belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-49. ending.!


__ADS_3

5bulan kemudian ....


kandungan Bella sudah memasuki bulan ketujuh, perutnya makin membesar seiring berjalannya waktu .


semua orang di mansion menanti kelahiran putra pertama dari Damian dan arabella . begitupun keluarga besar Spencer maupun miller, juga Hernandez , setiap bulan mereka akan mengunjungi kediaman Damian . sebenarnya Damian tidak suka itu, hanya saja melihat istri nya senang setiap kali mereka datang membuat Damian tidak bisa mencegah atau mengusir mereka , hanya saja Damian membuat jadwal khusus untuk itu, mengingat kesehatan Bella yang semakin menurun seiring berjalannya waktu .


Bella sering kelelahan dan berakhir terbaring dengan selang infus yang menghiasi punggung tangan putih ya .


Bella tidak mengalami ngidam seperti ibu hamil biasanya , dia hanya lebih sering membuat Damian , dengan tiba tiba tidak mau di dekati atau tiba tiba merengek selalu ingin menempeli .


dokter bilang itu wajar mengingat Bella sama sekali tidak mengidam dan mual serta pusing .


hari ini Bella tengah membaca di tepi kolam renang di temani Damian yang tengah berenang, lebih tepatnya menemani Damian dengan cara memaksa Damian berenang dan Bella menemani begitu .!


Bella tidak mau berenang, ah rasanya bukan tidak mau, Bella selama hamil tidak suka yang namanya mandi, jika Damian menyuruh dan membujuk akan dengan seribu cara dan alasan .! dan Bella suka menjawab dengan jawaban santai seperti 'kucing saja tidak mandi larinya kencang.' membuat orang orang di sekitar meringis dengan jawaban Bella.


ck, dia manusia tapi kucing adalah hewan, Bella ini terkadang ada ada saja .!


Damian mendekati Bella dan duduk di pinggiran kolam dengan dada telanjang yang kekar dan sebuah tatto menghiasi dada kanannya .


"mau berenang .?" tawar Damian . Bella menatap malas Air kolam dan menggeleng . dia tengah membaca novel tentang romance badboy semasa sekolah .!


Damian mengambil handuk dan melilitkan nya lalu membawa Bella untuk masuk dengan cara menggendong Bella, Bella tidak berontak karna ini sudah sangat sering terjadi .


Damian memasuki kamar dan merebahkan tubuh gembul Bella .


"apa aku berat Damian .?" tanya Bella seraya mengerucutkan bibirnya .


Damian terkekeh lalu duduk di lantai dan menangkup wajah Bella yang pipi nya mulai berisi .!


"tidak sama sekali, kau harus lebih banyak makan .!" kata Damian membuat Bella mengerjapkan matanya polos .


"tapi, aku rasa aku sudah menggembul aku sudah sering kelelahan dan aku tidak bisa menggendong dela lagi ." bibirnya mengerucut membuat Damian buru buru mengecup bibir itu .

__ADS_1


"setelah baby lahir, Ara akan kuat lagi dan tentunya dapat menggendong baby dan dela ." ucap Damian seraya mengusap perut besar Bella .


"ahh, kau benar sayang ." ucap Bella berbinar . tangannya terangkat akan memeluk Damian , hanya saja Bella merasakan perutnya sakit hingga ia memekik membuat Damian panik .


"assh, .." teriak Bella .


"kenapa sayang .? mana yang sakit , HM." tanya Damian dengan sorot penuh khawatir .


"perutku sakit Damian , aduh ." keluh Bella seraya terus meringis .


Damian kelimpungan dia menelpon Marco dan menekan intercome agar terhubung pada Laura dan Delon .


"bergegas ke kamar ku darurat."


5menit setelah itu , Laura datang bersama Delon yang menggendong dela.


"ada apa dam .?" tanya delon panik .


Laura melihat Bella yang meringis , wajahnya memerah menahan sesuatu di perutnya , hingga pandangan Laura terarah pada paha Bella yang basah dia mendekat .


Damian mendekati Bella , "sayang ku mohon sabarlah ."


"ada apa .?" Dave datang dengan wajah heran melihat semuanya panik .


"nyonya mengalami kontraksi, dia akan melahirkan ." ucap Marco membuat Dave melotot .


sedangkan Damian sudah menggendong Bella membawanya lari , bergegas dari sana menuju mobil di bawah , di ikuti semua orang .


"Marco cepat ." sentak Damian membuat Marco mempercepat laju mobilnya .


***


"asssh, Damian aku tidak kuat ini sakit sekali ." rengek Bella seraya menggigit bantal .

__ADS_1


"itu kotor , gigit ini saja ." Damian menyodorkan tangannya . "salurkan padaku rasa sakitnya ." ujar Damian panik dan khawatir .


ini sudah 8jam , tapi Bella masih merasa sakit dokter bilang itu wajar , tapi ada yang lain di hati damian .


dokter permempuan datang dengan beberapa suster . "kami periksa kembali tuan nyonya ." ijinnya .


"cepatlah, istrimu sudah sangat kesakitan ." bentak Damian . membuat suster dan dokter bergetar .


dengan tangan gemetar dokter itu memeriksa Bella , tidak ada pembukaan kembali mentok di 5 apalagi kandungannya masih berusia 7bulan.


menghela napas dokter wanita itu menatap Damian .


"siapakan ruang oprasi ." Bella melotot mendengar itu .


"aku ingin melahirkan normal ." teriak Bella . Damian menatap tajam dokter wanita itu .


"tuan, pembukaan nyonya tidak juga bertambah kami khawatir janin dan ibunya akan tidak selamat, satu-satunya jalan hanya Caesar tuan ."


Damian memejamkan matanya . jika harus oprasi Caesar kenapa tidak sedari tadi . dokter itu memberi isyarat pada Damian supaya mengikutinya .


Damian mengikuti dokter itu , mereka keluar dari ruang rawat . Damian berhenti di pintu keluar lalu menutup pintunya rapat "bicaralah ." ujar Damian


"tuan, maafkan saya sebenarnya kandungan nyonya bermasalah, sedari periksa awal , saya tidak ingin mematahkan harapan nyonya waktu itu , sekarang adalah puncaknya . kita harus melakukan bius total pada nyonya agar semuanya berjalan dengan keinginan kita , semoga di kehendaki oleh yang maha kuasa." dengan takut takut dokter itu menatap Damian . yang sudah mengeraskan rahangnya mendengar itu .


"lakukan tanpa ada kesalahan sedikitpun ." ujar Damian dingin lalu kembali masuk ke dalam .


***


Damian menciumi wajah Bella yang sedang melakukan oprasi Caesar , Bella di bius total . para dokter yang menangani Bella sedikit gemetar karna salah saja sedikit itu akan berakibat fatal bagi karir mereka .


beberapa saat kemudian terdengar suara bayi yang lemah , Damian terpaku dia menatap bayi yang di rebahkan di dada Bella . bayi itu sangat kecil dan merah . tangisannya lemah .!


Damian menatap bayi itu tidak berkedip , lalu menatap Bella yang tertidur damai .

__ADS_1


"selamat tuan Miller bayi anda perempuan ." ujar seorang dokter bedah Damian tidak menganggap dia hanya menatap bayi itu dengan intens lalu kembali menatap Bella .


Damian mengecup bayi mungil itu dan mengecup Bella "terimakasih sayang , terimakasih ." Damian menangis di ruangan itu membuat kegiatan para dokter terhenti yang tengah menjahit perut Bella .


__ADS_2