belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-48. Ara milik Damian .!


__ADS_3

Bella menangis sesegukan di pelukan Laura , akhirnya setelah penantiannya selama 3tahun terakhir dia bisa mengandung.


iya, Laura dan Delon yang curiga dengan sifat Bella yang mood swing akhir akhir ini, di tambah kemarin Bella mengamuk habis-habisan hanya karena bau tubuh Damian yang Bella anggap lain .


Laura memutuskan mendatangkan dokter kandungan ke mansion utama Damian, atas persetujuan Damian . dan ya, benar saja kecurigaan sepasang suami istri itu terbukti nyata . Bella mengandung .


"nyonya, saya sarankan untuk tidak melakukan aktivitas berlebih , usia kandungan anda memasuki bulan kedua ." ucap sang dokter .


Bella masih menangis di dekapan Laura , ya dia memang sudah curiga karna haid nya tak kunjung datang, tapi karna dirinya selalu di kecewakan dengan berharap pada benda panjang itu , bella memutuskan tidak menggunakan nya lagi dari pada dirinya kecewa dan berakhir mengurung diri di kamar mandi seperti yang biasa dia lakukan .


"saya undur diri kalau begitu ." ujar sang dokter lalu menatap Damian yang berekpresi tenang di sebelah Delon .


"tuan, ada yang harus kita bicarakan ." bisik dokter itu saat melewati Damian , Damian hanya mengangguk .


Delon menatap Laura agar Laura melepas pelukan Bella supaya damian bisa mendekat .


"istirahatlah , sepertinya dela membutuhkan sesuatu ." ujar Laura lalu melepas pelukan Bella dan tersenyum , Bella mengangguk dan menyeka airmatanya .


setelah kepergian sepasang suami istri itu, damian mendekat lalu memeluk Bella erat. tidak ada air mata dia hanya tersenyum pada Bella .dan menghujam wajah Bella dengan kecupan manis .


"istirahatlah, " ujar Damian.


Bella menggelang dia menatap Damian lalu menampilkan sorot sendu dan menunduk .


"kenapa .?" tanya damian lembut .


air mata Bella kembali turun bibirnya bergetar menahan tangis tapi tidak bisa .


"maaf .." ucap Bella membuat Damian mengerenyit .


"ada apa sayang .?" tanya Damian hati hati .


"aku tidak ingin memelukmu dan sebaliknya pergi aku ingin tidur ." Damian tersentak dengan ucapan Bella , kenapa jadi begini .?


Damian menghela napas dia mengangguk dan mengecup kening Bella "istirahatlah." ujarnya lembut lalu menyelimuti Bella dan pergi dari kamar .


di luar Marco sudah menunggu dengan menunduk. "tuan, mereka menunggu anda .mari." ujar Marco , Damian tidak menjawab dia hanya mengangguk dan berjalan ke arah ruang kerjanya .


duduk dengan dagu terangkat dan sorot mata datar , Damian menatap dokter yang baru saja menangani Bella tentunya bersama dokter Jack .


"bicaralah .," titah Damian dingin . dokter wanita itu menarik napas lalu berdehem untuk menyamarkan kegugupannya .

__ADS_1


"begini tuan, karna kandungan nyonya yang masih renta, mengingat nyonya pernah mengalami keguguran, saya sarankan, anda membawa nyonya ke rumah sakit untuk pemeriksaan keseluruhan, .." dokter itu menjeda ucapannya melirik dokter Jack yang mengangguk , bermaksud menyakinkan .


"ini demi kebaikan nyonya dan janin tuan, " dokter wanita itu tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya . dia terlalu takut akan respon Damian , lagi pula kecurigaannya belum tentu terjadi .


"Jack, buatkan jadwal ke rumah sakit untuk istriku ." di luar dugaan Damian malah menyuruh Jack membuatkan jadwal untuk Bella , tapi ya sudah lah itu lebih baik .


.


.


.


.


