
"tuan, mereka sudah tiba sedang menuju perjalanan menuju mansion utama Spencer ." pak tua itu tertegun .
sebegitu cepatkah, Damian tidak memberi celah sedikitpun, setelah obrolan terakhirnya dengan Damian, Damian benar benar menepati janjinya bahwa mereka akan secepatnya menemui pak tua itu dengan segala keputusan yang sudah mereka pegang .
helaan napas Lolos dari bibir pak tua itu .
"siapkan semuanya dalam waktu 30 menit ." tegas pak tua itu lalu mengibaskan tangannya, dan duduk termenung di kursi kebesarannya .
.
.
.
.
Damian menatap Bella yang tidak berekspresi sama sekali sedari menginjakan kakinya di negara kelahiran dirinya dan ibunya.
pandangannya lurus ke depan, bahkan genggaman tangan Damian saja tidak Bella hiraukan , entah apa yang Bella pikirkan saat ini . Damian saja orang yang dingin dan sulit berekspresi tidak mampu menebak pikiran Bella sekarang , apalagi Marco yang sedari tadi sudah berkeringat dingin .
limosin itu berhenti di pelataran mansion bertuliskan 'Spencer mansion' . menarik napas perlahan Bella menatap Damian dengan sorot Ragu , Damian tersenyum seraya memberi kecupan di punggung tangan Bella, bermaksud menguatkan dan meyakinkan semuanya akan baik baik saja .
pintu di buka oleh Marco yang langsung menunduk melihat Damian keluar dengan Bella yang menggenggam tangan Damian .
setiap injakan kaki Damian menyiratkan seorang pemimpin dengan menggiring Bella dengan tegas , di ambang pintu mereka di sambut oleh beberapa pelayan yang menunduk dan memberi hormat pada Damian dan Bella .
aura yang di keluarkan oleh Damian bukan sembarangan mereka merasa merinding dengan sorot tajam Damian . dan aura Bella persis seperti aura seorang Anne Spencer yang tak lain mendiang ibunya dahulu .
memasuki ruang tamu yang sebesar lapangan bola itu, Damian berjalan tegas dengan masih menggenggam tangan Bella , pak tua yang tengah duduk dengan perasaan gusar , juga 2laki laki setengah baya dan 2perempuan setengah baya, juga 4anak laki-laki terpaku menatap damian yang menggiring Bella, bukan .
bukan terpaku melihat ketampanan Damian, mereka terpaku dengan paras imut Bella, tidak perlu di ragukan arabella memang putri anne dan adams , perpaduan mereka berdua sangat nampak di wajah Bella . sorot mata yang Bella miliki adalah sorot ibunya sedangkan bibir ranum kecil yang Bella miliki adalah milik Adams , jangan lupakan hidung mancung nan mungil bella perpaduan antara Anne dan adams , hidung impian semua wanita Asia .
untuk beberapa saat mereka terpaku tanpa ada yang bersuara sampai deheman pak tua itu membuat mereka sadar dan segera mengubah ekpresi mereka menjadi tersenyum dan mata berbinar .
ck, topeng. Damian mendengus melihat itu .
"selamat datang di kediaman Spencer cucu ku ." sambut pak tua itu dengan senyum merekah . Bella menatap itu dengan tatapan teduh . genggaman di tangan Damian mengendur membuat Damian menatap ke arah tangannya .
mata Bella berkaca kaca dia melihat pak tua itu yang tersenyum adalah impian nya sejak dulu , impian memiliki kakek dan nenek. Bella berlari menerjang pak tua itu, yang sudah siap menerima Bella . Bella memeluk pak tua itu dengan Isak tangis membuat mereka menghela napas panjang.
.
.
.
__ADS_1
.
'aku tidak akan meneruskan klan itu, aku serahkan semuanya pada kakek dan para paman.' ucapan Bella tadi terus terngiang di benak keturunan Spencer .
'aku tidak akan mencari keluarga dari ayahku, aku akan tetap memakai marga Miller , aku akan memiliki anak dan juga keluarga utuh di sana , berkunjunglah kesana jika memiliki waktu senggang , karna suamiku sedikit posesif jika aku yang pergi ke sini .' di akhiri kekehan geli oleh Bella .
keturunan Spencer benar benar terkejut dengan keinginan sederhana , arabella hanya ingin menjadi seorang ibu dan istri yang baik untuk keluarga kecilnya .
mereka kira Bella sangat berambisi untuk kekuasaan dan lain sebagainya ternyata tidak, yang bella inginkan hanya ketenangan dan kedamaian .
Bella tidak perduli akan harta yang di tinggalkan orangtuanya , dia bilang, akan menimbun itu, jika kelak keturunan Bella tahu , dia akan menceritakan nya. !
.
.
.
Damian benar benar bahagia dengan keputusan Bella yang memilih bersamanya, entah kebaikan apa yang Damian perbuat di masa lalu hingga memiliki peruntungan seperti ini .
