
di perjalanan , tangan Damian tidak terlepas dari genggamannya pada Bella, seakan jika itu lepas Bella pun akan lepas dari dirinya , matanya menatap lurus Bella tidak bergeming walau beberapa kali dokter Jack , memeriksa alat yang menempel pada Bella .
mobil tiba tiba terhenti di tengah jalan membuat Jack dan suster was-was ada apa ? lalu ponsel Damian berdering, di mobil terdepan memang Marco yang membuka jalan, dan mobil Damian ada di tengah di belakang kedua orang tuanya dan pengawal .
Damian mengangkat ponselnya dengan malas lalu menempelkan pada sebelah kupingnya dengan masih menatap Bella Lamat Lamat .
"tuan, kita di hadang oleh klan pak tua. " ujar Marco di depan sana.
"di mansion ." jawab Damian lalu mematikan ponselnya dan menyimpannya kembali .
Marco mengerti maksud perkataan Damian, dia langsung turun dari balik kemudi menghampiri pak tua itu .
"salam tuan , tuan Damian meminta anda mengikuti kami ke mansion , mohon maaf dengan tidak merendahkan anda ." jelas Marco, Marco bukan orang baru di dunia seperti ini, orang orang seperti ini pasti gila hormat dan kedudukan , maka dari itu Marco berucap sedemikian .
"saya hanya ingin bertemu cucu saya." balas pak tua itu .
"mohon maaf tuan, pengertian anda akan sangat membuat semuanya berjalan dengan lancar ." jelas Marco lagi, bukan tidak mungkin jika pak tua ini keukeuh bertemu di sini , Damian akan mengamuk sejadi jadinya .
dan lagi, kapan pak tua ini sampai dan dari mana dia tahu bahwa , nyonya mudanya ini akan di pulangkan dan di rawat di mansion . ?! .
ck, sungguh kelakuan para ketua mafia ini membuat Marco memijit pelipisnya yang berdenyut hebat.
mendengus kesal, pak tua itu berkata "John menyingkir , ikuti mobil mereka ." Marco yang mendengar menghela napas lega , dia menunduk dan kembali ke mobil guna membuka jalan kembali .
.
.
.
.
pagi tadi setelah bergelut dengan pikiran nya pak tua ini, akhirnya mengikuti kata hatinya untuk pergi ke negara A dimana cucunya berada dengan modal kepercayaan bahwa cucunya di rawat di rumah sakit milik Miller , pak tua itu berangkat menggunakan jet pribadinya .
dia sampai dan langsung bergegas dari hotel menuju rumah sakit dimana cucunya berada dengan membawa tas milik anaknya yang di amanahkan untuk cucunya itu.
"tuan, tuan besar Miller mengunjungi tuan Damian ," beritahu John selaku tangan kanan pak tua itu merangkap segalanya .
"itu, lebih bagus ." pak tua itu berkata.
"tapi tuan, mereka akan memindahkan perawatan nona ." pak tua itu terkejut bukan main .
__ADS_1
"kemana bukankah di rumah sakit milik mereka semuanya sudah sangat canggih ?" tanya pak tua itu heran .
"ke kediaman utama tuan Damian di negara ini, " jawab John dengan ragu .
pak tua itu berdecak kesal, "kalau begitu hadang di jalan aku akan memberikan barang milik cucuku ." tegas pak tua itu .
"kerahkan seluruh pengawal yang kita bawa .!" tambah pak tua itu .
begitulah akhirnya si pak tua ini, menghadang rombongan Damian .
.
.
.
.
sedangkan di dalam mobil Damian, Jack bertanya dengan ragu . "tuan, bukankah dia adalah kakek dari nyonya ." ekpresi Damian tetap sama , tidak ada perubahan yang berarti dia hanya mengangguk . tanpa memberi penjelasan lebih dari itu.
Jack mengumpat dalam hatinya, wibawanya sebagai seorang dokter hilang di hadapan Damian ini, ck, mau bagaimana lagi dia masih sayang nyawa dan jangan lupakan Damian menggajinya besar .! ya walaupun hati selalu saja depresi tapi itu sepadan dengan yang Jack dapatkan . !
***
meneliti berbagai gedung tinggi dan juga pepohonan di kota ini, ternyata populasi udara tidak seburuk di kota lain , terbukti dengan masih adanya pohon dan sekarang pak tua itu melihat banyaknya taman di kota ini .
John Sang tangan Kanan melirik lewat pantulan spion depan pada tuan nya, yang sudah hampir puluhan tahun ia ikuti .
