Be My Husband

Be My Husband
Minuman Bersoda


__ADS_3

Tea merenung di balkon kamarnya sembari pikiran melayang entah kemana. dia benar-benar bingung harus melakukan apa sekarang. apakah dia harus bercerita atau justru dia harus diam saja agar tidak membuat orang lain kecewa. entahlah dia tidak tahu apa yang harus aku lakukan.


"Aku tidak mau jika dia tidak memiliki ayah. aku juga belum siap jika harus menjadi seorang ibu. yaallah aku harus bagaimana. apa yang harus aku lakukan." gumam Tea dengan air mata yang sudah menetes.


Ia menaruh kepalanya di atas meja dengan sesegukan. mengingat ucapan laki-laki yang membuatnya dalam kondisi seperti ini membuat gadis itu semakin tidak tahu harus berbuat apa walaupun mereka melakukannya atas dasar suka sama suka namun ia tidak pernah berfikir sampai sejauh ini. ya seperti kata orang kenikmatan sementara tapi menghancurkan segalanya.


Ia memukul mukul perutnya berharap dengan cara seperti itu akan membuat masalahnya selesai namun tidak ia justru semakin menangis.


"Aku bingung..." ucap Tea dengan mengacak rambutnya frustasi.


Ia beranjak kemudian mengambil tasnya dan turun. dibawah masih ada mamanya. ia pun berpamitan untuk pergi ke rumah Bianca. sebenarnya itu hanya alasan saja. Tea juga tidak tahu akan pergi kemana sekarang.


Ia mengendari motornya dengan begitu lihainya di tambah kecepatannya yang tinggi membuat beberapa orang yang sedang berkendara menyingkir karena takut jika akan tersenggol olehnya.


Entah apa yang dia pikirkan tapi ia mengendarai motornya menuju ke arah kampus tian. tempatnya begitu jauh namun gadis itu tetap saja berjalan kesana. hingga beberapa saat ia sadar dan berhenti di sebuah alun-alun kota yang terlihat ramai. ia pun membeli minuman terlebih dahulu.


"Ahhh segar sekali. kenapa aku tiba-tiba kesini. ah sudahlah setidaknya ini membuat ku terhibur." ucap Tea dengan mengusap bibirnya.


Ketika ia melihat minuman apa yang dia beli seketika ia terkejut karena ia membeli minuman bersoda.


"Bukankah minuman bersoda sangat mempengaruhi kandungan. bagaimana ini aku tidak sengaja meminum ini." ucap Tea yang di Landa kebingungan lagi.

__ADS_1


Saat ia sedang celingukan mencari sesuatu tiba-tiba saja matanya menangkap sosok yang sangat dia kenali sedang berjalan bersama seorang gadis cantik yang memakai rok pendek.


"Jadi dia sudah memiliki kekasih. hahaha ini sungguh lucu sekali." gumam Tea dengan tersenyum kecut kemudian beranjak dan mengendarai motornya lagi


Tian yang tak sengaja melihat seorang yang mirip dengan Tea pun menghentikan langkahnya ia bermaksud untuk mengejarnya namun orang tersebut sudah pergi terlebih dahulu.


"Apa aku tidak salah lihat? apakah dia ada disini?" gumam Tian


"Ada apa? apa yang kau lihat?" tanya Siska yang melihat Tian seperti tengah mencari sesuatu.


"Ahh tidak ada. kita bertemu lagi besok di kampus sis aku masih harus menyelesaikan beberapa tugasku." kata Tian yang membuat Siska tersenyum kemudian mengangguk.


Ia melihat punggung Tian yang semakin menjauh dengan terus tersenyum. sudah lama gadis itu menyimpan rasa untuk Tian tapi tidak berani untuk mengatakannya karena takut jika Tian akan menjauhinya.


Semakin lama perutnya semakin menjadi sakit. ia berguling-guling seperti cacing kepanasan karena rasa sakit yang amat di perutnya. mama Karina yang sedari tadi memanggil Tea namun tidak mendapatkan jawaban akhirnya pun masuk namun ketika masuk ia di buat terkejut melihat Tea yang tengah merintih kesakitan.


"Astaga sayang ada apa denganmu? apa yang terjadi?" tanya mama Karina dengan paniknya.


"Aku tidak tahu tapi perutnya rasanya sangat sakit." jawab Tea dengan menahan rasa sakitnya.


"Apa kau belum makan siang?" tanya mama Karina dengan mengelus perut Tea.

__ADS_1


"Belum hanya minum saja." jawab Tea.


"Mama selalu bilang padamu jangan telat makan tapi kau sangat keras kepala dan tidak mendengarkan ucapan mama. sekarang lihatlah kau merasakannya sendiri bukan. bagian mana yang sakit?" tanya mama Karina.


Tea menunjuk bagian perut bawahnya dan mama Karina dengan cekatan mengolesinya dengan minyak kayu putih untuk menghangatkan perut Tea setelah itu dia beranjak dan mengambil obat yang sudah dia siapkan.


"Mama akan ambilkan makanan setelah itu kau minum obat." kata mama Karina yang di angguki oleh Tea.


"Akhhhh kenapa sangat sakit. apa yang terjadi denganku." gumam Tea .


Setelah meminum obatnya mama Karina pun meninggalkan Tea agar gadis itu bisa beristirahat. namun bukannya menghilangkan rasa sakit justru Tea merasa semakin bertambah sakit dan sangat sakit.


Malam harinya Tea tidak turun untuk makan malam dia hanya di kamar saja karena sampai sekarang perutnya masih sangat sakit. hingga ia merasa ingin ke kamar mandi. dengan langkah lunglainya ia pun berjalan menuju kamar mandi dengan berpegangan dengan dinding. tenaganya juga seakan habis.


Setelah sampai di kamar mandi ia pun menuntaskan apa yang dia tahan tadi. namun ketika ia ingin membersihkannya, ia melihat ada sebuah gumpalan kecil bewarna merah yang diselimuti darah.


"Ahhh perutku sangat sakit." ucap Tea dengan memegangi perutnya


Karena penasaran ia pun mengambil tisu dan mengambil gumpalan kecil bewarna merah tersebut. ia memegangnya namun terasa aneh karena tidak seperti darah menggumpal ketika dia datang bulan.


"Apakah aku sedang datang bulan." ucap Tea dengan tersenyum senang namun seketika berubah datar.

__ADS_1


"Tidak mungkin. ataukah ini adalah...." ucap Tea dengan menutup mulutnya kemudian ia mencuci bersih gumpalan itu dan seketika ia kembali terkejut jantungnya seakan berhenti berdetak melihat apa yang sedang dia pegang di tangannya.


"Ti tidak mu mungkin...." ucapnya dengan keringat yang sudah membasahi dahinya.


__ADS_2