
1jam sebelumnya...
setelah mencak mencak tidak jelas , Bella ingin melukis dia ingin melukis Dave , itu membuat Dave mendengus kesal sebenarnya, dia tidak suka dirinya di jadikan objek begini, tapi jika melihat lagi kebelakang , akhir akhir ini Bella tengah sensitiv dengan berat hati dia mengiyakan ,dan itu membuat senyum Bella sedikit mengembang, ya hanya sedikit karna setelahnya Bella kembali memasang wajah dingin .
saat tengah berjalan ke area bekas paviliun yang sekarang di sulap menjadi ruang lukis Bella, mereka bertiga terkejut dengan suara gedebum, dari belakang sana .
"nyonya sebaiknya anda segera masuk ke dalam biar ini menjadi tugas saya ." kata Laura , Bella yang memang tengah malas hanya mengangguk dan dia mengajak Dave untuk masuk ke dalam ruang lukisnya .
membuka pintu sedikit lebar Dave yang berjalan di belakang Bella merasakan ada sesuatu yang mencucuknya saat ia berbalik sesuatu menancap di lehernya, situ suntikan yang sudah di masukan obat bius dosis tinggi . dan Dave ambruk seketika suaranya membuat Bella menoleh saat dia melihat Dave dia melihat seorang pria berpakaian hitam di sana , lalu Bella pun pingsan .
.
.
.
.
.
Delon dan Damian terus memperhatikan cctv itu, di sana terlihat Laura yang bertarung dengan 10 orang berbadan kekar , tidak Laura tidak kalah hanya saja mereka menyuntikan sesuatu di leher laura, seperti pada Dave, Delon yang biasanya akan tenang benar benar tegang sekarang, dalam cctv itu terlihat beberapa orang yang memakai baju pengawal khas milik klan Miller menggendong Dave dan Laura dengan keadaan tidak sadarkan diri .
dan yang membuat Delon benar benar menahan napas , saat mereka membawa Bella, terlihat sekali pria itu membawanya penuh kehati-hatian, dan orang itu sempat menoleh ke arah cctv lalu melempar senyum penuh kemenangan , walau tertutup masker , Damian tahu dia siap .
brakk
meja di pukul oleh Damian, sehingga membuat mereka terlonjak .
"bodoh,." umpat Damian menggelegar .
"cepat bergerak." teriak Damian dengan membawa langkahnya pergi dari ruang cctv itu di ikuti Delon yang masih terkejut .
..
***
Bella mengerjapkan matanya perlahan dia terbangun, berusaha menyesuaikan cahaya yang menyorotnya , dia mengerenyit kala dirinya ada di sebuah ranjang dan sepertinya ini kamar seseorang terlihat dari desain nya yang maskulin . mengedarkan pandangannya pada setiap penjuru , kamar ini tidak lebih luas dari kamarnya dan hanya ada satu ranjang cukup besar untuk satu orang , juga ada nakas di sebelah nya dan satu jendela berukuran sedang di sana . dan jangan lupakan sofa panjang yang ada di kaki ranjang ini .
Bella akan bangkit namun , perutnya kembali kram dan sakit nya menjalar . Bella sedikit menekan perutnya agar tidak terlalu nyeri.
saat sudah merasa lebih nyaman Bella bangkit lalu duduk di ranjang , dan melihat ke jendela .
"ini dimana .?" gumamnya .
Bella mencoba mengingat kejadian sebelumnya , tapi tidak bisa kepalanya berdenyut sakit .
Bella mencoba berdiri dan berjalan ke arah jendela . jendela itu terlapisi lagi oleh pagar tralis yang rumit, dan Bella bisa melihat ini di kawasan hutan , dia melihat banyak pepohonan di sana .
menghela napas Bella kembali duduk di ranjang , "apa gue di culik .?" gumamnya lagi
"tapi kenapa ? siapa yang mau nyulik gue .?" Bella mencoba berpikir positif sekarang .
Bella bukan seorang gadis yang akan teriak dan membuang tenaga saat dirinya dalam keadaan seperti ini, bisa di lihat dari dia yang selalu mencoba kabur dari kediaman. Damian walau ya selalu gagal .
saat Bella tengah berpikir keras tiba tiba Saja dia merindukan bau harum Damian , air matanya menetes begitu saja .
__ADS_1
"ck, kenapa jadi kangen Damian sih ." keluhnya seraya menyeka air matanya .
"sesek banget lagi, ! Damian ." tambahnya lalu mengelus dadanya .
sedangkan di ruangan sebelah .
