belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-25. -


__ADS_3

Bella tengah bingung , dia berada di taman bunga yang indah, tapi ini bukan taman di kediaman Damian, dia menyusuri tiap sudut , iya ini bukan taman bunga di kediaman Damian . Bella memetik satu mawar putih dan menciumnya , harum itu yang Bella hisap .


lalu Bella duduk di hamparan bunga kecil yang menyatu dengan rumput hijau indah . kata yang Bella ucapkan dalam hati .


Nyaman .!


Tenang. !


Sejuk .!


jika di kediaman Damian bella akan menjadi cengeng karna memikirkan apa yang sebenarnya terjadi , dan membuatnya termenung lama, juga lama kelamaan dirinya akan stress , di sini tidak , beban di bahunya, ! pertanyaan di pikirannya, seolah tiada .! entahlah .


saat tengah asik dengan kegiatannya menghirup bunga mawar putih dengan senyum mengembang , seorang perempuan memakai dress putih, memiliki mata seperti Bella dan juga bibir yang sama menepuk pundaknya dan duduk , membuat Bella menoleh dan mengerenyit . lalu sapuan di rambutnya membuat Bella menoleh ke kiri dan mendapati laki-laki tampan yang tengah tersenyum cerah padanya , ya keduanya tersenyum cerah .


Bella bingung tapi di lubuk hatinya ada kenyamanan yang terasa, dan kehangatan hanya dengan sapuan halus dan tepukan di bahunya , melebihi hangatnya pelukan ibu dan papah Hernandez pikir Bella .


"sayang, kamu harus selalu bahagia ya ." kata itu yang keluar pertama dari wanita di sebelah kanan Bella . membuat Bella terkejut karna suaranya sangat menyejukkan hatinya .


"kamu harus yakin, dan pasti bisa melalui ini semua ." tambah laki-laki yang ada di sebelah kiri Bella . Bella hanya diam mendengar mereka berbicara , bukan tidak ingin menjawab atau bertanya mereka siapa. tapi rasa nyaman dan hangat ini , membuat Bella tidak bisa berkata kata .


dengan sapuan lembut di tangannya wanita itu melanjutkan "jangan pernah pergi dari dia yang telah bersama mu sekarang ."


"dia, yang sangat menginginkan dan mencintaimu , pasti akan melakukan apapun untuk mu ." tambah nya , Bella masih mendengarkan dan mencerna semuanya .


tersenyum lembut 2orang itu , berdiri dan berpegangan tangan "jika sudah saatnya tiba , kami selalu menunggumu disini ." ucapnya lalu pergi berjalan menjauh dari Bella, membuat hati Bella sesak .


mata Bella memanas , kenyamanan dan kehangatan yang baru beberapa menit dia dapat , hilang di gantikan dengan sesak yang biasa . setelah punggung mereka jauh Bella baru bisa bersuara dengan lirih .


"tunggu , aku ikut ." entahlah hanya kata itu yang bisa Bella ucapkan .


Bella menangis di rumput itu tergugu di sana .


"hiks, hiks ,hiks ." tangisan Bella mengencang entah apa yang terjadi Bella pun tidak mengerti .


"Ara, ara , hei Ara ." panggil seseorang Bella bisa mendengar suara itu tapi tidak melihat orang nya .


"hiks , tunggu , hiks hiks ." Bella semakin menangis . hingga napasnya tersengal.


damian menepuk pipi Bella berulang kali, istrinya menangis dalam keadaan tidur , apa yang terjadi . "Ara bangun , ini aku ." ucap Damian seraya menepuk pipi Bella lagi .


setelah beberapa saat Bella terbangun dengan napas tersenggal .

__ADS_1


"hah, hah. hah ." Bella memutar pandangan nya tangan Damian mengelus lengan Bella, spontan Bella memeluk Damian dan menangis di sana di dekapan Damian .


"ssst tenang ok , menangislah , sayang." ujar Damian seraya mengecup kepala Bella berulang kali .


Bella terus menangis di dekapan Damian, hingga kaos putih Damian basah oleh air mata Bella, Damian tidak menegur atau jijik sebaliknya dia malah mengeratkan pelukannya .


selang beberapa lama Bella akhirnya tenang dan tidak menangis lagi , dia masih memeluk Damian dan menduselkan hidungnya pada kaos Damian .


hingga terdengar suara ketukan di pintu. membuat Damian mengurai pelukan nya pada Bella .


"sudah lebih baik .?" tanya Damian dan di balas anggukan oleh Bella .


"aku lihat dulu sebentar .," pamit Damian Bella hanya mengangguk .


Damian berjalan ke arah pintu dan membuka nya , di sana ada Marco yang tengah menunduk .


"katakan ." ucap Damian .


"tuan, pembangunan dan dekorasi ruang lukis nyonya telah usai , dan tuan Dave dan tuan Delon menunggu anda di ruang kerja ." jelas Marco .


