
Pagi ini Anaya terbangun dengan mata yang sembab,dia melihat layar Hp nya tepat pukul 07:30,tidak ada satupun notifikasi pesan di layar Hp nya.
"Hari ini hari baru, tidak akan ada lagi ucapan selamat pagi,ataupun suara telpon yang membangunkan ku mulai hari ini"
Anaya turun dari ranjang masuk kedalam kamar mandi, dan bersiap untuk pergi ke kantor.
"Nyonya,,,Nyonya!"
Dari luar kamar terdengar suara ketukan pintu dan teriakan Pembantu di rumah Anaya
Anaya bergegas membuka pintu.
"Ada apa bi,kenapa teriak-teriak?"
"Nyonya kenapa dengan mata anda?"
"Oh ini... emhsss, ah sudahlah bi ada apa tadi bibi teriak-teriak?"
"Itu Non, itu anu..."
"Apa sih bi? bibi abis liat setan?"
"Enggak non itu di meja"
"Coba bibi tarik napas..."
"Sudah non"
"Ya sudah lantas ada apa,di meja apa sih bi ga jelas banget bibi ini"
"Di meja makan ada tuan!"
"Tuan?"
"iya tuan"
"Mas Pramono maksudnya?"
Pembantunya hanya mengangguk pelan,tanpa berkata-kata lagi Anaya menuruni tangga dan pergi ke meja makan,ternyata benar saja di sana sudah ada Pramono dan Rania istri muda nya.
"Nyonya kita sudah bangun!"
Ujar Pramono,ditimpali dengan senyum licik Rania.
"Selamat Pagi maduku"
Sapa Rania pada Anaya.
__ADS_1
"Sedang apa kalian disini!"
Anaya berkata dengan kesal
"Aku masih suami kamu yang sah berarti aku masih berhak tinggal di rumah ini,dan juga apa kamu sudah lupa bahwa rumah ini adalah rumah Ibu dan Ayahku,aku adalah satu-satunya anak mereka itu berarti aku adalah pewaris tunggal atas semua kekayaan keluargaku hahaha"
"Naya tidakperdulias,sebaiknya kalian berdua keluar dari rumah ini sekarang juga!"
"Aku dan Rania atau kamu yang harus keluar dari rumah ini?"
"Aduh mas sudah deh sebaiknya kita masuk kedalam kamar saja daripada ribut sama istri tua kamu ini, yang ada malah rusak suasana kebahagiaan kita"
Rania menggandeng tangan pramono dan pergi ke arah kamar tamu.
"Nyonya apa perlu saya panggilkan satpam?"
''Tidak perlu bi, biarkan saja hari ini mereka di rumah ini, Saya akan pergi kekantor sekarang jug,jaga rumah baik-baik bi"
"Baik Nyonya"
Anaya keluar rumah dan menghampiri pak Nuh.
"Ayo berangkat sekarang Pak!"
"Baik Nyonya."
Sejak bersama Wijaya Anaya selalu melarang Pak Nuh mengantar jemput nya dari kantor ini kali pertama sejak 6 bulan Anaya di antar lagi oleh pak Nuh.
"Sejak kapan mereka ada di rumah Pak?"
"Sejak Kemarin Sore Nona"
"Kenapa tidak ada yang memberitahu saya terlebih dahulu?"
"Maaf Nona Tuan melarang kami"
"Pak yang sekarang harus bapa patuhi itu saya bukan Mas Pram!"
"Baik nyonya maafkan saya!"
Beberapa saat Anaya terdiam dengan raut wajah penuh kekesalan.
"Pak!"
"Iya Nyonya,apa anda butuh sesuatu?"
"Iya"
__ADS_1
"Baik nona apa yang anda butuhkan?"
"Nasihat dari orang tua"
''Maksud nona,nona ingin pergi ke rumah orang tua nona?"
"Tidak Pak Nuh,bukan seperti itu"
"Lantas bagaimana nona"
"Saya ingin Nasihat dari bapak untuk saya,bapak sudah lama bersama saya apa bapak tidak menganggap saya seperti anak bapak sendiri?"
"Tentu nona"
"Lantas langkah apa yang harus saya ambil Pak agar saya bisa keluar dari jeratan masalah ini"
"Ikuti kata hati nona"
"Maksud pak nuh?"
"Tanyakan pada hati kecil nona,kemudian dengarkan jawaban dari hati nona sendiri!"
''Mengapa demikian Pak?"
"Karena yang namanya hati tidak akan pernah bisa berbohong Nona,Setiap orang berhak bahagia nona"
"Lalu dimana saya bisa mendapatkan kebahagiaan saya Pak?"
"Yang namanya kebahagiaan itu dibuat bukan dicari nona!"
"Dibuat?"
"Tentu nona, diri kita sendiri yang bisa membuat bahagia, orang lain yang hadir adalah pelengkapnya"
"Caranya?"
"Ikuti apa yang hati nona inginkan,jalani hidup sesuai keinginan nona, kadang mengikuti tuntutan menjadi tidak penting jika kita hanya nampak bahagia dari luar saja namun sebenarnya tengah berada dalam kehancuran"
"Bagaimana jika kebahagiaan itu salah?"
"Tidak ada Kebahagiaan yang salah nona, hanya saja seringkali waktunya yang tidak tepat"
"Terimakasih pak saya akan mengingat baik semua nasihat dari bapak!"
Pak Nuh melirik kaca spion dan tersenyum lega bisa membuat perasaan majikanya lebih baik kali ini.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju Kantor...
__ADS_1
Bersambung...