
flash back on .
malam itu hujan deras di salah satu negara berkembang , sepasang suami istri mengetuk pintu rumah berlantai 2itu dengan brutal .
ceklek . pintu rumah terbuka menampilkan seorang wanita dewasa yang cantik .
"Adams ." ujarnya , tanpa berpikir panjang sepasang suami istri itu masuk dengan keadaan basah kuyup .
"astaga , bayi kalian ." ucapnya seraya mengambil bayi berusia 1tahun itu kedalam gendongannya .
"pah, papah ." teriak wanita itu, seorang lelaki dewasa datang tergesa dari lantai 2 matanya membulat kala melihat istrinya menggendong seorang bayi berusia 1tahun dalam keadaan menggigil karna kehujanan .
"adams , apa yang kau lakukan ." pria yang bernama Adams itu , bersimpuh di kaki laki-laki itu .
"Hernandez kumohon bantu kami ." ujar adams gemetar .
"ada apa Adams ,?" tanya Hernandez .
"Hernandez kami tidak punya waktu lagi, tolong jaga putriku , anggap dia seperti putrimu sendiri ." ucap Adams terburu buru .
"tenang dulu, Anne ada apa ini ."
wanita yang di panggil Anne itu, merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan kotak bludru juga selembar kertas .
"Hernandez jaga ini, aku yakin suatu saat nanti ayahku akan mencarimu,." ucap anne .
"tolong, katakan ada apa ini ." suara Hernandez sudah bergetar karna tak tahan dengan keadaan yang kini mereka hadapi .
menepuk pundak Hernandez Anne bicara lagi .
"Hernandez , setelah putriku dewasa tolong cari Miller, pesan ku jangan pernah menikahkan putri ku dengan orang selain keluarga Miller , kau mungkin sekarang tidak akan paham, tapi nanti jika saatnya tiba, kau akan mengerti ." jelasnya .
Adams , memberikan satu kantung yang ia bawa dengan keadaan basah kuyup .
"di dalam sini, ada jawaban yang ada di pikiranmu , dan pergunakan kekayaanku untuk mu, aku sudah mengurus semuanya , aku tidak banyak waktu , satu jam dari sekarang akan ada orang yang mencari kami ke sini , tolong kami sembunyikan semuanya , ."
"kami tidak memiliki waktu banyak Hernandez, kami harus pergi ."
Hernandez tertegun dia tak mengerti dengan semua ini, dia mencekal lengan Adams yang akan pergi .
"mengapa kau percaya padaku, bagaimana jika aku menelantarkan anakmu dan hanya menikmati hartamu." Adams tersenyum .
"aku percaya kau bukan penghianat, aku pamit titip anakku." ujar adams , dia merangkul Anne untuk pergi , tapi Anne berbalik dan memeluk istri Hernandez .
"kalian harus menjaga dia sepenuh hati kalian aku mohon ." ujar Anne dengan tangis yang semakin menjadi .
"Anne , ayok ." Anne di tarik oleh Adams untuk pergi dari sana .
Hernandez melihat kantung dan juga bayi cantik itu . Hernandez mengambil alih bayi itu .
"dengarkan aku , pergi ke kamar Nathan dan dekap dia ,aku akan mengambang dia dan kantung ini terlebih dahulu,."
Hernandez pergi dari sana, dia menidurkan bayi itu di tong sampah dan di tutupi oleh kantung , di belakang rumah , jantungnya berdegup kencang kala mendengar beberapa mobil terparkir di halaman rumahnya , dengan yakin Hernandez masuk ke kamar anaknya mengabaikan mereka yang berisik di luar .
"cari mereka di rumah ini , kita hanya perlu bayi dan kotak itu ." ujar seorang pria yang entah berpenampilan seperti apa .
Hernandez masuk ke kamar nathan dia memeluk istri dan anaknya dengan bergetar .
"dengar bersikap seolah kita tidak mendengar apapun ." bisik hernandez .
__ADS_1
mereka terus menggeledah rumah Hernandez .
"kami sudah menyisir segala penjuru tuan ,tidak ada tanda tanda mereka, dan lagi pemilik rumah ini seperti nya tidak ada . " ujar seorang laki laki
"bubar mereka pasti belum jauh, ayok cari mereka ."
Hernandez dan istrinya bernapas lega , kamar Jonathan tidak akan terlihat karna kamar Jonathan adalah kamar sambungan dari kamar utama Hernandez dan pintu menuju kamar Nathan hanya bisa di buka dari dalam kamar Hernandez , Hernandez bergegas keluar , dia akan mengambil bayi kecil itu dan juga kantung nya .
saat dia sudah mendekap bayi itu , terdengar suara tembakan di ujung jalan , Hernandez memejamkan matanya lalu mendekap erat bayi itu .
"Adams, Anne aku tidak tahu jika itu kalian atau bukan , aku hanya berharap kalian baik baik saja , anakmu akan menjadi anakku ." ujar Hernandez .
flash back off
Jonathan tertegun dengan penuturan papahnya , dia yang selama ini sangat mencintai dan menginginkan arabella merasakan sesak yang amat sangat, ternyata gadis yang selama ini ia cintai memiliki kisah kelam .