"tuan, apa anda tidak merasa janggal .?" celetukan John mampu membuat pak tua itu mengalihkan atensinya.
menatap John lewat spion yang sama pak tua itu menaikan sebelah alisnya seakan bertanya 'tentang' John berdehem karna di tatap sebegitu nya oleh sang tuan, walau bukan yang pertama kali John berada di situasi seperti ini tapi tetap tidak baik untuk jantungnya yang sudah renta ini .
"maksud saya , tuan Damian memberikan akses pada anda begitu mudah, bukankah identitas nona beliau tutup.!"
pak tua itu termenung dengan perkataan John barusan , iya benar ada apa dengan Damian ? bukankah dia selalu membelenggu Bella dengan kuat, mengapa sekarang dia dengan mudah memintanya untuk menemuinya di mansion,? yang tak lain adalah satu satunya sangkar emas Bella yang tak akan pernah di ketahui siapapun .!
John kembali berdehem dan berkata dengan lebih tenang dan tertata ."jika tebakan saya benar , mungkin tuan Damian mengetahui jika nona bukan keturunan Hernandez dan pemilik berlian hitam yang selalu di incar musuh ."
pak tua itu Kembali terdiam , mencerna apa yang John ucapkan dan ada benar nya juga itu semua . apakah mungkin ?
beberapa menit terdiam helaan napas Lolos dari pak tua itu ."jika memang seperti dugaan mu John, siapkan kamar di mansionku untuk cucuku, dan siapkan beberapa anggota di titik titik tertentu kediaman damian .," bukan tanpa alasan pak tua itu langsung memberi perintah kepada John , mengingat bagaimana sisi kelam Damian sebagai mafia yang tak berperasaan itu. dan mengingat Bella adalah keturunan asli Anne dan Adams , dua orang yang selalu menginginkan suatu hal lebih dalam hidup dan selalu penasaran dengan apa yang mereka temui, hingga berakhir tragis meninggalkan putri semata wayang nya dengan sesuatu yang mereka ciptakan dan menjadi incara orang serakah .!
__ADS_1
dan terlebih Damian tidak memiliki catatan baik dengan klan yang di pimpin pak tua juga pada Anne dan Adams, bahkan mungkin Damian menyetujui pernikahannya dengan Bella karna campur tangan Hernandez , maka jika dugaan John benar , bukan tidak mungkin lagi Bella akan di campakan . !
John mengangguk lalu kembali fokus pada jalanan di hadapannya yang memasuki area perhutanan .!
.
.
.
.
di dalam mobil Damian tangan Bella terasa bergerak sedikit tapi Damian abai , dia menganggap itu hanya ilustrasi dirinya yang terlalu merindukan istri kecilnya ini.
perjalanan dari rumah sakit menuju mansion, terasa sangat lama kali ini bagi damian, sedari memasuki mobil pandangannya tidak beralih pada siapapun hanya menatap lekat arabellanya .
Damian membawa tangan itu untuk ia berikan kecupan kecupan lembut di sana . !
.
.
.
.
mobil yang di tumpangi Marco telah memasuki gerbang utama kediaman Damian , mobil Marco seketika menyimpang di pos pertama dia memasuki mobil para pengawal pertama dan seperti mobil Marco mobil pengawal pertama pun menyimpang ketika sampai di pos keamanan kedua , mobil Damian menjadi mobil yang pertama memasuki pelataran megah itu , mereka memarkirkan mobil di sana , Marco dan beberapa pengawal sudah turun guna menyambut sang tuan dan nyonya mudanya . !
juga kedua orang tua Damian dan adiknya sudah turun , dan jangan lupakan tamu Damian pak tua itu sudah turun menunggu disana .!
tinggal Damian yang masih setia menatap Bella nya .!
"tuan , kita sampai .!" suara Marco menyadarkan Damian dia mengangguk dan mengecup kening Bella lalu turun dan seketika semua membungkuk kecuali kedua orang tua, adik dan pak tua itu sendiri ..
brangkar Bella di turunkan dengan penuh kehati-hatian seakan jika kasar sedikit saja Bella akan pecah seperti porselen mahal mereka memperlakukan Bella .
pak tua itu terpaku melihat wajah pucat Bella, di lihat dari mana pun arabella memang perpaduan Anne dan Adams kedua orang tua nya tanpa sadar pak tua itu menitikan air matanya yang terlihat oleh beberapa orang di sana dan bergumam pelan "Anne ."
Damian mendorong Bella melewati mereka yang ada di hadapannya tanpa menyapa dan peduli, memangnya apa yang di harapkan dari seorang Damian Miller ?! heii jangan kan orang lain , adiknya saja takut padanya .!
sebelum benar benar pergi dari sana Damian berbicara singkat tapi di pahami oleh mereka "ruang kerja. "
__ADS_1
Marco yang pertama bereaksi dia mengangguk lalu menggiring pak tua dan tangan kanan nya untuk memasuki kediaman utama Damian .