
Bella benar benar di kuasai api cemburu , dia mengajak beberapa pengawal bertarung melampiaskan kekesalan di hatinya , hingga saat seseorang memeluknya dari belakang saat dia masih terengeh dan napasnya memburu .
"lepas br'ngs'ek " bentak Bella saat mendapati tubuhnya di peluk dari belakang .
"kamu kenapa .?" Damian masih mencoba pura pura tak mengerti .
saat mendengar suara itu emosi Bella makin menyala , dia semakin berontak dan minta Damian melepas pelukannya .
"lepas kan aku ." sentak Bella benar benar di kuasai amarah . Damian terkejut dengan bentakan Bella , Damian membawa Bella bagai karung beras dia lalu membawa Bella masuk ke kamar mereka , Bella meronta memukul Damian brutal tapi tidak di hiraukan oleh Damian , dia tetap membawa Bella .
brugh
Bella di hempaskan sedikit kasar oleh Damian pada ranjang , Damian menatap Bella dengan senyum tipis , Bella menjadi semakin kesal dengan itu .
dengan melipat tangan di dada Bella bersuara datar ."kenapa kau tersenyum ."
Damian menaikan sebelah alisnya , lalu duduk di sisi ranjang dan Bella beringsut mundur .
"ada apa dengan mu ." tanya Damian hati hati
",cih." Bella berdecih "sana pergi bukannya kau suka di tempeli wanita berpakaian kurang bahan ." damian ingin sekali tertawa tapi dia tahan dan kembali tersenyum tipis .
"maksudmu apa .?"
"ck, pura pura tak mengerti dasar playboy cap b'ngke" decak Bella ,
"apa kau cemburu .?" tanya Damian padahal dia sudah tahu , jika istri kecilnya ini tengah cemburu .
"aku." beo Bella seraya menunjuk dirinya sendiri "cemburu ..?" Damian mengangguk yakin
"ck, jangan bercanda ." kilah Bella lalu memalingkan wajah kesalnya dari Damian .
"lantas , kenapa kau marah marah dan menyebutku playboy cap b'ngke.?"
Bella memerah karna malu, jika di pikir lagi iya kenapa Bella marah Ck, Damian besar kepala sekali nantinya .
"hanya ingin ." ketus Bella , Damian mengangguk dan menarik dagu Bella untuk melihatnya .
"begitu ya,. jika kau cemburu ."
"tidak akan pernah ." potong Bella , Damian tersenyum lalu mengangguk lagi dan mengecup pipi Bella lembut lalu beralih ke bibirnya , Bella mematung padahal Damian melakukan ini tidak hanya kali ini tapi sudah sering .
"jangan marah, aku tidak serius tadi ." ucap Damian lalu mengelus rambut Bella, Bella masih mematung di sana .
Damian tersenyum senang dengan ekpresi Bella , ck dia tahu Bella telah jatuh cinta padanya hanya saja gengsinya yang besar. lalu Damian berdiri dan mengecup kening Bella . "aku masih ada pekerjaan , jangan marah marah lagi ." lalu pergi meninggalkan Bella yang masih mematung. lalu tangan Bella terangkat menyentuh pipinya lalu bibir dan terakhir kening . Bella tersipu .
"ahh , gue kenapa sih ." tanya Bella pada dirinya sendiri , jantung nya bekerja lebih cepat kali ini , dengan repleks memegang dadanya.
"apa gue punya riwayat sakit jantung ya ." keluhnya
lalu Bella teringat pada kemarahanya yang tanpa alasan tadi kenapa.
__ADS_1
"ck, tadi gue kenapa sih paket marah marah ." keluhnya lagi .
Damian yang berada di luar pintu sambil memegang ponselnya tersenyum kala melihat tingkah Bella di dalam kamar dari ponselnya , yang mengeluh dan memukul mukul bantal sesekali .
"dasar bocah ." gumamnya lalu pergi menuju paviliun .
