belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-1. awal


__ADS_3

semua siswa siswi SMA Sanjaya tengah beruforia atas kelulusannya, di tengah lapangan mereka tengah bergembira bersama serta sedih karna akan menempuh jalan masing masing setelah 3tahun bersama di SMA itu.


hanya seorang gadis yang terlihat biasa saja bahkan kelewat santai dia hanya duduk di koridor sambil memainkan kuku panjangnya, beberapa ajakan teman temannya tidak ia hiraukan ia hanya fokus pada kuku syantiknya saja .


"ck, lama banget sih ." gumamnya di sela sela kegiatan memainkan kukunya . ia dia tengah menunggu jemputan keluarganya karna dia ingin segera pulang dan rebahan , ck ya dia memang begitu . perkenalkan dulu.


namanya arabella Hernandez, gadis cantik di sekolah itu, terbilang populer tapi dia tidak merasa , pembawaanya yang santai dan cuek membuat banyak laki-laki dan perempuan ingin mengenalnya, namun sayang mereka hanya di anggap angin lalu oleh arabella, ia gadis secantik itu tidak memiliki teman atau sahabat dia hanya menikmati hari hari di sekolah dengan tidur dan tidur. ck sungguh sangat menyebalkan bukan .


baiklah, tak lama mobil keluarganya datang , arabella berlari kecil menghampiri mobil itu dan langsung masuk ke dalam mobil .


"maaf non, saya lama ." ucap supir itu


"hmm, " arabella hanya berdehem lalu mobil melaju .


arabella memasuki mansion mewah itu dengan langkah ringan , di sambut beberapa pelayan saja kemana orangtuanya pergi, ck, entahlah nanti kita bahas .


"jangan ada yang ganggu saya." peringat arabella pada pelayan yang berjejer disana mereka mengangguk patuh .


arabella membersihkan diri lalu merebahkan dirinya di atas kasur empuk miliknya .


"ck, gini banget jadi gue ." keluhnya ini hari kelulusannya tapi dia hanya ke sekolah sendirian , orangtuanya sibuk dengan bisnis mereka , arabella kadang muak dengan semua ini , tapi ya sudahlah toh ini takdirnya .


tak lama arabella tidur dalam keadaan hanya memakai kimono saja .


***


di salah satu mansion di negara B seorang pria tengah duduk dan di hadapkan dengan 2pasang paruhbaya yang tengah duduk dengan tegang menunggu jawaban si pria itu setelah percakapan mereka beberapa saat .


"kenapa harus saya .?" tanya nya setelah sekian lama diam membuat mereka semakin menegang di sana .


"Tante tidak tahu, Tante hanya mengikuti kata hati Tante saja." balas wanita paruhbaya dengan sedikit tegang .


"kalian yakin ?" tanyanya lagi mereka serempak mengangguk cepat .


"baiklah, 2hari lagi ." ucapnya lalu pergi dari sana


"surat perjanjian akan Marco kirim segera tandatangani dan bawa dia dua hari lagi ."tambahnya sebelum benar benar pergi , mereka menghela napas lega dengan jawaban pria itu .


"apa kalian yakin dengan keputusan kalian. ?" tanya orangtua pria itu


"kami yakin, ini jalan satu-satunya ." ucap pria paruhbaya itu dengan tegas .


"baiklah , kami angkat tangan jika terjadi sesuatu nanti, kami tidak bisa mengendalikan dia ." ujar pria tadi membuat mereka mengangguk .


di dalam mobil pria tadi memberikan Ipad-nya pada Marco lalu berkata "print dan berikan pada mereka lalu simpan aslinya ."

__ADS_1


Marco mengangguk dan menerimanya .


"satu lagi, caritahu gadis itu ."


"maaf tuan namanya siapa ." tanya Marco


"arabella Hernandez." tidak lima menit Marco dapat menemukan identitas arabella bahkan semua yang ia suka dan tidak .


Marco memberikan laporan itu pada tuanya untuk di baca , pria itu membacanya dengan seksama lalu sudut bibirnya terangkat .


"Marco, malam ini kita pergi ke sirkuit." Marco tercengang dengan perkataan sang tuan dia hanya mengangguk tanpa ingin bertanya .


***


arabella menggeliat di atas ranjangnya , dia mencari ponselnya lalu melihat jam .


"astaga gue kebablasan" gerutunya lalu pergi ke kamar mandi dan mencuci muka segera bersiap.


arabella menuruni anak tangga dengan santai tanpa melirik ke kanan dan kiri.


"mau kemana ?" tegur pria paruh baya yang sedang menikmati secangkir kopi di sofa sendirian .


"balap." ujarnya santai paruhbaya itu menghela napas lalu mengangguk .


