
"Kita sudah sampai Nay"
"Emhs"
Sahut Anaya mengangguk
Wijaya turun terlebih dahulu dan membukakan pintu.
"Terimakasih Mas"
Wijaya hanya tersenyum,mereka berjalan berdampingan memasuki restoran.
"Selamat siang,sudah pesan meja?"
Ujar pelayan yang berdiri dihadapan mereka
"Atas nama Wijaya"
Timpal wijaya sembari tersenyum simpul
"Mari saya tunjukan"
Ucap pelayan sambil berjalan di depan Anaya dan Wijaya.
Sesampainya di meja Anaya dan Wijaya disodorkan buku menu oleh pelayan tersebut.
"Nay Kamu mau makan apa?"
"Aku lihat-lihat dulu ya"
"Emhhh,Mas nanti saya panggil lagi"
"Baik Tuan"
Pelayan meninggalkan meja Anaya dan Wijaya.
"Jadi Kamu mau makan apa Nay?"
"Kayanya aku makan ini aja mas sama minumnya aku mau ini aja"
Anaya menunjuk beberapa gambar makanan di buku menu.
"Mas mau makan apa?"
"Mas ikut kamu aja"
"Kenapa mas?"
"Kebetulan mas juga suka makanan itu"
"Emhsss yakin?"
__ADS_1
"Iya masa cuman ikut-ikutan aja kan ga mungkin"
"Siapa tahu aja"
Anaya dan Wijaya tersenyum bersamaan, beberapa saat kemudian Wijaya memanggil pelayan dan memesan makanan yang diinginkan Anaya.
"Kamu sibuk hari ini Nay?"
"Tidak terlalu mas"
"Bagaimana kabarnya suami kamu?"
Anaya tertegun menghela napas matanya mulai berlinang air mata,kemudian menatap keluar jendela tatapannya menerawang jauh.
Wijaya yang melihat reaksi Anaya merasa tidak enak hati.
"Ah sudah lupakan saja pertanyaan mas tadi sebaiknya kita ganti topik saja ya"
Ucap Wijaya mencoba mencairkan suasana
"Sedikitpun tidak pernah terpikirkan akan jadi seperti ini,meskipun awalnya Naya memang terpaksa menikah dengan Mas Pram tapi selama 4 tahun ini Naya sudah benar-benar merasa melakukan yang terbaik"
Wijaya tertegun mendengar cerita Anaya
"Terpaksa?"
Ucap wijaya menegaskan dengan penuh tanda tanya
Anaya mengangguk
Wijaya memegang tangan Anaya yang sedari tadi hanya saling meremas satu sama lain
"Naya berusaha mencintainya sebisa naya meskipun sulit,Naya tetap memposisikan diri sebagai istri yang baik,tapi kemaren naya sadar semua yang sudah Naya lakukan sia-sia mas"
"Permisi"
Ucap pelayan yang mengantarkan makanan, Wijaya melepaskan tangan Anaya begitu juga Anaya mencoba menghapus air mata nya
"Terimakasih mas" ucap Wijaya
"Sama-sama Tuan,selamat menikmati"
Wijaya hanya tersenyum membalas ucapan pelayan yang langsung berlalu dari hadapan mereka.
"Sekarang kita makan dulu yah"
Ucap Wijaya sambil menyodorkan makanan Anaya
"Suasana nya jadi canggung begini,seharusnya aku tidak bertanya tentang Pramono untuk saat ini, aku jadi merasa bersalah,baiklah aku harus membuat suasana makan ini menyenangkan, kalau perlu selesai makan aku bisa mengajak dia nonton sambil jalan-jalan untuk menghiburnya"
Ucap pramono dalam hatinya.
__ADS_1
Pramono tersenyum melihat Anaya yang tengah makan dan meninggalkan sisa makanan di ujung bibirnya.
"Kenapa mas ko senyum-senyum sendiri?"
Tanya Anaya
Pramono hanya tersenyum kemudian mengambil tisu dan membersihkan sisa makanan di bibir Anaya.
Anaya tertegun melihat Wijaya yang saat ini wajahnya tepat dihadapannya.
"Sungguh teramat sangat tampan"
ucapan hati Anaya, sampai Anaya tidak sadar bahwa Wijaya sudah duduk kembali ke kursinya namun Anaya masih berada dalam kekaguman nya terhadap ketampanan Wijaya
"Nay kamu kenapa ko bengong?"
Tanya Wijaya
Anaya masih belum menimpali
Pramono memegang tangan Anaya dan Anaya tersentak kaget
"Sory hbis kamu dari tadi ko malah bengong bukanya lanjutin makan"
"Eu.. em... iya mas"
Anaya melanjutkan makanya sembari mencoba menyembunyikan sikap kikuk nya.
Mereka tersenyum bersama sambil mengobrol ringa,sepertinya Usaha Wijaya mencairkan suasana berhasil.
"Pulang makan kita jalan-jalan sebentar mau?
Tanya Wijaya
"Kemana mas?"
"Nonton atau apalah?"
"Nonton apa mas?"
"Hari ini ada film bagus comedy romantis"
"Naya ikut aja mas"
"Ok kalau begitu cepat habiskan makan nya habis itu kita berangkat"
Anaya mengangguk seolah tak sabar ingin segera pergi.
"Setidaknya aku bisa menghirup udara segar dan melupakan semua kepedihan dalam hidupku saat bersama Mas Wijaya"
Bersambung...
__ADS_1