belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-31. anakmu keterlaluan .!


__ADS_3

Alberto menegang saat Bella mengucapkan kata itu . dia mencoba menetralkan ekpresinya lalu tersenyum .


"apa ingatanmu kembali baby .?" tanyanya serius .


Bella menatap Alberto dalam lalu beberapa kejadian 7tahun silam terlintas di kepala nya dan itu membuat kepalannya berdenyut hebat . Bella memegang kepala nya dan berteriak kesakitan .


Alberto terkejut dengan itu dia menatap Bella yang tengah menjerit lalu membawanya kepelukannya .


"tenang lah, aku bukan orang jahat ." ucapnya Bella masih kesakitan memegang kepalanya dengan menjambak rambutnya .


brukkk .


pintu di dobrak dari luar membuat Alberto menatap tajam siapa yang berani masuk tanpa di perintah , belum Alberto bersuara satu jarum sudah menancap di tengkuknya membuat alberto hilang kesadaran .


Bella di tarik dan di gendong oleh Dave , ya dia Dave dan Laura yang berhasil mengalahkan para pengawal itu .


..


.


.


.


.


di ruang sekap Laura dan Dave , Laura terus menggesek tangannya dan berhasil dia tetap tenang saat beberapa pengawal Alberto mulai membawa alat alat penyiksaan dan beberapa jarum suntik entah cairan apa isinya .


setelah tangannya berhasil keluar dari tali yang mengikatnya dia membantu Dave dengan tenang , Dave pun melakukan hal yang sama . mereka telepas dari tali itu, lalu Dave dan Laura saling pandang . setelahnya mereka mendekat .


pengawal itu hendak menyuntikan sesuatu pada Laura , dan saat jarum itu mulai mendekati leher laura , Dave dengan kaki panjangnya menendang perut pengawal itu lalu dengan gerakan cepat menusukan jarum itu pada leher si pengawal tadi , beberapa orang Mulai menyerang Laura dan Dave bertarung sengit di ruangan ini .


"ck, Tuan kalian terlalu meremehkan ku ." pongah Dave lalu membanting orang yang di hadapannya dengan brutal, sama halnya dengan Laura .


bugh


bugh


bugh


brakk .


setelah berhasil mengalahkan beberapa pengawal itu Dave mengambil satu jarum yang terisi cairan kuning itu, lalu dia meminta Laura untuk jalan di belakang nya , mereka harus mencari Bella sekarang .


.


.


.


.


.


Dave menggendong Bella yang tak sadarkan diri mereka berjalan di lorong itu, saat melewati salah satu lorong mereka terkepung .


Laura dan Dave saling pandang , lalu dengan kerjasama yang baik mereka mulai bertarung dengan Bella yang ada di gendongan Dave .


Dave dan Laura sebenarnya bukan lah seorang yang mudah di kalahkan, hanya saja kali ini mereka kalah jumlah .


bugh .


bugh


ctasss


ctasss


Laura meringis saat cambuk dan pukulan itu mengenai dirinya yang melindungi Dave yang tengah menggendong Bella .


"apa yang kau lakukan ." bentak Dave saat melihat punggung dan yang Laura mulai berdarah .


"cepat bawa nyonya pergi dari sini." ucap Laura


Dave menggeleng dia membenarkan gendongan pada Bella , lalu menatap Laura yang lagi dan lagi menjadi tameng, tapi bisa sedikit melawan .


brugh , pats , pyarr .


Dave di tendang dari belakang dan di terjerembab bersama Bella yang tersungkur dan membentur Gucci besar di hadapannya .


Laura ingin menolong tapi dirinya pun terkepung .


pertarungan terus berlangsung, Laura dan Dave berdiri di dekat Bella yang tergeletak, tidak ada pilihan selain mereka bertarung di tempat, walau kekuatan Laura sudah sangat menurun .


Dave menatap Laura ."kau bisa tahan ." tanya nya sedikit khawatir.

