Be My Husband

Be My Husband
BMH 10


__ADS_3

_____________Setelah kejadian antara Keduanya kini hubungan mereka pun mulai terasa renggang. Tian jarang sekali memberikan kabar pada Tea bahkan tidak pernah mengirimkan pesan sedikitpun ataupun bertanya bagaimana keadaan Tea setelah kejadian mereka waktu itu.


Saat ini Tea tengah berada di balkon kamarnya dengan di temani laptop dan secangkir susu. dia memperhatikan suasana sore ini terasa begitu damai dan sejuk. ia sesekali teringat dengan laki-laki yang akhir-akhir ini berada di dalam pikirannya.


"Hahhh apa yang terjadi denganku. kenapa dia tidak pernah menghubungiku lagi " ucap Tea dengan membuka ponselnya dan masih tidak ada satu pesan pun yang dikirimkan Tian.


Saat matanya tak sengaja melihat salah satu postingan di sosial media yang berisi tentang makanan tiba-tiba saja dia menjadi ingin mencobanya. ia pun merasa heran dengan dirinya kenapa tiba-tiba saja sangat ingin mencoba makanan yang dia lihat karena dia tipe orang yang sangat tidak tertarik dengan hal seperti itu.


"Ahh kenapa aku sangat ingin memakan itu. tidak biasanya aku seperti ini." ucap Tea kemudian memesan makanan itu


Ia pun menyudahi kegiatannya dan turun kebawah. ia melihat mamanya sedang memasak makanan. dengan begitu antusiasnya ia pun mulai membantunya.


"Sudah sana duduk saja." ucap mama Karina yang melihat wajah Tea sedikit pucat.


"Memangnya kenapa ma?" tanya Tea yang masih sibuk dengan bahan di tangannya.


"Kau baik-baik saja?" tanya mama Karina balik.


"Tentu saja. memangnya aku terlihat seperti orang sakit." jawab Tea dengan santainya.


"Ya wajahmu terlihat pucat. sana duduk saja biar mama yang menyelesaikannya." ujar mama Karina dengan mengambil bahan yang sedang di pegang Tea.


Tea pun hanya menatap mamanya dengan aneh saja karena dia tidak merasa jika saat ini dia sedang sakit. ia pun beranjak dan mengambil cermin.

__ADS_1


"Tidak pucat sama sekali." gumam Tea dengan melihat wajahnya sendiri di cermin.


Tak berselang lama terdengarlah suara bel berbunyi yang membuat gadis itu langsung membukanya. dilihatnya pengantar makanan sedang berdiri di depannya dan itu membuat Tea langsung tersenyum dengan girangnya.


"Dengan mbak Tea ya." kata pengantar makanan tersebut.


"Benar sekali. apa ini pesanan saya?" tanya Tea dengan begitu antusiasnya.


"Benar mbak totalnya 134 ribu." jawab pengantar makanan dengan menyerahkan dua kotak bewarna putih serta dua kantong tas plastik.


"Ini terimakasih mas kembaliannya buat mas saja." ucap Tea yang membuat pengantar makanan itu tersenyum manis kemudian mengangguk dan pergi


Tea masuk kedalam dengan membawa dua kitab yang berisi makanan dan dua kantong tas plastik.


"Pengantar makanan ma. nih." jawab Tea dengan menunjuk ke arah tangannya yang sedang membawa makanan.


"Kau yang memesan semua makanan ini?" tanya mama Karina dengan begitu terkejut.


"Tentu saja. aku sangat ingin memakan ini hehehe." jawab Tea dengan meletakkan makanan itu di atas meja dan mulai membuka satu persatu.


Dua kotak berisi martabak manis dan telur. dua kantong tas plastik berisi bakso yang terlihat begitu lezat. ketika di buka bau dari bakso itupun membuat Tea tidak sabar untuk segera memakannya. ia mengambil mangkuk dan sendok seperti anak kecil yang kegirangan di beri sebuah permen.


Mama Karina yang melihat itupun nampak terheran-heran dengan tingkah Tea karena gadis itu tidak berubah bertingkah seperti itu sebelumnya.

__ADS_1


"Ada apa dengan anak itu apakah dia sedang tidak sehat." gumam mama Karina menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya.


Ia melihat anaknya yang tengah memakan bakso dengan begitu lahapnya. mama Karina melihat hal itu dengan seksama kemudian mengangkat bahu acuh saja dan melanjutkan memasaknya.


Rosalinda yang baru saja keluar dari kamarnya dan melihat Tea dengan menyantap makanan pun langsung saja berlari menuruni anak tangga dengan cepatnya dan langsung duduk di depan Tea.


"Wahh wahh kau tidak mau membagi denganku?" tanya Rosa dengan melihat semua makanan itu di atas meja.


"Ambil saja sebelum aku berubah pikiran." jawab Tea yang masih sibuk menikmati baksonya.


Dengan segera pun Rosa langsung saja mencomot makanan itu dan memakannya dengan lahapnya. ia juga terlihat heran dengan tingkah adiknya yang sangat aneh menurutnya. karena jujur saja ia baru melihatnya sekarang Tea bertingkah seperti itu.


Dilain sisi Tian tengah di sibukkan dengan tugas kuliahnya. akhir akhir dia sangat sibuk sekali hingga dia melupakan makan malamnya. ia benar-benar bekerja keras untuk mendapatkan gelar S1nya di universitas X.


Ia seakan melupakan kejadian yang sebelumnya pernah terjadi dan hanya terfokus pada satu tujuannya saja yaitu untuk segera lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan seperti yang dia inginkan.


Tak terasa hari pun sudah malam dan laki-laki itu masih terus berkutat dengan laptopnya tanpa menyadari jika dia sudah 5 jam berada di depan layar laptop, ia juga melupakan makan malamnya.


"Hah mataku sangat pedas." ucap Tian dengan mengucek matanya kemudian ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 22.15.


"Pantas saja aku sudah sangat lelah. lebih baik aku istirahat saja dan sisanya aku lanjutkan besok." ucapnya dengan menutup laptopnya dan beranjak untuk mencuci wajahnya.


Ia membasuh wajahnya dan menatap dirinya dari pantulan cermin itu. ada sesuatu yang sebenarnya selalu mengganjal di pikirannya akhir akhir ini tapi ia berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya dan tetap berfikir jika semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Sudahlah lebih baik aku istirahat saja." ucapnya dengan menuju ke kamarnya.


__ADS_2