belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-43. ganti dengan gigi .!


__ADS_3

Marco tengah berdiri di hadapan pintu besar kamar utama Damian, Marco sebenarnya tengah bimbang antara dirinya yang harus mengetuk pintu dan mengirim pesan bahwa ada seseorang yang hendak bertemu dengan nya di lantai bawah, yang kini tengah uring uringan .


menarik napas panjang Marco mengetuk pintu itu walau sebenarnya , baru saja tangannya terangkat hendak mengetuk pintu di buka dari dalam menampilkan nyonya mudanya yang tengah memakai baju tidur berwarna hijau dengan gambar kodok di tengahnya yang membuat semua yang melihat gemas .


"ada apa .?" tanya Bella saat melihat Marco menunduk .


"saya ingin bertemu tuan, nyonya ."


mengerenyit Bella menaikan sebelah alisnya . "tuanmu tidak disini sedari tadi, ." Marco mengangkat kepalanya menatap sang nyonya dengan kerenyitan di dahinya .


"kau tidak percaya padaku ." ketus Bella , Marco gelagapan sekarang .


"tidak nyonya, kalau begitu saya akan mencari tuan ." sanggah Marco lalu berbalik .


"heh tunggu ." tegur Bella . Marco berbalik dengan senyum kaku di wajahnya .


"kenapa tidak kau telpon Saja, jika kau mencarinya kapan kau menemukan suamiku.? mansion ini luas jika kau lupa." jelas Bella .


Marco ini, ck


"terimakasih nyonya , anda benar ." ujar Marco lalu membungkuk dan pergi dari sana.


"ck, orang disini kenapa suka sekali menghamburkan kalimat , pusing gue." gerutu Bella .


"eh, tumben sekali Marco terpisah dari Damian .?" gumam Bella lagi .


lalu masuk ke perpustakaan untuk mengambil buku yang hendak ia bawa ke dalam kamar .


.


.


.


.


sedangkan Damian , orang yang Marco cari tengah berbincang dengan Dave.


"Damian, aku benar benar akan mengutuk Delon jika dia tidak segera membawa Laura Kemari ." cetus Dave .


"kenapa .?" tanya Damian seraya mengepulkan asap rokok nya .


"ck , kau tidak tahu saja, Delon dan Laura sangat bucin,." keluh Dave .


"bukankah itu bagus .?" sahut Damian enteng .


berdecak kesal ,Dave memberenggut lalu meminum kopinya .


"Dave , biarkan mereka. kau tahu bukan tanpa alasan aku melarang Laura kembali untuk saat ini . !" tegas Damian .


"aku tahu, tapi Delon bisa kan kembali kesini ." keluhnya . bagaimana tidak mengeluh selama hubungan Laura dan Delon renggang Dave adalah orang yang selalu bersama delon kemanapun itu , hingga kini mereka kembali berbaikan dave terasa di abaikan .


Damian menggeleng cepat lalu terkekeh "carilah pasangan mu, bukankah Sherly telah pulang ke negara ini .?" goda Damian .


"ck, jangan bahas aku , Ayo bahas yang lain ." balas Dave seraya memalingkan wajahnya , Damian menggelengkan kepalanya .


lalu ponselnya berdering , ini panggilan rumah.! apa arabellanya membutuhkan sesuatu ? sesegera mungkin Damian mengangkatnya.


setelah mendengar seseorang di sebrang sana , Damian berlari memasuki mansion di susul Dave.

__ADS_1


Marco terlihat berlari ke arahnya. "tuan , mereka di sana ." ujar Marco saat telah sampai di hadapan Damian .


"dimana istriku .?" tanya Damian .


"nyonya di perpustakaan tuan."


Damian menghentikan langkahnya, dia berbalik menatap Dave .


"Dave hubungi pengawal di atas kunci pintu perpustakaan sekarang, hingga urusan ku selesai ."


Dave segera merogoh ponselnya sambil terus melangkah bersama Damian .


saat Damian telah sampai di lantai satu di sana sudah tidak seperti ruang tamu yang rapih semuanya berantakan , hingga .


pyarr .


vas bunga itu mengenai bahu Damian , tapi tidak hingga terluka. napas laki-laki itu memburu melihat Damian . dia melayangkan beberapa benda di sana kepada Damian, tentu saja Damian mengelak .


"pembohong kau baj*Ngan ." teriak laki laki itu murka , dia terus menghantam Damian .


"mengapa bukan istrimu yang m*ti, s*Alan , mengapa harus anakku ." teriaknya lagi lebih menggelegar membuat para pelayan bersembunyi .


laki-laki itu terus menghantam Damian walau Damian terus terusan mengelak hingga.


dor .


pyarr .


Dave menembak Gucci mahal di sebelah laki-laki yang mengamuk itu, membuat suasana jadi hening .


napas laki-laki itu memburu dia terduduk di lantai , airmatanya meluruh dia menangis tersedu lalu tertawa , menatap Damian dengan mata memerah dan jangan lupakan Damian yang hanya diam dengan tatapan datar .


laki laki itu tertawa lalu berdiri menghampiri Damian mencengkram kerah Damian dengan mata menghunus tajam.


bugh .


satu pukulan mengenai rahang Damian dia berikan tapi Damian tetap berdiri tegap hingga pukulan kedua akan di layangkan Damian mencekal tangan pria itu .


