
Bella membuka matanya setelah damian pergi , sebenarnya di dalam mobil tadi Bella sudah bangun hanya saja saat matanya akan dia buka , rasa pening dan kepala ya sakit menerjangnya dia hanya bisa terpejam dan mendengar semua yang Damian ucapkan sedari di dalam mobil dan , saat dia di tidurkan di ranjang besar ini .
dengan pelan Bella bangun dan memegang kepalanya yang kembali berdenyut , dia duduk disandaran ranjang lalu menoleh pada punggung tangannya yang terpasang infus.
menghela napas dia mencabut infus itu lalu darah keluar dari sana , dia mengambil beberapa helai tissue dan menekannya darah itu tidak lagi merembes keluar , dengan tertatih dia berdiri dan mencoba berjalan .
memerlukan tenaga extra saat Bella berjalan menuju ruang kerja Damian, beberapa pengawal ingin membantu tapi takut karna Damian pernah berkata tidak boleh ada yang menyentuh Bella nya , saat para pengawal berniat melaporkan Bella menggelang dengan wajah memelas .
"aku akan memberikan mereka kejutan ." itu ucapan yang membuat mereka mengangguk dan berjalan di belakang Bella , sesekali tangan mereka akan terangkat layaknya seorang yang akan menggendong .
sampai beberapa menit Bella berhasil berada di ambang pintu ruang kerja Damian yang sedikit terbuka .
Bella berhenti di sana mendengar semua cerita yang mereka katakan, kakinya lemas dia memegang ujung baju seorang bodyguard yang sudah gugup karna masih membutuhkan nyawa nya yang tidak seberapa itu .!
hingga akhirnya Bella tidak tahan dan meminta bodyguard membuka pintu dan bersuara yang membuat mereka membeku dan terpaku .
.
.
.
.
Damian berdiri dan merengkuh Bella yang terlihat sangat lemas , bahkan bercak darah sisa infus masih ada di punggung tangannya .
"kapan kau bangun .? hm ." tanya nya lembut sorot matanya memancar kekahwatiran yang teramat .
"Damian , aku anak seorang mafia, katakan bukan Damian katakan ." jerit Bella pada Damian , membuat mereka menunduk dalam
sapaan dan kecemasan yang akan mereka lontarkan tertelan kembali , mendengar pertanyaan Bella .!
lihat ? bahkan dia seakan tidak menerima bahwa dirinya juga seorang mafia , karna istilah darah lebih kental dari air itu benar adanya, memangnya darimana jiwa psyco yang dirinya miliki jika bukan dari kedua orang tuanya dan leluhurnya .
mengecup pipi pucat Bella Damian membawa Bella pada dekapannya ." kita ke kamar istirahat ya ." ucap Damian mengalihkan pembicaraan agar Bella tidak terlalu terkejut .
"jawab dulu, aku anak seorang mafia .?"
__ADS_1
menghela napas Damian mengangguk ragu membuat mereka melotot, umpatan dalam hatinya mereka lontarkan untuk pemimpin itu .
"jadi aku adalah pewarisnya .?" lagi dan lagi Damian mengangguk . dan bruuk .
Bella pingsan dalam dekapan Damian, membuat Damian menghela napas dan menggendong Bella .
.
.
.
.
rahang Damian mengeras, sungguh ekpresi wajah Damian sangat menakutkan sekali sekarang, Damian berdiri menjulang di pintu kamar nya menatap para pengawal yang bertugas mereka menunduk .
ck, siapa yang tak akan marah ? melihat kesayangannya baru bangun dari koma, dengan keadaan lemah dia berjalan tertatih dan mendengar semua cerita itu secara diam diam .!
seorang pengawal dengan pakaian lebih beda di bagian atas menunduk .
"ijinkan kami menerima hukuman anda tuan, kamu lalai ." tegasnya berwibawa .
.
.
.