Dave dan Laura terikat di satu tiang yang sama . mereka masih memejamkan matanya .dan
byurrr .
satu ember air es , orang orang itu lemparkan pada Laura dan Dave membuat Laura dan Dave terbangun .
kepala mereka berdenyut seketika, mencoba berpikir apa yang telah terjadi mereka sama sama mengedarkan pandanganya lalu tedengar suara bariton seseorang dari arah pintu .
"ck, kalian sudah bangun ." ujar dingin .
Laura dan Dave menatap pintu itu yang masih belum memperlihatkan siapa dia yang bicara .
"baguslah, ini akan lebih menyenangkan ." ucapnya lagi , lalu dia menampakan wajah aslinya yang membuat Dave dan Laura membeku di tempat .
"how are you? long time no see .!" ujarnya lalu menyeringai .
deg
Dave dan Laura sama sama menegang sekarang .
pria itu tertawa mengejek melihat 2orang Damian menegang .
"Alberto kenward ." gumam keduanya serempak .
"iya , ini aku ." ujarnya tegas .
pria bernama Alberto itu menarik kursi lalu duduk di hadapan mereka .
"ck, jangan terlalu tegang , aku tidak suka ." decak Alberto .
"apa mau mu .?" tanya Dave mencoba tidak terintimidasi. menyeringai Alberto menatap tajam Dave .
"ku rasa kalian tidak pikun, dan bodoh untuk lupa ." ucapnya tenang .
Laura menatap Alberto dia tidak boleh membiarkan pria g'la ini melakukan aksinya pada sang nyonya . memutar otak Laura mengedarkan pandangan pada setiap sudut ruangan .
"ck, Damian selalu mendahului ku ."
Dave diam , merasakan Laura menggesekkan tali nya dia tahu bahwa Laura tengah mencari cara agar dapat keluar dari sini, dan mereka berdua yakin , Bella pasti di sekap di sini .
berdiri Alberto berbalik untuk pergi .
"ah, aku merindukan kekasih masa kecilku . " ucap Alberto lalu dia menatap pengawal itu .
"berikan mereka hadiah, jangan sampai mati." setengah berbisik lalu tertawa Alberto pergi dari sana .
***
Bella duduk di lantai dengan memeluk kedua kakinya , dia lapar sekarang , saat melihat knop pintu bergerak Bella diam , dan memalingkan wajahnya .
__ADS_1
lalu datang seorang laki laki gagah dan mengulurkan tangannya pada Bella , Bella menoleh mengerenyit lalu menengadah menatap wajah laki laki itu .
"arabella, apa kabar ? " tanyanya dengan senyum yang manis .
"kau siapa .?" tanya arabella polos, ada sedikit sesak di dada pria itu saat Bella tidak mengenalinya .
"penggemarmu ." ucapnya santai lalu menarik Bella untuk berdiri dan mereka berhadapan . tangan laki-laki itu membelai pipi Bella yang mulus dan putih .
"masih sama ternyata ." ucapnya
"maksudmu.?" tanya Bella heran .
senyum di wajah pria itu mengembang , dia menggeleng lalu dia membawa Bella duduk di sofa panjang dan menatap Bella dalam .
Bella yang di tatap sedemikian bukannya merasa salting , malah balik menatap pria itu .
"gadis yang sama ." ucap pria itu .
***
Damian mencari Bella sudah sejak tadi tapi tak kunjung mendapat titik Bella ada di mana .?
rahang Damian mengeras dirinya benar benar di kuasai amarah sekarang .
"dam, Dave berada di kawasan hutan Pinus ." ujar Delon yang tengah mengotak Atik laptop di hadapannya .
"hanya berjarak beberapa meter dari sini ." tambah Delon .
"pergi." ujar Damian seraya berjalan menuju arah mobil dia yakin pria itu membawa mereka ke hutan yang sama saat kejadian itu .
***
.
.
.
.
Bella terus menatap pria di hadapan yang baru saja menyuapinya , entah apa yang di pikirkan Bella hingga akhirnya satu pertanyaan polos yang membuat pria itu terkekeh keluar dari mulut nya yang manis .
"apa aku di culik.?"
pria itu terkekeh , menyimpan mangkuk di atas troli lalu berdiri dan mengulurkan tangannya pada Bella .
"apa kau merasa di culik?" tanya nya balik .
Bella tidak mengubah ekpresinya dia tetap menatap pria itu dengan polos .
setelah sekian lama Bella menatap dan memperhatikan pahatan wajah pria di hadapannya Bella dengan ekpresi polos nya kembali berucap .
"Alberto kenward , hei kau yang meninggalkanku waktu itu ."
deg .
__ADS_1
pria itu menegang .