Clarisa tersenyum senang melihat Damian kembali tanpa arabella , Clarisa sungguh sangat senang juga heran untuk sikap Damian yang tiba tiba manis padanya .!
jadi dengan tingkat kepercayaan diri tinggi Clarisa berdiri dan menatap Damian dengan tatapan penuh cinta senyum nya masih mengembang , "arabella tidak apa apa kan , Damian .?" tanya Clarisa lembut , Dave dan Delon menoleh pada Clarisa mereka menepuk jidat serentak, mereka lupa wanita ini begitu menginginkan Damian , ck bagaimana ini .?
Damian tidak menjawab dia hanya duduk kembali dan melanjutkan perbincangannya dengan 2sahabatanya yang sekarang menahan napas , karna sepertinya akan ada ketegangan di paviliun ini.
Clarisa duduk memepet Damian tangannya bergeliya di tangan Damian yang ada di dekatnya , damian menatap Clarisa memicing lalu berkata dengan dingin "lepas." Clarisa tersentak dengan gerakan dan suara dingin Damian
"maaf jika aku mengganggumu. " ujar Clarisa lembut dia masih mengira sikap Damian nyata padanya .
"pergi ." suara Damian semakin mendingin , Clarisa mengerenyit .
"Damian apa arabella marah pada---"
"pergi." ulang Damian semakin dingin , Clarisa mengangguk lalu pergi dari sana menghentak hentakkan kakinya kesal.
Damian berdecak dia berdiri lalu berjalan untuk pergi, "dam kau mau kemana. ?" tanya Dave
"mandi." mereka meringis dengan jawaban Damian , pasti dia akan mandi setelah wanita itu dengan sengaja menyentuhnya , Damian akan mau di sentuh hanya oleh orang orang yang dia inginkan , dan Clarisa , ck tidak usah di tanya , ya dia tidak ingin makannya mandi .!
***
"dimana dia ." suara dingin itu lagi lagi terdengar oleh seluruh orang yang berada di kediaman Hernandez , itu suara dari tuan tua pemilik klan .
tuan Hernandez tetap tenang dalam hati di selalu berkata keputusannya telah benar .
"dia berada di tempat yang aman tuan ." ujarnya tenang dengan masih mempertahankan senyum yang mengembang.
tuan tua itu berdecih sinis , "dimana cucuku Hernandez.?" emosi tuan tua menggebu kala menggeledah seisi mansion ini tidak menemukan cucu perempuan yang telah 17tahun hilang .
dengan masih mempertahankan senyum nya tuan Hernandez menjawab dengan tenang "dia juga putriku tuan, jika anda lupa ."
"KAU." bentak menggelegar tuan tua itu pelatuk di tarik oleh serempak pasukan yang di bawa olehnya , tapi itu tidak menggoyahkan ketenangan tuan Hernandez .
"katakan dimana, atau kau dan kediaman mu aku ratakan dengan tanah. " masih dengan emosi tuan tua meneriaki
tuan Hernandez menghela napas , senyum nya luntur dia menjadi dingin dan merogoh laci yang ada di sebelah nya , mengeluarkan satu kotak kecil berwarna bludru .
"tuan , apa tujuan anda ingin membawa kembali cucu anda yang telah 17tahun menghilang .?" tanya tuan Hernandez dengan dingin senyum yang ia pertahankan luntur .
"jika hanya ingin menjadikannya, penerus bagi klan anda , saya rasa anda harus mengurungkan niat anda ." dengan kotak bludru di tanganya tuan Hernandez menatap intens Tuan tua itu .
tuan tua itu mengeraskan rahangnya kala mendengar ucapan Hernandez , dia tidak berniat menyela pembicaraan ini .
tuan Hernandez menghela napas panjang lalu Kembali menatap tuan tua tenang kali ini sorot matanya sendi, dan itu dapat tuan tua rasakan .
__ADS_1
"anne dan Adams tidak akan pernah rela melihat itu, walau mereka sudah tidak ada ." tuan tua membeku dengan kedua nama itu , dua nama yang selalu menghantui pikiran nya kini Hernandez dengan gamblang menyebutnya .
"biar saya ceritakan satu rahasia .!" final tuan Hernandez dengan mengumpulkan keberanian dan selalu merapalakan maaf pada kedua nama di atas , mau tak mau Hernandez harus menceritakan pada tua Bangka di hadapannya ini yang cukup keras kepala .