"jadi dia koma?" pertanyaan itu yang keluar dari mulut Hernandez setelah melihat putri kesayangannya barusan . pasangan Miller hanya mengangguk dengan lesu , firasat nya benar , hari ini akan terjadi hal besar .
entah itu harus mereka katakan baik, karna akhirnya keluarga Miller mengetahui siapa menantu mereka .! atau mereka harus merasa menyesal dan bersalah karna menantu mereka bereaksi di luar ekpetasi mereka .!
dan apakah dia tidak menerima sebagai seorang anak mafia? lebih lagi mafia terkaya dan terkuat di bawah para mafia .!
ck , mereka lupa menantu mereka adalah arabella keturunan Anne dan Adams yang beda pola pikirnya dengan orang normal lainnya .!
"kenapa kalian tidak memberi tahuku .?" tanya Hernandez dengan sorot mata kecewa yang di tangkap oleh istri Miller .
__ADS_1
menghela napas istri dari Miller itu tersenyum kecil ."dia Damian jika kalian lupa ." ucapnya lalu menambahkan "kami sebagai orang tua dari dirinya baru tahu hari ini juga, apa kami harus menanyakan hal yang sama pula pada kalian .?" ucapnya membuat Hernandez bungkam .
"jika kalian lupa, kami pernah mengatakan jangan menyesal menikahkan Bella dengan Damian." tambah Miller .
pasangan Hernandez hanya diam dan menunduk , pak tua itu telah pergi setelah menyapa Bella di kamarnya , ada urusan mendesak yang mengharuskan dia pergi, tapi pak tua itu berjanji akan kembali jika Bella ingin bertanya bak hal padanya .
***
laura sudah boleh pulang hari ini, tapi Delon membawanya ke apart nya di kawasan elite itu, Laura banyak bertanya mengapa Delon malah menbawanya kesana harusnya Delon membawa laura pulang ke mansion Damian supaya bisa bertemu dengan Bella secepatnya .
"Damian yang meminta, sebelum kau pulih benar." itu jawaban yang di berikan Delon , dan setelah itu Laura hanya mengangguk dan pasrah , ya memangnya apa lagi yang akan Laura katakan jika Damian sudah mengintrupsi .! hei walau Laura tunangan Delon yang masih Delon akui , tetap saja Laura adalah seseorang yang bekerja pada Damian , intrupsi Damian adalah segalanya .!
setelah hening beberapa saat , Dave datang membawa sekantong makanan yang dia beli di bawah sana .!
menata nya dengan rapih pada meja di depan Dave , menoleh pada Laura yang tengah berselonjor di lantai , lalu berkata
"Bella bangun, tidur lagi ."
kerutan di dahi Laura terlihat setelah mendengar ucapan Dave itu , "apa maksudmu .?" itu delon yang bertanya, Delon datang membawa segelas air yang di minta Laura tadi .
"ck, Bella sudah bangun, tapi tidur kembali ." decak Dave lalu makan membuat Delon memutar bola mata malas, dari pada bertanya pada Dave lebih baik dia bertanya pada Marco saja dengan berkirim pesan itu lebih baik .
.
.
.
.
Laura menatap Delon meminta penjelasan , Delon tersenyum lalu menuntun Laura untuk masuk ke kamar , dan membaringkan Laura di atas kasur .
"bagaimana keadaan nyonya .?" kentara sekali kecemasan di wajah Laura ini . Dave tersenyum tunangannya ini memang selalu mengedepankan rasa tanggung jawab dari apapun .
"dia sudah baik baik saja, sekarang tidur. jangan membantah ." tegas Delon lalu menyelimuti Laura .
"tapi---"
__ADS_1
"setelah tidur aku ceritakan keadaan nya ." potong Delon lalu masuk ke dalam selimut memeluk erat Laura.
Laura pasrah dia mencoba memejamkan matanya dan mencoba kembali terbiasa dengan perlakuan Delon yang seperti ini, yang tiba tiba memangkunya dan menghujamnya dengan kecupan dan m memeluknya tiba tiba . senang sih , tapi rasanya nano nano .! itu yang Laura rasakan .