__ADS_1


"aan ku usahakan hingga tuan datang ." ujarnya yakin , Dave mengerenyit .


"apa damian sudah mengetahui lokasi kita ." tanya Nya seraya menangkis beberapa serangan .


"anda yang memberitahunya ." ujar Laura lalu kembali bertarung . pertarungan semakin lama semakin menjadi saat musuh mereka datang lebih banyak lagi .


"Alberto sialan .!" umpat Dave saat musuh datang lagi dan lagi .


***


Alberto terbangun dan kepalanya berdenyut .


"anda sudah merasa lebih baik .?" tanya seorang wanita yang telah menyuntikan sesuatu agar Alberto terbangun ..


Alberto mendengus lalu bangkit "ba'ingan itu .," ucap Alberto meninggalkan wanita itu lalu berjalan tergesa .


.


.


.


.


.


Dave dan Laura terus menyerang , beberapa lebam dan sabetan senjata tajam mereka berdua dapatkan , mereka kali ini kewalahan , saat Laura dan Dave lengah seorang menembaki mereka .


dor


dor


dor .


brugh .


Dave dan Laura melotot kala melihat orang itu tergeletak pas sekali tetembak di leher . Dave dan Laura menoleh ke belakang mereka melihat Bella yang berdiri dengan satu pistol di tangannya .


"nyonya anda baik baik saja ." tanya Laura khawatir .


"ck, memang nya aku kenapa ?" Bella berdecak kesal .


Bella maju ke depan lalu berkacak pinggang melihat orang orang yang hendak menyerang kembali .


dor .


"berhenti kalian atau ku bakar tempat ini ." teriak Bella , dan ajaibnya mereka menghentikan langkahnya yang hendak menyerang Dave dan Laura .


"heh, aku tidak ada urusan dengan kalian , jangan berani menyerang lagi " ujar Bella lagi, Dave dan Laura kicep dengan Bella , Bella benar benar memiliki daya pikat yang luar biasa di saat seperti ini pun , mampu membuat musuh bungkam .


Bella memberi kode pada Dave dan Laura untuk mengikutinya . di sela sela mereka berjalan Bella berbalik ."berani maju, kreekk." dengan gerakan tangan memotong leher , dan itu benar benar membuat mereka berhenti .


entahlah, orang orang itu tidak tahu mengapa , tapi suara Bella layaknya suara seorang ketua dari para mafia ,


mereka berjalan dengan santai, sebenarnya Dave dan Laura tengah was was karna siapa yang tahu akan ada serangan mendadak .


saat tengah berjalan santai, tangan Bella di cekal Alberto , Bella menoleh dan memutar bola mata malas , Laura dan Dave serempak berhenti .


"ada apa lagi . hah?" tanya Bella sedikit membentak .


"kau mau kemana ? tempat mu disini.?" ujar Alberto dingin .


Bella terkekeh geli mendengar itu , dia menghembuskan napasnya lalu berhadapan dengan Alberto yang tingginya melampaui Bella .


"ck, kau mau apa sebenarnya .?" nada suara Bella berubah dingin .


Alberto diam tak menjawab hanya menatap Bella yang kini mendongak untuk melihatnya .


"arabella, harusnya kau ingat padaku." ujar Alberto lirih secara tiba tiba .


"ck, aku ingat tapi apa untungnya dan apa yang harus aku pedulikan .?"


Bella terlihat santai dan tenang , tapi tidak dengan Laura dan Dave yang benar benar waspada sekarang .


Alberto mencengkram tangan Bella kuat hingga Bella meringis .


"lepas ." cetus Bella tangannya memerah karna cengkraman itu, kulit sangat Bella sensitif .


Alberto tanpa kata menarik Bella untuk berjalan dengan sedikit kasar .


"lepaskan Alberto ." pekik Bella .


Laura dan Dave menyusul tapi orang orang Alberto kembali menahan mereka .


"serahkan mereka pada tuannya ." ujar Alberto dingin pada pengawalnya.

