
Tian menjelaskan semuanya tanpa rasa takut. dia sudah siap jika dia akan di pukul oleh Hendrawan papanya Tea karena telah berbuat seperti itu tapi dia tetap akan bertanggungjawab dengan apa yang dia lakukan.
Mendengar apa yang dikatakan Tian membuat Orangtua Tea terkejut bukan main. Dirga langsung berdiri dengan menatap tajam ke arah Tea sementara gadis itu menundukkan kepalanya saja dan hanya diam.
"Jangan menyalahkan Tea dalam hal ini om. ini semua salahku aku yang telah memaksanya untuk melakukannya denganku. jika om ingin marah ingin memukul maka yang harusnya di pukul adalah aku bukan Tea." kata Tian ketika melihat Hendrawan berjalan ke arah Tea.
Mendengar apa yang di katakan putranya tentu membuat Orangtua Tian terkejut begitupun Tea.
"Tidak. kita melakukannya atas dasar suka sama suka. tidak ada salah satu yang salah. kita berdua salah. Tea minta maaf pa Tea memang salah." ucap Tea yang membuat Hendrawan menghembuskan nafasnya dan tetap berjalan ke arahnya.
"Kau tau apa yang kau lakukan itu salah?" tanya Hendrawan dengan nada lembutnya
"Tea tau pa." jawab Tea.
"Lantas mengapa kau melakukannya?" tanya Hendrawan yang membuat Tea diam menunduk.
"Kita langsungkan pernikahan mereka secepat mungkin karena aku tidak mau jika hal seperti ini kembali lagi. kebanyakan anak muda jaman sekarang tidak bisa mengontrol diri jika bertemu lawan jenisnya." ucap Hendrawan dengan menyeruput kopinya.
Walaupun sebenarnya dia sangat marah dengan Tea tapi dia tidak akan memarahinya di depan orang lain. dia akan mendidik anak-anaknya dengan caranya sendiri. tidak dengan kekerasan tapi dengan nasihat.
__ADS_1
"Aku sebagai ayahnya Tian meminta maaf sebesar-besarnya padamu Hen. brandal kecil ini sudah keterlaluan dan melewati batasnya." kata Dirga dengan menatap Tian marah.
"Sudahlah Dir semuanya sudah terjadi lagi pula bukankan dulu kita memang sudah menjodohkan mereka saat mereka masih di kandungan. walaupun tidak dengan jalan seperti ini yang aku maksud tapi mungkin ini takdir yang Allah beri untuk mereka." ucap Hendrawan
Kedua anak itupun terkejut mendengar penuturan Hendrawan. tentu saja mereka tidak tahu jika mereka sudah di jodohkan dari dulu. di dalam hati Tian tersenyum senang sementara tea masih tidak percaya karena jujur saja saat ini dia sangat membenci Tian bahkan untuk menatapnya saja enggan.
"Aku masih belum ingin menikah pa aku masih ingin melanjutkan kuliahku." kata Tea yang membuat Hendrawan langsung menatapnya tajam.
"Aku serius pa. lagi pula tidak terjadi apapun di antara kita. jadi tidak perlu ada acara pernikahan." lanjutnya.
"Apa yang kau maksud Tea? om Tante, pastinya kalian lebih tau mana yang lebih baik untuk Tea. aku disini ingin mempertanggung jawabkan apa yang sudah aku perbuat. Aku ingin berbicara dengannya dulu om Tante." kata Tian dengan menggandeng Tea .
Hendrawan hanya bisa memijit pelipisnya saja dengan kejadian ini. sungguh dia sangat kecewa dengan perbuatan Tea. Karina hanya bisa menenangkan saja karena dia juga merasakan hal yang sama dengan suaminya.
"Entahlah aku tidak tahu. kita tunggu keputusan dari mereka berdua. biarkan mereka berunding dulu." jawab Dirga
Di luar rumah nampaknya Tea masih bersikeras dengan keputusannya yang tidak mau menikah dengan Tian sementara Tian di buat kesal dan masih terus membujuknya.
"Hahaha bukankan ini sangat lucu dan tidak masuk di akal. bukankah saat itu kau menolakku dan bayi yang bahkan belum tau seperti apa wujudnya. lalu sekarang dengan tiba-tiba kau mengatakan hal seperti itu dengan mudahnya, apa kau pikir dengan kau seperti itu aku akan menerimanya?? asal kau tau Tian sampai detik ini bahkan suara tangisan itu selalu terngiang-ngiang di kepalaku. perasaan bersalah selalu menghantuiku. apa kau tau bagaimana rasanya?? ahh tentu kau tidak akan tahu bagaimana rasanya. kau seenaknya saja meminta setelah itu dengan gampangnya kau pergi dengan alasan kau belum siap menjadi seorang ayah haha bukankah itu sangat lucu Tian."
__ADS_1
"Saat saat menyakitkan itu aku hanya butuh tempat cerita dan aku sangat membutuhkan mu saat itu, tapi apa yang ku lihat? kau malah berjalan-jalan dengan senangnya bersama wanita lain di luar sana seoalah-olah kau tidak pernah melakukan kesalahan apapun. bisakah aku percaya sekali lagi padamu setelah apa yang kau lakukan?" tanya Tea dengan menepis kasar air matanya.
Mendengar apa yang di katakan Tea tentu membuat Tian bingung pasalnya dia tidak punya wanita lain seperti yang Tea maksud. satu-satunya wanita yang dia dekati adalah Tea seorang.
"Wanita? aku tidak pernah dekat dengan wanita manapun Tea. jangan berbicara omong kosong." kata Tian
"Ck aku melihat dengan mata kepala ku sendiri." kata Tea
Tian pun memutar otaknya lagi dan mencoba mengingat apa saja yang dia lakukan sehingga Tea mengatakan jika dia mempunyai wanita lain. setelah beberapa saat mereka saling terdiam akhirnya Tian pun paham apa yang di maksud Tea. seketika senyumnya pun terbit membuat tea heran.
"Kenapa kau tersenyum?" tanya Tea dengan herannya.
"Kau sudah salah paham denganku. yang kau lihat itu tidak seperti apa yang kau duga. dia hanya temanku tidak lebih. aku tau dia menyukaiku tapi aku tida menyukainya. waktu itu kita hanya kebetulan bertemu saja dan dia mengajakku untuk jalan bersama. tidak ada kejadian apapun setelah itu. sampai di perempatan dia pulang menggunakan taksi dan aku juga pulang." kata Tian dengan menjelaskan.
"Lihatlah ini jika kau tidak percaya." kata Tian dengan menunjukkan sesuatu di ponselnya.
Tea pun membacanya dengan seksama. benar sekali itu adalah pesan WhatsApp Tian dan gadis itu. memang benar setelah tidak sengaja bertemu gadis yang bernama Siska itu mereka berdua saling bertukar pesan dan Siska mengutarakan perasaannya pada Tian tapi Tian menolaknya dengan alasan sudah mempunyai kekasih.
"hmm ya ya." kata Tea dengan mengembalikan ponsel Tian
__ADS_1
"Aku berani bersumpah tidak ada wanita lain selain dirimu Tea. aku bersungguh-sungguh mengatakannya. walaupun sekarang aku belum memiliki pekerjaan tapi mulai sekarang aku akan belajar mengelola perusahaan." kata Tian dengan bersungguh-sungguh.
"Haruskah aku memberimu kesempatan terakhir?" tanya Tea yang seketika langsung berlalu masuk.