"huum, 10menit ." balas Damian lalu menutup pintu kamar , saat berjalan ke arah ranjang , terbayar Bella sudah tidak ada di sana dan tedengar gemericik air di dalam kamar mandi , tanpa menunggu lama Damian masuk dan menutup pintu kamar mandi . terlihat Bella yang bertelanjang di bawah guyuran shower .


Bella tengah melamun di bawah guyuran shower , melakukan apa yang dia mimpikan barusan , hingga sepasang tangan kekar melingkar di perutnya , Bella tidak terkejut karna tahu itu Damian .


"jangan memikirkan banyak hal ." ujar Damian lalu membalik Bella agar berhadapan dengan nya .


"ruang lukismu telah selesai , setelah ini kita akan melihat nya ." lalu memangut bibir Bella , dan di siang itu terjadilah kegiatan yang iya iya . kamar mandi yang dingin karna air dingin menjadi panas karna pergulatan sepasang anak manusia itu .


***


"Marco kau bilang 10 menit, ini sudah 2jam kita menunggu , Damian belum juga datang ." omel Dave pada Marco .


Marco hanya diam , karna memang tadi Damian mengatakan seperti itu .


Laura yang ada di sana bersama 3lakilaki itu mendengus , kupingnya sudah sangat pengang mendengar Omelan sahabat tuannya ini .


"mungkin nyonya sedang dalam keadaan tidak baik ." ujar Laura pada akhirnya


"tidak baik apanya , kemarin saja dia marah marah, karna aku salah mendesain ruang lukisnya ." omel Dave lagi , iya kemarin ruang lukis Bella memang di desain oleh Dave , tapi karna salah Bella menjadi kesal dan marah pada semua orang yang dia lihat, dan seperti biasa beberapa pengawal menjadi sasaran kekesalan nyonya muda itu .


Delon menghela napas lalu menepuk pundak Dave yang hendak melontarkan kekesalannya lagi .

__ADS_1


"sabarlah, mungkin mereka tengah mencetak Damian junior ." ujar Delon dingin , atensi 3orang itu langsung tertuju pada Delon . mereka mengerenyit tapi benar juga kan , mengingat tuannya itu yang g'la sekali pada Bella.


mendengus kesal Dave cemberut "Damian kampret , dia enak di sana kita di sini karatan ." gerutu nya pada akhirnya .


"setidaknya , kita berdoa tidak lama lagi kediaman ini akan rame oleh suara anak kecil ." Delon berkata lagi , dan mereka hanya mengangguk hanya Laura dan Marco tidak dengan Dave dia tetap mencak mencak di sana.


***


Damian menggendong Bella Ala koala setelah bertempur selama 2jam lamanya Bella kelelahan , iya tidak bisa di pungkiri hasrat Damian ini termasuk pada g'la Karna Damian tidak akan puas dengan satu kali pelepasan.


Damian membaringkan Bella yang sudah berganti baju dengan kaos oblong Damian yang membuat Bella imut , mengecup kening lalu pipi dan terakhir bibir . Bella berdecak


"Damian aku lelah ." rengeknya , Damian tersenyum tipis lalu mencium kening Bella .


"tidurlah ,." dia membaringkan dirinya di sebelah Bella lalu memeluk Bella dan membelai rambut Bella , membuat Bella nyaman dan perlahan tapi pasti mata Bella tertutup sempurna . setelah beberapa saat napas Bella teratur menandakan bahwa Bella sudah pulas .


melepas pelukannya, menyelimuti sebatas dada, Damian mengecup Bella lagi , lalu berjalan menuju walk ini closet untuk memakai baju .


Damian keluar dari kamar dan langsung menuju ruang kerjanya .


***


seorang kakek tua tengah duduk di sofa single dan menatap tajam laki-laki di hadapannya .


"ayah, aku hanya menyelamatkan berlian kita dan ingin mengambilnya kembali ."


"jangan pernah bertindak ceroboh, bodoh ." umpat kakek tua itu , tatapannya semakin tajam membuat laki-laki yang di tatap menunduk


"jangan berbuat sesuatu tanpa intruksi dari ku ." tegas kakek tua itu lagi .


"ayah, jika dia benar putri kak Anne , dia berarti keponakan ku dan --"


"DIAM." potong kakek tua itu dengan bentakan .


tatapan kakek tua itu mendingin . "gara gara ulah mu, aku tidak bisa memantau perkembangan cucuku, dia menutup segala akses ." laki-laki itu membulatkan matanya lalu menunduk .


"jangan pernah bertindak bodoh lagi, dia lebih berkuasa di banding dirimu di negara itu ." ucap sang kakek tua itu lagi suara nya begitu tegas dan sedikit menyiratkan kekecewaan .


helaan napas Lolos dari bibir kakek tua itu "dia benar benar menutup akses itu ." lirih kakek tua itu .


"maafkan aku ayah ." ucap laki laki itu

__ADS_1


"sudah lah, seharusnya Dulu aku mencari tahu, ini bukan salah mu ."


penyesalan itu kentara sekali sekarang, kakek tua itu benar benar menyesal akan perbuatannya .


__ADS_2