belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-19.


__ADS_3

Bella mendengus kala mendapati mereka selesai di jam 9pagi dan itu cukup membuat Bella Lelah untungnya dia ada kelas di jam 1siang dan sore hari, ck suami menyebalkan nya ini memang tahu waktu dan pandai sesuatu .


Damian melirik Bella yang cemberut di sisi ranjang dengan masih menggunakan bathrobe nya , Damian tersenyum lalu mengancingkan kemejanya seraya berjalan ke arah Bella .


"apa kau tidak mau memakai pakaian , sayang ." Bella berdecak dia segera masuk walk in closet dan memakai pakaiannya , Damian menghampiri dan memeluknya dari belakang .


"jangan kesal ." ujarnya seraya mengecup Bella .


"Mau ikut ke kantor .?" tawar Damian , Bella buru buru membalik badannya menoleh ke arah Damian dengan mata yang berbinar, tapi setelah dia ingat akan ada kelas di jam sore dia kembali cemberut dan membuat Damian tidak tahan untuk mengecup bibirnya yang menggoda menurut damian .


"kenapa?hm." tanya Damian , Bella menunduk dan menghela napas


"aku ada kelas siang dan sore ." cicit Bella , Damian terkekeh dengan balasan istri kecilnya .


"kau bisa melakukannya di kantor kan, sayang .?" ujar Damian , Bella mengerutkan keningnya lalu berpikir dan entahlah di mata Damian itu sangat menggemaskan .


Damian mengecup pipi Bella sekali lagi "ayo, aku tunggu di bawah, semuanya sudah Laura siapkan ." ujar Damian , Bella masih cengo di tempatnya tapi dia kemudian bergegas memakai baju warna senada dengan Damian yaitu navy, dan Bella memakai dres selutut yang pas di badan nya , di padukan dengan long Coat berwarna hitam .


***


di dalam perjalanan menuju kantor Bella tertidur dengan nyenyak di dalam dekapan Damian . dengan sabar Damian mengelus surai istri kecilnya lalu mengecup beberapa kali , Marco yang berada di balik kemudi sesekali melirik dari spion , dan mengulum senyum , sekejam kejamnya mafia jika sudah di pertemukan dengan seseorang yang memporak-porandakan hatinya akan bucin juga , itu yang ada di pikiran Marco sekarang .


keheningan menyelimuti mereka , dan Bella jangan di tanya dia sama sekali tidak terusik , walau kini mereka telah sampai di parkiran perusahaan Damian .


"mari tuan ." ujar marco seraya membukakan pintu , Damian memangku Bella dengan sayang , Bella mengalungkan tangannya ke leher Damian dan itu membuat Damian benar benar tersenyum yang sialnya di lihat beberapa karyawannya yang berlalu lalang .


mereka terkejut dan shock , dengan bos besar mereka yang menggendong seorang wanita yang tidak di ketahui wajahnya , dan di buat shock lagi dengan senyuman yang sialnya .! membuat Damian semakin tampan dan hot .


dengan langkah lebar Damian memasuki kantornya dengan Bella yang benar benar pulas di gendongannya , dan Marco yang membawa 3tas di antara , tas berisi laptop Bella , tas buku pelajaran Bella dan tas tuannya .


Damian dan Marco memasuki lift khusus CEO mereka tidak ingin karyawan itu melihat wajah Bella .


saat sampai di ruangan Damian langsung membawa Bella ke kamar khusus dirinya di ruang kerjanya .


melepas flat shoes Bella dan menyelimutinya sebatas dada ,lalu mengecup keningnya sebentar dan pergi menuju kursi kebesarannya di ruang itu .


***


"akh lepaskan ku mohon berhenti , Damian tolong aku ." teriak Clarisa


plak


plak .


"diam bi'ch." sentak salah satu laki laki yang kini menggerayangi tubuh polos Clarisa .


"akh, aku sudah t-tidak k-uat l-e0pashh." teriak Clarisa dengan terengah engah.


5lakilaki itu tertawa terbahak bahak mendengar itu . dan salah satu dari mereka bersuara dengan tegas .


"kau yang selalu sombong dan seenaknya pada Kami dahulu, dan kau yang berencana membuat nyonya muda kami celaka."

__ADS_1


"kami senang menghukum mu dengan cara ini , bahkan jika tuan menyuruh kami melenyapkan mu , kami akan mempermainkanmu terlebih dahulu ." tambah satu pria lagi .


"hahaha, memangnya kau siapa sehingga berani menggertak nyonya muda kami ." seru satu orang lagi , Clarisa benar benar dalam keadaan mengenaskan , dia di pakai oleh 5orang sekaligus itu adalah hukuman dari Damian, mereka para pengawal yang muak dengan sikap Clarisa yang sombong , sekarang bak menemukan sumur di Padang pasir mereka .


Clarisa pikir Damian tidak tahu bahwa dia terlibat , karna saat para pelayan yang berkhianat di bawa oleh tim Tiger menuju markas untuk di hukum, Dave dan Delon malah menyuruh Clarisa masuk paviliun untuk mengamankan diri, tapi setelah itu paviliun itu di datangi pria masokis dan dengan tidak punya hati dia memakai clarisa dengan keji, dan hari berikut nya akan ada beberapa pengawal seperti sekarang yang memakai clarisa .


