Be My Husband

Be My Husband
Berbaikan


__ADS_3

Tian melihat jika tea tengah berada duduk di sofa, ia pun dengan takutnya ikut duduk di sampingnya namun tea seperti menganggap biasa saja dan tidak memperhatikan kehadiran Tian.


"Ekehhemm... bagaimana makanannya?" ucap Tian dengan suara pelan.


"Kenapa kau disini? bukankah masih ada tempat duduk lain?" kata Tea tanpa menoleh.


"Bisakah kamu melupakan kejadian itu. aku tau saat itu aku berfikiran dangkal tapi aku sudah menyesalinya dan aku ingin menata ulang kembali lagi. aku mohon tea kita sekarang sudah menjadi suami istri." kata Tian.


"Bisakah tidak membahas hal itu." kata Tea yang langsung merubah ekspresi wajahnya.


"Tidak. aku tetap harus membicarakannya padamu. kita harus membicarakannya lagi." kata Tian dengan memegang tangan Tea ketika wanita itu ingin beranjak.


"Katakan. aku sibuk." kata Tea dengan duduk kembali.


"Aku minta maaf. kau tahu bukan saat itu aku hanya memikirkan kuliah ku dan belum terlalu memikirkan hal seperti ini. tapi ternyata aku melakukan kesalahan besar dan itu akan menghantuiku seumur hidupku. jika ada kata lain selain maaf aku akan mengatakannya. aku ingin menebus semua kesalahan ku dan memperbaiki semuanya. aku tau kau sangat terluka karena ku dan aku lagi-lagi hanya bisa meminta maaf padamu." kata Tian dengan menatap manik mata Tea.


"Dia selalu datang di mimpiku dan meminta pertanggung jawaban padaku. saat itu aku hampir gila memikirkannya. aku tidak tahu harus apa dan aku mengakui di depan orang tuaku karena aku ingin memperbaiki semuanya. aku mohon tea tidakkah kau punya sedikit maaf untukmu. ayo kita mulai semuanya dari awal lagi. aku mohon..." ucap Tian


"Beri aku waktu." jawab Tea dengan melepaskan tangan Tian dan beranjak pergi.


Memikirkan hal itu lagi benar-benar menguras tenaga tea. dia berdiri di depan balkon dan menghembuskan nafasnya kasar.


"Semuanya sudah terjadi..." gumam Sera dengan menghapus air matanya.


Tea turun dan masih mendapati Tian di ruang tengah. ia hanya menoleh sekilas saja dan pergi keluar.

__ADS_1


"Huffftt sepertinya aku harus lebih berusaha agar dia bisa memaafkan ku. baiklah ini semua juga salahmu Tian jadi kau harus memperbaikinya sendiri apapun caranya." gumam Tian dengan menghela nafasnya dan mengejar Tea.


Di lihatnya Tea tengah berjalan pelan di jalan. entah dia akan pergi kemana Tian juga tidak tahu. ia pun bergegas menyusulnya.


"Kau mau kemana?" tanya Tian yang membuat Tea terlonjak kaget .


"Ke toserba. kenapa kau disini? jangan mengikutiku." kata Tea dengan datarnya.


"Tidak masalah." ucap Tian dengan tersenyum


Tea hanya memutar bola matanya malas saja. sampai di toserba, Tea memilih beberapa bahan makanan dan makanan siap saji, ia juga membeli beberapa buah-buahan untuk stok di kulkas tak lupa juga ia membeli banyak camilan.


Melihat banyaknya camilan yang di beli Tea membuat Tian hanya bisa melongo saja. camilan sebanyak itu siapa yang akan memakannya pikirnya.


"Tea...kau membeli makanan sebanyak ini. apakah akan habis?" tanya Tian


"Bukan begitu maksudku." ucap Tian yang tidak bisa berkata-kata.


Setelah berbelanja Tea menatap semuanya di bantu Tian. sudah berulang kali Tea mengusir Tian namun pria itu tidak menggubrisnya dan tetap berada di dekat Tea.


"Pergilah kenapa kau terus disini. aku bisa melakukannya sendiri." kata Tea ketika Tian terus berada di belakangnya.


"Kenapa apa aku membuat mu tidak nyaman?" tanya Tian


"Ya karena itu aku menyuruhmu pergi. sudahlah jangan ganggu aku jika kau menginginkan maafku." kata Tea yang sudah kesal.

__ADS_1


Mendengarkan kata-kata itu membuat Tian menatap wajah Tea. ia pun segera pergi dan melihat apa yang di lakukan Tea dari kejauhan.


Tea mulai berperan dengan bahan-bahan dan peralatan dapur. ia memasak seadanya saja sementara Tian terus memperhatikan Tea.


"Apakah dia memintaku untuk mencongkel biji matanya." umat tea ketika tak sengaja melihat ke arah Tian


Tak butuh waktu lama kini masakan Tea pun sudah tertata rapi di meja makan. dia mengambil dua piring dan memanggil Tian.


"Kau tidak lapar?makanlah atau aku akan menghabiskan semuanya." kata Tea yang mulai menyantap makanannya


Tian pun dengan ragu juga mengambil makanan dan memakannya dengan perlahan. dia terus menatap Tea yang membuat wanita itu berdecak kesal.


" Ck ...Aku sudah memaafkan mu jadi jangan melihatku seperti itu." kata Tea yang membuat Tian terkejut.


"Apa yang kau katakan barusan?" tanya Tian .


"Tidak ada dua kali pembicaraan." kata Tea yang membuat Tian tersenyum senang.


"Itu artinya kita bisa memulainya lagi dari awal. kau memaafkan ku?" tanya Tian lagi namun tidak mendapatkan jawaban dari Tea.


"Baiklah aku anggap begitu." ujar Tian dengan menyantap makanannya.


Sebelumnya ia tidak berfikir jika tea akan memaafkannya semudah itu tapi sekarang dia merasa lega karena Tea sudah memaafkannya. mungkin sekarang tidak ada perasaan yang mengganjal lagi di hati Tian.


"Lagipula semuanya sudah terjadi. itu juga bukan sepenuhnya kesalahan mu. aku juga bersalah karena tidak terlalu hati-hati jadi tidak sepantasnya aku menyalahkan mu seorang karena awal mula kejadian memang kesepakatan kita." ucap Tea.

__ADS_1


Tian hanya tersenyum saja. inilah yang membuat Tian tidak bisa melupakan tea. sosoknya benar-benar mampu membuat hati Tian tidak tenang setiap waktu.


walaupun terkadang mereka jarang bertemu ataupun bertukar kabar tapi rasa sayang pada wanita yang kini sudah berstatus sebagai istrinya itu tidak pernah berkurang dan terus bertambah.


__ADS_2