"hati-hati ." ujarnya membuat arabella mengerenyit , tumben sekali tidak ada acara adu jotos malam ini tapi ya sudah lah dia hanya mengedigkan bahu acuh .


"siapa yang nantang gue .?" tanya arabella kepada nya


"Lo masih inget , Samuel .? dia yang Lo kalahkan tahun lalu ."


arabella mengangguk "hadiahnya apa .?"


arabella tidak akan mau balap secara cuma cuma apalagi karna harga diri , walaupun dia itu seorang anak konglomerat tapi masalah uang itu no 1.


"dia bilang kalo, Lo berhasil ngalahin dia Lo bebas mau apa dari dia, tapi kalo Lo kalah , Lo harus mau di suruh apapun sama dia ." ujarnya arabella tersenyum sinis .


"ok ."


balapan di mulai beberapa kali arabella memimpin dan Samuel melakukan hal curang padanya ,. tapi ini arabella si penguasa jalanan. dia tidak akan bisa mencurangi arabella .


"ck pengecut ." gerutu arabella . Samuel menyeringai kala melihat arabella jauh dari nya dia menggas motornya , saat arabella ingin menyalip samuel mengeluarkan pisau lipat berniat menusuk arabella tapi sebelum itu terjadi tangan Samuel terasa ngilu saat timah panas menembus punggung tanganya .


"arrrgh " Samuel berteriak lalu dirinya dan motornya terhempas .


arabella dan penonton terkejut, arabella kehilangan kesetabilannya karna terkejut dia menabrak pembatas dan terpental membentur aspal . arabella bangkit dan terduduk dengan kepala berdenyut lalu membuka helm full face nya dan gelap , arabella pingsan .

__ADS_1


***


arabella terbangun dia mengerenyit kala dirinya ada di ruangan serba putih dengan infus yang menghiasi tangannya . lalu masuk orangtuanya yang memasang wajah masam .


mereka hanya tersenyum singkat dan mengusap kepala arabella tanpa berucap sepatah katapun, pun dengan arabella yang menatap malas pada keduanya .


"besok kamu akan menikah." ucap sang ayah arabella menoleh dan menatap tajam mereka


"tidak ada bantahan dan penolakan." tambah sang ayah


ibu dari arabella mengusap lengan suaminya lalu menggeleng . "biar ibu saja yang bicara ." ujarnya lalu meminta sang ayah keluar dari ruangan itu .


ibu arabella menatap arabella sendu .


"kenapa ga dari dulu di bunuh aja sih Bu ." ujar arabella membuat ibunya terasa sakit hatinya . ibunya menelan salivanya susah payah lalu duduk di ranjang arabella mengusap kepala arabella lembut .


"maafin kita sayang, " ucap ibu arabella pelan matanya memanas .


"apa salah ara sama kalian ? sebegitu salahkah Ara hidup .?" hati ibu arabella serasa di remas atas peryataan anaknya .


"ngga gitu sayang ."


"Ara terima, ibu boleh keluar Ara mau tidur ." potong arabella lalu merebahkan dirinya menutup kepalanya dengan selimut , ibunya menangis mengapa anaknya yang begini .


"besok acaranya nak, ibu harap kamu bisa menerima dengan lapang dada ." ucap sang ibu lalu pergi , arabella membuka selimutnya lalu duduk di atas ranjang.


"gini banget hidup gue ." keluhnya lalu menangis di sana sendirian menangisi hidupnya yang miris terlahir dari seorang konglomerat tidak membuatnya merasakan kehidupan yang bahagia , hanya kesepian yang ia terima, mungkin hal finansial dia dapatkan tidak dengan susah payah tapi dari kebahagiaan dia tidak mengenal itu . miris sekali bukan .


***


malam ini arabella melepas selang infus yang menghiasi punggung tangan putihnya , dia mengambil jaketnya lalu pergi dari rumahsakit itu menghiraukan panggilan suster yang mencegahnya . arabella tetap berjalan dengan santai .


setelah taxi yang ia pesan sampai dia memasukinya lalu duduk, memejamkan matanya karna kepalanya kembali berdenyut .


"kemana non .?" tanya supir taxi itu .


"club' " taxi itu melesat kesalah satu club' ternama di kota itu arabella turun dengan santai lalu masuk .


duduk di salah satu meja sendirian lalu mulai menikmati minuman itu .


***


"bagaimana .?" tanya pria itu


"nona keluar dari rumahsakit, dan masuk club' xxx sendirian " pria itu menghela napas lalu mengangguk .

__ADS_1


"awasi dia." titahnya .


"nikmati kebebasanmu, karna hari esok kau akan berdiam di sangkar emas ku ." gumam pria itu lalu tersenyum menyeramkan .


__ADS_2