
Sambil menunggu Anaya selesai mandi Wijaya berkali-kali meneguk anggur nya.
"Mas, mandi sana Naya udah selesai mandi ini!"
"Iya sayang, kamu cuci rambut juga?"
"Iya kan tadi siang kena angin pantai jadi agak lembek gitu deh rambutnya."
"Ya udah gak papa biar segar dan wangi heheh!"
"Udah ah mandi sana mandi.!"
Anaya mendorong Wijaya masuk kedalam kamar mandi.
Anaya mencari-cari baju tidur di lemari kamar hotelnya tapi semuanya hanya baju tidur sexy.
"Masa pake ini ih malu banget kan sama mas Wijaya harusnya disini ada baju tidur biasa dulu satu, kalau gini kan kesannya aku yang nyosor duluan."
"Sayang ko masih belum ganti baju sih?"
Wijaya keluar dari kamar mandi lalu menghampiri Anaya yang masih terduduk menggunakan baju mandi nya.
"Gak ada baju nya mas!"
"Massa sih sayang?"
Anaya mengangguk, kemudian Wijaya membuka lemari.
Wijaya cekikikan melihat semua baju tidur Istrinya yang ada di dalam lemari.
"Ibu kita emang paling pengertian ya sayang heheh"
"Pengertian bagi kamu mas tapi bagi aku enggak"
"Kenapa gitu,malu ya,heheh?"
"Eng... enggak ko !"
"Ya sudah di pakai massa mau tidur pake baju mandi hahah!"
"Puas banget ih ketawanya kamu mas!"
"Upsss enggak ko sayang,ya sudah mau ganti baju gak?"
Anaya masih manyun.
"Mas Pilihin ya sayang heheh"
Wijaya memilih linggeri berwarna merah muda.
"Yang ini lucu ko sayang coba deh perhatikan."
"Gak mau akhs itu terlalu terbuka mas.!"
"Ya ampun sayang gak papa kan di pakai di kamar saja lagian cuman mas yang lihat,biar mas betah liatin kamu hihih!"
Anaya tertegun seolah-olah memikirkan ucapan suaminya.
"Ayo dong, atau mau mas pakein sekalian? hahah!"
"Modus aja emang mas ini!"
Anaya mengambil linggeri yang dipilihkan oleh suaminya kemudian masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
__ADS_1
"Perempuan, memang sulit di mengerti sikapnya hemhsss."
Wijaya menarik napas kemudian berganti pakaian dengan baju tidur dan berbaring di atas ranjang, Anaya keluar dari kamar mandi masih menggunakan baju mandi nya.
Wijaya menatap heran melihat Anaya bersikap kikuk.
"Ko gak jadi ganti sayang?"
"Anu mas...sudah."
"Itu masih pake baju mandi"
Wijaya bangkit dari tempat tidur dan menghampiri Anaya yang masih berdiri kaku di depan pintu kamar mandi.
Wijaya tertawa melihat Anaya melapisi linggeri nya menggunakan baju mandi.
Wijaya membuka baju mandi Anaya.
"Mas aku malu eh.!"
Wijaya tidak menimpali ucapan Anaya, Wijaya melemparkan baju mandi yang dikenakan Anaya ke sembarang tempat kemudian membopong tubuh Anaya ke atas ranjang.
Anaya tersipu melihat wajah tampan suaminya yang kini tengah membopong tubuhnya.
"Mas sudah terlalu lama menunggu saat-saat seperti ini tiba,mulai malam ini kamu resmi milikku seutuhnya"
Anaya hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.
Wijaya membaringkan Anaya di tas ranjang, lalu menindih kan tubuh nya di atas tubuh Anaya.
Wijaya menatap Anaya dalam, perlahan Wijaya menempelkan bibir nya ke bibir Anaya, Anaya memejamkan mata seolah sedang menyiapkan mental karena malam ini tidak akan berakhir hanya dengan berciuman bibir.
Wijaya mulai ******* bibir Anaya, dengan senang hati Anaya membalas kecupan demi kecupan dari bibir Wijaya, Anaya mulai melingkarkan kedua tangannya ke tubuh Wijaya.
"Istriku kamu tidak perlu menggunakan ini lagi karena mulai saat ini aku tidak akan membiarkan kamu menutupi tubuhmu dengan sehelai kain pun di hadapan ku"
Belum sempat Anaya menjawab ucapan Wijaya, Wijaya sudah menenggelamkan lagi bibir nya kepada bibir Anaya, Anaya kembali menikmati setiap kecupan yang Wijaya daratkan dibibir nya, perlahan Wijaya mulai liar, berkali-kali mengecup daun telinga Anaya, membuat Anaya merinding, semakin terhanyut Anaya dengan setiap kecupan yang Wijaya lakukan, kali ini Wijaya berkali_kali menciumi leher Anaya hingga ke buah dada nya, Wijaya menandai beberapa bagian Payudara yang begitu mulus dan putih.