__ADS_1


Laura dan Dave di dorong kasar , Bella tidak kehabisan akal dia mengambil vas bunga yang ada di nakas itu lalu melemparkan pada kepala belakang Alberto .


darah merembes dari kepala Alberto , Bella tersenyum melihat itu . Alberto hanya menatap Bella tak percaya . dan sampai seorang yang entah datang dari mana melempar gelas pada Bella dan mengenai keningnya , lalu menendang dagu dan perut Bella hingga Bella menubruk dinding dan terbatuk darah .


"nyonya."


"arabella."


pekik mereka bersamaan. pelaku nya menyeringai lalu menyeret alberto dari sana .


"lepaskan aku ." sentak Alberto .


"berhenti kekanakan , Damian di luar membawa tim Tiger, ku harap kau tidak lupa bagaimana kekejaman seorang Miller ." cetus orang itu .


"kau melukai kekasih ku, ba'ingan " ..


tawa sarkas terdengar oleh orang yang menyeret alberto . dan dia berteriak "bubar dari sini ." dan memencet satu tombol .


Alberto membulatkan matanya itu boom .


"Dave bawa Bella pergi, gedung ini akan meledak ." teriak Alberto saat dirinya sudah menjauhi Bella .


Dave yang mendengar segera berlari menghampiri Bella yang bersimbah darah, lalu menggendongnya .


"lari, Laura ." teriak Dave .


mereka berlari kencang, melupakan rasa sakit dan luka di sekujur tubuhnya .


***


Damian dan Delon sudah sampai di hutan itu , Damian melihat gedung itu ada banyak penjaga .


menekan monitor di kuping nya Damian berusara dingin "kepung gedung itu."


tidak membutuhkan waktu lama , gedung itu di kepung oleh orang orang klan Miller .


Delon berjalan bersama damian dengan 2pistol di tanganya . berjalan gagah di sana .


Damian memberi isyarat tangan untuk berhenti, dia mencoba mendengarkan sesuatu .


"sial, Alberto, ku bunuh kau ." umpat Damian dia berlari ke dalam gedung . di ikuti Delon,


Damian yang melihat Delon ikut masuk berteriak .


"Delon bubarkan mereka , gedung ini akan meledak ."


"mereka masih di dalam dam.!" bentak Delon .


"Marco bubarkan tim." teriak Damian pada Marco yang berlari di depan , Marco memutar porosnya lalu mengangguk .


Dave dan Laura terlihat berlari menghampiri mereka , Delon dengan sigap menghampiri dan Damian mengambil alih Bella .


"dam, kita harus pergi ." Damian mengangguk dia berlari keluar .


Laura sudah tidak bertenaga lagi, dia terduduk di lantai kotor itu .


Dave menoleh "Laura ayok ." teriak Dave .


Laura tidak menjawab, napasnya tersenggal Dave yang hendak menolong di dorong kuat Delon .


"lari .." teriak Delon .


Delon menghampiri Laura , suara itu semakin cepat, dia menggendong Laura . dan berlari lalu .


gedebum ...


Dave yang sudah di luar membulatkan matanya .


"Delon, Laura ." teriak Dave .


***


pria paruh baya dengan tingkat di tangannya berjalan gagah ,memasuki ruangan seorang pria paruhbaya yang tengah duduk dengan secangkir teh di meja kecil itu .


Trak Trak Trak .


suara itu membuat pria paruhbaya itu mengalihkan perhatian nya , dia mengernyit kala melihat seorang pak tua mendatanginya , pak tua yang sangat terkenal dengan kekejamannya .


dia berdiri untuk menyambut pak tua itu, tapi pak tua itu melayangkan satu pukulan pada perut pria itu .


brugh .


"tuan ada apa .?" tanya Nya seraya meringis .


"anakmu keterlaluan kenward."

__ADS_1


deg .


pria itu membeku dengan nada suara pria tua itu, nadanya sangat dingin , ini bukan pertanda baik .


__ADS_2