
dor
dor
arrghh .
2tembakan di layangkan dari belakang pria berbaju hitam , membuat pria yang siap menembak Bella berteriak dan brugh , tumbang seketika di hadapan Bella , Bella mendengus lalu meminum lagi alkoholnya dengan tenang .
"kalian mengacau ." decak Bella
mereka yang mendengar Bella berdecak menganga , apa katanya mereka mengacau , bukannya Bella berterimakasih karna nyawanya tertolong kan ? kenapa harus begini reaksi nya .
"jangan macam macam , jika kita tidak datang mungkin kau sudah menjadi mayat dan itu akan menyulitkan banyak orang ." ujar Dave karna kesal oleh Rekasi istri sahabatnya ini , iya mereka Dave dan Delon .
Bella memutar bola matanya malas , lalu mendengus dan berdiri seraya membawa minuman yang masih tersegel , Bella harus segera menyembunyikannya sebelum Damian datang dan merampasnya .
dengan sedikit sempoyongan Bella berjalan ke arah tangga rooftop dan akan turun , Dave ingin kembali berbicara tapi tepukan di pundaknya membuat dia urung.
"kita urus orang ini dulu ." ujar Delon membuat Dave mengangguk .
Bella berjalan terus sampai dia berhasil memasuki ruang baca tempat favoritnya dan tempat nya memulai kelas online , dia membuka salah satu rak buku untuk menyimpan minuman nya dan itu berhasil , setelah nya dia keluar dari sana dan tersenyum penuh kemenangan .
"ahh, akhirnya hari hariku akan menjadi sedikit berwarna ." jika di lihat keseharian Bella memang monoton itu sebabnya dia berkata harinya akan sedikit berwarna karna pertama dia memiliki kunci penyimpanan alkohol dan yang kedua dia memilki minuman itu untuk dia minum esok , sambil menemaninya melakukan kelas online.
***
Damian masuk dengan langkah lebar di sana Dave dan Delon sudah menunggu .
"bagaimana .?" tanya Damian
"semuanya sudah selesai , mereka yang menghianat berada di ruang bawah tanah dan Clarisa sesuai yang kau minta dam." jelas Dave . Damian mengangguk.
"Laura .?" tanya Damian kemudian .
"dia di beri obat pencahar , lalu obat tidur dosis tinggi, dokter Jack sudah memeriksanya , dia baik baik saja." jelas Dave lagi dan lagi Damian mengangguk . dia memicing kala melihat gundukan di sofa panjang di ruang tamu .
"istrimu mabuk berat, kami tidak berani menyentuhnya, kami hanya menyelimutinya saja ." tutur delon seakan tahu apa yang ada di pikiran Damian .
Damian mengangguk dan berjalan ke sofa itu, menggendong Bella ala bridal style dan itu membuat Bella terusik , tapi tidak lama Bella kembali mencari posisinya nyaman dan ya dia menenggelamkan kepalanya di leher Damian dengan tangan yang mengerat di leher Damian .
Damian berjalan untuk menuju kamarnya . tapi sebelum dia benar benar pergi Damian memberi perintah .
"Marco ganti keamanan ruang penyimpanan anggur , dan ambil di lemari buku ." lalu dia dan Bella benar benar pergi . Damian tahu Bella akan memanfaatkan keadaan jadi dengan segala pertimbangan Damian merelakan Bella bermain sebentar tapi hanya sebentar dan itu tidak boleh terulang , ck , Bella pikir bisa begitu saja mengelabui Damian , tidak ok . tidak semudah itu Damian akan tetap menjadi Damian yang kejam dan dingin di mata orang lain dan menyebalkan di mata arabella Miller .
Marco mengangguk itu membuat Dave menoleh ke arah Delon, Delon hanya tersenyum tipis lalu menepuk pundak Delon .dan menarik nya untuk pergi beristirahat , malam ini mereka akan tidur di mansion Damian .
***
__ADS_1
setelah memasuki kamar , Damian tidak merebahkan Bella di atas ranjang selain membawanya ke kamar mandi , dan duduk di pinggir bathtub di mengisi air hangat di sana dan menuangkan cairan yang biasa Bella gunakan untuk berendam .
dengan sebelah tangan melucuti pakaian Bella hingga tidak ada yang tersisa , Bella sama sekali tidak terusik entah dia mungkin minum terlalu banyak , tapi matanya benar benar terpejam . dengan santai Damian menutup kran air setelah memenuhi bathtub dan mulai masuk bersama Bella bedanya Damian masih memakai pakaiannya , dia akan melucutinya di dalam bathtub.
Damian mendudukan Bella di depannya dan dengan telaten membersihkan diri Bella , setelah 15 menit Damian mengangkat Bella yang benar benar tidak terusik , astaga Damian di buat tidak percaya oleh Bella , hanya Bella orang yang akan mandi dengan keadaan tidur . ck sungguh aneh .
setelah membersihkan Bella Damian membungkusnya dengan bathrobe lalu merebahkannya di ranjang , dan Damian kembali masuk untuk membersihkan dirinya setelah itu keluar memasuki walk in closet memakai piyama tidur lalu mengambil piyama Bella yang senada dengannya .
mengecup bibir Bella, sampai ke telinganya dan berbisik "kamu memang gadis nakal ." Bella benar benar tidak terusik dengan apa yang Damian lakukan dia tidur pulas , Damian menghela napas saat berhasil memakaikan pakaian Bella , ada sesuatu yang tegang di sana tapi Damian akan menahannya dia menyelimuti Bella dan masuk ke bawah selimut itu lalu memeluk Bella , dan tindakan itu baru membuat Bella terusik dia balik memeluk Damian dan menduselkan kepala nya di dada bidang Damian , Damian terkekeh dengan tingkah Bella , yang benar benar ajaib . "tidurlah ." ucap Damian lalu mengecup Bella dan mengeratkan pelukannya .