Perlahan mereka mulai tenggelam dalam suasana yang penuh bergairah, saling memacu untuk mencapai puncak kenikmatan.
Beberapa saat kemudian, Anaya nampak telah tertidur pulas, Wijaya memandangi wajah berkulit kuning langsat di sampingnya, sembari merapihkan beberapa helai rambut yang menempel di pipi Anaya.
"Terimakasih sayang, malam ini mas bhagia sekali!"
Wijaya mencium kening dan bibir Anaya.
"Selamat malam Istriku, semoga mimpi indah"
Wijaya berbaring di samping Anaya sembari melingkarkan sebelah tangannya memeluk tubuh Anaya.
Malam berlalu berganti Pagi, Anaya menggeliat mencoba bangun dari tidurnya namun Wijaya menariknya kembali.
"Jangan kemana-kemana tetap disini, mas masih ngantuk!"
"Ya sudah mas lanjutin aja tidur nya, Naya mau mandi mas rasanya badan semua pada lengket-lengket."
"Sayang kamu mau keluar dari dalam selimut dengan tubuh tanpa sehelai kain pun?"
Tanya Wijaya yang masih di posisi tidurnya dengan mata yang masih tertutup dan tetap memeluk Anaya.
Anaya mengintip kedalam selimut setelah mendengar ucapan Suaminya.
"Ya ampun mas kenapa ga di pakein lagi baju nya?!"
__ADS_1
Wijaya sontak terperanjat membuka mata kemudian duduk di tempat tidur.
Wijaya menatap Anaya dengan seksama.
"Istriku ini, apa dia sedang bercanda?,tapi kenapa raut wajahnya begitu serius?"
Wijaya berkata-kata dalam hati nya
"Mas aku kan tanya malah bengong!"
"Maksudnya kamu apa sih sayang?"
"Mas itu loh, kan semalam mas yang bukain baju aku bra dan segala macam nya, seharusnya mas pakein lagi dong kalau sudah selesai, memangnya mas gak takut aku masuk angin apa?"
"Hahahah!"
"Malah ketawa sih mas?"
"Ya ampun sayang kamu ini lucu banget sih, masa iya harus mas pakein baju lagi, kamu kan sudah segede ini bukan anak kecil yang harus d pakein baju hahaha!"
"Iya sih tapi kan mas, semalam mas..."
Anaya tidak sempat melanjutkan perkataanya, Wijaya menimpali ocehan Istrinya dengan ciuman.
Anaya bengong menerima perlakuan dari Wijaya.
"Selamat pagi istriku!"
"Pa..pa...pagi!"
"Pagi-pagi awali dengan senyuman dan ucapan selamat pagi jangan nyerocos mulu cepat tua nanti hahah!"
Wijaya bergegas bangkit dan berlari kecil menuju kamar mandi, sementara Anaya masih tertegun di atas tempat tidurnya melihat kelakuan suaminya yang tanpa merasa malu sedikitpun berlari di hadapanya hanya menggunakan Cd.
"Itu beneran mas Wijaya? apa aku salah nikahin orang ya? apa semua suami istri seperti ini? hahaha konyol!"
Anaya menyingkap selimut yang sedari tadi menutup tubuhnya kemudian turun dari ranjang dan mencari baju mandi yang semalam sempat dilempar suaminya.
Saat Anaya tengah disibukan mencari Baju mandi nya, terdengar suara seorang karyawan hotel mengetuk pintu untuk mengantar sarapan pagi mereka.
Anaya mengedar kan pandangan ke seluruh sudut kamar dan melihat baju mandi nya berada di belakang kursi tergeletak di lantai, Anaya bergegas mengambil dan menggunakannya lalu membukakan pintu.
"Permisi nyonya maaf mengganggu saya bertugas mengantar sarapan dan sebentar lagi akan ada pegawai yang lain yang bertugas untuk mengganti seprey dan merapihkan kamar"
"O...oh... ya, terimakasih mas!"
"Saya permisi nyonya!"
Wijaya keluar dari kamar mandi.
"Siapa sayang?"
"Cs mas!"
"Ada apa?"
"Cuman ngantar sarapan, sama katanya sebentar lagi akan ada karyawan yang akan menggantikan seprey kamar kita!"
"Oh ya sudah bagus lah, kamu gak mandi?"
"Ya udah mandi dulu gih!"
Anaya mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1