belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-10. Damian mesum .


__ADS_3

Damian dan seluruh orang yang ada di paviliun itu mengerenyit, melihat reaksi Victor dan Bella tampak terkejut dan sekarang makin heran kala bella maju dengan menatap tajam dan tangan berkacak pinggang , sedangkan Victor mengang dan menelan salivanya susah payah.


"heh , kenapa kau ada disini, kau kenapa tahu aku disini .? wah kau benar benar ya .!" omel Bella seakan lupa bahwa di sana bukan hanya ada dirinya dan Victor saja .


"ternyata kau memang bosan hidup ya pak tua ." pekik Bella semua orang benar benar heran dengan itu semua .


"nona, kenapa anda berada di sini .?" tanya Victor pada akhirnya .


"nona kinipi Kiu idi di sini." cibir Bella .


"ck, jangan pura pura lupa pak tua , aku ini sudah---"


"kalian saling kenal .?" potong Damian , suara bariton Damian menyadarkan bella , dia menatap ke arah Damian dan melotot .


"hei kau dari kapan disini .?" teriak Bella saat menyadari sekelilingnya .


Damian menghela napas lalu berjalan ke arah Bella mengusap kepalanya pelan


"aku masih ada pekerjaan, kau Kembali dulu bersama Laura ya ." ucap Damian, bella menggeleng cepat lalu menunjuk Victor


"tidak, dia itu harus bertanggung jawab ." tunjuk Bella Victor menggaruk tengkuknya yang tak gatal .


"nanti setelah aku selesai kau bisa bicara dengan dia , ok" bujuk Damian , Damian harus tau apa hubungan istrinya dengan Victor ini .


"Laura bawa nyonya ke kamar ." ujar Damian , Laura segera menarik lembut tangan Bella


"hei tunggu , kalian saling kenal juga, Damian tunggu , hei Laura lepaskan aku." teriak Bella tapi di abaikan, Laura tetap menyeretnya untuk kembali .


semua orang menghela napas lega , Damian menatap tajam Victor , Victor menelan salivanya susah payah dan menunduk .


"jelaskan dimana kau kenal arabella .?" tanya Damian penuh penekanan dan intimidasi.


Victor mengangguk dan duduk di kursi yang menghadap Damian.


***


"bukan nya ingin berenang bersama. ?" tanya Damian yang baru saja masuk ke kamar mereka , dan melihat Bella tengahpp tengkurap di karpet yang berbulu empuk itu.


"tidak jadi ." balas Bella yang suaranya teredam .


Damian berjalan lalu berjongkok dan duduk di karpet itu, sungguh jika bukan karna Bella Damian mana pernah mau untuk duduk di karpet berbulu ya walaupun harga nya ratusan juta tapi Damian mana mau .


"masih kesal .?" tanya Damian lembut , Bella menggelang masih dengan posisi yang sama .


"maaf tadi dia ada urusan mendesak ." ujar Damian , dan ya Bella adalah orang yang menerima kata itu dari Damian orang pertama pula , apakah gadis beruntung harus di sematkan pada arabella. karna menerima perlakuan baik dari seorang mafia kejam ini .


Bella berdecak lalu bangun dan duduk menghadap damian, dia cemberut dan melihat itu rasanya Damian ingin memakan Bella sekarang juga.

__ADS_1


"biarkan pak tua itu , jangan membahasnya aku kesal padanya ." Bella bersungut sungut pada Damian .


"lalu." tanya Damian tak mengerti .


"apa kau tidak sibuk lagi .?" tanya Bella dengan hati hati Damian mengangguk cepat.


"aku ingin bertanya padamu .!" Damian kembali mengangguk


"kau pernah jatuh cinta .?" Damian melotot dengan pertanyaan Bella . kenapa gadis ini bertanya hal yang sudah pasti jawabannya ya, pernah lah masa tidak .


"jawab aku Damian ." sesak Bella saat Damian hanya menaikan sebelah alisnya saja.


"kenapa kau bertanya hal seperti itu .?" heran Damian


"aku pernah membaca novel tentang pernikahan dan ya orang yang menikah harus saling mencintai ." jelas Bella , Damian tersenyum tipis lalu mengangguk .


"jadi kau pernah jatuh cinta .?" pekik Bella Damian mengangguk lagi .


"pada siapa .?" tanya nya lagi .


"itu rahasia ." jawab Damian cepat Bella mengerucutkan bibir nya. " kenapa kau tidak menikahinya malah menikah dengan ku .?" tanya Bella pelan Damian menghela napas , kenapa sih Bella ini .


"jika aku balikan pertanyaan nya padamu bagaimana.?" ujar Damian .


"aku , tidak pernah dan tidak tahu juga apa itu cinta ." jawab Bella cepat Damian akhirnya tahu kenapa Bella menanyakan itu dan ada sedikit riak di hatinya kala Bella menjawab tidak pernah dan tidak tahu .


Bella menggeleng dia kembali tengkurap di sana , tapi sebelum kepala Bella menapak karpet itu, tangan Damian menangkupnya untuk di simpan di pahanya . Bella acuh .


Damian mengelus rambut Bella penuh sayang , perlahan tapi pasti mata Bella terpejam karna sentuhan lembut Damian .


Damian merunduk dan mengecup kepala Bella dengan sayang .


"kau orang nya, yang membuatku berkali kali jatuh cinta ." gumam Damian pelan saat merasakan Bella telah tertidur pulas .


***


di negara B di kediaman Hernandez seorang pria berperawakan tinggi tengah mengamuk pada dua paruh baya, pria itu melampiaskan amarahnya pada barang dan orang di sekitarnya .


"cukup nak, ibu mohon ." lirih wanita paruhbaya yang sudah menangis sedari tadi .


