belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-41. yess.!


__ADS_3

Damian menatap intens wajah pucat istri kecilnya ini, seribu kesesakan menyelimuti dalam hatinya .


seribu jawaban sudah Damian teguhkan dalam hati andai saja Bella bertanya setelah bangun, Damian cukup meyakini bahwa Bella akan mempertanyakan banyaknya 'kenapa' dalam tutur kata nya nanti .


Damian seseorang yang selalu angkuh, arogan , tidak berbelas kasih, seluruh kendali ada pada dirinya , kali ini dia tertampar oleh kenyataan , seberkuasa apapun dirinya, sekejam apapun , setidak berperasaan apapun dirinya , tetap jika tangan yang maha kuasa tidak ikut campur Damian bukan apa apa. !


pertemuannya dengan arabella gadis berusia 11tahun dulu, yang membuat Damian takjub dan menghadirkan rasa hangat dan ingin memiliki .


damian pria dewasa yang kembali di buat jatuh cinta oleh seorang arabella di pertemuan selanjutnya, arabella belum mengetahui dirinya adalah keturunan mafia dan memiliki jiwa psyco , dia masih meyakinkan dirinya bahwa dia adalah gadis remaja biasa yang ingin tahu banyak hal .


cih, apakah seorang Bella munafik, apakah membakar satu club' adalah kenakalan remaja ? apakah mematahkan leher seseorang kenakalan remaja ? apakah menjadi pegulat di usia dini juga petarung bebas kenalkan remaja ? rasanya tidak mungkin , . Damian terkekeh mengingat itu semua , di kecupnya punggung tangan Bella yang terpasang kembali infus .


.


.


.


pukul 05:00 Bella menggeliat, matanya terbuka sedikit dia tersentak saat merasa perutnya berat dan kram, ternyata di sana ada Damian yang tertidur, apakah Damian menjaganya semalam , ck. tentu saja Damian dengan tingkat kebucinan yang akut pasti menjaganya . !


kepala nya berdenyut saat Bella hendak bangun , spontan dia memegangnya lalu dia mencoba mengingat potongan puzzle di ingatannya hingga satu kata yang terbersit di kepalanya .


"arabella penerus klan BERLIAN HITAM'." Bella bangun spontan membuat selang infus yang terpasang lepas dan keluar darah dari punggung tangannya juga Damian yang terperanjat.


"ada yang sakit ?HM ." pertanyaan pertama Damian membuat Bella menoleh dengan masih memegang kepalanya yang berdenyut .


"Damian ak-aku keturunan mafia .?" tanya Bella Damian tidak menjawab dia menyodorkan air putih lalu Bella meminumnya dengan bantuan Damian, damian menyentuh kening Bella dengan punggung tanganya lalu mengambil tissue untuk menyumbat darah di punggung tangan Bella .


"damian iih ." rengek Bella karna Damian tidak kunjung menjawab .


Damian mengecup pipi Bella lalu menekan interkom , berbicara pada seseorang agar Jack masuk memeriksa Bella .


"Damian jawab dulu ." bibir Bella amat pucat, ya iyalah dimana ada bibir merah sehabis koma .

__ADS_1


Damian membelai surai Bella lalu mengecup keningnya. "iya ." satu kata dan anggukan membuat Bella menutup mulutnya jantung Damian benar benar berdetak kencang sekarang takut dengan reaksi Bella selanjutnya .!


Bella tampak berfikir membuat Damian was-was dan menahan napas nya.


"benarkah itu, aku anak seorang mafia .?" tanya Bella ulang membuat Damian mengangguk tegang.


"yesss ." pekik Bella girang membuat Damian mengerenyit.


Bella terlihat berbinar mendengar itu, Bella tersenyum sendiri membuat Damian menghela napas , Damian lupa fokus Bella bukan pada fokus orang normal lainnya .


"begitu senang ? hm ." tanya Damian.


Bella menggelang pelan lalu kembali tersenyum. membuat Damian tidak mengerti


"lantas .?" heran Damian .


