belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-16. warning (?)


__ADS_3

Bella tetap dalam dekapan Damian setelah 1j dan Bella mulai tertidur lagi, Damian melepas pelukan itu dengan hati hati, lalu mengecup kening Bella dan membenarkan selimutnya . bergegas membersihkan diri , setelah menghabiskan 15menit di kamar mandi damian keluar lebih fresh , lalu menghampiri brangkar Bella lagi dan mengecup bibirnya sekilas .


"aku keluar sebentar ." ucapnya pelan ,lalu keluar dan di luar Laura menunggu dengan duduk di kursi tunggu .


melihat Damian keluar Laura segera berdiri dan menunduk .


"Marco .?"


"dia sudah di tangani tuan, dia baik baik saja, hanya perlu menghabiskan satu labu infus lagi dan boleh pulang .!" Damian mengangguk mendengar penjelasan Laura .


"jangan masuk biarkan dia istirahat , aku akan menemui Jack sebentar ." peringat damian pada Laura , Laura mengangguk dan kembali duduk dengan tenang .


***


tanpa mengetuk pintu Damian masuk ke dalam ruang dokter jack .


dia duduk di hadapan Jack, yang menghela napas atas keterkejutannya.


"katakan ." ujar Damian dingin , Jack mengangguk dan memberikan hasil lab darah Bella pada damian .


Damian membaca dengan detail dan mengangguk pada Jack "aku mengerti ." ujar Damian .


"aku ingin dia pulang hari ini ." celetuk Damian tiba tiba , Jack mengangguk tanpa menjelaskan keadaan Bella pun Jack paham Damian lebih paham apa yang Bella alami , karna merujuk semua kesehatannya baik hanya memiliki gerd atau sering di sebut asam lambung , dan untuk demam itu hanya kecemasan Bella yang berlebihan , Jack bersyukur karna Bella baik baik saja .


"saya periksa nyonya sekarang ." Damian mengangguk seraya berdiri , "begitu lebih baik." ujarnya lalu pergi mendahului Jack .


***


sudah 2hari semenjak kepulangan Bella dari rumah sakit, damian menjadi lebih protektif pada apapun , entah itu makan , ke kamar mandi atau sekedar berjalan ke depan Damian harus berada di sampingnya . Bella pun merasa tidak keberatan dia justru merasa nyaman dengan keprotektifan Damian, seperti malam ini Bella baru selesai membersihkan diri dan Damian tengah bersedekap dada di pintu kamar mandi , saat Bella keluar Damian tengah menatapnya lalu tersenyum .


Damian menuntun Bella bukan masuk walk in closet untuk memakai baju dia malah menuntun Bella ke meja rias untuk mengeringkan rambut dan memakai skincare . Damian mengambil hairdryer lalu mulai mengeringkan rambut Bella dan Bella hanya menurut saja .


"cantik ." celetuk Damian saat melihat Bella tengah mengaplikasikan skincare di wajahnya , Bella bersemu merah karna tersipu .


setelah selesai mengeringkan rambut Damian menyisir rambut Bella lalu mencium rambutnya menghisap wangi rambut istri kecilnya ini .


bella sendiri diam dan setelah selesai mengaplikasikan skincare Bella hendak berdiri tapi kedua pundaknya di tahan Damian , dan Bella di balikan menghadap Damian yang menjulang tinggi di depannya , lalu Damian menuntun Bella untuk duduk di tepi ranjang .


"Damian aku pakai ba----emmm" ucapan Bella terpotong karna Damian tiba tiba mencium bibir Bella dengan lembut.


"damian ."


sial .!


itu sangat merdu di telinga Damian , sangat sexy dan erotis . Damian mendongak dan tersenyum lalu mengecup bibir Bella lagi .


Damian mencoba merilekskan Bella lagi dan itu berhasil Bella kembali merasa gairahnya naik dia melengkung dan mendesah kala Damian berada di bawah sana .

__ADS_1


sensai yang baru kali pertama Bella rasakan dan itu membuat Damian tersenyum senang napas Bella terengeh dia lemas karna mencapai pelepasan pertamanya dalam hidup ini , Damian memposisikan dirinya di atas Bella .


