Bahagia Yang Salah

Bahagia Yang Salah
Rasa Diantara Rahasia


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Anaya dalam keadaan gelisah dirinya sendiripun tidak sanggup mengendalikan apa yang berkecamuk dalma hatinya, tak terasa air mata berderai di pipi Anaya,sesekali pak Nuh melirik kaca spion di depannya nampak jelas Nona yang dihormatinya kini sedang dalam keadaan yang teramat sangat menyesakan, tapi tidak ada yang bisa dilakukan oleh Pak Nuh selain menghela nafas dan sangat menyayangkan keadaan ini.


"Maafkan saya Nona Muda, saya tidak bisa berbuat apa-apa maafkan saya Nona"


Pak Nuh sesekali melirik keluar jendela mengalihkan suasana hatinya.


"Pak Nuh boleh saya tanya sesuatu?"


"Tentu Nona Muda"


"Belakangan ini Tuan sering pergi bersama siapa?"


Pak Nuh tertegun mendengar pertanyaan Anaya, kekacauan kembali berkecamuk dalam hatinya.


"Pak Nuh?."


"Iya Nona, maaf Nona saya tidak tahu pasti karena akhir-akhir ini saya jarang mengantar tuan ke kantor"


"Apa Pak Nuh menyembunyikan sesuatu dari saya?"


"Tidak mungkin nona"


"Pak Nuh yakin?" Desak anaya


"Tentu Nona"


Anaya memalingkan wajah keluar jendela mengalihkan rasa kecewa dalam hatinya.


"Akankah pernikahan yang selama ini ku perjuangkan untuk tetap berada didalamnya hancur kali ini?


Apa mungkin Mas Pram begitu tega menyakitiku?"


"Nona maaf Tuan Muda menitip pesan"


"Apa yang dikatakan Mas Pram?"


"Tuan Muda hari ini ada perjalanan dinas keluar kota mengurus tempat untuk perkebunan"


"Dihari libur seperti ini?"


"Sebenarnya Meeting akan diadakan besok pagi, Akhirnya Tuan memutuskan untuk berangkat hari ini"


"Untuk berapa lama?"


"Maaf nona saya tidak berani bertanya"


"Maafkan saya Tuan saya tidak tega menyampaikan berapa lama anda akan menghindari Nona"


"Tolong antar saya ke kantor besok pak"


"Ke kantor?"


"Kenapa memangnya pak?"

__ADS_1


"Apa Pak Nuh benar-benar mengetahui sesuatu yang tidak saya ketahui?"


"Saya tidak mengerti maksud nona"


"Hemhssss"


Anaya menghela napas mencoba menahan semua pertanyaan yang ingin dia lontarkan kepada pak Nuh tidak mungkin rasanya jika supir pribadi Suaminya tidak mengetahui apapun itu yang dipikirkan Anaya.


Beberapa saat kemudian Mobil yang ditumpangi Anaya sampai di rumah,Anaya langsung membuka Pintu mobil dan keluar sendiri sebelum pak Nuh keluar membukakan pintu, Anaya bergegas masuk kedalam rumah dan menuju kamar, didalam kamar Anaya kembali menumpahkan semua kepedihan yang dipikirkannya sejauh ini,tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari arah pintu kamar Anaya, Anaya bergegas menghapus air matanya dan menuju pintu, setelah dibuka pintu ternyata Ibu mertuanya yang datang menghampiri.


"Sayang kamu kenapa?"


"Ibu, bagaimana kabar ibu?"


"Kamu kenapa sayang cerita sama ibu!" Mertua Anaya tak menghiraukan basa-basi dari menantunya


"Enggak bu Naya Ga papa."


"Jangan bohong kamu menangis kan?"


"Emh ini tadi Saat dijalan Naya membuka jendela mobil dan malah banyak debu yang masuk akhirnya mata naya ke lilipan bu"


"Kamu ini bikin ibu khawatir saja"


"Maafkan Naya Bu"


"Ya sudah kamu sebaiknya mandi kemudian istirahat biar Ibu suruh Bibi mengantarkan makan mu ke kamar"


Mertua Anaya mengangguk kemudian meraih pegangan pintu dan menutupnya perlahan.Anaya melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara itu...


Pramono sudah berada diluar kota hatinya masih tidak bisa menerima kenyataan jika seandainya dia harus kehilangan istri yang begitu baik seperti Anaya karena Kehinaanya, tapi disisi lain Pramono terlanjur mencitai Rania perempuan yang bisa membuatnya merasa bahagia.


