belenggu mafia kejam.

belenggu mafia kejam.
bab-27.-


__ADS_3

saat Damian membuka pintu kamar nya, Damian masih mendapati istri kecilnya terisak di sana , dengan makanan yang masih sama , dan sudah terlihat dingin .


iya, tadi setelah Bella mencak mencak tidak jelas , pelayan membawa makanan ke kamarnya dan Damian bergegas menemui tamu yang berkunjung ke mansion nya.


rasanya sudah 2jam Damian meninggalkan istri kecilnya . sudah selama itu, dan Bella masih terisak dengan tissue di lantai yang berceceran .


berjalan dengan langkah lebar Damian , mendekat pada Bella lalu duduk di sisi ranjang, Bella yang melihat itu membuang muka .


"kenapa ? hm" tanya Damian lembut .


"aku tidak ingin bicara dengan mu ." sentak Bella , Damian mengerenyit Bella ini kenapa sebenarnya .?


"hei, look it me ." ujar Damian seraya menarik dagu Bella .


"sampe sembab gini ." keluh Damian seraya menyeka air mata Bella yang terus berjatuhan .


"masih mau, mie pedas .?" Bella mengangguk cepat , Damian menghela napas lalu mengecup mata Bella dan bibirnya .


"maaf ya, tapi untuk saat ini tidak boleh ." ucap Damian lembut . Bella memberenggut air mata nya keluar lagi , entahlah dia sendiri tidak tahu kenapa dia secengeng ini sekarang . membuang muka , bella kembali menangis .


"denger dulu, sayang ." ucap Damian .


meraih dagu Bella lagi, kali ini Damian membawa Bella ke pelukannya mengusap punggung Bella yang bergetar , "katanya mau lihat ruang lukis baru ." ucap Damian .


Bella diam dengan tangis yang mulai mereda, "mau makan apa, ? asal jangan mie pedas ." bujuk Damian karna Bella tak kunjung menjawab , Bella menyembunyikan wajahnya di dada bidang Damian .


"mau makan apa ?" tanya Damian sekali lagi .


Bella mengalungkan pelukan pada leher Damian lalu kakinya membelit pinggang Damian .


"gendong ." rengek Bella , Damian terkekeh langsung berdiri dan menopang Bella yang di gendong ala koala oleh dirinya .


"kita ke ruang kerja .?" Bella menggelang , Damian menaikan sebelah alisnya .


"pinggir kolam , aku ingin lihat air ." ujar Bella membuat Damian tidak mengerti tapi Damian mengangguk dan membawa kakinya untuk menuju kolam renang.


di perjalanan menuju kolam renang Bella menatap Damian intens , tidak berkedip sama sekali . membuat Damian berkali kali mengecup pipi dan bibir Bella .


saat sampai di undakan tangga Bella bertanya dengan polos "bukannya ada lift.?"


Damian mengangguk tanda iya , memang ada lift .


"kenapa kau membawaku melewati tangga .?” Damian mengecup bibir Bella lagi .


"ingin lebih lama sampai ." balas Damian seadanya , Bella menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Damian .

__ADS_1


tidak ada obrolan lagi setelah itu, di perjalanan menuju kolam renang , sampai mereka sampai di sana , Damian duduk di salah satu bangku yang ada di sana , ternyata sahabatnya tengah renang .


"sayang, kita sudah sampai." beritahu Damian lembut, Bella mengangkat wajahnya lalu meminta Damian duduk .


dengan masih memangku Bella Damian duduk di salah satu bangku itu , Bella juga seperti nya tidak berniat turun dari pangkuan suaminya ini .


"kita makan ,ya ini sudah sore ." ucap Damian Bella menggeleng cepat .


"masih mau mie pedas .?" tanya Damian lagi , dan Bella kini menggelang , Damian menghela napas. menghadapi sikap kekanakan Bella perlu effort tinggi dan juga kesabaran , untung nya Damian adalah orang yang terobsesi dengan Bella, maka dirinya akan bersabar .


"Damian ." seru Bella , Damian hanya berdehem .


"kenapa tidak boleh makan mie pedas .?"


memejamkan matanya Damian mencoba menekan dirinya sebisa mungkin . apalagi saat menanyakan itu , wajah Bella benar benar polos dengan tangan yang bergerak gerak menggambar abstrak di dadanya .


membenarkan rambut Bella Damian menangkup wajah Bella , lalu menatapnya dan tatapan Bella pun tertuju pada Damian , mengecup bibirnya lagi sebentar sebagai rasa gemas yang ,ck andai 2sahabatnya tidak sedang berenang mungkin Bella sudah Damian makan .


"apapun boleh asal jangan pedas, paham .!"


