belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-38. Lucas Spencer ?


__ADS_3

setelah membuat nyaman arabella dalam tidurnya , Damian tidak langsung beranjak menuju ruang kerja dia masih setia pada arabellanya . hingga pintu kamar di ketuk dan masuk lah ibu dari Damian dengan senyum mengembang di bibirnya.


"nak, dia sudah menunggumu terlalu lama ." tegur ibu Damian.


"ibu Yang akan menunggu menantu ibu di sini ." tambahnya .


Damian tanpa mengalihkan pandangannya dia menggeleng cepat .


"pemeran utama dalam drama ini belum sampai Bu ." ucap Damian membuat kerutan di kening ibunya hadir.


"apa maksud mu nak?" tanya nya heran.


"bisa tinggalkan kami dulu Bu, sebentar saja ." pinta Damian membuat ibunya heran tapi mengangguk cepat .


mengecup kepala Damian, lalu menatap Bella sebentar , ibu Damian lalu keluar dari kamar utama itu .


di luar ayah Damian sudah menunggu , dia bertanya lewat mata yang bicara tapi gelengan istri tercinta membuat nya menyadari satu hal, hari ini akan terjadi sesuatu yang besar entah itu baik, atau buruk .


helaan napas terdengar dari paruh baya itu merangkul pundak sang istri "kita temani dia dahulu" ucapnya lalu menyeret lembut istrinya .


.


.


.


.


"apa papah yakin dia meminta papah ke rumahnya ."


"iya nak, kami akan mampir ke tempatmu jika semua sudah selesai , ." ucap seseorang di sebrang sana .


"baiklah, sampaikan salamku padanya, aku merindukannya ." lirihnya di akhir kalimat.


"hmm, papah akan sampaikan ." lalu panggilan terputus .

__ADS_1


usapan lembut di bahunya membuatnya menoleh dia tersenyum dan membalas senyuman sang istri yang duduk di sampingnya .


"aku yakin ini. tidak sesederhana yang kita pikirkan , setidaknya aku bisa bertemu lagi dengan putri kecil ku ." ucapnya pada sang istri .


.


.


.


.


sedangkan di kamar utama Damian, hanya di Liputi keheningan , setelah ibu Damian pergi .


hanya detakan jarum jam yang terdengar di sana , ini masih terlalu dini hari, untuk orang beraktivitas tapi di kediaman Damian sungguh waktu yang tengah menegangkan bagi sebagian orang . mereka bahkan menahan napas mereka, dan berjaga jaga akan apa yang satu detik kemudian terjadi.


Damian mengecup punggung tangan Bella berulang kali sebelum memulai membuka mulutnya .


"sayang, kita sudah pulang. " ucapnya dengan tangan yang tidak lepas menggenggam Bella .


di kecupnya lagi tangan Bella, lalu di bawa ke pipinya, Damian memejamkan matanya sejenak lalu menarik napas panjang .


"mereka yang membuat mu, begini sudah tiada sayang, hukuman mereka sangat sangat setimpal, ." racaunya lagi .


"di bawah sana ada keluarga aslimu, maafkan aku yang tak jujur sedari aku tahu, setelah kau bangun sayang, aku akan menuruti semua yang kau mau , apapun itu ."


tangan Bella kembali di kecup oleh Damian dengan lembut . "arabella Spencer lekaslah bangun, kau gadis kecilku. kau hidupku ."


tok tok tok .


Suara pintu di ketuk mengalihkan atensi Damian, dia menatap orang yang membuka pintu walau sebenarnya tidak terlihat karna membutuhkan beberapa langkah untuk bisa melihat ranjang itu, .


"tuan mereka telah Sampai." Marco yang datang ternyata .


menghela napas Damian mengangguk lalu tangannya mengibas, Marco pergi dari sana dengan sopan .

__ADS_1


tatapan Damian kembali pada arabellanya .


mengecup kening dan pipi arabella, Damian berdiri dan genggaman itu baru terlepas setelah Damian mengecup kembali punggung tangan Bella .


berjalan tegap Damian sesekali melirik Bella yang berbaring di ranjangnya .


.


.


.


.


pak tua itu duduk dengan penuh kekesalan dalam dirinya , ini sudah 2jam dia duduk di ruang kerja Damian, di temani pasangan Miller.


"apakah dia memang berniat mempermainkanku .?" tanya pak tua itu dengan dingin


tuan besar Miller , tersenyum miring dan membenarkan duduknya lalu tatapan nya bertemu dengan istrinya yang mengusap bahunya pelan dan lembut .


"anda pasti lebih tauk tabiat keturunan Miller." balas tuan Miller tenang .


pak tua itu mendengkus lalu membuang muka ke lain arah , sampai pintu ruangan terbuka memperlihatkan sepasang suami istri yang terpaku pada siapa yang ada di sana , begitupun orang orang yang ada di sana terpaku dengan kedatangan sepasang suami istri itu , bagaimana bisa ? mereka di pertemukan di sini? ah mereka lupa siapa Damian Miller ini , orang yang sulit di tebak .


sepasang suami istri itu lebih dulu pulih dari keterkejutannya dan masuk , lalu mengambil duduk di sofa yang berhadapan dengan pasangan Miller .


ketegangan terlihat sekali di wajah pasangan Miller dan pak tua itu, berbanding terbalik dengan mereka berdua yang baru tiba, tenang dan menampilkan senyum tulus .


untuk beberapa saat mereka hanya diam , dan melempar pandang sampai pintu di buka menampilkan Damian yang berjalan gagah ke arah mereka, dan mengambil duduk di sofa single yang ada di sisi pasangan yang baru saja tiba .


"Lucas Spencer right .?" ucap Damian seraya menatap pak tua di hadapannya .


deg


mereka terbebelak mendengar nama itu di sebut, bukan hanya 2pasangan suami istri juga pak tua yang kini Damian tatap dengan pandangan rumit.

__ADS_1


__ADS_2