Bella berdiri dengan tertatih ,"bantu aku kesana ." ujar Bella meminta Damian memasuki walk in closet milknya , Damian menurut dia menggendong Bella lalu menurunkan Bella di salah satu sofa bundar .


"kau, darimana kau--" Damian tidak melanjutkan ucapannya dia hanya menghela napas lalu memeluk tubuh istri kecilnya itu .


"bagaimana aku hebatkan. " tanya Bella dengan pongah membuat Damian Mengangguk lesu, bagaimana tidak di dalam sofa itu terdapat beberapa sajam, pistol ,petasan dan yang lainnya membuat Damian benar benar heran dengan pola pikir Bella .


"kau tidak marah mengetahui yang sebenarnya ." tanya Damian yang penasaran.


"why .? kenapa harus marah. ?" Bella bertanya dengan heran pada Damian.


"kau bukan anak Hernandez ." ucap Damian Bella terkekeh lalu sedikit terhuyung membuat Damian segera menggendongnya dan duduk di sofa itu .


"apa ada yang membuat ku marah. ?"


"ck, aku bersyukur ternyata aku tidak memiliki alter ego , tapi darah yang mengalir di tubuhku adalah darah psyco , haha ." di iringi kikikan geli Bella menyelesaikan ucapannya .


Damian mengangguk lalu mengecup pelipis Bella , Bella terus berceloteh kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi jika nanti dirinya memimpin . Damian menjadi pendengar yang baik hingga satu ucapan yang bella lontarkan membuat Damian membeku .

__ADS_1


"ah, iya kau jangan menuntut dulu supaya aku hamil ." Damian menegang, dia lupa Bella belum tahu prihal dirinya keguguran apakah Bella akan marah ? menyalahkannya dan apa yang akan Bella lakukan nanti jika dia tahu dirinya sempat keguguran. !


tapi bukankah damian tidak perlu khawatir akan reaksi Bella, lihat saat kemarin dirinya tahu dia keturunan mafia , dia pingsan tapi sekarang dia malah senang . !


Damian terus terbawa dalam lamunan nya hingga merasakan kepala Bella terkulai di bahunya..


"Damian kepalaku sakit ." lemas Bella, Damian dengan sigap membawa Bella ke kamar dan membaringkannya di atas ranjang .


"Ara, .?" panggil Damian


Bella mengangguk lalu menatap Damian polos ."Ara, sebenarnya kau---"


ucapan damian terpotong saat melihat Jack masuk bersama dengan Dave.


"ah, sorry Damian , aku terlalu senang Bella bangun ." kilah Dave saat mendapat lirikan tajam dari damian.


Damian mendengus lalu mengecup kening Bella .


"periksa istriku ." ucap Damian Jack langsung maju dan memeriksa. dengan hati hati.


"nyonya apa anda merasa pusing .?" Bella mengangguk dan Jack kembali memasang infus Bella .


"nyonya sebaiknya anda harus banyak istirahat, anda masih terlalu lemah apalagi anda habi k--"


"koma , bella kau koma sepuluh hari, dan harus istirahat banyak ok ." Dave menyela , Dave tahu Damian belum memberitahu Bella prihal keguguran itu .


Jack seakan tersadar dia mengangguk dan tersenyum canggung lalu menyuntikan cairan kuning di tabung infus Bella .


"jika begitu saya permisi tuan ,nyonya selamat istirahat. " Jack segera undur diri dan pergi .


Dave tersenyum canggung dengan keadaan sekarang dia menepuk bahu Damian. "aku pergi, selamat beristirahat." lalu buru buru pergi.


sedangkan Damian mendengus kesal , dia melirik Bella yang sudah tertidur. lalu merapihkan selimutnya , waktu menunjukan pukul 05:45 Damian pergi ke kamar mandi membersihkan diri , hari ini akan menjadi hari yang melelahkan karna Damian harus menyelesaikan beberapa hal, Belum lagi nanti jika Bella bangun, Damian tidak ingin meninggalkan Bella barang sedetik pun.

__ADS_1


__ADS_2