belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-9.


__ADS_3

1jam sebelum nya .


saat Bella akan merebahkan diri di kasur yang tersedia di ruangan itu, pintu itu di ketuk , dan terdengar suara seorang perempuan


"arabella , arabella kau di dalam .?" teriaknya


"arabella ini aku Clarisa , arabella kau harus keluar tempat ini tidak aman lagi arabella ." teriak Clarisa dari luar sana , Bella awalnya tidak mau membuka pintu tapi saat Clarisa kembali berteriak lagi .


"arabella , Laura di sana tengah bertarung dengan banyak musuh, apa kau tidak mau membantunya ." Bella menimang , dia menghembuskan napas kasar lalu membuka pintu dan melewati Clarisa begitu saja .


Clarisa menyeringai melihat itu , kali ini dia berhasil memancing arabella keluar , dia mengendap untuk mengikuti arabella .


dan saat arabella melakukan keg*l*annya Clarisa mematung , dia tidak percaya itu arabella .? gadis itu benar benar arabella .? mengapa dia . menyeramkan . itu yang ada di fikiran Clarisa , lalu Clarisa segera berlari ke satu tempat dimna dia akan aman dari musuh yang menyerang mansion biarlah urusan arabella bisa nanti ia cari lagi cara agar dapat menyingkirkanya .


***


arabella tertidur setelah semua yang ia lakukan ,dia benar benar menikmati itu , setelah membersihkan diri , arabella awalnya berniat sekedar rebahan di atas kasur empuknya , eh malah kebablasan namanya juga arabella si tukang tidur .! catat tukang tidur .


Damian menggeleng melihat istrinya dari balik layar , arabella ini memang sulit di tebak, padahal Damian sudah berusaha menyiapkan semua jawaban , kalau kalau Bella nanti banyak bertanya tentang mansion di serang.


Damian keluar dari kamar , Marco sudah ada di sana bersama Laura , mereka menunduk .


"hancurkan mereka tanpa sisa , buat perusahaannya rata dengan tanah, dan tarik semua saham kita ." tegas Damian , Marco mengangguk , musuh kali ini terlalu menyepelakan Damian, mereka Berani dengan terang terangan menyerang mansion , dan mengusik ketenangan istri kecilnya, jika saja itu bukan arabella sudah dapat Damian pastikan mereka menang .


Damian melirik Laura "bereskan wanita s*Alan itu ." titahnya dingin Laura mengangguk cepat lalu pergi dari sana


"tuan ." sapa kepala pengawal Tiger .


"kau, tetap berjaga di mansionku , dan bereskan kekacauan ini, malam ini aku ingin semua sudah rapih sebelum istriku bangun ." kepala pengawal itu mengangguk dan undur diri .


"berikan pemakaman yang layak, untuk mereka yang gugur, selesaikan semuanya secepatnya ." Marco yang di beri titah mengangguk lalu pergi meninggalkan Damian yang kembali masuk ke kamarnya .


pukul 3dini hari arabella bangun saat dia hendak menggeliat perutnya terasa berat, ternyata tangan besar Damian melingkar di sana , Bella berbalik dan melihat wajah Damian yang terlelap 'tampan' batin arabella , entah dorongan dari mana tangan arabella dengan lancang membelai pipi Damian yang bersih tanpa jambang putih , beralih ke bawah arabella membelai rahang tegas Damian dan entah setan dari mana arabella mendekatkan wajahnya untuk lebih dekat dengan wajah Damian , berniat ingin mengecup pipi dan rahang itu tapi, setelah nya kesadarannya kembali dia menjauhkan wajahnya lalu bergumam pelan .


"ck, dia itu manusia menyebalkan, hapus otak kotormu Ara ." dan sialnya Damian mendengar itu dia tersenyum tipis dengan mata terpejam .


saat arabella tengah asik menatap wajah Damian , dia teringat kata kata Laura tentang jantung yang berdetak jika bersama lawan jenis , repleks tangannya memegang dadanya lalu sadar atau tidak arabella berucap sedikit keras "jantung gue normal kok ." Damian membuka matanya melihat arabella yang kebingungan dari samping sungguh wajah arabella sekarang itu sangat menggemaskan , heii dia masih berusia 18tahun jika kalian lupa .


arabella menoleh ke arah Damian dan .


deg


arabella meringis saat sepasang mata tajam dan dingin itu menatapnya, arabella menggaruk tengkuknya lalu nyengir .


"se-sejak kapan kau bangun ." tanyanya dengan wajah polos , sungguh itu sangat menggemaskan .

__ADS_1


"sejak kau ingin menciumku ."


gubrag .


arabella makin meringis .


Damian tersenyum sangat tipis melihat itu, lalu tanpa aba aba Damian mencium pipi Bella .


"Ara ." serunya arabella menoleh .


"itu akan jadi panggilan ku untukmu ." ucap Damian lalu membenamkan kepalanya di bahu arabella dan memeluk arabella erat .


"hei, lepaskan aku ."


"tidur ini masih terlalu pagi." ujar Damian dingin . arabella menghela napas lalu melanjutkan tidurnya , untuk beberapa saat Damian diam Sampai dengkuran halus dari arabella terdengar Damian mengangkat kepalanya melirik arabella yang sudah terlelap . lalu menghembuskan napasnya "jantungmu aman, jantungku yang tidak aman dengan tingkahmu ara ." gumam Damian lalu mengecup bibir Bella dan kembali tidur .


iya, sedari tadi Damian mencoba menetralkan detak jantungnya , sejak Bella membelai pipi Damian , dan rahangnya percaya atau tidak, ada sesuatu yang Bella bangkitkan tapi Damian menahannya dan jantung Damian berkerja 2x lipat oleh sentuhan itu .