"jaga batasan mu Manuel ." ucap Damian dingin membuat ruangan itu hening untuk beberapa saat .


hingga suara tawa dari laki-laki yang Damian panggil Manuel itu memecah keheningan


"apa kau menjaga batasan mu dengan nyawa putriku .?" tanya Manuel dengan nada sarat kesakitan .


Damian mencengkram tangan laki-laki itu kuat . "anakmu yang meminta kem*t*annya aku hanya mengabulkan ."


deg .


Manuel membeku mendengar itu , Damian menatap Marco lalu Marco menyalakan proyektor yang menyala pada satu dinding dimana , memperlihatkan seorang gadis tengah menelpon dan beberapa adegan yang membuat Bella celaka .


Manuel yang sedari tadi mengamuk membeku melihat itu .


bebebrapa saat mereka menonton adegan demi adegan yang Damian kumpulkan Damian tau orang ini pasti akan datang mengamuk maka dari itu dia menyusun semua ini .


Manuel menggeleng cepat lalu menatap Marco, Dave dan Damian secara bergantian layar itu masih menyala .


"kalian penipu ulung, anak ku tidak mungkin berlaku seperti itu ." teriak Manuel .


"terserah kau percaya atau tidak ." balas Damian datar .

__ADS_1


layar itu masih menyala sampai beberapa saat dan hanya di selimuti keheningan , Manuel yang menyaksikan beberapa kali menyangkal dan tidak terima tapi ini bukti nyata . hingga satu suara yang mengalihkan perhatian mereka .


"Clarisa." pekiknya , Damian terbelalak melihat Bella di undakan tangga , apa Bella melihat semuanya ? .


Manuel adalah ayah dari Clarisa , masih ingetkan Clarisa di bab awal awal ada yang , dulu Manuel menitipkan Clarisa sebenarnya tidak bisa di bilang menitipkan karna Damian meminta Clarisa sebagai tawanan dari Manuel atas kesalahan Manuel padanya beberapa tahun silam. dan itu ternyata keputusan fatal bagi Damian, karna Clarisa menjadi menyukai dan mencintainya . padahal Damian hanya ingin membuat Manuel menderita .


tebakan nya salah, setelah Clarisa bersama nya Manuel menjadi besar kepala hingga menikah lagi dan melupakan Clarisa , entah tahu dari mana Clarisa sudah tiada karna ini sudah sangat lama tapi Manuel baru datang . entahlah Damian heran .!


Damian melepas Manuel dan menghampiri bella yang masih menutup mulutnya tak percaya . "jadi Clarisa sudah .---" Damian memeluk Bella lalu mengangguk Bella berontak .


hingga pelukan Damian terlepas dan Bella memindai orang yang menatapnya dia tidak kenal orang itu, "dia ayahnya Clarisa .?" tanya Bella Damian mengangguk .


Manuel menatap Bella tidak berkedip sama sekali . hingga tepukan di bahunya membuatnya sadar .


"dia istri Damian ." ucap Dave , Manuel mengangguk kaku . hingga .


"kyaaaaa ,siapa yang memecahkan vas bunga ku ." teriakan Bella membuat mereka terkejut dan langsung menatap vas bunga berwarna biru itu yang tadi Manuel lemparkan pada Damian .


Bella menggulung baju tidur bergambar kodoknya lalu berkacak pinggang matanya melotot , tapi terlihat menggemaskan bagaimana tidak Bella memakai baju tidur berwarna hijau dengan gambar kodok dan jangan lupakan sandal yang Bella pakai juga Senada.


"siapa .?" teriak Bella lagi, mereka meringis Dave dan Marco sudah tepuk jidat .


ck, arabella di ruangan ini ada orang yang mengamuk mengapa kau malah memikirkan vas bunga ku, nanti juga Damian bisa membelikan mu sepuluh kalo perlu.


"S-I-A-P-A." tanya Bella dengan mengeja , hingga telunjuk Dave dan Marco menunjuk Manuel yang cengo dan melupakan kemurkaannya .


"kau, berani beraninya memecahkan vas bunga ku. " cerocos Bella sambil berjalan ke arah Manuel , Dave dan Marco spontan menyingkir.


bugh


bugh .


bugh


plak.


"itu vas bunga pemberian Abang Nathan s*alan ."


bugh .


Bella menjambak rambut Manuel hingga siempu berteriak .


"aaargh Damian singkirkan istrimu , aku tidak sengaja ." teriak Manuel .


"hei aku lebih tua darimu, jaga kesopananmu ." teriak ya lagi .


Bella malah semakin kuat menarik rambut Manuel .


"apa aku terlihat peduli, tidak sama sekali, kau merusak barangku apa itu sopan ." balas Bella tak kalah berteriak .


Dave dan Marco sudah benar benar meringis juga para pengawal yang melihat , Damian menghela napas nya . lihatlah baru kemarin dia tahu identitas ya adalah mafia tapi, apakah sikapnya yang begini bisa di bilang mafia .!


Damian duduk di sofa melihat pertunjukan yang di lakukan istri kecilnya , di ikuti Dave yang meringis beberapa kali .


"aku akan menggantinya, lepaskan." teriak Manuel .


"ganti dengan gigimu 2 ." teriak Bella di sela kegiatannya menjambak .


mereka melotot mendengar permintaan Bella .bahkan damian, Dave dan Marco serempak menutup mulut mereka. !

__ADS_1


__ADS_2