
gadis cantik yang tengah tertidur di dalam pesawat dengan berbantal bahu pria kekar terusik oleh suara pramugari yang menyiapkan makanan .
dia mengucek matanya dan melihat pria yang kini ada di sebelah nya yg tengah menatapnya juga. dia membuang muka langsung membuat raut wajah pria di sebelahnya tidak berubah . lalu dengan dingin pria itu berkata .
"Nesta eliesh ." wanita itu menoleh spontan lalu terbelalak kala melihat pria itu menyeringai .
"bagaimana kau tahu namaku .?" kejut wanita yang di sebut Nesta itu .
pria itu mendekat mengikis jarak antara mereka dan berbisik di telinga Nesta . "bahkan tanggal kau datang bulan pun aku tahu ." Nesta melotot mendorong pria itu yang kini terkekeh .
Nesta menyesal , tadi saat dia menelpon pria ini dia berniat ingin membahas tentang kelangsungan hidupnya yang tak akan lagi mengganggunya dan sebaliknya , tapi belum dia menyelesaikan ucapannya pria ini malah menyeretnya ke bandara dan memintanya untuk ikut ke negara nya .
sial .!
Jonathan Hernandez .! baj'n'an memang ..
***
"apa kita tidak bisa makan dulu di salah satu restauran ." pinta Bella saat dalam perjalanan pulang , Damian mengangguk dan mengelus rambut Bella .
"Marco, ."
"baik tuan ." Marco merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang , Bella tidak mengerti yang Marco katakan hanya .
'untuk tuan muda Miller dan istrinya'
'ya, tuan pertama .'
'15menit lagi kami sampai' lalu menutup panggilannya .
Bella masa bodo dia ingin melihat orang berlalu lalang dan ramai di restauran dengan mata berbinar dia menatap ke arah jalan , dan pemandangan itu di lihat Damian yang menunjukan ketidaksukaan sama sekali tapi dia menahannya , Bella sudah mencintainya sekarang nanti dia akan membicarakan masalah ini dengannya .
saat sampai Bella mengerutkan keningnya , restauran itu sepi , bahkan makanan sudah tersedia dia meja yang sangat sangat mewah , parkiran pun hanya mobil yang di tumpangi nya saja . saat akan menanyakan ucapan Damian mengintrupsi Bella .
"ayok, bukannya ingin makan di restauran ." Bella seperti terhipnotis dia yang akan mengajukan pertanyaan malah mengangguk dan mengulurkan tangannya , terlihat beberapa pria berpakaian hitam berjajar di samping kiri dan kanan .
saat sampai di meja makan , Bella tidak melihat pelayan karna makanan sudah ada di sana , dia duduk dengan bingung lalu Damian mengambilkan beberapa makanan untuknya .
"ayok makan, sayang ." Bella mengangguk dia makan dengan tanda tanya besar di kepalanya .
Damian bukan tidak menyadari itu, dia hanya menjaga miliknya jangan sampai di lihat orang dan di ambil kembali, ck, posesif sekali bukan .
mau orang berkata apapun tidak peduli yang penting , arabella ya harus terus dalam dekapan dan belenggunya .
***
Delon yang kini tengah duduk di salah satu bar mini mansion Damian dan menemani Dave minum hanya menggelengkan kepalanya saat Marco berkata mereka akan terlambat pulang dan makan malam lebih dulu , Delon tahu Damian akan menyulitkan pemilik restauran dengan mengosongkan nya dan meminta mengunci pelayan juga pemilik restauran di salah satu tempat itu .
__ADS_1
"Delon, apa jika Bella mengetahui Damian terobsesi padanya dia akan terus membersamai Damian .?" celetuk Dave tiba tiba . Delon hanya mengedigkan bahunya acuh .
"apa Bella tahu Damian mafia .?" lalu pertanyaan selanjutnya membuat Delon tersedak , benar ucapan Dave apa Bella tahu Damian mafia ? .
"ku pikir nyonya tidak tahu .!" itu suara Laura yang memecahkan keheningan saat 2pria itu tengah berpikir keras .
"kenapa .?" tanya Dave
"maksudku, kenapa dia tidak tahu , bukankah seharusnya saat Frank menyerang mansion dia tahu , dan saat dia kembali di serang kemarin ." Laura tersenyum dan menggeleng cepat .
lalu dia tertawa dengan keras membuat 2pria itu mengerenyit .
"hei, ada yang kami lewatkan. ?" Dave kembali bertanya .
"maaf maaf. aku terlalu bersemangat dan mengganggumu nyonya ku itu ." ujar Laura di sela tawanya . lalu menarik napas dan menetralkan ekspresinya dia duduk di bangku yang tersisa dan minum satu Loki.