Bella tidak mengangguk maupun menggeleng dia menatap Damian, lalu tangannya terulur membelai rahang Damian secara teratur .


sial .!


Bella membangunkan sesuatu yang seharusnya tidak harus terjadi di sini, sentuhan Bella selalu membuat libido Damian naik , gairahnya meningkat saat Bella dengan polosnya memainkan jakun Damian .


"Ara, stop kau harus makan.!" suara Damian serak .


Bella malah memeluk Damian dan menduselkan hidungnya di leher Damian , Damian membuka mata dengan sekali gerakan Bella sudah berada dalam gendongan Damian lagi .


"kau harus makan sekarang ." suara Damian memberat , dengan mata yang berkabut gairah, tapi Damian harus menahannya walau di bawah sana ada yang bangkit .


dengan cepat Damian membawa Bella menuju meja makan, sebelum terjadi yang iya iya , karna Bella terus menggoda Damian .


***


Bella berhasil makan dengan sedikit paksaan dari Damian , dan ancaman nyawa pelayan , malam hari di kediaman Damian sangat sepi , 2sahabat Damian belum kembali , oh entahlah mereka pergi bersama setelah berenang dan belum kembali hingga malam ini .


pintu di ketuk dari luar , membuat kegiatan Damian terhenti, yang tengah menatap intens bella yang kini tertidur pulas .


pintu di buka menampilkan Laura dan Jack di sana .


"masuklah ." ujar Damian , Laura dan Jack masuk .


Laura berdiri di samping ranjang Damian .

__ADS_1


"ada keluhan apa tuan .?" tanya dokter Jack .


"dia tidak mau makan,." ujar Damian datar


Jack mengangguk dia mulai memeriksa Bella , dengan teliti, setelah selesai Jack membereskan peralatan nya .


"bagaimana .?" tanya Damian .


"nyonya baik baik saja tuan, tidak ada yang perlu di khawatirkan ."


"tapi dia tidak mau makan selain mie pedas .?" sanggah Damian .


Jack tersenyum karna merasa geli dengan kecemasan berlebihan yang Damian tunjukan . "nyonya tidak apa apa tuan, hanya sedikit masalah pencernaan dan saya sudah memberi vitamin ." ujar Jack .


Damian pada akhirnya mengangguk dan mempersilahkan mereka pergi. setelah pergi Damian naik ke atas ranjang membawa Bella dalam pelukannya , dan Bella merespon itu dia membalas pelukan Damian dan mengeratkannya . membelitkan kakinya pada kaki Damian , membuat Damian tersenyum lalu mengecup Bella dan menyusul ke alam mimpi .


***


pukul 4pagi Damian di bangunkan oleh tangisan Bella yang terdengar di kamar mandi . Damian berlari ke arah kamar mandi dengan tergesa , lalu membuka pintu nya terlihat Bella tengah menelungkupkan wajahnya pada bathtub yang air nya sudah terisi , dan terasa dingin . dengan kelopak mawar yang bertebaran di atasnya dan aroma wangi mawar dari air yang berubah menjadi merah cerah , entah sejak kapan Bella berada di kamar mandi .


menepuk bahu Bella Damian membawa atensi bella padanya .


"kenapa ? hm ." tanya Damian lembut .


Bella memeluk Damian lalu kembali menangis , Damian benar benar di buat menekan emosinya oleh prilaku Bella sekarang .


"kenapa .?" tanya Damian lagi .


dengan sesegukan Bella menjawab . seraya menunjuk air dalam bathtub "ingin liat air, tapi dingin ."


Damian menghela napas panjang, tadi siang Bella ingin melihat air kolam tapi malah menggodanya dan kini ini belum masuk pagi hari ini masih, jam 4 dia kembali ingin melihat air dan berujung menangis . dan apa Bella bilang alasannya karna dingin .!


Damian tidak habis pikir dengan tingkah konyol Bella sekarang .


Damian membawa Bella dengan menggendongnya ala bridal style.


membaringkan Bella di tempat tidur Damian membelai pipi Bella , lalu mengecupnya .


"Ara, jangan bertingkah konyol seperti ini, apa mau mu , sayang .?" tanya Damian lembut tapi penuh penekanan .


Bella mengurai pelukannya dan dia menatap Damian dalam , "aku konyol .!" beo Bella sambil menunjuk dirinya sendiri .


Damian tidak menjawab hanya menatap Bella dengan pandangan sulit di artikan .


Bella tertawa tapi juga menangis lalu menyeka air matanya "iya aku memang konyol, lalu kenapa kau mau menikah dengan orang konyol ." ketus Bella

__ADS_1


Damian mengerutkan keningnya , tadi dia menangis sekarang marah hanya karna Damian menyebutnya konyol ! apa ada yang salah .?


__ADS_2