
"Rania apa kamu keberatan jika malam ini kita menginap di hotel?"
"Emhsss, tentu tidak mas" Sembari menganggukkan kepala
Pramono membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Rania masuk seusai menutup pintu mobil Pramono melangkah masuk kedalam mobil dan mulai menginjak gas.
"Mas, apa istri mas tidak akan mencari mas kalau malam ini mas tidak pulang?"
"Hemhsss,kamu tenang saja sayang, Anaya sudah mas kirim ke rumah orang tuanya untuk waktu yang lama, jdi kita bisa bersenang-senang dan memiliki lebih banyak waktu untuk bersama.!"
Rania tersenyum puas mendengar jawaban Pramono.
Pramono meraih tangan Rania dan mengusap-usap lembut tangan Rania
"Tunggu sebentar lagi sayang, kita hanya butuh waktu sebentar lagi untuk bisa bersama selamanya!"
"Tentu mas, asal bisa bersama mas jangankan setahun satu abadpun Rania sanggup menunggu!"
"Sungguh?!"
"Tentu mas!"
Rania tersenyum sembari menyenderkan kepalanya ke pundak Pramono.
Sesampainya di Hotel Rania tengah tertidur di Pundak Pramono.
"Sayang... sayang...bangun kita sudah sampai!"
Pramono mengelus-elus pipi Rania, perlahan-lahan Rania membuka mata dan tersenyum kemudian mencium pipi pramono
"Makasih sayang"
Pramono tersenyum melepas sabuk pengaman dan keluar mobil lebih dulu untuk membukakan pintu bagi Rania.
"Silahkan Tuan Putri"
Pramono mempersilahkan Rania keluar dan kemudian saling bergandengan masuk kedalam Hotel, mereka memesan kamar kemudian menuju kedalam kamar, mereka memutuskan tidur dalam satu kamar.
__ADS_1
"Mas aku mau mandi dulu ya..."
Rania mengambil handuk dan mengedipkan sebelah matanya kepada Pramono, dan Pramono hanya membalasnya dengan anggukan dan tersenyum manis, sembari matanya mengikuti langkah Rania sampai hilang dibalik pintu kamar mandi.
Beberapa saat kemudian...
"Sudah selesai sayang?"
"Emhsss"
Rania mengangguk sambil tersenyum, pramono menghampiri Rania dan Membelai rambut Rania kemudian menciumnya...
"Emhsss Wanginya seksi"
Ujar Pramono, sembari melanjutkan pujiannya dengan mencumbu leher Rania, beberapa saat Rania mendesah lembut ikut menikmati kecupan demi kecupan yang mendarat dilehernya,Pramono membalikan badan Rania kini mereka saling berhadapan perlahan Pramono menempelkan bibirnya ke bibir Rania sambil memejamkan mata...
"Suuuutssss, mandi dulu gih sayang biar wangi...".
Rania menempelkan jari telunjuknya ke bibir pramono, seketika pramono membuka mata dan tersenyum manja...
Rania mengangguk dibalas dengan ciuman di bibir Rania, kemudian Pramono beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri.
"Bagaimanapun aku harus mendapatkan kamu seutuhnya, apapun akan aku lakukan demi bersatunya kita,maka kehidupanku akan lebih baik dibanding kali ini".
Beberapa saat kemudian Rania tengah berbaring di kasur sambil menonton acara Tv Pramono keluar dari kamar mandi dan langsung menjatuhkan tubuhnya kekasur.
"Lama banget mandinya Mas"
"Kenapa udah ga sabar ya?"
"Enggak ko"
"Emhssss pinter aja boongnya kesayangan mas ini"
Pramono mengambil Remot Tv dan mematikan saluran tv, kemudian menghidupkan Musik romantis...
"Kenapa dimatiin mas?"
__ADS_1
Tanpa menjawab Pramono langsung mencium bibir Rania, seketika Rania memejamkan mata dan menikmati kecupan demi kecupan dibibirnya,perlahan Pramono membuka ikatan baju tidur Rania dari leher belakangnya, disingkap perlahan diikuti dengan kecupan pada setiap lekukan tubuh Rania, semakin lama mereka berlayar menuju puncak kenikmatan semakin terdengar desahan demi desahan kenikmatan yang terdengar keluar dari bibir Rania.
Ditempat lain...
Terdengar suara notif pesan masuk kedalam Hp Anaya...
"Suamimu saat ini sedang bersenang-senang bersama wanita lain"
Seketika Anaya menjatuhkan Hp dari tanganya dan merunduk lemas terduduk di lantai.
"Tidak,,, tidak,,, tidak mungkin...!!!"
"Tidak aku yakin ini hanya lelucon"
Anaya mengambil kembali Hp nya dan mengusap air mata di pipinya, membuka Hp dan menelpon no tersebut...
"tuttt... tuttt... Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif silahkan tinggalkan pesan setelah suara berikut! "
Anaya terus menghubungi no tersebut berulang-ulang kali namun tetap saja no yang mengirim pesan tersebut tidak aktif... Kepanikan Anaya membuatnya tidak tenang sampai pagi dia terus berusaha memghubungi no tersebut namun tetap tidak ada hasil.
Tiba-tiba saja terlintas nama Pramono dalam benaknya...
"Yah mas Pram,,"
Anaya langsung menelpon suaminya...
Sementara di Hotel...
Pramono dan Rania terbangun oleh suara deringan telpon Pramono, dengan mata yang masih terpejam pramono mencari-cari sumber bunyi dari Hp nya.
"Halo..." Pramono menjawab panggilan tersebut dengan suara seraknya
"Mas,,,mas sedang apa? sekarang mas dimana?"
Pramono terperanjat dan membuka mata seketika kemudian duduk diatas kasur sembari melihat layar ponselnya, Pramono baru sadar setelah melihat layar telponya bahwa yang menelponya adalah istrinya...
Bersambung...!!!
__ADS_1