
sarapan adalah kegiatan pagi hari bagi semua orang , begitupun dengan kediaman Damian yang tengah melangsungkan sarapan , formasi di meja makan panjang itu lengkap , seperti biasa , hanya saja atmosfer nya yang lebih luar biasa .
jika biasanya akan ada ketegangan dan keheningan , pagi ini lebih dari itu , kedinginan menyelimuti meja makan panjang itu, membuat beberapa orang yang tengah melangsungkan sarapan, susah untuk menelan makanan mereka .
rasa rasanya makanan yang tersaji hangat itu kini berubah menjadi dingin . bagaimana tidak nyonya muda kediaman Damian ini tengah berubah menjadi seorang yang dingin tak tersentuh , terlihat dari bagaimana dia datang sedari tadi sampai tidak menggubris sapaan beberapa orang, dan hanya menatap dingin mereka , ada apa . ? entahlah .!
bukankah , masalah ucapan Damian pada istrinya itu telah usai pagi tadi, terbukti dari nyonya muda itu memeluk Damian erat , tapi kini berubah , bahkan seorang Damian pun di buat heran .
ketika hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar, suara Damian memecah keheningan .
"Ara, ." yang di panggil abai tetap fokus pada makanannya, membuat mereka yang ada di sana , menahan napas .
"Ara, hari ini aku ada meeting , ingin di bawakan sesuatu ." lagi dengan di tambah pertanyaan , tapi masih sama hanya di abaikan .
menghela napas Damian , menggeser kursinya hingga suara derit nya terdengar oleh yang lain .
"aku selesai ." finalnya dengan masih menatap istri kecilnya yang entah mengapa menjadi begini, kemarin dia menangis seharian tadi malam marah, dan pagi ini dia menjadi sedingin es .
Damian pergi tanpa jawaban, membuat dirinya mendengus kesal .
setelah itu, beberapa dari mereka pun selesai , yang tersisa hanya Bella dan juga Laura yang kini menatap sang nyonya muda, heran .
"nyonya ." tegur Laura , Bella hanya melirik tipis lalu kembali fokus pada makanannya .
***
saat keluar dari pintu utama kediamannya , Damian berteriak menggelegar mambuat para pengawal dan beberapa pelayan menghadap padanya .
"pastikan, seluruh gerbang terkunci aman, jangan sampai istriku pergi ." ucapnya dingin
"PAHAM." tegasnya membuat mereka serempak mengangguk dan bersuara .
__ADS_1
"siap, kami mengerti tuan ." Damian menoleh kebelakang , tidak ada yang mengejarnya membuatnya berdecak lalu masuk kedalam mobil di ikuti Marco .
Delon dan Dave yang berbeda mobil dengan Damian, hanya geleng geleng kepala .
"aku heran , bella kenapa ya .?" tanya dave , Delon hanya mengedigkan bahu acuh .
"semalam aku dengar dari pelayan, Bella marah marah dan di kejar Damian , dan pagi ini lihatlah, ck , apa menikah dengan gadis belia memang begitu ." celoteh Dave .
"sepertinya Damian harus bersabar selama 9bulan kedepan ." celetuk Delon membuat Dave mengerenyit .
"maksud mu ?" tanya nya heran .. Delon menggeleng kan kepalanya lalu berbicara .
"lupakan , lihatlah jalanan ." ucapnya membuat Dave mendengus kasar .
***
setelah selesai kelas online , Bella merebahkan dirinya di ranjang dan menghadap langit langit kamarnya bersama Damian , kenapa rasanya dia malas sekali hari ini .
saat melihat nyonyanya terpejam, Laura heran tidak biasanya , Bella memang tukang tidur tapi tidak dengan tempat yang berserakan seperti ini , Laura membereskan alat alat Bella lalu menatap nyonya mudanya yang terpejam dengan wajah tenang , rasanya lucu sekali .
***
"bagaimana .?" tanya Damian pada Marco .
"nyonya tidur tuan ." iya Marco menelpon Laura tadi menanyakan sikap dingin Bella apa hanya pada sang tuan atau pada semua orang .
dan jawaban Laura benar benar membuat Marco terkejut juga sedikit janggal .
"tuan, apa tidak sebaiknya nyonya di periksa secara rinci .?" usul Marco , Damian tertegun dengan penuturan Marco ya , akhir akhir ini Damian akui, mood Bella selalu berubah dengan Tiba tiba dan sekarang , Damian mendengar Bella tidur di jam segini . !
"akan aku pikirkan nanti." balas Damian , Marco hanya mengangguk saja .
__ADS_1
***
di salah satu taman seorang wanita tengah duduk dengan secarik kertas dan 1lembar foto berisi 4orang di sana .
wanita itu termenung dengan pandangan pada selembar foto itu .
jempol tangannya mengelus foto itu, helaan napas Lolos dari bibir nya yang kecil .
"kau dimana sekarang .?" gumamnya , air matanya tak terasa mengalir , wanita ini sudah putus asa , mencari dan menggali informasi tapi tak kunjung dia dapatkan .
"ku mohon muncullah ." gumamnya lagi .
"aku hanya memiliki dirimu ." dia terisak di sana sendirian tanpa ada yang melihat dan menenangkan .
kemana lagi gadis ini mencari ? pada siapa meminta tolong ? . di saat dirinya termenung dengan segala pemikiran ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk .
merogoh ponsel di tasnya, wanita itu mengerenyit kala no yang memanggilnya tidak dia ketahui .
"hallo ." sapanya
"....." terdengar suara laki-laki di sebrang sana yang membuatnya terpaku .
"a-aku kesana sekarang ." ucapnya lalu memasukan secarik kertas dan foto itu kembali dan bergegas pergi dari sana .
tak lama seorang dengan pakaian hitam hitam muncul dan merogoh ponselnya guna mengabari seseorang.
"tuan, semua sesuai rencana ." ucapnya
"....."
"kami mengerti, tuan " panggilan terputus orang itu bergegas pergi mengikuti langkah wanita itu .
__ADS_1
***