"Bu-b'nuh saja aku ." teriak Clarisa saat dirinya telah benar benar lelah dan kesakitan bukan kenikmatan yang ia rasakan , kedua l'b'ng nya mereka masuki dengan kasar membuat Clarisa benar benar kesakitan .


"ck, tidak sekarang tuan bilang kami harus puas dulu ." ucap salah satu dari mereka dan di barengi tawa yang lain . Clarisa benar benar lelah dan brugh . dia pingsan dan para pengawal itu malah tertawa terbahak bahak .


***


"Marco , tutup semua akses yang bisa mereka tempuh untuk menemukan istriku." tegas Damian .


"baik tuan ." Damian tersenyum miring melihat berkas yang baru saja Damian terima . di sana tertera Jonathan hernandez belum juga menyerah mencari keberadaan arabella nya , lalu ketua klan mengumumkan memiliki cucu perempuan yang sempat hilang 17tahun silam , dan kini mengabarkan cucunya telah menikah dengan seorang ketua mafia juga yang cukup di segani , yang membuat merek bertanya tanya , siapa mafia itu , banyak yang menyebutkan bahwa itu adalah anak dari Victor yang tak lain adalah Frank , yang dulu pernah menyerang mansion Damian , tapi sebagian menyatakan Frank masih single , ada juga yang menyebutkan bahwa mafia tersebut adalah keluarga Miller tapi mereka menutup mata karna klan Miller sudah bubar sejak dahulu .


Damian benar benar egois kali ini, dia akan lebih membelenggu Bella setelah kabar ini beredar lihat saja .


'tidak akan pernah kalian menemukan, arabella ku , dia hanya miliki selamanya .' batin Damian tersenyum mengejek .


Bella di dalam kamar khusus Damian menggeliat , waktu menunjukan pukul 11 siang , dia mengucek matanya dan merasa asing dengan ruangan ini .


"gue dimana .?" tanya Bella pada dirinya sendiri dia menyingkap selimut lalu melihat jam yang bertengger di dinding .


"ck, pantas saja gue lapar ."


"Damian mana ya .?" dia mencari pintu seraya menggerutu . saat dia akan membuka pintunya itu masih terkunci dan harus memakai pin atau sidik jari .


"ck, merepotkan." dengus Bella


Damian membuka pintu lalu masuk dengan satu paper bag besar lalu meletakkannya di meja dan menghampiri Bella yang masih muka bantal dan cemberut .


"maaf,lama ." ucapnya lalu mengecup tangan Bella , dan menuntunnya ke kamar mandi .


entah karna apa Bella hanya menurut , dia membasuh muka dengan Damian yang menatapnya dari cermin . lalu kembali di tuntun untuk duduk di sofa yang sudah ada makanan di meja itu .


"makanlah , kau belum sarapan sedari pagi Ara ." ujar Damian lembut .


"kau juga makan , suapi aku ." manja Bella Damian hanya mengangguk dan mulai menyendok makanan dan memasukannya ke mulut Bella lalu ke mulutnya . bella melotot


"hei, itu bekas ku kau tidak jijik ."


"kenapa jijik, sayang ."


blush


lagi dan lagi jantung Bella berdegup kencang karna panggilan sayang itu .


sial .!


ck, Damian , menyebalkan .!

__ADS_1


Damian terkekeh melihat wajah Bella memerah nak tomat , lalu menyuapi Bella lagi dan satu suapan untuknya lagi .


***


Jonathan termenung di salah satu cafetaria , entah sudah berapa lama ia di sana tapi dia masih betah dan entah berapa minuman yang ia habiskan .


"kau dimana arabella .?" gumam Jonathan saat ini keadaan jonathan tidak bisa di bilang baik baik saja, tapi juga tidak terlalu buruk .


drrrt drrrt .


"iya ."


"......"


"apa .?"


"......"


"aku take off sekarang ." Jonathan kemudian meletakan beberapa lembar uang di meja dan pergi begitu saja .


saat dalam mobil ponsel Jonathan kembali berdering.


drrrt drrrt .


tanpa melihat nomer si penelpon jonathan mengangkat nya dan berseru panik .


"aku sedang dalam perjalanan ."


"......."


Jonathan mengerutkan keningnya kala mendapati suara perempuan yang bicara di sebrang .


"kau siapa .?"


"......."


tanpa pikir panjang jonathan berbalik ke apartemen wanita itu dan menutup telponnya.


***


Ting .


Damian muncul dari pintu itu dengan senyum mengembang .


"sudah selesai .?" tanya Damian lembut .


"sudah ." ucap Bella .


"ayo pulang ." ajak Damian , Bella mendengus selama di kantor dia hanya berdiam diri di kamar khusus Damian, bahkan tidak di perbolehkan keluar sedetik pun, apa bedanya dengan di mansion .


"ck, ku pikir akan melihat dunia luar , ternyata sama saja ." gumam Bella dan itu masih di dengar Damian .

__ADS_1


Damian tersenyum smirk menatap Bella yang misuh misuh seraya memberesi peralatannya .


'tidak akan pernah, Ara tidak akan pernah kau melihat dunia luar lagi , hanya dengan ku dan hanya dalam belenggu ku , kau adalah miliki, sudah cukup bermain main selama ini .' batin Damian


__ADS_2