belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-15.


__ADS_3

Damian tengah berusaha menyelesaikan urusan klannya dengan Marco , dia ingin cepat kembali setelah melihat bagaimana Bella lesu dan tak bergairah , Damian lupa makan karna ingin segera menyelesaikan semuanya dia sangat merindukan istrinya itu.


"tuan apa tidak sebaiknya anda makan dulu .?" itu Marco yang baru kembali dari makannya bersama para pengawal .


"buatkan aku kopi , aku ingin segera menyelesaikan ini , malam ini kita harus kembali ." Marco melotot tuannya bukan seseorang yang gila kerja melihat beberapa berkas yang tengah tuannya hadapi Marco tidak yakin akan selesai hari ini .


"tuan kita masih punya waktu 2hari lagi. " bujuk Marco .


dengan masih melakukan pekerjaannya Damian menjawab "aku sudah menuntaskan beberapa masalah persenjataan, ini sedikit lagi ." Marco menghela napas ya sudah lah , dari pada ia kena semprot lebih baik dia mengiyakan saja .


Damian benar benar menyelesaikan pekerjaannya tepat pukul 11 malam itu selesai , dia meminta Marco untuk bergegas pulang , di tengah perjalanan mobil yang di tumpangi Damian dan Marco di sabotase remnya blong . Marco membanting stir , mobil itu berhasil menambah pohon besar.


Damian keluar dengan luka di kening akibat benturan , dia mengeluarkan Marco pula yang sudah tak sadarkan diri .


Damian membawa Marco menjauh dari mobil itu hingga ledakan terjadi , Damian yang membopong Marco terpental jauh , dia mengumpat kasar . lalu bangkit dan membawa Marco .


Marco Damian senderkan di bawah pohon, sekitar 8meter dari mobil yang telah hangus terbakar . kepala Damian berdenyut hebat dia mencoba tetap terjaga , menggoyangkan Marco , mencoba menyadarkan Marco .


3jam setelah itu beberapa pengawal datang , mereka berteriak mencari Damian dan Marco . Damian berteriak melambaikan tangan tanda dia ada di sebelah kanan, pengawal itu lantas berlari .


"tuan, anda tidak apa .?" tanya pengawal itu


"ayok, kita harus cepat membawa Marco ke rumah sakit terdekat ." ujar damian lemah .


"tuan , apa tidak sebaiknya kita beri pertolongan pertama pada Marco, dan bergegas kembali ke mansion ." Damian mengetutkan alisnya tidak mengerti.


"ada apa .?" tanya Damian


pengawal itu ragu tapi harus tetap memberi tahu . "tuan keadaan nyonya tidak baik, dokter Jack dan Laura tengah membawa nya ke rumah sakit, berkali kali mereka menghubungi anda , tapi tidak bisa , maaf jika saya lancang dengan mengijinkan mereka membawa nyonya ."


"apa .!" teriak Damian menggelegar pengawal itu memberikan rekaman cctv kamar Damian, di sana terlihat Laura yang beberapa kali mencoba menelpon dengan wajah panik juga dokter Jack yang terus menerus memberi kompres pada nyonya mudanya dengan wajah tak kalah panik .


"ayo cepat .," Damian berteriak setelah melihat rekaman itu dia berlari dengan sedikit terseok menuju mobil yang akan membawa mereka ke jet pribadi miliknya , sedangkan Marco sudah di bawa sedari tadi dan di beri pertolongan pertama .


di dalam jet itu Marco sadarkan diri , meminta maaf dengan lirih , Damian mengangguk dan memintanya beristirahat .


"aku ingin segera laporan yang menyabotase mobilku ." titah Damian kepada pengawalnya .


"baik tuan ." setelah itu Damian mengudara dengan cemas , karna menghawatirkan kondisi istri kecilnya .


***


"bagaimana Laura .?" dokter Jack bertanya untuk kesekian kalinya


"aku sudah menghubungi salah satu orang disana , dia bilang tuan sudah berangkat , kita bawa saja nyonya ke rumah sakit ."


"kau yakin .?" Jack sedikit ragu mengingat tempramental nya Damian


"aku yakin,." Laura mengangguk yakin lalu memerintahkan Jack untuk menggendong Bella , demamnya semakin tinggi itu yang menyebabkan mereka panik , dan racauan Bella yang memprovokasi perasaan mereka semakin tak karuan .