"maafkan papah, yang tidak bisa menepati janji." lirih papahnya .
air mata itu lolos dari kedua pelupuk mata jonathan, entahlah dia kehilangan kata kata saat ini .
elusan hangat di bahunya membuat tangisnya pecah , bolehkah jonathan egois untuk tetap mencari arabella , atau harus merelakan sebelum berjuang .
setelah beberapa saat menangis jonathan menatap sang papah dengan sorot mata sendu .
"boleh Nathan tahu , dia menikah dengan siapa di keluarga Miller . "
"Damian Miller ."
deg ..
detak jantung Jonathan berpacu cepat, pantas selama ini ia tidak mendapat kabar Bella, jonathan tidak bodoh untuk tahu siapa Damian Miller ini, walau sudah lama Hiatus menjadi salah satu mafia terkenal , namun siapa yang tahu jika diam diam mereka kembali lagi, Jonathan meyakini ini, karna beberapa kali pernah mendengar orang yang berbisnis dengan Damian Miller mereka yang berkhianat , esoknya akan hilang bak di telan bumi,.
suara lembut permempuan di sampingnya menyadarkan Jonathan .
helaan napas Lolos dari bibir nya.
***
"masuk lah, udara semakin dingin ." ujar Damian seraya memasangkan selimut kecil pada bella yang tengah menatap kosong di balkon kamarnya .
beberapa hari ini balkon adalah tempat favorit Bella, entah itu siang atau malam , setelah selesai berkegiatan Bella akan memandang hamparan pohon pohon menjulang tinggi dari balkon ini , lebih tepatnya Bella mengurung dirinya sendiri .
Bella di tuntun Damian menuju ranjang , seraya menutup pintu balkon dan mengerer tirai nya . Damian menyelimuti Bella dengan sangat hati hati.
cup
kecupan di pipi Bella membuat Bella menoleh Damian tersenyum tipis lalu beranjak tapi saat dia akan bangkit tangannya di pegang oleh Bella .
"apa benar kau seorang mafia .?"
deg .
Damian menegang kala pertanyaan itu di lontarkan oleh Bella .
sesegera mungkin Damian menetralkan ekspresinya dan tersenyum tipis .
"tidurlah ." mengabaikan pertanyaan Bella .
"jadi benar kau mafia .!" seru Bella lagi, Damian membawa Bella kepelukannya dan mengelus kepala Bella sesekali mengecupnya .
__ADS_1
"aku sudah katakan, jika saatnya tiba semuanya akan aku katakan ." ucap Damian pada akhirnya .
"kenapa kau tidak langsung menj----"
"sekarang tidur Ara, ini sudah larut." potong Damian , Bella akhirnya mengangguk dan tidur di pelukan Damian dengan usapan kecil di kepalanya .
Damian memandang wajah Bella yang akan memasuki alam mimpinya, setelah beberapa saat Damian merasakan napas Bella teratur , dia sudah tertidur , melepaskan dekapannya Damian mengecup bibir Bella lalu pergi dari sana , mengambil ponselnya .
"selesaikan semuanya, secepatnya ."
"baik tuan ."
Damian menutup panggilan itu lalu menyimpannya di nakas , helaan napas Lolos, memandang Bella lagi 'aku tidak yakin kau sanggup menerima kenyataan ini.' batin Damian
***
Jonathan pergi ke kantin rumah sakit untuk ngopi dan merefresh pikirannya , saat di jalan seorang pria menabrak bahu nya .
"maaf bang, gue ga sengaja ." ucap pria itu pandangan mereka bertemu , pria yang menabrak jonathan membulatkan matanya .
"bang Nathan ." ucapnya .
"lah, Samuel , apa kabar, ngapain disini .?" Jonathan pun sama terkejutnya dengan pria yang di panggil Samuel .
"check up bang ." ucapnya seraya menyebut dan memperlihatkan kartu identitas pasiennya .
"ayok, duduk dulu , udah lama ga ngobrol ." ujar Nathan . Samuel mengangguk dan duduk bersama Nathan .
"pesen apa .?" tanya Nathan
"kopi aja bang." balasnya
Jonathan memesan 2kopi dan duduk di bangku berisi meja bundar .
"check up kenapa kamu ?" tanya nathan basa basi .
menggelengkan kepala perlahan Samuel tersenyum hambar .
"oh, iya Abang ngapain disini ? Bella sakit .?" mengalihkan pembicaraan itu jurus Samuel untuk menutupi rasa malunya , sebenarnya dia menjadi pelanggan setia rumah sakit karna ulah dirinya sendiri bukan .
"bukan , Bella baik baik aja , papah sakit ."
ber'oh' ria Samuel Mengangguk saja .
"oh iya, Bella kuliah dimana bang udah lama ga ketemu .!" tanya Samuel .
'jangan pernah memberitahu siapapun perihal Bella menikah, sekalipun orang terdekat .' ucapan papahnya kembali terngiang di kepala jonathan.
"kuliah di luar negri dia ." bohong Jonathan
"oh, pantes ."
Samuel melihat pergelangan tanganya yang ada jam tangannya , "bang udah waktunya, gue duluan , semoga papah Abang cepet sehat dan salam buat Bella ." pamit Samuel .
"iya makasih, kapan kapan kita ngopi lagi ." balas jonathan dengan senyum mengembang .
Samuel pergi setelah meminum tegukan terakhir kopinya .
Jonathan jadi teringat kembali pada Bella "Bella apa disana kamu bahagia ." monolog nya .
__ADS_1