
Pagi ini Anaya sudah bersiap pergi ke kantor nya.
"Nyonya sarapan nya sudah siap!"
"Iya bi sebentar lagi saya turun!"
"Baik nyonya."
Selesai merias diri Anaya keluar dari kamar dan pergi kemeja makan.
"Bi, bibi sudah sarapan?"
"Saya nanti saja nyonya!"
"Ayo temani saya sarapan!"
"Tidak nyonya terimakasih, saya nanti saja di belakang"
"Sudah bibi mulai sekarang temani saya sarapan duduk disini bi!"
"Tapi nyonya..."
"Sudah bi, saya tidak pernah merasakan nikmatnya sebuah makanan jika dimakan sendirian,jadi sekarang bibi duduk dan makan disini bareng saya!"
Pelayan rumah hanya tertegun mendengar perkataan Anaya, penuh keragu-raguan untuk duduk di meja yang sama dengan majikannya.
"Ayo bi duduk, ko malah bengong kaya gitu sih?"
"Ba...ba...baik nyonya!"
"Nah gitu dong. Ayo kita makan!"
Pelayan mengangguk pelan, Anaya menuangkan Nasi di piring dan beberapa lauk di atasnya, kemudian menyodorkannya kepada pelayan tersebut.
Pelayan tersentuh hatinya, sampai berbinar-binar matanya.
"Terimakasih nyonya!"
Anaya tersenyum sembari menuangkan nasi untuk dirinya sendiri.
Saat Anaya akan memulai sarapan tiba-tiba telpon genggamnya berbunyi...
"Mas Wijaya ternyata!"
Anaya kemudian mengangkat telponnya.
"Iya mas..."
"Pagi sayang, sudah sarapan?"
"Pagi juga mas, ini Naya baru aja mau sarapan"
"Berarti mas ganggu dong?"
"Enggak lah mas massa iya calon suami sendiri nelpon di anggap ganggu!"
"Heheheh iya syukurlah, oh ya sayang kamu jangan dulu berangkat ya."
"Kenapa memangnya mas?"
"Ini mas lagi dalam perjalanan ke rumah kamu, sama supir yang mas janjikan kmaren!"
"Ya ampun mas Naya kira kmaren mas cuman bercanda."
"Ya enggak lah sayang, bagaimanapun keselamatan dan kenyamanan calon istri mas yang harus di utamakan"
"Makasih mas."
"Iya sama-sama sayang,ya sudah mas tutup telponnya yah, sampai ketemu di rumah"
"Ya udah mas hati-hati di jalannya ya"
"Iya sayang, bye!"
__ADS_1
"Bye mas!"
Pelayan tersenyum melihat majikan ya tersenyum sambil mendekap telpon genggamnya.
"Bibi kenapa malah liatin saya?"
"Maaf nyonya saya lancang!"
"Enggak papa bi, saya jadi malu saja kalau bibi menatap saya seperti tadi"
"Kenapa harus malu nyonya?"
"Iya, malu saja bi, bagaimanapun ini kan bukan pertama kalinya saya akan menikah tapi mungkin bagi sebagian orang tingkah saya berlebihan seolah-olah baru akan menikah kali ini"
"Maaf nyonya, saya tidak bermaksud demikian, saya hanya merasa bahagia melihat raut wajah nyonya yang berbinar-binar ketika ditelpon tuan Wijaya"
"Terimakasih bi"
Anaya tersipu malu kemudian melanjutkan sarapannya.
Selesai sarapan Anaya menunggu Wijaya di depan rumahnya. Mobil Wijaya sudah mulai memasuki halaman rumah Anaya, Anaya merapihkan rambut dan pakaiananya, sementara Wijaya tersenyum di dalam mobil melihat kelakuan Anaya.
Mobil pun berhenti tepat di depan Anaya.
Supir terlebih dahulu turun kemudian membukakan pintu mobil untuk Wijaya.
"Terimakasih pak!"
Supirpun mengangguk sambil tersenyum.
"Pagi sayang!"
Sapa Wijaya pada Anaya, sambil mencium kening Anaya.
"Pagi juga mas!"
Kemudian Anaya meraih tangan Wijaya dan menciumnya.
"Ayo masuk dulu mas, Pak!"
"Ayo pak kita masuk dulu kedalam !"
"Baik tuan"
Dengan sigap Pelayan rumah sudah membawakan tiga gelas minuman dan menyimpan ya di meja beserta beberapa toples makanan ringan.
"Terimakasih bi!"
