Be My Husband

Be My Husband
Mengetahuinya


__ADS_3

Malam ini Tian mengajak Tea ke pesta ulang tahun rekan bisnisnya yang dulu teman satu kampusnya juga. mereka terlihat serasi dengan Tian yang menggunakan tuksedo bewarna hitam dipadukan dengan kemeja putih serta Tea yang memakai dres selutut berwarna hijau muda dengan rambut tergerai dan bergelombang di bagian bawahnya membuat keduanya terlihat begitu serasi.


Ini sudah ketiga kalinya Tea ikut Tian ke acara rekan bisnisnya semenjak menjadi istrinya. mereka berangkat dengan mobil Tian menuju ke hotel tempat terjadinya pesta.


Sebenarnya semenjak Tian pulang dari kantor Tea ingin menanyakan hal yang ia lihat di mall namun ia masih menahannya karena Tian terlihat sibuk dan lelah. Tian yang menyadari kegelisahan istrinya pun bertanya.


"Kau kenapa?" tanya Tian.


"Kau tadi makan siang jam berapa?" tanya Tea yang membuat Tian menoleh.


"Aku? jam setengah dua siang. kenapa?" jawab Tian..


"Kau makan dimana?" tanya Tea lagi .


"Di restoran depan perusahaan. ada apa? tidak biasanya kau bertanya hal seperti ini padaku." kata Tian


"Tidak ada sudahlah." ucap Tea dengan membuka ponselnya untuk mengalihkan pemikirannya.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai hotel dan langsung menuju ke atas. sudah banyak sekali yang datang. Melihat Tian datang membuat Rino langsung menghampiri dan mengalaminya.


"Wahh kau sudah datang rupanya." kata Rino.


"Ya. ini istriku." kata Tian dengan memperkenalkan Tea.


"Cantik sekali kau memang tidak pernah salah pilih. aku Rino." kata Rino.


"Tea." jawab Tea dengan tersenyum.


"Baiklah nikmatilah hidangannya kawan masih banyak tamu yang harus aku Salami. sebenarnya tanganku sudah lelah hahaha." kata Rino dengan berlalu pergi.

__ADS_1


Mereka menuju ke sebuah meja kosong dan duduk sambil memperhatikan sekitarnya. sesaat kemudian saat Tian dan Tea berbincang-bincang ringan seseorang tiba-tiba datang dan menyapa mereka.


"Malam pak." ucap seorang wanita dengan senyum manisnya.


Keduanya pun menoleh dan sama-sama terkejut. Tian terkejut kenapa sekretarisnya ada di acara yang sama, sementara Tea terkejut karena wanita yang menyapa mereka adalah orang yang sama yang dia lihat tadi pagi di mall bersama suaminya.


"Ah ya sekretaris Alin, kau disini?" tanya Tian yang terlihat gugup namun mencoba biasa-biasa saja dan sikap itu tertangkap oleh mata elang Tea.


"Iya pak. ini istri pak Tian ya? cantik sekali pantas saja pak Tian sangat mencintainya." kata Alin dengan memuji Tea


Ia memperhatikan penampilan Tea dari atas sampai bawah dengan tatapan tak biasa dan Tea tahu itu bukan sebuah pujian melainkan ada hal lain di dalamnya seperti sedang membandingkan dengan dirinya sendiri.


"Perkenalkan Bu saya Alin sekretarisnya pak Tian." kata Alin dengan mengulurkan tangannya pada Tea.


"Tea." jawab Tea dengan menyalami Alin.


"Baiklah saya duluan pak Bu." kata Alin dengan berlalu pergi


"Hanya rekan bisnis jangan berfikir yang macam-macam aku tidak ada apa-apa dengannya." ujar Tian yang membuat Tea mengangguk tersenyum.


Semenjak hidup berdua dengan Tian, Tea tahu betul jika tian adalah sosok yang bodoh dalam menutupi kebohongan dan itu yang terjadi sekarang. Tea hanya menanyakan hal sederhana namun Tian malah menjawab dengan menjelaskannya.


Tea pun sudah mendapatkan jawabannya sekarang. ia hanya bisa tersenyum kecut saja melihat Tian. bagaimana mungkin selama ini dia tidak sadar apa yang sudah Tian perbuat. bukannya tidak sadar namun Tea hanya tidak mau membuat keributan yang akhirnya membuat rumah tangganya berantakan. tapi pada akhirnya semuanya akan terlihat dengan sendirinya.


"Aku ke toilet sebentar." kata Tian yang membuat Tea hanya menatapnya saja sampai punggung suaminya benar-benar menghilang dari penglihatannya.


"Tian...." kata Alin dengan tersenyum manis.


"Kenapa kau ada disini. bukankah aku sudah bilang malam ini aku mengajak istriku." kata Tian

__ADS_1


"Memangnya kenapa? istrimu juga tidak tahu bukan." ujar Alin dengan santainya.


"Aihhh ingat kau harus jaga jarak denganku jangan seperti tadi. " kata Tian yang berlalu pergi namun dengan cepat Alin menarik tian yang membuat keduanya saling berhadapan.


"Kau tidak merindukan ku?" ucap Alin.


"Ini di tempat umum. lepaskan aku jika ada yang melihat semuanya bisa kacau." kata Tian.


"lagipula tidak ada siapapun disini." ucap Alin dengan tersenyum manis kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir Tian.


Keduanya pun berciuman cukup lama. tanpa mereka sadari, Tea sudah berdiri di belakang balik pintu sejak tadi dan mendengar pembicaraan keduanya begitupun ciuman panas itu.


Tea pergi dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat. matanya memancarkan amarah yang hampir meledak namun dia berusaha untuk menahannya karena bagaimanapun juga saat ini dia sedang berada di luar.


"Brengsek!!!." gumam Tea dengan meminum minuman soda yang ada di depannya.


Beberapa saat kemudian Tian kembali dan langsung duduk di samping Tea sementara Tea hanya menatap lurus ke depan tanpa ekspresi.


"Apakah aku membuat mu menunggu lama?"tanya Tian yang berpura-pura seakan tidak ada yang terjadi .


"Tidak." jawab Tea dengan tersenyum.


Acara pun berlangsung begitu cepat, Tea mampir ke sebuah minimarket untuk membeli buah anggur dan jeruk. ia tidak tahu kenapa tiba-tiba saja ingin memakan buah padahal hari sudah hampir tengah malam.


"Kau makan buah?" tanya Tian dengan herannya.


"Ya kenapa? ada yang salah jika aku makan buah?" ujar Tea.


"Tidak. maksud ku selama ini kau kan paling suka dengan camilan kenapa tiba-tiba tengah malam menginginkan buah aneh sekali." kata Tian.

__ADS_1


"Entahlah." ucap Tea yang mulai memakan anggurnya di mobil.


"Makanlah di rumah. mobilku akan kotor nanti." kata Tian yang membuat Tea malah semakin brutal untuk mengotori mobil Tian.


__ADS_2