari.


Di lokasi yang berbeda.


Wijaya yang menerima pesan dari Anaya mendatangi hotel bersama keluarga Anaya, namun Wijaya harus menerima kenyataan bahwa Anaya sudah cek out tadi pagi, Wijaya bertanya kemana mereka akan pergi namun tidak ada yang mengetahui kemana Pramono membawa Anaya.


Wijaya berteriak-teriak didepan hotel.


"Sabar Nak Wijaya sebaiknya sekarang kita lapor polisi saja supaya masalah ini tidak kita sendiri yang menangani!"


"Benar nak Wijaya apalagi kita sudah memiliki bukti SMS dari Anaya untuk memperkuat laporan dan tuduhan kita terhadap Pramono."


"Baiklah mari kita segera pergi ke kantor polisi!"


Wijaya dan keluarga Anaya bergegas pergi ke Kantor polisi sudah di setengah perjalanan tiba-tiba handphone Wijaya berdering.


"Nak Wijaya coba angkat dulu siapa tahu itu Anaya!"


"Baik bu sebaiknya kita menepikan mobil terlebih dahulu!"


Wijaya menepikan mobilnya kemudian mengambil handphone dari saku kemejanya.


"No baru!"


"Cepat angkat saja dulu!"


Saran Ayah Anaya.


Wijaya pun mengikuti perkataan calon Ayah mertuanya.


"Halo!"

__ADS_1


"Ini dengan mas Wijaya?"


"Iya benar ini dengan siapa?"


"Saya Asri pegawai CS di bandara, tadi Nyonya Anaya yang memberikn no Anda dan meminta saya memberi tahu anda Bahwa Nona Anaya sedang berada di bandara dan akan di bawa kabur keluar kota oleh laki-laki bernama Pramono, tadi Nyonya Anaya sempat kabur menggunakan baju CS milik saya, tetapi laki-laki itu sedang berusaha mengejarnya, sebaiknya tuan segera selamatkan Nyonya Anaya dan..."


Wijaya langsung menutup telpon tanpa berkata apa-apa bukan Asri belum sempat menyelesaikan pembicaraaanya.


"Anaya di bandara!"


"Apa ayo cepat kita kesana cepat!"


"Baik bu!"


"Ya ampun Anaya, bertahanlah sebentar lagi saja sayang.!"


"Sabar bu ibu yang sabar dulu."


Ibu Anaya menangis dengan penuh kekhawatiran dalam dirinya.


"Kita ke kantor polisinya nanti saja, sekarang yang lebih penting kita selamat ka dulu Anaya!"


Tegas Ayah Anaya.


Wijaya dengan emosi yang menggejolak didalam dirinya melakukan mobil dalam kecepatan 90 sembari membunyikan klakson berkali-kali mencoba menerobos llu lintas yang padat.


Sementara Pramono masih berusaha menemukan Anaya semakin jauh, hingga Akhirnya Pramono melihat seorang perempuan mirip Anaya, Pramono keluar dari mobil dan mendekati perempuan tersebut, namun ternyata itu bukan Anaya melainkan orang lain yang memiliki jenjang tubuh mirip Anaya.


"Kenapa ya?!"


Tanya perempuan yang ditarik tangannya oleh Pramono.


"Sory salah orang!"


Pramono melepaskan tangannya dari gadis itu, dan tanpa sengaja melihat seorang perempuan di sebrang jalan memakai baju CS seperti tengah mencari-cari sesuatu.


Pramono berlari kesebrang jalan dan mencoba mengejar Anaya.


Anaya yang sadar bahwa dibelakangnya adalah Pramono kembali berlari sekuat mungkin namun kakinya tidak memungkinkan untuk berjalan jauh akibat pukulan yang di alami sebelumnya.


Anaya terjatuh karena kakinya terasa lemas dan gemetar.


"Tolong...!!!"


"Tolong..!!!"


Teriak Anaya namun tidak ada orang disekitar sana hanya kendaraan yang berlalu lalang seolah-olah tak perduli dengan permintaan tolong Anaya.


Pramono mencengkram tangan Anaya dengan kuat.


"Mau lari keman kamu perempuan ******!"


"Tolongggggg!!!"


"Diam kamu!"


Pramono mendaratkan sebuah tamparan di pipi Anaya,sehingga pipi Anaya memerah karena memar.


"Sekali lagi kamu teriak aku habisi kamu disini juga.!"

__ADS_1


Anaya menangis sembari memegangi pipinya yang baru saja di tampar Pramono. Anaya merasa ini adalah akhir dari hidupnya karena kini malaikat maut tengah berada di hadapannya.


Bersambung...


__ADS_2