__ADS_1


Bella sudah berada di rumahsakit milik keluarga Miller , dia sudah di periksa secara menyeluruh , jack dan Laura berharap dengan cemas akan hasil dari darah nyonya nya ini.


"kamar VVIP ." ujar Laura tegas .


"maaf dengan identitas siapa. " perawat itu kembali bertanya .


"tuan Damian Miller ." perawat itu terkejut .


"maaf kan saya nyonya , saya tidak tahu, saya segera urus ." perawat itu buru buru melakukan pekerjaannya .


Laura duduk di kursi dekat brangkar Bella , dia menatap iba sang nyonya yang selalu ceria dan berkata pedas kini lemah di atas brangkar. 'kau harus segera sembuh, kau sudah ku anggap adikku .' batin Laura miris melihat kondisi nyonya nya ini


pagi menjelang, Bella sudah di pindahkan ke kamar VVIP, identitasnya di samarkan dan wajahnya mereka tutupi dengan apik, mereka tidak ingin mengambil resiko apapun, mengingat apa yang telah Damian dan 2sahabatnya katakan pada saat itu pada Laura .


Dave dan Delon datang dengan tergesa , mereka mengetuk pintu itu, Laura mengerjap karna ketukan di pintu , ternyata sudah pagi dia merenggangkan ototnya lalu mengintip di celah kecil , dan mempersilahkan mereka masuk .


"damian belum kembali .?"


"dia baik baik saja kan .?"


"apa dia belum sadar dari semalam .?" Laura menaikan sebelah alisnya dengan pertanyaan Dave yang membrondong, delon yang paham menepuk pundak Dave . "tanya lah nanti, Laura baru saja bangun ." ujar Delon , Dave mengangguk lalu melirik ranjang besar itu menghela napas lalu duduk di sofa .


"kau bersihkan dirimu, dan sarapanlah ." ujar Delon dengan memberikan paperbag dan menyimpan makanan yang ia beli, dia tahu Laura pasti belum makan jadi Dave menyarankan untuk membawakan Laura baju dan sarapan, awalnya Delon menolak, karna mereka bisa menyuruh Laura pulang ,tapi mengingat bagaimana dengan Berani Laura menyela Damian saat mengajak Clarisa , mereka yakin dengan keadaan Bella yang seperti ini dan Damian yang belum kembali wanita itu tidak mungkin mau pulang bahkan makan .


Laura menerima paper bag itu, lalu mengangguk dan masuk ke kamar mandi.


jack datang bersama 2orang perawat.


"kami tidak bisa menghubunginya dari semalam ." ucap Dave , Jack mengangguk cepat .


"Laura pun sama ." Dave dan Delon menghela napas panjang, memang sulit jika seorang mafia memilki keluarga , wanita akan menjadi halangan bagi para mafia , bahkan ancaman kelemahan mereka , karna mengingat pekerjaan mafia , mengharuskan mereka memiliki banyak musuh dan kapan pun itu nyawa mereka dalam bahaya .


"sekarang aku paham, mengapa Damian membelenggu Bella di sangkar emasnya ." celetuk Dave , Delon mengangguk . Jack tersenyum lalu menjawab.


"itu adalah satu satunya cara agar wanitanya tetap aman dan tidak terendus musuh , ." mereka mengangguk bersama .


setelah pemeriksaan Jack berjalan ke arah mereka dan berkata "jika tuan sudah datang , hubungi aku , aku permisi ." mereka mengangguk cepat .


***


Damian turun dari jet pribadinya dia segera membopong Marco untuk turun lalu meyerahkan kepada beberapa pengawal , capung besi itu mendarat tepat di atas gedung rumah sakit Miller hospital .


"bawa dia ke ruang perawatan ." ujar Damian pada mereka yang sudah menunggu Damian datang .


Damian berjalan cepat meninggalkan mereka , untuk segera memasuki kamar perawatan istrinya, beberapa perawat dan dokter membungkuk kala melihat Damian , penampilannya acak acakan , tapi aneh semakin membuat Damian terlihat hot saja .