"Damian aku ingin membuat taman di dekat ruang lukisku."
"Damian buatan aku paviliun sederhana , aku ingin memiliki ruang pribadi selain tempat lukis ."
"Damian perbesar kolam renangnya aku ingin berenang seperti di tempat wisata ."
***
3tahun berlalu semenjak itu, Delon telah menikah dengan Laura dan telah memiliki seorang putri perempuan yang baru beberapa bulan . dave dan Marco masih setia melajang, mereka bilang .
hidup sendiri lebih baik, dari pada di pusingkan dengan wanita , jika ingin banyak wanita yang menjajakan tubuh mereka, uang mereka banyak, tidak akan habis hanya untuk menyewa satu j*l*Ng untuk satu malam .
ck, terserah mereka berdua saja lah .
3tahun ini , Bella di landa gelisah , dia tak kunjung hamil, berbagai dokter sudah ia datangi mereka bilang Damian dan Bella sehat sehat saja tidak perlu di khawatirkan , tapi Bella merasa gelisah karna tak kunjung menemui garis 2 di tespeck yang selalu ia pakai setiap haidnya telat .
Damian tentu saja , selalu menenangkan dan berkata "jangan terburu buru kita masih muda , apalagi kamu sayang , mungkin tahun depan ."
tetap saja Bella gelisah akan itu, lihat Laura Saja yang baru menikah 2tahun sudah memiliki keturunan yang cantik, tapi dirinya.
.
.
.
__ADS_1
.
Bella tengah menggendong bayi Laura dan Delon, membawanya berkeliling mansion setiap hari adalah kegiatan Bella sejak bayi kecil bernama DELA itu hadir .
seperti sekarang Bella berkeliling, dia melewati ruang kerja sang suami yang tengah berkutat dengan berkas yang menumpuk, Damian menjadi jarang ke kantor Damian akan menerima pekerjaan yang Marco dan Dave berikan padanya, jika memang mendesak Damian akan pergi ke kantor.
pintu di buka , membuat perhatian Damian teralihkan , senyumnya mengembang melihat istri kecilnya datang dengan bayi Laura .
"apa kamu lelah .?" tanya Damian seraya merentangkan tangannya meminta Bella masuk ke dalam pangkuannya .
dengan senyum yang tak kalah lebar , Bella duduk di pangkuan Damian yang langsung memberi kecupan ringan di seluruh wajah Bella .
"dia tertidur sayang ." ucap Damian pada Bella saat melihat bayi kecil itu terlelap .
"aku berniat. , menidurkannya , tapi aku ingin mengunjungi mu lebih dulu ." jawab Bella
"delon belum selesai .?" tanya Damian, Delon dan Laura kini yang mengambil alih kepemimpinan pengawal di klan Miller.
"Sepeertinya sudah ." jawab Bella . Bella menduselkan kepalanya di leher Damian sepeti biasa , tapi kali ini berbeda . Bella buru buru beringsut dan menidurkan bayi itu di sofa dengan hati hati , lalu menghampiri Damian kembali dan mengendus Damian .
"kamu ganti parfum .?" tanya Bella memicingkan matanya. Damian menggeleng cepat .
"kenapa baunya berbeda .?" tanya Bella penasaran .
"hei, ini yang seperti biasanya sayang ." jelas Damian . Bella berdiri berkacak pinggang . menatap Damian galak
"kamu bohong, ? ini bau nya beda Damian." tanya Bella menggebu membuat kening Damian mengerut .
Damian beranjak dari duduknya lalu merangkul pinggang Bella . "ini yang biasanya sayang .!" kekeh Damian .
Bella memukul dada Damian , lalu menangis. "tidak ini beda, kamu bermain di belakang ku kan ." Damian panik kenapa Bella jadi begini .? bukankah baru saja Bella tidak apa apa .
Delon dan Laura masuk, karna tidak menemukan siapapun di luar.
"ada apa .?" tanya Delon saat melihat Bella menangis seraya memukul Damian .
"Laura dia, bermain di belakangku , parfumnya berbeda dia tega sekali padaku Laura ." adu Bella seperti anak kecil membuat Laura dan Delon saling tatap, lalu helaan napas terdengar dari keduanya .
mulut Damian terbuka akan menyangkal tapi , telunjuk Delon membuat Damian kembali menelan kata kata nya .
Laura merangkul Bella lalu membawanya keluar dari ruangan itu. meninggalkan Damian yang mengerenyit tidak mengerti . Delon mendekati bayi kecilnya yang tertidur lalu mengecup nya dengan sayang .
"aku tidak berganti parfum, dan apa tadi istriku bilang---" .
"maklum saja, nanti kau tahu hasilnya dan alasannya ." sela Delon lalu pergi membawa bayi kecilnya .
__ADS_1
"teman lucknut." umpat damian.