"Pram rasanya tidak benar jika kamu terus-terusan lari dari istrimu, kelakuan kamu yang seperti ini hanya akan membuat istrimu semakin curiga dan terluka"


Ujar Wijaya, sahabat lama Pramono yang selama ini tinggal di luar negeri dan baru-baru ini dia kembali ke tanah air untuk membuka Klinik di tanah kelahirnya dulu.


"Aku tahu,lantas apa yang harus aku lakukan?"


"Sebaiknya kamu putuskan akan memilih siapa!"


"Tidak mungkin, aku terlanjur mencintai mereka berdua"


"Kenapa kamu tidak meminta ijin kepada istrimu untuk menikahi Rania?"


"Bagaimana mungkin!"


"Lantas kamu akan terus bermain petak umpet seperti ini?"


"Akhs sudahlah aku kesini untuk menenangkan pikiran, kenapa kamu malah membuatku semakin merasa kacau!"


"Baiklah, terserah padamu saja, aku hanya menyarankan selebihnya keputusan ada pada diri kamu sendiri, tapi alangkah baiknya kamu pikirkan apa yang aku katakan barusan!"

__ADS_1


Pramono tidak menimpali perkataan Wijaya,Karena Hp nya berbunyi, Ternyata Rania yang menelepon, Pramono pergi keluar balkon apartemen untuk menerima telpon. Mereka terdengar begitu romantis di telpon bahkan Pramono berkali-kali tersenyum terkekeh.


"Dasar gila, dia bahkan tidak merasa berdosa berbicara semesra itu dengan perempuan lain!"


Wijaya menatapnya jengkel dari dalam kamar kemudian memilih menonton tv dan duduk disofa. Drama yang tengah di tonton Wijaya mengingatkannya pada Perempuan yang sempat ditemuinya beberapa kali dalam waktu beberapa minggu kebelakang.


"Anaya nama yang indah, matanya bersinar dan senyumnya begitu manis,huh sedang apa dia sekarang,akhs sepertinya aku sudah gila semenjak mengenal namanya aku tidak pernah berhenti memikirkannya"


Ditengah lamunan Wijaya,Pramono masuk kedalam Ruangan dan menatap Wijaya yang sedari tadi tersenyum-senyum sendiri.


"Woyyy!"


"aishhh sialan kamu buat aku kaget saja!"


"Kamu lagi jatuh cinta?!"


"Sotoy!"


"Alah ngelak lagi"


Wijaya tersenyum dan kembali menatap Tv


"Aku bertemu dengan dia tanpa sengaja, aku menabraknya di depan sebuah mini market, kemudian tanpa sengaja kami bertemu lagi disungai saat dia tengah mengejar-ngejar sepatunya yang hanyut hingga akhirnya dia basah kuyup,hahahah"


"Gadis yang aneh, lantas kalian sudah berkencan?"


"Belum" jawab Wijaya datar


"Jangan-jangan kamu tidak tahu namanya siapa?"


"Tentu aku tahu, aku tidak bisa membiarkan wanita secantik dia pulang kerumahnya dengan baju basah kuyup, aku meminjamkan jas ku untuk dipakainya, tapi dia malah lari meninggalkan sepedanya bersamaku"


"Hahahah gadis Konyol, bagaimana kamu bisa jatuh cinta pada Gadis sebodoh itu"


"Dia itu unik cantik dan berbeda dari gadis-gadis lainnya!"


"Hahahah iya,,iya,,, nikmatilah masa-masa ksmaran kamu semoga kalian bertemu lagi, segeralah berkencan ingat usia kamu itu sudah setara dengan usiaku cepat-cepat nikah keburu kakek-kakek"


"Kamu tahu Aku tidak akan melepaskan apa yang sudah aku inginkan sebelum aku mendapatkannya!"


"Baiklah, aku jamin aku akan datang kepernikahanmu nanti, aku akan menyempatkan sesibuk apapun."


"Hahahah kamu sedang memotivasi atau mengkritik karena dulu aku tidak sempat datang kepernikahanmu?"


"Kamu tahu mana yang benar hahahah!"


"Sialan hahahah"


Wijaya tidak pernah tahu bahwa gadis yang dibicarakannya adalah Istri dari Sahabatnya sendiri, begitu pula dengan Pramono, tidak mengerti bahwa perempuan yang disukai Sahabatnya itu adalah Istrinya...


Inikah Rasa diantara Rahasia ?...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2