Damian melihat pintu itu, dia mengatur napas nya sejenak lalu membuka pintu ruang perawatan istrinya , di sana Dave, Delon dan Laura tengah duduk dan menatap lurus Bella yang terbaring lemah di atas ranjang itu.


Damian segera berlari ke arah ranjang dan duduk di sisi ranjang itu , ranjang nya besar maka Damian bisa leluasa di sana .

__ADS_1


"syukurlah kau datang dam." ujar Dave,, Damian tidak menanggapi , seakan mengerti Laura undur diri di ikuti Delon yang menyeret Dave .


di luar Dave terus menggerutu karna di seret keluar oleh Delon . "ck, kau aku ingin di dalam ." decaknya .


"tuan butuh waktu dengan nyonya." suara tegas Laura membuat Dave menciut dan mengangguk .


"hei , kau mau kemana .?" tanya Dave saat melihat Laura berjalan ke arah lain.


"Marco terluka , saya ingin melihatnya ." ujar Laura lalu benar benar pergi dari sana.


"mereka memang orang Damian , semua sama. " dengus Dave , Delon menggeleng melihat kelakuan Dave .


di dalam ruangan , Damian menatap intens wajah pucat Bella , lalu dengan perlahan membelai pipinya dan menggenggam tangannya lalu di kecup berulang kali.


"maaf , aku terlalu lama meninggalkan mu ." lirih Damian matanya tetap menatap intens Bella .


"istirahatlah aku akan menunggu disini ara, aku tidak akan meninggalkanmu lagi ." lirih Damian lagi , padahal arabella tidak bergerak sama sekali atau merespon .


untuk beberapa saat Damian hanya menatap sendu istri kecilnya itu , tadi seseorang masuk untuk menyerahkan paperbag yang berisi baju gantinya dan langsung di usir , bahkan saat Jack mengatakan dia ingin bicara Damian tetap tak meninggalkan ranjang Bella .


"setelah Ara sadar ." itu jawaban Damian setelah itu dia diam , menatap dalam wajah istrinya .


***


2jam sudah Damian menatap Bella dalam diam , gerakan kecil di tangan Bella membuat Damian menghela napas lega , tak lama mata Bella terbuka sedikit lalu memejamkan nya lagi dan membuka sedikit lebar , matanya bergerak kesana kemari lalu saat melihat wajah tampan Damian Bella tersenyum .


"kau sudah kembali .?" lirih Bella membuat hati Damian mencelos dia mengangguk , lalu membelai pucuk kepala Bella .


"aku Kembali dan tidak akan meninggalkanmu lagi ." ujar Damian , Bella hanya tersenyum .


"aku ingin memelukmu .," ujar Bella tiba tiba , Damian mengangguk menyembunyikan keterkejutannya dia membenarkan posisinya menjadi setengah berbaring di ranjang itu lalu merangkul Bella , dan Bella memeluk perut Damian . "aku merindukanmu ." gumam Bella pelan, tapi bisa di dengar Damian .


Damian mencium kepala Bella berkali kali , lalu balas memeluk Bella erat . dia kini yakin bahwa Bella sudah jatuh cinta padanya.


"jangan membuatku khatawir lagi .!" cetus Damian .


Bella terkikik lemah "aku tidak apa apa , kalian lebay membawa ku ke rumah sakit ." ucapnya lemah dengan masih memeluk Damian .


Damian bernapas lega walau sangat lemah Bella masih seperti biasa ..


tok tok tok .


"masuk ." ujar Damian , Jack masuk dengan Laura melihat Bella yang sedang memeluk Damian mereka menjadi salah tingkah sendiri .


"nyonya anda sudah sadar , apa ada keluhan ." tanya Jack dengan hati hati . Bella mengangguk lemah lalu berbicara pada Damian.


"aku ingin berdua saja , bolehkah ." ujarnya Damian tersenyum lalu mengecup Bella dan mengangguk .


"boleh ." singkatnya

__ADS_1


"kita bicara nanti, kalian keluar ." mereka meneguk salivanya susah payah. perbedaan dalam berkata mereka sangat terkejut , pada Bella sangat lembut dan menggoda tapi pada mereka tegas dan dingin seperti biasa .


__ADS_2