2 hari berlalu , Bella tidak mual dan sudah mau memeluk Damian kembali, malah semakin lengket tapi sisi menyebalkan nya masih ada dan terlihat sekali , hari ini Bella akan di bawa ke rumah sakit oleh Damian .


dan disinilah mereka di ruangan dokter spesialis kandungan . Bella tengah berbaring setelah di cek keseluruhan, Bella mengharuskan menerima satu labu infus Bella pun tertidur di sana , hingga menunggu air infus habis .


"aku ingin hasilnya hari ini. " ucap Damian dingin pada dokter wanita itu, dokter wanita itu mengangguk .


"sekitar 2jam lagi hasilnya keluar tuan. " ujar dokter itu .


"tapi---"


"atau karir dokter mu sampai disini ." menghembuskan napas kasar dokter itu mengangguk dan meminta Marco mengikutinya .


.


.


.


.


Damian menatap wajah tenang Bella saat tertidur, perutnya sedikit menyembul membuat tangan Damian terangkat untuk mengelusnya . mengecup tangan bella yang terbebas infus .


"terimakasih sayang ." bisik Damian pada Bella tapi tidak dapat Bella dengar .


Damian termenung menatap wajah gadis ini, gadis barbar yang terpaksa menikah dengan dirinya, yang tak menerima dirinya hingga membuat gadis itu jatuh cinta pada dirinya.


tidak ada lagi ketakutan di mata Damian akan kehilangan Bella yang pergi dari sisinya karna kesalahan atau kekesalannya pada damian. ! entah kebaikan apa yang Damian lakukan hingga drinya menjadi seberuntung ini .!

__ADS_1


dulu dirinya selalu bermimpi menikahi gadis yang membakar club' itu, gadis yang tidak segan menghabisi siapapun yang mengusik kesukaan dan ketenangan nya, hingga dirinya memang di takdir kan untuk bertemu dan menikah , ah rasanya indah sekali .!


dulu dirinya selalu berharap bisa membelenggu arabella nya di dekapannya dan tak akan membiarkan Bella pergi meninggalkan dirinya , membelenggu hingga seluruh dunia iri pada Damian karna memiliki istri seperti arabella .!


sekarang tanpa di mintapun, Bella tidak mau pergi darinya, dia memberikan hidupnya sepenuhnya pada Damian Miller sang Mafia yang sempat Hiatus .!


Bella menyerahkan seluruh kebebasanya pada Damian Miller .! arabella Spencer si pemimpin terakhir BERLIAN HITAM' meninggalkan segalanya demi bersama Damian Miller .! apalagi yang paling membahagiakan selain itu .


.


.


.


Damian tersentak kala tangan yang menggenggam itu di kecup dengan lembut, dia menoleh pada si pelaku yang hanya menampilkan raut penuh kelembutan .


Damian mengikis jarak antara Bella dan dirinya , dengan posisi Bella yang masih setengah berbaring . lalu mengecup bibir Bella lama . siapa sangka itu terbalas.


"love you Damian Miller ."


deg .


mata Damian memanas mendengar itu, arabellanya menyatakan perasaanya pada Damian .


"one more please ." ucap Damian dengan nada serak .


"i love you my husband ." Damian mencium bibir Bella dengan kasar menyalurkan rasa yang membuncah di hatinya .


hingga ciuman itu terlepas Damian menyatukan keningnya dengan Bella .


"i love you to , Ara milik Damian." balas Damian


Bella tersenyum lalu mengecup bibir Damian membuat Damian tersenyum di sela kecupan itu .


***


"hasilnya bagus tuan, hanya saja nyonya di haruskan lebih banyak istirahat ."


Damian bernapas lega dengan ucapan dokter wanita itu , dia sudah sangat takut akan terjadi hal tak diinginkan dan ada masalah dalam kehamilan Bella , mengingat Bella sempat keguguran .


Damian keluar dari ruangan dokter dengan hati yang membuncah dan kebahagiaan menghampirinya . "thanks good ." batinnya menjerit .

__ADS_1


__ADS_2