
Mereka Berpelukan cukup lama hingga Tea merasa sudah tidak nyaman dengan semua ini. Tian yang merasakan itupun akhirnya melepaskan pelukannya dan menatap wajah Tea yang begitu teduh.
"Ada apa kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Tea dengan bingung.
Tian hanya tersenyum manis saja menanggapi ucapan Tea. entah punya keberanian dari mana ia memegang kepala Tea dan di ciumannya kening Tea dengan lamanya.
Apa yang di lakukan Tian tentu membuat Tea terkejut namun ia hanya diam saja membiarkan Tian melakukan hal itu. jauh di lubuk hatinya ia merasa senang dengan perlakuan Tian.
Tian menyalurkan kasih sayangnya pada seorang Tea melalu kecupan lembut di kening gadis itu. Tea juga merasakan Tian tengah memberitahu jika dia juga menyukainya walaupun tidak dengan kata-kata tapi Tea dapat mengerti dan merasakannya.
Tian POV
Aku melepaskan kecupan ku dan beralih menatap mata indahnya. entah kapan perasaan ini muncul aku juga tidak tahu. aku akui jika aku tertarik dengannya. tatapan kami pun beradu cukup lama. tidak ada pembicaraan sama sekali. suasana di rumahku sangat hening dan hanya ada suara percikan air kolam di dalam rumahku.
Aku dapat melihat jika Tea tengah bingung dengan perbuatanku. dan entah kenapa wajah Tea yang terlihat polos seperti sekarang ini membuat ku benar-benar menginginkannya.
"Apa yang kau lakukan bodoh. berfikir lah!!!" aku merutuki diriku sendiri di dalam hati.
"Tidak aku tidak boleh melakukannya. sadarlah Tian masa depanmu masih panjang." kataku lagi untuk menyadarkan diriku yang semakin lama semakin menginginkan gadis yang tengah ku tatap ini.
Kata hatiku dan apa yang ku lakukan jelas sangat berbeda. aku benar-benar sangat menginginkannya sangat menginginkannya. Tea berkedip dengan lucunya membuat ku langsung mencium kedua matanya.
Tak sampai di situ ciumanku beralih ke hidung pipi dan kemudian berhenti di depan bibir ranum miliknya. sungguh aku menelan ludahnya dengan sangat kasar melihat bibir Tea yang terlihat sangat se*y di mataku.
__ADS_1
Ku kecup sekilas bibir itu yang membuat dia terlonjak kaget dengan perbuatanku. namun sebelum dia menjauh aku menarik tengkuknya dan langsung menciumnya dengan lembut.
TIAN POV END
"Akhhh apa yang kau lakukan gila." seru Tea dengan mendorong ku dan mengusap bibirnya dengan kasarnya.
Tian yang melihat hal itupun segera menghentikan Tea Karena itu bisa membuat bibirnya terluka dan dia tidak mau itu terjadi.
"Aku minta maaf. tapi aku benar-benar menginginkan mu saat ini. kita bisa melakukan sekarang disini." kata Tian
"Hei kau dasar gila ya. sudahlah aku mau pulang. kau benar-benar gila Tian. yaaaakk bibirku sudah ternodai." ucap Tea dengan memegangi bibirnya.
"Hahaha aku hanya bercanda saja. kenapa kau sangat sensitif teh." ujar Tian dengan terkekeh geli.
"Nah kan kau juga menginginkannya. mendekatlah sebentar ada yang ingin aku katakan padamu." kata Tian yang membuat Tea menatapnya dengan penuh curiga.
"Astaga kau sedang mencurigai ku ya. kemari kau." kata Tian kemudian menarik tangan Tea dan langsung menggelitiknya membuat Tea tidak bisa menahan tertawanya.
"Akhh hentikan kau benar-benar ya hahahaha. Tian ku mohon hentikan hahahaha." ucap Tea dengan terus menggeliat karena Tian tidak menghentikan aksinya.
Karena merasa Tea sudah sangat kelelahan dengan tingkah jahilnya, Tian pun berhenti menggelitiknya. entah sadar atau tidak kini Tian sudah berada di atas tubuh Tea. gadis itu bernafas dengan tidak teratur karena ulah Tian.
"K kau be benar benar keterlaluan Tian. a ku sampai kehabisan nafas ga gara gara kau." ucap Tea dengan nafas tersengal Sengal.
__ADS_1
Tian hanya tersenyum saja kemudian mengelap keringat Tea dengan tangannya sendiri. setelah itu ia membelai wajah Tea yang begitu mulus kemudian beralih mengelus bibir ranumnya.
Tian memperhatikan dengan seksama bibir itu dan perlahan-lahan mulai mendekatkan bibirnya dengan bibir Tea. sebelum menciumnya, matanya beradu pandang dengan mata Tea.
"Sebentar saja." ucap Tian pada Tea.
Gadis itu hanya diam saja. kemudian Tian mulai mengecup sekilas bibir itu terlebih dahulu kemudian mulai menciuminya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Tea hanya diam saja tidak membalas tapi semakin dalam Tian menciumnya semakin dia menikmatinya.
Ia pun mulai membalas ciuman lembut itu dan mengalungkan tangannya ke leher Tian. mendapatkan balasan dari Tea membuat Tian sangat senang dan memperdalam ciumannya lagi.
Keduanya pun larut dalam ciuman panas tersebut. hingga tanpa mereka sadari baju keduanya pun sudah sangat berantakan dan tidak terkancing lagi. Tian melepaskan ciuman dan mencium kening Tea dengan lama.
"Aku menginginkan mu Tea." ucap Tian dengan suara seraknya .
"A aku...." ucap Tea dengan terbata. ia tak bisa berbohong jika dia juga menginginkan hal yang sama seperti Tian.
"Sekali ini saja." ucap Tian dengan wajah yang sudah memerah menahan sesuatu yang sedari tadi ia tahan.
Tian menciumnya kembali dengan tergesa-gesa. gairahnya naik dengan begitu cepat. sesuatu dari balik celana panjangnya sudah memberontak meminta untuk segera dikeluarkan.
Ia beralih menciumi leher Tea yang membuat gadis itu tidak sadar mengeluarkan suara yang membuat Tian semakin tidak sabar.
Ia pun beranjak dari tubuh Tea dan menarik Tea agar berada di pangkuannya. mereka berhadapan dengan nafas yang sama-sama tidak beraturan.
__ADS_1