
Pramono sudah berada didalam ruangan Anaya, menunggu Anaya selesai meeting dengan alasan ingin mengembalikan Kunci Mobil Anaya.
Beberapa saat kemudian Anaya masuk kedalam ruanga nya.
Anaya terkejut melihat laki-laki tengah terduduk di kursi kerjanya.
Kemudian berbalik sambil tersenyum.
Anaya kaget sampai menjatuhkan berkas-berkas yang ada di tanganya.
"Sayang kamu sudah beres meeting nya?''
"Mas... Pram... kami ngapain di ruangan aku?"
"Ini!"
Pramono menunjukan kunci mobil Anaya.
"Kenapa kamu yang antarkan kesini?"
"Karena aku yang membawanya kemari"
"Jadi benar yang di restoran tadi itu kamu mas?"
"Emhsss mungkin!"
"Jadi sejak tadi pagi kamu mengikuti kemana aku pergi?"
"Kenapa tidak, aku kan masih sayang sama kamu dan kita masih bisa kembali memulai semuanya dari awal lagi!"
"Aku tidak sudi mas!"
"Sayang kenapa kamu jadi kasar seperti ini?"
"Sekarang juga aku minta kamu keluar mas dari ruangan ku!"
"Kalau aku gak mau?"
"Mas keluar atau aku akan memanggilkan satpam untuk memaksa kamu keluar dari ruangan ini!"
"Suuutsss sayang tenang sedikit jangan ribut nanti karyawan kamu mikirnya kita sibuk ngapain lagi, atau kamu mau seperti itu?"
Pramono berjalan mendekati Anaya, perlahan Anaya mundur menuju pintu keluar dari ruangannya, Semakin Pramono dekat Anaya semakin berusaha keluar dari ruanganya.
"Mas wijaya tolong aku mas, aku takut"
Anaya terus menyebut-nyebut nama Wijya dalam hatinya...
"Berhenti disitu mas jangan mendekat!"
Pramono hanya tersenyum melihat tingkah Anaya yang ketakutan.
"Mas aku bilang berhenti!"
"Kamu ingin aku tetap berada di dalam ruangan ini bersama kamu?"
"Maksud kamu mas?"
"Aku kan sudah mengembalikan kunci mobil kamu dan kamu juga sudah mengusir aku jadi ya aku akan pulang!"
Anaya bergeser dari pintu dan memberikan jalan pada Pramono. Namun lagi-lagi Pramono masih tetap sama hanya seorang laki-laki yang penuh dengan kebohongan.
Alih-alih keluar Pramono Malah mendekati Anaya dan memojokanya ke dinding.
Plakkk!!!
Anaya menampar Pramono dan mendorongnya menjauh dari tubuhnya.
"Kamu jangan kurang ajar mas!"
"Manis sekale membuat ku semakin ingin memiliki kamu!"
Tiba-tiba dari luar ruangan seseorang masuk kedalam ruangan Anaya.
"Apa-apaan ini? apa yang sedang kamu lakukan disini Pram?"
Tanya Wijaya.
__ADS_1
"Panggilkan satpam sekarang!"
Pinta wijaya pada sekertaris Anaya, kemudian menghampiri Anaya dan memeluknya.
"Kamu tidak apa-apa sayang?"
Anaya menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Wijaya.
"Kamu tenang sayang tenang"
"Romantis sekali kalian berdua ya,kalian tunggu saja ini masih belum apa-apa,dan kamu Wijaya sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan kamu karena sudah merebut Anaya dariku!"
"Brengsek kamu Pram, kamu lupa kalau dulu Kamu yang meninggalkan Anaya demi Rania?!"
"Halah diam kamu, kalau kamu tidak hadir diantara Aku dan Anaya saat ini pasti Anaya masih jadi istri sahku!"
Wijaya mendaratkan sebuah pukulan dipipi Pramono hingga bibir Pramono berdarah.
"Cukup bicara kamu,Pak Satpam bawa orang ini keluar dan pastikan dia tidak bisa masuk lagi kedalam gedung ini!"
"Hahahah jangan bilang kamu takut Wijaya!"
Pramono diseret oleh kedua satpam perusahaan untuk meninggalkan ruangan Anaya, sementara Anaya masih dalam ketakutan.
"Sayang kamu tidak apa-apa kan?"
Anaya begitu ketakutan hingga tubuhnya bergetar.
"Tolong ambilkan air minum!"
Pinta Wijaya pada beberapa karyawan yang menyaksikan kejadian itu.
Wijaya sigap mengambil air yang di antarkan Karyawanya kemudian meminumkanya pada Anaya.