"boleh aku bercerita sedikit .?" tanya Laura menatap mereka ,
"ya , " sahut Delon cepat karna dia pun penasaran dengan Bella , walau dia tahu tapi tidak begitu dalam .
flash back .
setelah penyerangan itu, Bella benar benar seperti orang pelupa dia tidak menanyakan prihal apapun pada siapapun , sampai pada hari ke3 setelah penyerangan Bella bertanya pada Laura.
"Laura , kau ingat saat mansion ini di serang .?" tentu Laura membulatkan matanya
"nyonya kau ingat itu .?" tanya nya balik .
"kau tahu saat aku kau kunci di ruangan itu , Clarisa menemuiku , dia bilang kau akan bersenang senang tanpa aku ." Laura mengerenyit .
"bersenang senang .?" beo Laura
"iya , sepertinya Damian ini seorang petarung bebas atau boxing, karna aku pernah melihat orang yang aku patahkan lehernya itu dia atas ring ." Laura menganga , dari pada berpikir lebih jauh kenapa menajadi petarung dan boxing pikir Laura .
"kau tahu, aku pernah mengikuti tarung bebas saat aku masih SMP , dan kau tahu orang yang aku patahkan lehernya itu pernah membuat engkel ku geser dan aku sangat dendam saat itu ." jelas Bella , Laura masih menyimak dan mencerna ucapan Bella .
"maka saat, Clarisa bilang kau akan bersenang senang , tadinya aku akan marah padamu karna dari pada mengajakku kau lebih mengamankan ku , ck " dengus nya
"tapi saat aku melihat dia yang aku patahkan lehernya , aku bersemangat dan ya kau tau setelah ya ." di sertai kekehan puas Bella menyelesaikan ucapannya
"tapi nyonya , memang jika tuan petarung anda tidak apa apa .!" Laura bertanya sedikit khawatir saat itu .
"ck, mau dia jadi apapun terserah padanya , yang jelas dia itu adalah manusia paling menyebalkan, jika memang benar dia petarung, aku tidak peduli ." Laura menganga di buatnya dia tidak lagi bertanya dan hanya tersenyum tipis
flashback off
Dave tersedak minumannya.
__ADS_1
"jadi fokusnya pada musuhnya yang membuat engkel kakinya geser saat itu ." Laura mengangguk cepat .
Dave dan Delon mendesah lelah .
"tapi jika kita lihat dari semenjak Damian menguntitnya Bella memang spesies langka , yang sialnya cantik " cetus Dave mereka mengangguk .
"Laura apa kau tahu saat kita membantu nya kemarin di rooftop ." Dave baru teringat ekpresi Bella saat itu , Laura menggeleng cepat
"dia membentak kami, dengan mengatakan , kamu mengganggu dia ." jelas Dave menggebu gebu
Laura menghela napas lalu menopang dagunya "dia memang nyonya ku ." ujarnya mereka mengangguk bersama sama .
"ck, Damian dan Bella sama sama aneh, pantas lah mereka bersama memang cocok ." decak Dave , Delon tersenyum miring tapi dia memikirkan ucapan Laura yang mengatakan bahwa Bella pernah mengikuti tarung bebas waktu SMP .
'apa dia gadis itu .?' tanya Delon dalam hati , dia harus menangkannya pada Damian setelah ini .
***
Jonathan dan Nesta telah sampai di salah satu rumah sakit , jonathan langsung memasuki ruangan VVIP dan melihat seseorang terbaring lemah di sana .
"ibu ."sapa pelan jonathan . wanita itu berbalik dari kursinya dan tersenyum kala melihat anak sulungnya datang .
"kau sudah sampai nak ." dengan segera berdiri dan memeluknya ibu dari Jonathan .
"ayah .?" tanya Jonathan , ibunya tersenyum lalu mengusap lengan kokoh Jonathan.
"hanya kelelahan karna mengurusi perusahaannya, dia baik baik saja , Baru Saja terlelap ." ucap lembut sang ibu jonathan menatap sendu ayahnya lalu beralih pada sang ibu dan mengangguk .
pandangan nyonya Hernandez menuju ke balik punggung Jonathan dia sana ada seorang wanita cantik yang tersenyum canggung .
"ini, siapa .?" tanya ibu jonathan .
wanita itu langsung keluar dari punggung Jonathan dan mengulurkan tangannya "saya Nesta Tante temanya Jo ." Jonathan mendelik . apa katanya temannya Jo .!
ck, gadis ini .!
keluarganya tidak pernah memanggilnya dengan sebutan Jo . mereka selalu memanggil nak atau Nathan .
dia siapa memanggil Jo . bahkan teman dan sahabatnya saja memanggil nathan .
nyonya Hernandez tersenyum menerima uluran tangan Nesta .
"Tante pikir calon menantu ."
uhuk uhuk .
Jonathan yang tengah minum air putih tersedak begitu pun dengan Nesta meringis mendengarnya .
__ADS_1
'situasi macam apa ini ' teriak Nesta dalam hati .
'itu jika dia hamil, jika tidak hanya arabella calon istrinya .' dengus jonathan dalam hati