"boleh .?" tanya Damian lembut Bella yang sudah lemas mengangguk lemas Damian tersenyum penuh kemenangan akan jawaban Bella


"ini akan sakit, tapi aku berjanji hanya sebentar ." ujar Damian mencoba memasuki Bella , Bella menjerit karna percobaan Damian gagal , ada rasa kasihan pada Bella tapi melihat Bella tersenyum dan mengangguk Damian kembali memasuki Bella dan setelah percobaan 3x Damian berhasil memasuki Bella , dan saat itu pula setetes air mata dan jeritan Bella bergema di kamar itu.


Damian mengecup bibir Bella "maafkan aku ." ujar Damian lalu melakukan pergulatan panas dengan Bella , entah sudah berapa kali mereka mencapai pelepasan yang pasti mereka tidak berhenti hingga menggapai surga dunia .


***


waktu menunjukan pukul 12siang tapi dua insan yang baru saja mendapati surga dunia masih bergelung di balik selimut tebal mereka .


Damian bangun saat merasa dirinya ingin buang air kecil, dengan hati hati dia melepas pelukan Bella untuk bergegas menuju kamar mandi saat dia menyibak selimut melihat noda merah di sprei nya dia tersenyum dan mengecup Bella lalu beranjak menuju kamar mandi .


Damian keluar dan masih mendapati Bella tidur pulas , Damian tersenyum mungkin istri kecilnya kelelahan memang Damian semalam tidak memakai otak menggempur Bella, hingga saat pelepasan mereka yang terakhir saja Bella sudah memejamkan mata , jika saja Bella masih mendesah mungkin Damian akan terus menggempurnya semalaman , oh iya mereka selesai pukul set6 pagi dan baru tidur juga jadi ya begitulah .


Damian memunguti bajunya yang berserakan lalu mengambil handuk Bella , dan keluar kamar , Laura sudah berdiri di luar kamar itu .


"tuan ." sapa Laura , Damian mengangguk dan memberi perintah .


"pindahkan Clarisa ke paviliun timur , dan untuk sementara awasi pergerakan wanita itu ." Laura mengangguk .


"apakah nyonya drop kembali tuan .?" itu pertanyaan yang Laura ingin tanyakan sedari 2hari lalu karna melihat Bella tak kunjung keluar kamar sendiri dia selalu di temani Damian , dan itu sedikit membuat Laura , tersisihkan . Damian tersenyum tipis saat Laura menanyakan itu , dia jadi ingat bagaimana malam tadi Bella mendesah dan menyebut namanya dengan manja dan sexy .


"dia baik baik saja, untuk sementara biarkan aku yang menjaganya ." ucap Damian lalu pergi , Laura mengangguk dan bergegas mengekor pada Damian .


***


Clarisa yang tengah menerima panggilan telpon di kejutkan dengan beberapa pelayan dan Laura masuk lalu mengemasi barang barang miliknya .


"hei ,apa yang kau lakukan pada barangku.?" bentak Clarisa


"hei kau turunkan itu barangku, akan kau bawa kemana hei .?" jerit Clarisa saat beberapa pengawal mengangkut barang yang dapat mereka angkat ke luar kamar .


"maaf , tuan memerintahkan kami untuk memindahkan anda ke paviliun Utara ." ujar Laura dingin , clarisa melotot apa katanya di pindahkan .


"tidak jangan kurang ajar kalian.!" teriak Clarisa .


"maaf , jika anda keberatan silahkan laporkan pada tuan, kami hanya menjalankan tugas ." Laura kembali berkata dingin mengabaikan jeritan Clarisa pada para pelayan dan dirinya .


pelayan itu kembali bekerja , dalam sekejap barang Clarisa sudah kosong di kamar itu , dan Clarisa menghentakkan kakinya berjalan keluar kamar mengikuti Laura dan beberapa pelayan .


'sial, aku semakin membencimu arabella .' jerit Clarisa dalam hati .


***


pukul 3sore, Bella menggeliat dan melenguh saat membuka mata dia melihat Damian yang memeluknya dari samping tengah tersenyum manis . Bella mengerjap beberapa saat lalu menyusun kepingan puzzle kejadian semalam , dan dia mengangkat selimutnya saat dia akan bicara Damian membungkam bibirnya dengan bibir Damian .

