Be My Husband

Be My Husband
Terungkap


__ADS_3

Pukul 3 sore Tea diam-diam pergi ke kantor suaminya. ia menaiki taksi dan bermaksud ingin memberikan kejutan pada Tian. setelah sampai di perusahaan ia langsung masuk saja, para karyawan juga sudah tahu jika bos mereka sudah mempunyai istri.


"Apa pak Tian di dalam?" tanya Tea pada sekretarisnya Tian.


"Ada Bu." jawabnya.


Tea pun membuka pintu perlahan tanpa di sadari Tian. ia berjalan tanpa menimbulkan suara dan mendekati Tian yang tengah sibuk dengan laptopnya.


"Kau disini." kata Tian dengan terkejut.


"Ahh hehe iya." jawab Tea ketika Tian sudah menyadari kehadirannya.


"Tumben sekali kau kesini." kata Tian.


"Ayo kita keluar." kata Tea yang membuat Tian menatapnya.


"Aku akan menyelesaikan ini dulu, sebentar lagi selesai. kau duduk saja dulu." kata Tian yang membuat Tea memilih untuk melihat-lihat isi ruangan Tian.


Di ruangan Tian memang tersedia ranjang pribadi, Disana Tea menemukan sebuah jepit kecil bermotif bunga serta mutiara yang membuatnya heran. ia pun memberi tahu Rachel adik Tian barangkali gadis itu pemilik dari jepit tersebut namun Rachel menjawab tidak. tentu saja itu membuat Tea bertanya-tanya.


"Apakah dia membawa wanita lain kesini?" gumam Tea yang langsung berubah ekspresi.


ia pun mencari sesuatu lagi dan ternyata masih ada satu barang lagi yang membuat Tea terkejut bukan main.


"Tidak mungkin." gumam Tea lagi dengan membuang benda itu.


"Tea kau sedang apa?" tanya Tian yang sudah berada di dalam kamar.


"Ahh tidak ada. apa kau sudah selesai?" tanya Tea.


"Sudah ayo " jawab Tian.


Mereka pun pergi ke resto terdekat untuk makan malam dan rencananya Tea akan memberikan kejutan saat makan malam itu.


Setelah sampai di resto, mereka segera memesan makanan. walaupun ada banyak pertanyaan di kepalanya namun ia lebih memilih mengabaikannya karena tidak ingin merusak suasana.

__ADS_1


"Mas Tian...." teriak seorang wanita dengan melambaikan tangan dan berlari kecil menuju ke meja Tian.


Melihat itu membuat Tian benar-benar terkejut karena kekasihnya berada di resto yang sama. bukankah Lili masih berada di luar kota? kenapa tiba-tiba ada disini.


Seperti kebiasaan mereka saat bertemu selalu mencium pipi, kini juga lili melakukan hal yang sama pada Tian di depan Tea membuat Tian langsung mendorongnya.


"Siapa dia mas?" tanya Lili dengan menatap Tea dari atas sampai bawah.


"Siapa dia?" tanya Tea


"Dia rekan bisnisku. sebentar ya kau tunggu disini dulu." kata Tian dengan mengajak Lili keluar.


"Kenapa kau ada disini Li?" tanya Tian


"Aku ada kunjungan ke salah satu perusahaan rekan kerja ku. baru saja aku selesai meeting dengan mereka dan tak sengaja melihat mu." kata Lili.


"Lebih baik kau pergi saja dulu aku ada meeting penting dengan clien ku." kata Tian yang membuat hati tea benar-benar hancur.


Ya diam-diam Tea menguping pembicaraan mereka dan ia mendengar fakta yang mengejutkan jika ia tidak di anggap oleh suaminya sendiri.


"Tapi mas aku...." kata lili.


Ketika berbalik, Tian terkejut mendapati istrinya sudah berada tak jauh darinya. ia segera menghampiri Tea namun wanita itu langsung berlalu begitu saja dan masuk kedalam mobil.


"Aku bisa menjelaskannya. ini tidak seperti yang kau lihat. kau salah paham." kata Tian namun Tea hanya menatap lurus kedepan dengan datarnya.


Sepanjang perjalanan Tea hany diam saja hingga sesuatu membuatnya tertarik dan langsung dia ambil. sebuah lipstik yang bahkan ia tidak memilikinya.


"Apa ini? apakah ini milik wanita itu?" tanya Tea dengan memperlihatkan lipstik itu pada Tian.


"Aku tidak tahu mungkin itu punya adikku." kata Tian dengan berbohong.


Sesampainya di rumahnya Tea keluar tanpa sepatah katapun. Tian mengejar dan menahan tangan Tea namun Tea menepisnya dengan kasar.


"Kau salah paham. ini tidak seperti yang kau lihat." kata Tian

__ADS_1


"Mana Hp mu." kata Tea yang membuat Tian terkejut.


"Apa? bukankah kita sudah berjanji tidak saling mengecek atau meminjam hp." kata Tian


"Berikan padaku." kata Tea dengan suara sedikit keras


Tian benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. jika ia memberikan ponselnya pada Tea tentu semuanya akan terbongkar.


"Berikan padaku!!! ada apa di dalam hp mu? apakah kau menyembunyikan sesuatu?!" kata Tea


"Aku tidak menyembunyikan apapun dan tidak ada apapun di hp Ku." kata Tian


"Lalu berikan padaku!!!" seru Tea dengan suara kerasnya.


"Kenapa kau selalu seperti ini hah." kata Tian yang tiba-tiba saja nada bicaranya berubah.


"Selalu? selama ini aku jarang bahkan tidak pernah memegang hp mu." kata Tea dengan emosinya.


"Kau istriku bukan hah? seharusnya kau percaya padaku dan tidak menuduhku." kata Tian yang membuat Tea tersenyum.


"Berikan padaku." kata Tea.


"Baik tapi setelah ini kita bukan suami istri lagi dan kau jangan menyesal." kata Tian yang juga sudah emosi.


"Tidak akan." kata Tea dengan mata yang berkaca-kaca ketika mendengar kata yang terlontar dari mulut Tian.


Tian benar-benar dilema dan tidak tahu harus berbuat apa. emosinya juga mendadak meledak ketika Tea mengatakan hal itu.


"Persetan dengan semuanya." teriak Tian dengan membanting hpnya hingga hancur serta dengan emosi yang meledak-ledak


"Kau puas sekarang!!!" teriak Tian.


"Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan selama ini hah. sudah berapa kali kau bermain di belakang ku? apa kau pikir aku hanya diam saja. aku tahu semua Tian aku tahu bahkan pengama* yang ada di kamar ruangan kerjamu aku tahu. kau benar-benar sudah melewati batas mu Tian. aku kecewa padamu." kata Tea dengan air mata yang sudah mengalir.


"Sekarang terserah apa yang ingin kau lakukan aku tidak peduli lagi tapi jangan pernah menyesali apa yang sudah kau perbuat." kata Tea yang kemudian masuk ke rumahnya dengan perasaan yang sangat hancur.

__ADS_1


"Arrggghhh sialll!!!!" teriak Tian dengan memukul mobilnya.


__ADS_2