
Seluruh keluarga sudah berkumpul di rumah Anaya dan Wijaya senja ini, semua nampak sibuk merapihkan dan menyiapkan pesta kejutan bagi Wijaya.
"Anaya nampak sibuk membungkus kado untuk wijaya, Anaya sengaja menyelipkan hasil tes kehamilan beserta surat keterangan dari dokter sore tadi.
"Cieee yang lagi sibuk bungkusin kado buat yayang hahah!"
Anaya hanya tersenyum sambil terus membungkus kado nya.
Handphone Anaya berdering.
"Sayang kamu lagi apa?"
"Mas, lagi duduk-duduk aja mas!"
"Kamu sudah makan sayang?"
"Belum mas, Naya tunggu mas pulang saja biar kita makan sama-sama!"
"Tapi mas masih banyak pasien sayang kayanya mas pulang agak malam, kamu makan saja duluan!"
"Makanya cepetan d beresin pasiennya, Naya tunggu mas saja!"
"Emhsss iya sayang mas coba cepat-cepat ya,sayang...!"
"Kenapa mas?"
"Kamu inget sesuatu gak tentang hari ini?"
Anaya tersenyum mendengar pertanyaan Suaminya.
"Bukannya ini Hari selasa mas?"
"Iya mas tahu ini hari selasa, tapi ada apa di hari ini kamu gak inget?"
"Memangnya ada apa mas dengan hari ini?"
"Emhsss enggak ko, ya sudah mas lanjut kerja dulu ya kamu hati-hati di rumah!"
"Pulang cepat ya mas!"
"Mas usahakan ya sayang!"
"Ya udah bye!"
"Bye sayang!"
Anaya menutup telponnya dan tersenyum membayangkan ekspresi wajah suaminya saat berpikir bahwa Anaya lupa ini adalah hari ulang tahun suaminya.
"Kamu tenang saja mas, aku tidak akn mungkin bisa lupa sama hari spesial kamu,pasti kamu kesal banget sama aku sekarang,tapi gak papa nanti juga kamu akan tahu sendiri mas heheh!"
"Lucu ya kak bayangin ekspresi kak Wijaya heheh!"
"Kamu bikin kakak kaget aja."
"Makanya jangan bengong terus kak pake acara ketawa-ketawa sendiri lagi iiih horor!"
"Kamu ada-ada aja!"
"Buruan mandi sana kak dandan yang cantik biar kak Wijaya seneng ngeliat nya hhaha!"
"Kakak gak dandan juga udah cantik keles hahahah!"
"Ya ampun pede banget punya kakak!"
"Ya udah sana kamu keluar kakak mau mandi dan siap-siap keburu mas mu pulang nanti!"
"Iya deh iya!"
Aliya keluar dari dalam kamar Anaya menuju ruang tengah untuk berbaur dengan keluarga yang tengah sibuk mempersiapkan pesta kecil-kecilan.
"Kakak kamu sudah siap Al?"
"Belum bu, Kak Naya baru saja mau pergi mandi."
__ADS_1
"Loh kenapa sudah mau malam gini belum siap?"
"Tadi Kak Wijaya telpon akan pulang telat karena masih banyak pasien!"
"Syukurlah kalau begitu kita bisa lebih leluasa merapihkan dan mempersiapkan semuanya!"
Jam Delapan malam semua sudah siap di tengah rumah, Anaya duduk memegangi kado ulang tahun untuk suaminya, handphone Anaya berdering Anaya bergegas melihat layar telponnya.
"Mas Wijaya!"
Seru Anaya setengah berbisik kepada semua orang yang ada di ruang tamu.
"Angkat...angkat!"
Semua orang mengisyaratkan hal yang sama pada Anaya.
Anaya pun segera menerima telpon dari suaminya.
"Halo mas!"
"Sayang kamu mau makan di luar gak?"
"Enggak mas kita makan di rumah aja, Naya sudah siapin buat makan malam ko!"
"Emhsss, tapi mas lagi pengen makan malam di luar sama kamu malam ini!"
Anaya menatap semua orang yang ada d dalam ruangan.
"Bilang aja iya tapi minta d jemput dulu ke rumah, bilang kalau pak Wahyu sudah d suruh pulang!"
Ibu mertua Anaya berbisik di telinga Anaya, kemudian Anaya mengangguk pelan dan mengikuti saran Ibu mertuanya.
"Sayang... ko malah diem sih?"
"Emhsss iya mas, ya udah tapi Naya minta d jemput sama mas ya karena pak Wahyu sudah Naya suruh pulang tadi!"
"Ya udah kamu sekarang siap-siap 15 menit lagi mas sampe rumah!"
"Iya mas, hati-hati!"
"Bye sayang!"
"Jadi gimana?"
Tanya Ibu mertua Anaya dengan penuh penasaran.