Ucap Wijaya sambil melirik Pelayan tersebut, kemudian melirik ke arah Anaya mereka saling tersenyum, mungkin mereka masih merasa konyol dengan kejadian pagi kemarin yang hampir ketahuan oleh Pelayan mereka.
"Silahkan di nikmati minuman dan cemilannya pak!"
Anaya mempersilahkan Supir yang dibawa Wijaya untuk mencicipi makanan dan minuman yang sudah disediakan di atas meja.
"Terimakasih Nyonya!"
"Nah sayang kenalin ini pak Wahyu, aku sudah kenal lama sama pak Wahyu dulu juga sebelum aku kuliah ke luar negeri Pak Wahyu yang sering antar jemput aku."
"Oh syukurlah kalau begitu"
Anaya menimpali sambil tersenyum.
"Nah pak Wahyu ini calon istri saya yang sering saya ceritakan!"
"Wah rupanya saya sering di gosipkan oleh mas Wijaya kepada bapak ya? hahahah?"
"Iya Nyonya Tuan Wijaya sering sekali menceritakan tentang nyonya, bahkan beberapa kali Tuan Wijaya memperlihatkan poto Nyonya pada saya, ternyata aslinya lebih cantik dari yang saya lihat di poto!"
"Bapa bisa saja, terimakasih pak!"
"Sudah-sudah jangan kejauhan mujinya nanti kepincut, saya yang gigit jari!"
Mereka bertiga tertawa geli mendengar guyonan Wijaya.
__ADS_1
Anaya melirik jam tangannya.
"Ya Ampun mas ini sudah jam 09!"
Wijaya melihat jam tangannya.
"Ya ampun bener udah mau siang, ya sudah pak mulai hati ini Pak Wahyu bekerja dengan Nona Anaya!"
"Baik Tuan!"
"Ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat keburu siang beneran heheh"
Canda Wijaya
"Mas aku berangkat dulu ya!"
"Iya sayang kamu hati-hati kerjanya,kalau ada apa-apa telpon aku ya!"
"Iya mas!"
"Ya sudah, Pak Titip yah!"
"Siap Tuan!"
Wijaya membukakan pintu mobil untuk Anaya.
"Silahkan masuk tuan putri!"
"Terimakasih mas!"
Mobil yang ditumpangi Anaya melaju meninggalkan halaman rumahnya, Anaya terlihat melambaikan tangan kepada Wijaya yang masih berdiri di depan rumah Anaya.
Setelah mobil yang ditumpangi Anaya keluar dari halaman rumah, Wijaya masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah Anaya.
Sesampainya diklinik Wijaya di si bukan oleh beberapa pasien yang sudah mengantri sejak pagi.
"Dok, mereka sudah mengantri sejak pagi.!"
"Iya, silahkan antarkan pasien satu persatu ke ruangan saya!"
"Baik dok!"
Sementara Wijaya di sibukan dengan pasien-pasien nya yang sudah menunggu sejak pagi, Anaya memulai aktifitas kantornya dengan beberapa pertemuan yang sempat di tundanya karena sakit.
Semua kegiatan hari ini berjalan dengan baik sesuai yang mereka harapkan.
"Akhirnya bisa istirahat juga!"
Seru Anaya didalam ruangannya.
"Kira-kira mas Wijaya sibuk gak yah,ko dia ga ada kirim pesan sejak tadi?"
Anaya mengambil Hp dari atas meja kerjanya kemudian mengirim pesan pada Wijaya.
"Mas kamu sedang sibuk?"
Beberapa menit tidak ada balasan.
"Ko gak di balas, bahkan gak di baca,sepertinya mas Wijaya sibuk hari ini, aku harus makan siang sendiri sepertinya hari ini,tapi kalau aku keluar gimana kalau tiba-tiba saja ada mas Pramono yang mengikuti seperti tempo hari,akhssss."
Saat Anaya tengah kebingungan suara notifikasi pesan berbunyi dari Hp nya Anaya segera membuka pesan tersebut.
"Sayang mas sedang sibuk sepertinya siang ini mas gak bisa nemenin kamu makan siang, sebaiknya kamu makan siang di luar aja sekertaris dan pak Wahyu saja!"
''Tuh kan bener dugaan ku, mas Wijaya pasti sibuk sekali hari ini!"
"Ya sudah mas gak papa nanti Naya makan sama Pak Wahyu,mas jangan lupa makan siang disana!"
"Iya sayang, maaf yah,kamu hati-hati yah!"
"Iya mas bawellll*!"
"😘❤"
__ADS_1
Bersambung...