
Pagi ini Rania sedang menuju rumah Anaya menggunakan taxi.
"Aku sadar telah melakukan kesalahan yang teramat patal pada Anaya dulu, saat ini perlakuan buruk ku dulu pada Anaya sekarang kembali kepadaku"
Tanpa terasa Air mata Rania menetes di pipi, Rania mencoba menarik napas kemudian menyeka air matanya.
Sesampainya di rumah Anaya, Rania bertemu dengan Pelayan rumah Anaya,dan d antarkan ke kamar Anaya.
Tokkk...tok...tok...!!!
"Nyonya ada tamu"
"Siapa bi?"
"Aku, Rania, Nay"
"Mau apa Rania datang kesini,dengan siapa dia datang?"
"Aku datang sendiri Nay kamu tenang saja!"
"Syukurlah dia datang sendiri"
"Suruh masuk saja bi!"
Rania masuk kedalam kamar Anaya.
"Nay kamu sakit?"
"Enggak,aku cuman sedang istirahat"
Rania tiba-tiba menangis tersendu menatap Anaya.
"Nay tolong maafkan aku, aku mohon sama kamu maafkan aku!"
Anaya tersentak kaget melihat Rania menangis sambil menciumi tanganya.
"Ran...ran... kamu kenapa?"
"Tolong maafkan aku Nay!"
"Maaf untuk apa Ran?"
"Tolong berjanjilah memaafkan aku Nay,aku mohon sekarang aku sedang menerima karmanya, aku mohon Nay maafkan aku!"
__ADS_1
"Ran kamu ini bicara apa sebenarnya aku gak ngerti, maaf? maaf untuk apa?"
Rania tetap menangis dan memohon maaf.
Anaya turun dari ranjang dan membantu Rania bangkit untuk duduk.
"Ran ini kamu minum dulu!"
Rania meminum air yang di sodorkan Anaya.
"Hapus air mata kamu, sebaiknya kamu tarik napas perlahan-lahan"
Rania mengikuti ucapan Anaya kemudian menghapus air matanya.
"bagaimana sekarang perasaan kamu?"
"Sudah lebih baik,terimakasih Nay!"
Naya mengangguk kemudian duduk di atas ranjang menghadap pada Rania.
"Sekarang kamu cerita perlahan-lahan sama aku, sebenarnya ada apa!"
"Nay aku minta maaf sama kamu karena dulu sudah membuat rumah tangga kamu dan mas Pramono hancur, aku tidak memperdulikan perasaan kamu sebagai seorang istri, aku terlalu egois karena hanya memikirkan kebahagiaanku sendiri, dan kali ini aku sedang menerima karmanya Nay"
"Karma? maksud kamu?"
"Ya Ampun benar - benar gila mas Pram!"
"Dia selalu membanding-bandingkan segala sesuatu yang aku kerjakan dengan kamu Nay, dia selalu mengait-ngaitkan semuanya dengan kamu Nay, bahkan mas Pram berani berbuat kasar sekarang terhadap ku!"
"Ya ampun Ran, maafin aku, seharusnya aku tidak mengundang kalian ke pesta pertunanganku kmaren"
"Tidak nay tidak semua salahku, aku mohon maafkan aku Nay!"
"Ran kamu dengarkan aku kamu tenang dulu ya, aku sudah memaafkan kalian sebelum kalian meminta maaf,dan aku sudah melupakan semuanya!"
"Nay kamu begitu baik dan tulus, tapi aku begitu tega membalas semua kebaikan kamu dengan menusuk kamu dari belakang"
"Sudahlah Ran yang sudah biarkan saja berlalu aku juga tidak ingin mengingatnya lagi!"
"Terimakasih Nay!"
Rania menghambur memeluk Tubuh Anaya.
__ADS_1
"Ran kenapa kamu tidak mencegah Pramono melakukan hal-hal tersebut padaku jika kamu tahu?"
"Maaf Nay, kmaren pagi aku di antarkan mas Pram ke bandara...."
Rania menceritakan semuanya kepada Anaya, dan Anaya paham dengan posisi Rania.
"Lantas apa yang akan kamu lakukan sekarang Ran?"
"Aku akan pulang Nay, aku tidak akan lagi berharap apa-apa pada mas Pram, aku akan menggugat nya cerai, aku ingin hidup lebih baik lagi dan membesarkan Anak ku dengan baik agar kelak dia tidak bernasib sama seperti ibu nya!"
"Kamu yakin dengan keputusan kamu Ran?"
"Aku merasa keputusanku ini melebihi keyakinan Nay, aku sudah bertekad dan akan aku lakukan apapun resikonya!"
"Ran apa kamu tidak kasihan dengan putrimu, dia masih membutuhkan kasih sayang ibu dan Ayahnya!"
"Aku tahu Nay memang terlalu egois jika aku memikirkan kebahagiaanku sendiri, tetapi aku juga tidak ingin anakku memiliki Ayah yang senang memainkan perasaan perempuan!"
"Sebaiknya kamu pikirkan lagi Ran!"
"Terimakasih Nay atas semua saran kamu tapi semuanya tidak ada lagi yang bisa aku harapkan Nay, aku juga tidak ingin menua hanya dengan menunggu Mas Pram sadar.!
"Benar Ran, kamu juga memang memiliki hak untuk bahagia,hanya saja posisinya berbeda kamu memiliki anak, kamu harus mempertimbangkan juga mental anak kamu!"
Rania mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Nay maafkan aku selaki lagi, aku akan berdoa semoga kamu dan Wijaya akan bahagia selamanya,aku akan langsung ke bandara satu jam lagi pesawat ku akan berangkat, aku harus pergi sekarang"
"Kamu baik-baik disana!"
Anaya dan Rania saling berpelukan.
"Aku akan mengantar kamu sampai depan rumah"
"Gak usah kamu harus istirahat, aku bisa keluar sendiri, nanti wijaya marah lagi sama aku gara-gara biarin kamu nganter aku sampai depan rumah hahahah"
"Kamu ini bisa aja Ran, ya sudah kamu hati-hati ya, jangan nangis lagi, kamu harus kuat demi Anak kamu!"
"Iya makasih Nay,aku pamit ya,bye!"
Rania melanjutkan perjalananya menuju Bandara...
"Aku akan membuka lembaran baru tanpa kamu lagi mas Pram, aku harap suatu saat nanti kamu akan sadar atas semua perbuatan salah kamu dan kamu bisa berubah, semoga saja hari keajaiban itu akan datang menghampirimu mas, jaga diri kamu baik-baik, maaf aku harus melakukan ini, semua ini aku lakukan agar kamu bisa cepat sadar mas!"
__ADS_1
Rania masuk kedalam ruang tunggu, sekali dia menoleh kebelakang kemudian menguatkan hati dengan memaksakan kakinya melangkah memasuki bandara...
Bersambung...