"Sebaiknya berikan ruang pada Nyonya Anaya untuk beristirahat"
Ucap salah seorang karyawan dan membubarkan karyawan yang berkerumun.
"Tuan wijaya!"
"Ya sudah tolong d cancel saja, saya akan membawa Nona Anaya pulang!"
"Baik tuan."
Wijaya menggandeng Anaya kemudian membawanya ke bawah.
"Ayo sayang mas antar kamu pulang"
"Tolong siapkan mobil Nona Anaya dan kamu tolong ambilkan tas nona Anaya saya tunggu dibawah"
Pinta Wijaya pada beberapa karyawan Anaya.
"Baik Tuan!"
Sesampainya di rumah Anaya, Wijaya dan Anaya di sambut oleh beberapa Pelayan.
"Tuan kenapa dengan nyonya?!"
"Tolong panggilkan dokter bi, dan siapkan teh hangat bawakan ke kamar ya!"
"Baik tuan"
Pelayan membawakan Teh hangat kemudian mengantarkannya ke kemar Anaya.
"Tuan ini teh nya"
"Baik bi terimakasih,bagaimana dengan dokternya?"
"Sedang dalam perjalanan tuan"
"Syukurlah"
"Saya permisi tuan!"
Wijaya meng anggukan kepala.
"Sayang kamu istirahat ya jangan mikirin apa-apa!"
__ADS_1
"Mas... mas jangan tinggalin aku mas, aku takut!"
"Enggak sayang, mas akan disini nemenin kamu, sekarang kamu istirahat ya!"
Wijaya menarik selimut Anaya sampai ke leher Anaya.
Anaya menutup matanya dan terlelap tidur.
Tok...tok...tok!
"Tuan dokternya sudah datang"
"Bawa masuk saja bi!"
Dokter memeriksa keadaan Anaya dan menanyakan apa yang terjadi Wijaya menjelaskan kejadiannya kepada dokter dengan detail.
"Tenang saja Nona Anaya hanya shok,ini sudah saya buatkan resep obat tolong diberikan dan sebaiknya Nona Anaya istirahat dulu selama satu atau dua hari!"
"Baik dokter terimakasih!"
"Kalau begitu saya permisi."
"Mari saya antar Dokter!"
Wijaya mengantarkan Dokter sampai kedepan rumah.
"Saya permisi tuan!"
"Terimakasih banyak dokter!"
Wijaya kembali masuk kedalam rumah.
"Bi,bibi!"
"Iya tuan, ada apa?"
"Bibi saya mau keluar dulu menebus resep obat ini, tolong bibi jaga Nona Anaya!"
"Baik tuan"
Wijaya bergegas menghidupkan mobil dan menuju Apotek.
"Kurang ajar kamu Pram, berani kamu mengusik kebahagiaan kami,aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti Anaya lagi!"
Sesampainya di apotek, Wijaya menyerahkan resep dari dokter dan membayar obat-obat tersebut, kemudian bergegas pulang.
Di perjalanan Wijaya melihat mobil Pramono menuju ke arah Rumah Anaya, Wijaya mempercepat laju mobilnya kemudian menghentikan mobil Pramono dengan menghalangi jalannya.
Kemudian Pramono turun dan menggedor-gedor kaca Jendela Mobil Wijaya.
Wijaya turun dari mobilnya kemudian langsung menghajar Pramono.
"Ternyata penghianat yang menghalangi jalanku!"
Ucap Pramono sambil mencoba bangkit.
"Kalau aku penghianat lantas kamu apa?"
"Aku?, aku ini pencinta wanita hahaha!"
"Sini kamu ********!"
Sekali lagi Wijaya menghajar Pramono dan Pramono kembali tersungkur dijalan!
"Aku peringatkan kamu, jangan pernah coba-coba mengusik Anaya lagi, mulai saat ini aku tidak akan beranjak selangkah pun dari samping Anaya!"
"Hahahah coba saja kalau bisa, sedekat apapun jarak kamu dengan Anaya tidak akan mempengaruhi niatku untuk mendapatkan kembali Anaya"
"Semoga berhasil ********!"
Ucap Wijaya sambil kembali masuk kedalam mobil dan meninggalkan Pramono.
"Akhsss sial, padahal aku ingin mendatangi Anaya tapi saat ini sepertinya bukan saat yang tepat,baiklah maafkan mas mu ini sayang mas tidak bisa menjngukmu kali ini"
Ucap Pramono sambil tertawa terbahak-bahak...
Bersambung...
__ADS_1