***
flashback .
setelah kepulangan Bella dari rumah sakit , nona muda brody mendatangi Damian yang tengah memerlukan kerjasama bersama model internasional . nona muda brody salah satunya , Damian awalnya tidak paham dan menaruh curiga padanya , tapi Damian tetap bersikap santai .
setelah beberapa kali pertemuan dan Damian memberitahu bahwa produk yang akan Damian luncurkan adalah fashion , nona Brody mengulur waktu, dan ingin kerja samanya di dapat setelah makan malam bersama Damian , tentu Damian tidak tahu .
hingga saat Damian tidak lagi menyetujui untuk bertemu di karenakan kesehatan Bella dan ya Bella lebih penting, nona Brody membuat janjinya sendiri pada Marco dan mau tak mau Marco harus menyetujuinya .
di lain tempat .
saat hari itu akan datang , Clarisa memang bertelpon dengan seseorang di sebrang yang beberapa bulan terakhir menjadi tuannya, apakah Clarisa berhianat? tentu .
Laura yang mendengar langsung memberitahu Damian dan Marco , dan Damian menyuruhnya untuk memberi akses pada Clarisa masuk ke tempat penyimpanan alkohol dan lain sebagainya.
"tuan saya mengkhawatirkan nyonya .!" balas Laura di sebrang telpon .
"dia bisa, Dave dan Delon akan datang tepat waktu dan jangan meremehkan kemampuan nya ." ujar Damian lalu telpon itu di matikan .
Damian bergegas menelpon Delon yang akan menjawab lebih waras di banding Dave .
"iya dam .?"
"mansion, setelah makan malam .?"
"ck, mereka merepotkan ." sahut Delon di sebrang .
"ini idemu jika kau lupa ." sengit Damian dan sambungan itu terputus .
iya maksudnya ini adalah ide Delon, yang sengaja memberi akses pada Clarisa, masih inget kan waktu Damian berakting yang akhirnya membuat Bella cemburu .
flashback off
***
"tuan kita gagal , pembunuh bayaran kita di kirim ulang ke markas." cetus pria berkulit sawo matang .
__ADS_1
brak
"wanita itu memang tidak berguna ." amuk sang tuan .
prang
gelas yang di pegang nya di lemparkan ke tembok.
"buat dia tutup mulut selamanya ." geram tuannya dengan sorot mata tajam penuh amarah . pria yang melaporkan itu mengangguk dan buru buru undur diri dari sana .
"aaaargh , Damian kau akan kalah dari ku ." teriaknya menggelegar .
***
waktu menunjukan pukul 5pagi , itu waktu bagi orang orang tidur dengan nyenyak dan nyaman , tapi tidak dengan Damian yang sudah terbangun semenjak 1jam yang lalu , dia tidak segera bangun tapi menatap wajah polos di sebelahnya yang masih memeluknya erat semalaman , tangan Damian sedikit kebas tapi itu bukan apa apa , sudut bibir Damian terangkat sedari 1jam lalu dan belum luntur melihat bagaimana polosnya gadis di sebelahnya ini, mungkin menatap Bella akan menjadi salah satu kegiatan Damian mulai hari ini .
cup . cup . cup
Damian mengecup pipi Bella lalu ke bibir dan berulang di bibir Bella terisak dia menggeliat tapi tidak mau membuka mata dia malah mencari posisi nyaman di dada bidang Damian , Damian terkekekuh benar benar gemas dengan kelakuan Bella .
membelai pipinya lalu mengecupnya lagi .
cup .cup cup .
"Ara , sayang wake up .!" pinta Damian dengan suara serak .
masih tidak terusik Damian kembali mengecup kedua mata Bella hidungnya dan berakhir di bibirnya , sedikit menekan dan ******* hingga Bella terusik .
"akh ." desah Bella . Damian melepas ciumannya dan tersenyum , Bella membuka matanya dan mendapati Damian tengah tersenyum padanya .
blush .
pagi pagi sekali Bella sudah di buat salting dan memerah oleh Damian , oh sial .
"ayo sayang bangun, kita harus olahraga .," bisik Damian lembut .
"olahraga apa .?" tanya Bella serak khas orang bangun tidur.
Damian tersenyum lebar . "olahraga apa ya namanya .?" Bella memicing saat nada bicara Damian sedikit menggoda .
"bagaimana mana kalau 'tegur sapa kelamin' kita namakan itu ." ujar Damian lembut Bella langsung memerah dia ingin berteriak tapi saat merasakan tubuhnya melayang dia malah mengalungkan tangannya ke leher Damian .
"Damian ini masih pagi " rengek Bella Damian menyeringai dan mencium pipi Bella.
"morning s'x tidak buruk ku rasa ." ujar Damian jahil
dan ya pagi itu terulang lah, dua sejoli di dalam kamar mandi, di pagi yang dingin mereka menjadikannya panas dan hot .
__ADS_1