"Iya mas Wijaya mau bu,katanya lima belas menit lagi mas Wijaya sampai ke rumah!"
"Sekarang kita siap-siap nanti pas kedengaran mobil Wijaya masuk gerbang kita matikan lampu tengah ok!"
Setiap orang mendengarkan dan mengiyakan usulan dari Ibu Wijaya, Sementara Anaya merasa deg-degan menantikan Suaminya pulang.
Lima belas menit berlalu suara mobil Wijaya mulai terdengar memasuki halaman rumah,Anaya berdiri di samping meja kue ulang tahun suaminya, masih tetap memegangi Kado untuk Wijaya.
Wijaya terdengar mulai melangkah menuju pintu rumah, dan benar saja suara ketukan demi ketukan pintu mulai terdengar.
"Sayang...,sayang,loh kok pintu enggak di kunci begini sih."
Wijaya membuka Pintu dan melihat kedalam rumah suasananya gelap tanpa suara.
"Ko pada gelap begini sih, Sayang...Naya kamu di mana sayang!"
Wijaya nampak panik mencoba menyalakan senter di handphone nya.
Disaat yang bersamaan Lampu di dalam rumah di nyalakan dan semua mulai memyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Wijaya terkejut melihat semua orang sudah berkumpul di dalam rumah dengan sebuah kue ulang tahun di samping istrinya.
Anaya menghampiri Wijaya dan memeluknya.
"Happy birth day mas!"
Wijaya masih nampak setengah tidak percaya dan terharu mendapat kejutan dari seluruh keluarganya.
__ADS_1
"Ayo tiup lilinnya sayang!"
Wijaya mengangguk
"Eit sebelum tiup lilin sampaikan dulu apa yang kamu harapkan di umur kamu yang sekarang!"
"Iya bu!"
Wijaya memejamkan mata.
"Aku berharap semoga aku bisa segera menjadi Ayah dan Anaya bisa segera menjadi ibu!"
Wijaya membuka matanya kemudian meniup lilinnya.
Suara riuh tepuk kan tangan pun terdengar memenuhi ruangan tamu d rumah Anaya dan Wijaya.
"Mas ini kado ulang tahun buat kamu dari aku!"
Anaya menyodorkan kado ulang tahun yang di bungkusnya sendiri untuk suaminya.
"Apa ini sayang?"
"Buka aja mas!"
"Ayo buruan d buka heheh!"
Wijaya kira kalian semua lupa s, terutama istri mas yang cantik ini ternyata kalian diam-diam menyiapkan pesta kejutan untuk aku!"
Wijaya berkata-kata sembari membuka bungkusan kado dari istrinya.
Semua orang yang hadir menatap penuh penasaran terhadap isi kado yang d berikan Anaya untuk suaminya.
Wijaya membuka kotak setelan jaz yang terlipat rapi.
"Ya ampun sayang ini jaz yang waktu itu mas pengen beli?"
Anaya mengangguk,Wijaya mencium kening Anaya.
"Makasih sayang!"
"Coba kamu lihat di dalam saku jaz itu ada apa!"
"Apa gitu?"
"Lihat dulu pokoknya!"
Wijaya merogoh saku jaz yang di berikan Anaya, Wijaya menemukan sebuah amplop putih berlogo rumah sakit, dengan hati was-was dan penuh tanya Wijaya membuka amplop surat tersebut dan segera membuka lipatan surat, di saat yang bersamaan hasil tes kehamilan Anaya terjatuh dari dalam surat,Wijaya menatap ke arah lantai kemudian jongkok dan melihat nya.
"Sayang ini punya kamu?"
Anaya mengangguk.
"Sungguh sayang?"
"Mas lihat aja surat nya!"
Wijaya melihat surat dan membacanya,perlahan senyum kepuasan dan kebahagiaan terpancar dari Wijaya, Wijaya memeluk Anaya kemudian menggendongnya.
"Aku jadi Ayah...akhirnya aku akan jadi Ayah...!"
"Mas turunin ah malu heheh!"
Wijaya menciumi Anaya tanpa perduli perkataan Anaya, semua keluarga bahagia mendengar kabar gembira dari Anaya.
Bergantian keluarga mengucapkan selamat sembari memeluk dan menciumi Anaya, karena merasa sangat bahagia.
"Terimakasih sayang, kamu sudah memberikan kado terindah yang paling aku inginkan dan harapkan, sekarang kebahagiaan kita sudah sangat lengkap, mas sudah tidak sabar ingin segera melihat anak kita lahir dan membesarkannya sama-sama!"
Anaya tersenyum dan mengangguk.
Selesai...
Cerita ini hanya karangan dan Piktif berdasarkan imajinasi penulis saja, apabila terdapat kesamaan nama tokoh beserta tempat dan jalan cerita itu hanyalah unsur ketidak sengajaan.
__ADS_1
gomawo🙏