"katakan padaku pah, bersama siapa dan dimana dia sekarang .?" teriak pria itu dengan amarah yang semakin meledak ledak, paruh baya itu hanya menunduk menutup rapat mulutnya tanpa mau bicara sepatah katapun .


prang .


guci malah itu jadi sasaran amukan pria itu , paruh baya itu hanya menunduk mengatupkan bibirnya enggan berbicara atau menatap pria yang notabene adalah anak kandungnya sendiri .


"pah, ibu mohon hentikan ini pah ." mohon istrinya dia mengguncang tangan suaminya supaya mau membuka mulut tapi, hanya gelengan yang suaminya berikan .

__ADS_1


"katakan pah , katakan ." teriak pria itu lagi amarahnya makin meningkat kala melihat sang ayah enggan bicara .


brugh


pria itu berlutut dan menunduk , napasnya memburu wajahnya merah padam karna marah .


"kenapa papa ingkari janji papa sendiri ." ucapnya lirih sang ayah tetap menunduk enggan mengangkat wajahnya .


"papa janji, dia hanya milik aku, aku sudah memenuhi keinginan papa kenapa papa ingkari janji papa ." suara nya tercekat , sang ayah mengangkat wajahnya lalu berdiri menatap iba anaknya dan berlalu tanpa sepatah katapun .


ibu nya memeluk dirinya yang kini mengeraskan rahangnya karna marah .


"Bu, aku mencintai dia bu, aku mohon dia dimana .?" ibunya hanya menangis dan terus merapalakan kata maaf pada putra nya ini .


"nak, maafkan ibu, dia sudah bahagia kamu lupakan dia , maaf , maaf , ibu mohon maaf nak ." ucap ibunya , dia menangis di pelukan ibunda tercinta .


3tahun lalu dia pergi dari mansion ini, dengan satu janji dari sang ayah, perginya dia untuk menyelesaikan pendidikannya , siapa sangka dia bisa menyelesaikan pendidikannya hanya 2tahun saja , dan 1tahun dia habiskan di negri orang untuk mendewasakan dirinya , tapi saat dia pulang ayahnya mengingkari janjinya , satu-satunya perempuan yang dapat membuatnya jatuh cinta telah tiada di mansion ini, entah dimana dan bersama siapa .


"jika ibu tidak ingin bicara , biar aku yang akan mencari tahu sendiri ." ujar pria itu tegas .


"Jonathan ibu mohon nak , ibu mohon lupakan arabella ." teriak ibunya saat anak laki-lakinya telah tertelan pintu besar mansion ini .


ya namanya Jonathan Hernandez anak pertama keluarga Hernandez jika kalian berpikir dia mencintai adik kandung nya sendiri kalian salah besar , karna pada kenyataanya , arabella bukan anak dari keluarga Hernandez , kebenaran ini hanya keluarga ini yang tahu, bahkan Damian dan keluarganya tidak tahu . bagaimana dengan arabella , tentu dia tidak tahu itu .


***


hari hari arabella terbilang monotton di mansion ini, dia setiap hari hanya belajar online dan selebihnya rebahan mengganggu para pengawal dan Damian pastinya , dia sangat merindukan kebebasannya , balap motornya , alkohol nya .


terhitung sudah 6bulan arabella disini, tapi rasanya masih sama arabella tidak mau dan tidak menerima pernikahan ini, ck apalagi bersama Damian yang arabella bilang manusia menyebalkan . seperti sekarang arabella tengah duduk di sofa panjang di kamarnya dengan beberapa cemilan di meja , Damian datang dengan bertelanjang dada terlihat dada bidang dan otot otot kekar Damian , Bella menoleh dan melotot lalu meneguk salivanya kasar .


"kau kenapa tidak memakai baju ." pekik arabella saat Damian mulai berjalan ke arahnya , Damian hanya tersenyum saja .


"hei, berhenti kau jangan mendekat ." pekik Bella lagi dan deg Damian menindih Bella dengan degup jantung Bella tidak terkendali berdetak kencang saat kulit dingin Damian menyentuh kulitnya .


"da-damian pa-pakai bajumu " pelan bella bicara dengan terbata dia sungguh tidak menyangka jika Damian akan melakukan ini padanya .


"kenapa HM.?" tanya Damian santai .


"apa sekarang jantungmu berdegup melihat ku .?" ejek damian . Bella menggeleng cepat


"kenapa pipimu merah sekali .?" tanya Damian sengaja sebenarnya, karna kelakuan Bella beberapa bulan ini benar benar membuat jantung damian tidak aman, Bella akan duduk di pangkuan Damian jika Damian tengah berada di ruang kerjanya yang kini ada di sebelah kamar mereka , atau Bella akan memeluk Damian saat Damian tengah tidur dan tiba tiba menciumnya , tapi saat Damian tanya dia sudah mulai jatuh cinta dan menerima pernikahan ini, jawaban Bella amat pedih di hati Damian . dan sekarang Damian akan membuat arabella balik mencintainya, haha lihat saja .!


"Damian tu-turun berat ." lirih arabella Damian bukannya turun malah dengan lancangnya dia mendekatkan kepalanya pada dada Bella dan mendengar detak jantungnya, damian menyeringai kala mendengar detak jantung Bella . dia beralih ke atas lagi dan mencium lembut Bibir Bella lalu berbisik di telinga Bella .


"persiapkan jantungmu karna ini akan menjadi kegiatan rutin kita ." bisik Damian dan Bella benar benar berdebar saat bisikan itu menyapu telinganya , Damian bangkit dan berlalu begitu saja meninggalkan bella .


Bella mengusap dadanya dan menghembuskan napasnya kasar "hah Damian mesum ."

__ADS_1


__ADS_2