"turunkan senjata kalian ." perintah tuan tua lalu menatap Hernandez intens
"ceritakan .!" nada perintah yang terdengar oleh Hernandez membuatnya tersenyum miring .
"malam itu -----
***
Jonathan frustasi dia benar benar tidak menemukan jalan untuk menemukan arabella , dia benar benar buntu , dia pergi ke club' di negara itu malam ini untuk melampiaskan rasa pusing di kepalanya .
"tuan anda sudah menghabiskan 3botol." ujar sang bartender memberi tahu .
"aku bayar , cepat tuang lagi ." sergah Jonathan dengan mata yang mulai memberat bartender itu menghela napas lalu dia kembali menuangkan alkohol itu .
seorang gadis tengah menjerit di sudut club' dia tengah di kerubuti oleh laki laki hidung belang keadaan gadis itu cukup parah dari Jonathan dia sudah mabuk .
"hei lepaskan aku, minggir aku bukan pelac'r." teriak gadis itu , pria hidung belang itu abai dia tetap mengerubungi gadis itu , dan teriakan teriakan itu terdengar pada telinga Jonathan , dengan rasa pusing yang mulai melanda jontahan mengumpat dia berjalan ke arah sudut club' .
"minggir , jangan sentuh dia ." teriak Jonathan.
"hei tuan saya menemukannya lebih dulu ." ujar salah satu dari mereka
"tidak dia milik saya ." ujar seorang lagi .
"jika begitu kita nikmati sama sama ." ujar keduanya lalu tertawa bersama, jontahan mengeraskan rahangnya lalu dia meninju mereka dan berteriak .
"dia milikku ." lalu Jonathan menghampiri gadis yang keadaannya sangat mengenaskan dia membuka mantelnya dan membungkus gadis itu lalu menggendongnya ala bridal style .
setelah dalam perjalan jontahan membawa gadis itu ke apart miliknya yang ia sewa beberapa waktu lalu .
pandangan Jonathan mulai mengabur , dia membelai pipi gadis itu . "arabella ." ucap Jonathan . dia memeluk gadis itu yang sudah tidak dapat membuka matanya lagi karna terlalu banyak meneguk alkohol .
"jangan tinggalkan aku lagi ,sayang ." ujar Jonathan lagi .
"kau hanya milikku ." racau jontahan lalu mencium gadis itu, gadis itu mengerang karna dia sudah tidak mendapat kewarasannya lagi oleh alkohol dia membalas ciuman itu dengan mata terpejam .
"maafkan aku , kau harus menjadi milikku agar tak ada lagi yang memisahkan kita ." racau jontahan di sela sela kegiatannya. dan entah bagaimana caranya keduanya kini polos , pekikan gadis itu membuat gairah Jonathan naik .
"maaf aku menyakitimu sayang ." ujar Jonathan , gadis itu hanya mendesah dan merintih , ada rasa nikmat dan sakit yang bebarengan . jonathan sungguh kehilangan kewarasannya dengan terus memanggil nama arabella dia kegiatan panas nya , dan gadis itu pun hanya menikmati dengan mata terpejam , malam ini di apart jonathan Hernandez terjadi malam panas yang menggairahkan .
matahari sudah naik di permukaan 2 insan yang tak berbalut sehelai benang pun masih betah saling memeluk satu sama lain , tak lama gadis itu menggeliat matanya terbuka sedikit demi sedikit lalu dia berbalik dan kembali terpejam , tapi saat ada tangan besar yang memeluknya matanya terbuka lebar , dia menyingkap selimut dan berteriak
"aaaaaaa" jonathan terbangun karna pekikan gadis di sebelahnya dia terbangun dan langsung mendapati wajah asing di kasurnya .
"kau ." tunjuk jonathan gadis itu menangis seraya memeluk selimut .
"apa yang kau ---" ucapan Jonathan terpotong kala dia melihat bercak darah di seprei putih miliknya mata nya membulat lalu menatap gadis yang kini menangis .
__ADS_1
"apa yang kau lakukan padaku bre''sek." lirih gadis itu , jontahan memegang kepalanya yang serasa berdenyut dia mencoba mengingat dan betapa terkejutnya dia saat mengingat , dengan kaku dia menatap gadis yang kini menangis di sebelahnya .