***


arabella terbangun , dia menggeliat menoleh ke kanan dan kiri , gorden kamarnya masih tertutup tapi orang yang semalam memelukny sudah tidak ada. dia Kemabli memejamkan matanya untuk mengingat ngingat apa yang terjadi , dia tersadar lalu bangkit dan ke kamar mandi , di lihat nya jam , ck lagi dan lagi dia kebablasan , ini sudah jam setengah 10 , dia keluar kamar sudah fresh , rambutnya di biarkan tergerai tanpa apapun , dia berjalan kelauar beberapa pelayan menyapanya dia mengangguk .


brugh .


arabella Hernandez gadis yang telah melakukan penendangan pintu ruang kerja Damian itu cengengesan sambil menunjukan gerakan tangan berbentuk V , arabella berjalan santai tanpa merasa bersalah , semua menghela napas lalu kembali melirik Damian .


Damian menatap Bella yang berjalan ke arahnya , dengan sebelah alis terangkat tanda bertanya 'ada apa' lalu Bella mendekat dan berbisik di telinga Damian .


"aku ingin berenang dengan mu" Damian mengerutkan halisnya lalu mengangguk . arabella tersenyum lebar lalu bertepuk tangan membuat mereka yang ada di sana Teheran heran .


"tapi nanti setelah aku selesai kelas ok ." ucap nya lalu pergi dari sana dan saat Bella akan kembali menendang pintu suara Damian mengintrupsi .


"biarkan saja terbuka, tidak usah di tendang ." Bella memberikan jempolnya dan mengangguk lalu pergi tanpa menutup pintu nya .


Damian menghela napas saat beberapa orang yang mengadakan pertemuan dengannya bertanya .


"dia istriku ." beritahu Damian singkat mereka mengangguk kecuali Marco, Laura dan beberapa orang yang memang bekerja di mansion .


"jadi, untuk sementara saya tidak bisa ke kantor , dan jika memang mendesak datanglah ." ucap Damian kembali pada topik utama , ya Damian memang tengah mengadakan pertemuan dengan orang orang kantornya , harusnya di kantor karna satu dan lain hal Damian tidak bisa , jadi mereka yang datang ke mansion .


"baik, pertemuan ini saya tutup, ." ujar Damian lalu pergi dari sana di ikuti Marco dan Laura


"tuan, Clarisa meminta bertemu dengan nyonya ." ucap Laura di sela langkahnya kepada Damian .


"tidak boleh, jangan beri dia makan selama 2hari karna telah lancang meminta dan tambah hukuman wanita s*Alan itu ."

__ADS_1


Laura mengangguk lalu menunduk untuk pergi dari sana .


Damian dan Marco telah sampai di salah satu paviliun ya Damian memang mengalihkan tempat dirinya dan Marco membahas tentang klan , karna ruang kerja Damian akan di pindahkan dan tengah di renovasi , mengingat arabella bisa kabur lewat sana .


"kau telah mendapatkan nya .?" tanya Damian setelah duduk di salah satu sofa di dalam paviliun itu .


Marco menyerahkan sebuah flash disk pada Damian .


"semua ada di sana Tuan , saya cukup terkejut dengan hasil yang saya dapatkan, tapi mengingat itu adalah nyonya saya menelan keterkejutan saya . " jelas Marco .


Damian mengangguk paham .


tok tok tok .


"masuk ." ujar Marco


"tuan, di depan gerbang ada tuan Victor ." Damian menyeringai mendengar itu .


"persilahkan dia masuk ." ujar Damian , Marco menoleh ingin bertanya tapi ucapan Damian selanjutnya membuat Marco mengangguk


"tuan nyonya mencari anda ." itu suara Laura di sebrang telpon .


"katakan padanya aku tengah sibuk ." ujar Damian


lalu mematikan panggilan itu "jangan biarkan Victor melihat arabella ." peringat damian pada Marco , Marco mengangguk lalu bergegas memberi tahu tim Tiger untuk mengalihkan perhatian nyonya kecilnya yang sangat absurd itu .


***


"kau tidak bisa melakukan ini pada ku Damian ." sinis Victor pada Damian dengan tatapan menyalak


Damian tersenyum lalu melipat tangan di dada dan berdehem .


"tuan Victor jangan salahkan aku, anakmu terlalu menganggap remeh diriku ." Damian bersuara dengan tenang , Victor adalah ayah dari Frank yang tak lain musuh Damian semenjak dahulu, bahkan penyerangan kemarin adalah ide bodoh dirinya .


Victor melemas dia terduduk lesu di sofa itu.


"tuan Victor jika hanya aku yang selalu anakmu permainkan aku masih bisa mentolerir itu, tapi dia berani mengusik ketenangan istriku ." desis Damian , Victor semakin melemas yang tadinya datang dengan dagu terangkat dan hendak protes karna perusahaannya di bumi hanguskan dan dirinya di buat kehilangan segalanya , kini melemas , dengan ucapan Damian .


"kumohon Damian, pulihkan semuanya aku telah kehilangan segalanya ." Damian menyeringai melihat Victor memohon dan bersujud ini yang Damian suka dari musuhnya , ck rasakan itu , kekuasaan dan uang memang selalu yang tertinggi .


bruk , pintu paviliun lagi lagi di tendang Damian melotot melihat itu , si pelaku pun melotot Bahkan dia telah menutup mulutnya .


"nyonya sa--" ucapan Laura terhenti kala melihat reaksi arabella yang terkejut . Victor mengangkat kepalanya kala mendengar suara gudubrak .


"kau .." teriak arabella kala melihat wajah Victor jelas . Victor terbelalak kala melihat wajah Bella yang menatapnya tajam .

__ADS_1


__ADS_2