__ADS_1


"ayo bersihkan dirimu ." ujar damian santai , Bella menutup wajahnya dengan selimut karna malu dan juga geli . Damian menurunkan selimutnya lalu mengecup pipi Bella yang sudah merah .


"apa kau akan tidur kembali , sayang ." Bella makin bersemu dengan panggilan itu jantung jantungnya berdegup kencang .


"Ish jangan begitu aku malu ." cicit Bella Damian tersenyum ingin sekali dia kembali menerkam Bella karna wajah malu Bella sungguh sangat menggemaskan .


saat Bella mengangkat kakinya dia meringis , badannya serasa remuk dan bagian sensitif sakit . Damian menghela napas saat melihat itu lalu menghujami Bella dengan kecupan .


"maaf, aku akan lebih berhati hati ." ujar Damian Bella melotot . apa katanya akan lebih berhati hati , ck Bella tidak mau lagi , nikmat sih tapi mengimbangi Damian itu sangat melelahkan , lihat saja sekarang Bella seperti telah mengalami tabrak lari dan di serudug banteng, Badan nya sungguh sakit semua .


"Damian ." tegur Bella Damian menoleh saat dia akan berjalan ke arah kamar mandi . menaikan sebelah alis melihat Bella yang tiba tiba memanggilnya .


"aku ingin buang air kecil , gendong ." ucap nya manja , Damian tersenyum dan mengitari ranjang lalu menggendong Bella ala bridal style , da di dudukan di closet , Bella buang air di sana , tapi wajahnya memerah bukan malu .


"ssshhh, sakit ." ucap Bella saat air seninya keluar melewati itunya , dengan mata yang berkaca kaca .


Damian menatap wajah bella yang memerah menahan sakit lalu berfikir 'sesakit itukah hingga istrinya , kembali meringis. '


***


Damian benar benar melayani Bella hingga malam hari , setelah mandi , Bella di suapi oleh Damian , dan bella pun tidak menolak itu . Bella cemberut melirik jam di dinding lalu menghela napas itu membuat damian menoleh spontan dan mengerutkan keningnya .


"kenapa ?" tanya Damian lembut . Bella mengerucutkan bibirnya lalu menjawab .


"sebentar lagi aku ada kelas , aku sudah melewatkan 2kelas tadi ." Damian mengangguk dan meletakan piring di atas troli lalu memberi minum pada Bella . Bella menenggak habis minumnya .


"aku sudah meminta cuti satu Minggu ." Bella berbinar mendengar itu lalu menatap Damian dalam .


"benarkah , ? " Damian mengangguk dan mengelus rambut Bella dengan sayang .


"istirahatlah , kau pasti lelah ."


blushh .


pipi Bella memerah dia menunduk , ck kenapa sih dia jadi gampang tersipu begini ,? jatuh cinta memang merepotkan.


Damian tersenyum melihat Bella yang kembali tersipu hanya dengan ucapan yang menurutnya wajar . lalu Bella di rebahkan dan Damian menyelimuti Bella hingga leher .


"tidurlah ." Bella menangkap tangan besar Damian yang akan mengelusnya kembali .


"temani aku, jangan pergi sampai aku pulas ." pinta Bella, Damian mengangguk dan menggeser Bella lalu memeluk Bella dari samping .


Bella menghirup aroma maskulin dalam tubuh Damian , entahlah aroma Damian sangat nyaman mampu membuat Bella rileks dan yang pasti cepat tertidur , berada dalam pelukan Damian adalah hal ternyaman bagi Bella , dari pertama Damian memeluk Bella sebenarnya , hanya saja untuk mengakui itu Bella gengsi lah . setelah mendusel duselakn kepalanya pada dada Damian , Bella mendengkur halus dan itu terdengar oleh Damian yang sedari tadi mengelus punggung Bella . Damian mengecup kening Bella yang , gampang sekali tertidur pulas , ck, jika ada musuh ini akan sangat merepotkan.


Damian melepaskan pelukan nya dan mengecup pipi Bella , lalu membenahi selimut Bella dan berbisik .


"aku keluar sebentar ." lalu mengambil ipadnya dan keluar kamar dengan pelan .

__ADS_1


__ADS_2